
Beberapa Minggu berlalu, keluarga Syauqi dan Zhia yang berkunjung sudah kembali ke rumah masing-masing.
Kini Syauqi dan Zhia semakin disibukkan mengurus kedua bayi kembarnya.
Jam tiga sore Kaysa dan Syadev baru saja dimandikan. Syauqi dan Zhia sangat menikmati peran mereka sebagai orang tua.
"Anak Ayah wangi sekali!" ucap Syauqi sambil mencium satu persatu anaknya.
"Mas, nanti malam acara resepsi pernikahan Nayla dan Rendra. Sebaiknya kita ajak anak-anak atau tidak?" tanya Zhia sambil menyelimuti kedua anaknya yang ditidurkan di ranjangnya.
"Anak-anak biar bersama Bik Mus dan Bik Tri di rumah saja. Kalau di ajak kasihan nanti terkena angin malam," jawab Syauqi, tangannya sibuk mengelus kepala Syadev.
"Tapi kita juga belum mencari kado," kata Zhia cemas.
"Tenanglah, semua biar aku yang urus. Sekarang kamu mandi dulu! Nanti gantian aku." ucap Syauqi ikut berbaring dengan anaknya di ranjang.
Selesai mandi Zhia keluar hanya dengan memakai handuk yang dililitkan di bagian dada dan atas paha.
Syauqi yang hampir ketiduran matanya langsung terbelalak melihat tubuh mulus istrinya. Dia segera bangkit dan memeluk istrinya dari belakang.
"Mas, wudhu ku jadi batal," protes Zhia.
"Tidak apa-apa. Air kita melimpah, nanti bisa wudhu lagi," jawab Syauqi santai.
Syauqi masih memeluk istrinya, dia menghirup aroma wangi tubuh Zhia yang masih setengah basah. Kemudian dengan penuh nafsu Syauqi mencium tengkuk dan punggung istrinya.
Zhia merasa geli, dia segera melepaskan pelukan dari suaminya.
Syauqi langsung menarik pinggang Zhia dan memeluknya dari arah depan. Di tatapnya wajah cantik istrinya yang merona merah. Meskipun sudah hampir satu tahun menikah, tapi Zhia masih pemalu dan sensitif setiap di sentuh. Membuat Syauqi selalu bergairah ketika menggoda istrinya.
"Sayang, sudah sebulan lebih kita tidak melakukan itu..." bisik Syauqi sambil menjilat leher mulus istrinya.
Zhia langsung merintih karena merasakan sensasi yang membuat tubuh merinding.
"Maafkan aku, Mas. Aku masih belum berani," jawab Zhia merasa bersalah.
"Tidak papa, aku masih sabar menanti," meskipun bilang begitu tapi Syauqi tidak menghentikan aksinya.
Syauqi mencium bibir Zhia, tangan kirinya meraba paha Zhia sedangkan tangan kirinya menyelinap ke payudara istrinya yang semakin berisi.
Zhia yang sudah terangsang mencium leher jenjang suaminya sampai meninggalkan beberapa bekas kemerahan.
Zhia merasa kasihan juga dengan suaminya yang selalu menahan diri. Tangan halusnya pun menyusup ke celana Syauqi, dia mulai bermain nakal sampai membuat suaminya mabuk kepayang.
Hanya sebatas itu yang berani Zhia lakukan, karena dia masih merasa takut untuk melakukan hubungan badan.
Tapi Syauqi sangat menikmatinya, karena istrinya memang sangat ahli memuaskannya.
__ADS_1
"Mandikan aku ya?" bisik Syauqi mesra.
Dia segera menarik istrinya ke kamar mandi.
Syauqi melepas bajunya, dia juga menarik handuk istrinya kemudian membuat stempel merah hampir di seluruh tubuh Zhia.
Desahan sexi dan lihainya tangan Zhia membuat birahi Syauqi memuncak. Dia sangat puas...
Cukup lama mereka bermain. Setelah mandi mereka segera sholat ashar.
Tepat jam tujuh malam Syauqi dan Zhia berangkat menuju gedung acara, mereka berdua merasa tidak bersemangat karena berpisah sementara dengan anak mereka.
