
Visual Syadev
Visual ALARIK
Visual Kaysa
Visual Orlin
Visual Anggun
Visual Zahra
Sebulan kemudian
Anggun seperti mendapat sebuah keajaiban, beberapa hari yang lalu di saat dia putus asa tiba-tiba datang surat yang menyatakan jika dirinya mendapat beasiswa di Universitas A.
Dalam tulisan tersebut menyatakan jika Anggun sebagai pengganti salah satu mahasiswi yang mengundurkan beasiswa karena hendak melanjutkan kuliah di luar negeri.
"Sepuluh hari lagi aku akan pindah kota, sebaiknya aku mencari informasi kos-kosan terlebih dahulu, semoga aku mendapatkan yang murah. Dan aku juga harus mencari pekerjaan untuk biaya hidupku."
Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya,
"Kak, ada Kak Kaysa," ucap anak kecil.
"Iya," jawab Anggun bergegas keluar dari kamarnya.
Wajah cantik dan tampannya Alarik muncul dengan senyuman sumringah.
"Kaysa, Kak Al, silahkan duduk!" kata Anggun ramah.
"Iya," jawab Kaysa dan Alarik.
"Anggun, aku mau memberi kartu undangan padamu. Jangan sampai tidak datang ya?" ucap Kaysa riang.
"Subhanallah, kamu beneran mau menikah? Aku tidak menyangka," jawab Anggun ikut bahagia.
"Iya, nanti setelah menikah aku akan pindah ke kota kak Al. Nanti kita jadi satu Universitas lagi, kamu sudah ada tempat tinggal di sana?" tanya Kaysa penasaran.
"Aku sedang mencari kos-kosan, dan aku juga mau mencari pekerjaan. Semoga sebelum pelajaran di mulai aku sudah mendapatkan," kata Anggun bersemangat.
"Kenapa repot-repot, kamu bisa tinggal di rumah aku saja. Soal pekerjaan nanti kerja di kantor Kak Al, ntar bisa menyesuaikan dengan jadwal kuliah kamu," saran Kaysa.
"Iya, dari pada ngekos malah membuang-buang biaya," timpal Alarik.
Anggun hanya tersenyum, mungkin ada baiknya sementara tinggal di sana. Setelah dapat kos baru pindah, dia juga merasa tidak enak jika menyusahkan orang lain.
__ADS_1
Setelah itu Kaysa dan Alarik segera berpamitan, karena mereka berdua masih banyak acara.
"Hampir setengah tahun tidak bertemu, bagaimana dengan Syadev ya? Apa nanti dia sudah bisa mengingat aku?"
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Acara pernikahan Kaysa dan Alarik sangat megah, konsep sesuai selera pengantin perempuan itu memang tidak bisa dianggap remeh.
Syauqi sendiri sebagai Ayah tidak menyangka jika putrinya memiliki bakat untuk merancang dekorasi pesta pernikahan yang luar biasa ini.
Bahkan para kolega Syauqi juga ikut tertarik dan meminta Kaysa suatu saat bisa merancang pesta pernikahan untuk anak-anak mereka.
Apalagi gaun pengantin Kaysa yang sangat indah, membuat penampilannya semakin memukau.
Para wanita hanya bisa menatap iri, karena gaun itu hanya ada satu di dunia. Buatan manual dari tangan perancang terkenal luar negeri.
Alarik sebagai pengantin lelaki tidak bisa berhenti tersenyum, karena begitu bahagianya akhirnya bisa mempersunting seseorang yang selama ini dicintai.
Acara berjalan dengan lancar dan meriah, semua ucapan selamat tidak putus-putusnya dari tamu undangan untuk pengantinnya.
Kebahagiaan semakin sempurna karena datangnya sosok Syadev, saudara kembar Kaysa yang semalam baru saja tiba di Indonesia. Namun pemuda itu sebelumnya sengaja bilang tidak bisa datang dan sembunyi di hotel terlebih dahulu sebab ingin membuat kejutan untuk Kaysa.
Kaysa beneran terkejut, antara marah dan senang.
"Jangan cemberut gitu, mana ada pengantin yang jelek seperti ini," sindir Syadev.
"Balik ke Amerika sana jika ke sini niatnya mau mengejek!" Kaysa kesal.
"Ya sudah aku balik ke Amerika lagi, tiket kapal pesiar keliling dunia biar aku dan Darren saja yang pakai," balas Syadev nyengir.
"Eh, kalau sudah punya niatan untuk diberikan pada orang lain mana mungkin bisa ditarik kembali," bujuk Kaysa tersenyum riang.
"Demi membeli tiket itu aku sampai menjual mobilku tau," ujar Syadev serius.
"Bukannya mobil kamu rusak?" tanya Alarik penasaran.
"Iya, Kak Al. Tapi sama Ayah sudah di masukkan ke bengkel. Kemudian aku jual saja, membeli hadiah untuk Kaysa kalau tidak wah aku bisa di usir dari pesta," gurau Syadev.
"Itu namanya anak cerdas," balas Kaysa.
Gurauan mereka segera berakhir karena kedatangan Anggun dan Teguh.
