CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Cinta Dalam Do'a


__ADS_3

Sebelum Arkananta dan Deby saking mengutarakan perasaan masing - masing keduanya selalu akrab dan begitu dekat. Namun, kini mereka malah menjadi canggung dan sama - sama berubah malu - malu.


"Arka, ini sudah larut malam. Katakanlah apa yang ingin kamu katakan, kasihan Jamila juga jika lama menunggu kita," ucap Deby membuka obrolan duluan.


Arkananta terkejut, dia tidak mengira jika ternyata bukan Deby yang hendak menemuinya duluan. Pantas saja tadi Yudistira yang begitu bersemangat, jadi ini adalah taktik Yudistira biar bisa menemui Sarah atas namanya dan Deby. Namun, Arkananta juga merasa berterima kasih sehingga dia dan Deby bisa berjumpa dan menjelaskan tentang kesalahpahaman.


"Deby, kamipun tahu jika yang aku cintai hanya kamu. Jadi jangan marah lagi, aku sudah meminta orang tuaku untuk membatalkan tentang perjodohan itu. Aku juga sedang berusaha menghafalkan Alqur'an agar kita bisa direstui," bujuk Arkananta.


"Apa kamu yakin tidak menyukai gadis cantik, lemah lembut dan juga alim itu?" goda Deby.


"Kamu juga cantik, soal selera kan setiap orang beda - beda. Dan yang aku pilih adalah kamu," balas Arkananta yakin.


"Baiklah, aku tidak akan marah lagi. Aku senang bisa masuk ke sini, semakin aku belajar semakin aku ingin memperbaiki diri. Arka, bisakah setelah ini kita jangan bertemu seperti dengan cara seperti ini? Maksudku mari kita berdua sama - sama berjuang. Aku juga ingin memantaskan diri sehingga kelak bisa di sisimu dengan rasa percaya diri. Kamupun juga harus fokus agar bisa cepat selesai, jika tidak nanti kamu akan dinikahkan dengan Sarah lalu bagaimana nasipku?" pinta Deby.


"Iya, tapi aku juga minta agar kita berdua saling percaya dan setia. Yang harus kamu ingat adalah apapun yang terjadi aku hanya mencintaimu dan menunggumu," balas Arka.


Deby hanya mengangguk tanda setuju, sedangkan Arka sangat senang dengan perubahan Deby.


"Kamu sangat cantik sekali saat memakai jilbab seperti ini, aku hampir pangling jika kamu adalah Deby," gumam Alarik.


Deby tersipu malu, entah kenapa dipuji oleh seseorang yang dicintai terasa begitu indah.


"Deby, jaga dirimu baik - baik ya. Walaupun kita tidak bisa bertemu lagi tapi aku selalu ada di setiap langkahmu. Selalu ingat aku do'amu. Aku juga ingin berusaha untuk menghilangkan kekonyolanku dan mulai fokus dengan masa depan," pinta Arkananta lagi.


"Iya, apalagi beberapa bulan lagi kita akan menghadapi ujian. Kita berdua harus semangat dan pasti bisa," balas Deby antusias.


"Kamu ingin melanjutkan kemana setelah ini?" tanya Arka.


"Aku sudah tidak memiliki siapapun lagi di rumah, tapi di sini aku memiliki keluarga baru. Aku memutuskan untuk belajar serius agar bisa masuk ke Universitas Andromeda bersama Jamila. Kalau kamu mau kemana?" tanya Jamila.


"Tentu saja aku juga akan masuk ke sana, ngapain juga kuliah jauh - jauh kalau punya kakek saja Universitas unggulan," balas Arka.


"Baiklah kalau begitu, sampai berjumpa lagi kelak. Dan sekarang kamu silahkan kembali sebelum nanti ketahuan," pinta Deby.

__ADS_1


"Iya, I love you, Deby."


Arka mencium jarak jauh sambil mengedipkan sebelah matanya, dalam keremangan malam wajah Arka semakin tampan dengan pantulan sinar rembulan.


Deby tertawa lirih, gundah gulana yang akhir - akhir ini mengganggu pikirannya kini sudah lenyap tergantikan kebahagiaan yang tiada terkira.


Setelah itu Deby menghampiri Jamila, kemudian Yudistira dan Arkananta berpamitan kembali ke Asrama putra.


**********************************


Sagara terbangun ketika mendengar suara pintu yang terbuka.


"Ah senangnya, mulai besok aku akan bersantai sebab sudah memiliki pelayan pribadi," gumam Yudistira.