Syadev tertegun, dadanya rasanya terbakar api yang membara. Namun ditahannya dan pura-pura melihat ke arah Ayah dan Bundanya yang sedang mengobrol dengan para tamu.
Anggun sendiri terpesona dengan penampilan Syadev yang jauh berbeda, pipi Syadev terlihat lebih tirus karena rambutnya pendek. Tubuhnya juga semakin bertambah tinggi. Dulu semasa SMA terlihat imut-imut. Namun sekarang semakin keren, wajahnya begitu mirip dengan Ayahnya yang tampan.
Anggun tidak berani menyapa, karena Syadev seperti tidak mengenalnya.
Syadev sendiri juga merasa enggan untuk menyapa, melihat gadis itu datang bersama teguh cukup membuat Syadev kecewa.
Zahra dan Darren yang baru muncul juga langsung memberi selamat, mereka berdua tak lupa memeluk Syadev.
Ketika Zahra melihat sosok pemuda lain di sisi Anggun, gadis itu langsung menarik tangan Anggun dan menjauh dari kerumunan.
Entahlah apa yang di bicarakan dua gadis itu, mereka berbincang cukup lama di tempat yang sepi.
"Kapan kamu balik ke Amerika?" tanya Teguh pada Syadev.
__ADS_1
"Dua hari lagi," jawab Syadev cuek.
"Maaf ya kalau sikap Syadev seperti ini, dia masih lupa ingatan," timpal Kaysa.
"Iya, aku sudah tahu. Anggun yang menceritakannya padaku," jawab Teguh santai.
Kaysa sendiri merasa heran, dia tahu jika Anggun masih mencintai Syadev. Namun kenapa justru temannya itu bisa datang ke sini dengan pemuda lain.
Ada rasa kecewa di hati Kaysa, tapi ingin bertanya pada Anggun juga tidak mungkin, Karena untuk berjalan saja dia merasa kesulitan.
Alarik yang sangat peka dan perhatian langsung menyiapkan kursi.
"Duduklah! Biar tidak terlalu capek, nanti malam kita ada kegiatan yang membutuhkan tenaga banyak," bisik Alarik.
Kaysa seketika memerah wajahnya, apalagi Darren yang mendengar juga ikut tertawa.
"Apa lihat-lihat?" sindir Kaysa kesal.
"Aku hanya iri saja, kamu sudah bisa menikah pada usia muda," jawab Darren.
"Aku juga, dua hari lagi aku dan Anggun akan menikah, kalian semua jangan lupa datang ya?" timpal Teguh bersemangat.
"Apa?" pekik Kaysa dan Darren terkejut.
Alarik meskipun kaget tapi masih bersikap biasa, sedangkan Syadev merasakan jantungnya berhenti berdetak. Kepalanya berputar-putar pusing, untung saja saudara kembar Kaysa itu segera di tahan Alarik.
Syadev seolah tidak percaya, kenapa Anggun dengan mudah bisa memutuskan untuk menikah. Padahal Syadev mengira jika orang yang dicintainya itu masih ingin mengejar cita-cita, makanya Syadev berusaha agar Anggun bisa diterima di Universitas yang terbaik.
"Menyesal kenapa aku pura-pura lupa ingatan, sekarang semua sudah berakhir. Usahaku selama ini sia-sia." batin Syadev menahan pilu.
Dengan senyuman puas Teguh berpamitan mencari calon istrinya, sedangkan Syadev mencoba menguatkan dirinya sendiri.
Hanya Alarik dan Darren yang tahu kondisi Syadev, karena Kaysa masih mengira jika saudara kembarnya itu lupa ingatan.
Beberapa menit kemudian Zahra mendekati Syadev, dan gadis itu gantian mengajak Syadev ke tempat sepi.
"Apa kamu masih belum ingat Anggun?" tanya Zahra memastikan.
"Langsung saja!" jawab Syadev tak sabar.
"Anggun terpaksa menerima lamaran Teguh, sebab pemuda itu mengancam ingin menjual panti asuhan kalau Anggun menolak. Sebenarnya yang dia cintai adalah kamu, meskipun kamu melupakan dia tapi Anggun selalu setia mencintaimu. Namun karena dia juga tidak bisa melihat adik-adiknya terlantar itu sebabnya dia terpaksa menerima. Aku kasihan sekali padanya, dia masih punya banyak mimpi. Seandainya aku bisa membantunya, tapi aku juga tidak tahu harus bagaimana," ucap Zahra menangis.
Syadev seperti tersambar petir, hatinya perih jika melepas Anggun.
**Jangan lupa dukung terus Novel CINTA YANG TERPAKSA dengan cara like dan vote sebanyak-banyaknya ya🤗
Menurut kalian nanti apa yang akan dilakukan Syadev ya?
A. Merelakan Anggun menikah dengan Teguh.
B. Memperkosa Anggun agar Teguh tidak mau lagi.
C. Menghajar Teguh dan membeli Panti.
D. Menculik Anggun, dinikahi diam-diam dan di bawa ke Amerika.
Langsung di komen yaaa🤗**
__ADS_1