"Iyakah? Kalau begitu besok malam aku akan menyelinap ke Asrama putri dan bertanya pada Jamila secara langsung," jawab Sagara yang tidak mudah tertipu.


"Ngapain kamu harus ke sana segala? Kalau tidak percaya sebaiknya bertanya saja pada Arkananta," sela Yudis.


"Iyakah, apa Yudistira dan Jamila jadian?" tanya Sagara pada sepupunya untuk memastikan.


"Hey, kamu! Aku kira kita teman seperjuangan," sergah Yudistira kesal pada Arka.


"Tapi kamu menjadikan aku alat agar kamu bisa bertemu dengan Jamila, kamu bilang tadi Deby yang mau menemuiku. Rupanya itu hanya akal - ajakan kamu saja," balas Arkananta.


"Nah, yang benar siapa ini? Biar lebih jelas aku besok harus menyelinap ke asrama putri," sindir Sagara.


"Jangan berani - beraninya kamu mengganggu Jamila ya, karena dia sedang fokus belajar dan tidak mau melanggar peraturan lagi," sergah Yudis.


"Aku semakin curiga, kalau begitu mana dompetmu!" balas Sagara.


"Perjanjian kita kan satu bulan, ini baru beberapa hari," ejek Yudis.


"Baiklah, kalau begitu silahkan berusaha lagi," tantang Sagara.

__ADS_1


"Sudahlah, aku tidak mau melanjutkan lagi. Bukan karena aku takut tapi aku tidak ingin menyakitinya. Apalagi dia sekarang sedang ingin fokus memperdalam agama dan juga belajar tekun biar nanti dapat beasiswa di Universitas Andromeda. Sebagai kompensasi aku berikan jatahku padamu satu bulan," jelas Yudistira.


"Baiklah, aku juga bangga jika memiliki seorang kakak yang menjadi lelaki sejati," jawab Sagara tersenyum puas.


"Ternyata Jamila dan Deby sudah sepakat dari awal ya? Deby juga begitu, dia meminta aku fokus untuk menghafalkan Al- Qur'an dan dia juga sedang berusaha memperdalami ilmu menjadi wanita muslimah," ujar Arka sangat senang.


"Iya, kita berdua beruntung memiliki gadis yang meskipun sebelumnya awam tapi belajar," balas Yudistira.


Sagara kembali tidur, dia sendiri merasa iri sebab kisah cintanya yang tidak berjalan mulus.


Sagara juga ingin seperti kedua saudaranya, tapi dia sama sekali tidak bisa mengungkapkan isi hatinya. Bahkan menebak perasaan diri sendiri saja sulit.


Tiba - tiba saja pintu di ketuk beberapa kali, Arkananta yang tempat tidurnya paling dekat dengan pintu langsung berdiri dan membukanya.


Rupanya sudah berdiri 4 penjaga keamanan sambil membawa busur tali.


"Di Asrama ini yang bisa membuat barang seperti ini hanya kalian, jujurlah dari mana tadi kalian menyelinap?" tanya kepala pengawas.


Arkananta terkejut, betapa cerobohnya dia tadi sampai lupa meninggalkan barang tersebut.


"Kami bosan, jadi kami berniat ingin pergi ke tempat tongkrongan anak muda di luar. Tapi ternyata kendaraan kami yang di tempat rahasia kehabisan bahan bakar akhirnya kami tidak jadi," sela Yudistira.


Pemuda itutakut mengatakan kebenaran. Sebab nanti akan membahayakan bagi Jamila dan Deby, terlebih Jamila yang merupakan murid beasiswa pasti akan mendapat potongan nilai dan mempengaruhi kedepannya.


"Jadi kalian masih memiliki kendaraan tersembunyi lagi? Ayo antarkan kami dan akan kami sita. Setelah itu orang tua kalian harus dipanggil," ajak kepala pengawas dengan ancaman.


Sagara kesal sekali, karena itu adalah satu - satunya mobil kesayangan yang sudah menghabiskan banyak uang. Sagara merengut kepada dua saudaranya.


"Ayo tunjukkan pada kami sekarang!" bentak kepala pengawas tegas.


"Pak, tapi saya tidak ikut keluar," sela Sagara tak terima.


"Meskipun begitu soal menyembunyikan kendaraan untuk berniat kabur di tengah malam juga merupakan pelanggaran," balas pengawas tersebut serius.

__ADS_1


Sagara menghembuskan napas berat, sebab karena kecerobohan kedua sepupunya membuat dia terkena imbasnya juga.


Yudistira dan Arkananta hanya nyengir saja melihat raut wajah Sagara yang sudah tidak enak dipandang itu.


__ADS_2