"Aku merasa separuh jiwaku tertinggal di rumah," kata Syauqi.
"Aku juga merasakan hal yang sama. Takutnya kalau persediaan ASI-nya kurang," jawab Zhia gelisah.
"Nanti jam sepuluh kita izin pulang dulu, pasti Rendra dan Nayla akan mengerti," ucap Syauqi menenangkan istrinya.
Sesampainya di tempat acara, Syauqi segera mengucapkan selamat. Dia memberi hadiah pernikahan sebuah rumah di London untuk Rendra dan Nayla.
Syauqi tahu jika Rendra ingin menetap di sana, karena usaha Rendra juga di London.
"Bro, kalau aku nikah lagi apa mau dikasih hadiah rumah mewah seperti Rendra?" sindir Dony merasa iri.
Tapi Dony malah mendapat tatapan tajam dari istrinya.
"Don, bekerjalah yang rajin. Nanti aku beri bonus yang besar," kata Syauqi tenang.
"Selama ini aku selalu rajin," balas Dony.
"Maksudku jadi lebih maju lagi," ucap Syauqi.
"Senangnya jadi Bos besar, tinggal duduk di rumah bersantai tau-tau rekening sudah full dolar," sindir Dony masih merasa kesal.
"Hey, mobilmu juga setara harganya dengan rumah yang ku berikan pada Rendra," balas Syauqi ikutan kesal.
Dony langsung tertawa senang karena berhasil mengerjai Syauqi.
Syauqi sebenarnya merasa kasihan karena Rendra di London belum memiliki rumah sendiri.
Apalagi jika mengingat Nayla yang tidak bisa hamil karena kecelakaan saat mau menyelamatkan istrinya, rasanya Syauqi merasa ikut bersalah. Bagaimanapun juga penyebab penculikan Zhia karena dirinya yang ceroboh memberi harapan palsu pada Ishika.
Jam sepuluh malam Syauqi minta undur diri, tentu saja sang punya hajat mengizinkan karena mereka tahu jika Syauqi dan Zhia pasti menghawatirkan dua anak kembarnya.
Di tengah perjalanan Syauqi menghentikan mobilnya, dia melihat anak lelaki seumuran Orlin dikejar tiga preman.
Syauqi segera memundurkan lagi mobilnya tepat di samping anak kecil itu.
__ADS_1
"Mas, sepertinya terjadi penculikan." teriak Zhia cemas.
"Kamu di sini saja!" perintah Syauqi.
Syauqi segera keluar dari mobil. Dia menghadang anak kecil yang berlari ke arahnya.
"Paman, tolong. Preman itu mau menculik aku," teriak anak kecil itu sambil ngos-ngosan.
Syauqi segera membuka pintu di samping Zhia.
"Anak kecil, cepat masuklah!" kata Syauqi.
Anak itu segera masuk ke mobil dan duduk di pangkuan Zhia.
Setelah Syauqi menutup pintu, Ketiga preman itu sudah ada di hadapannya.
"Serahkan anak itu!" bentak salah satu preman.
"Ambil sendiri kalau bisa," ejek Syauqi.
Ketiga preman itu segera mengeluarkan pisau tajam.
"Rupanya Tuan tampan ini tidak takut jika wajahnya kita rusak," jawab salah satu preman.
Syauqi masih bersikap tenang, bahkan melihat tiga pisau yang di acungkan padanya sama sekali tidak membuat dia gentar.
Zhia dan anak kecil yang di dalam mobil merasa ketakutan. Zhia segera membuka jendela mobilnya.
"Mas Syauqi, cepat lari ke mobil saja," teriak Zhia cemas.
"Tenanglah, Istriku sayang. Duduk manis saja di situ sambil menonton suamimu ini olah raga malam," jawab Syauqi dengan senyuman menggoda.
Zhia merasa khawatir sekaligus kesal, karena dalam keadaan seperti ini suaminya masih sempat bercanda.
Syauqi melepaskan jas mewahnya, dengan perhitungan yang tepat dia segera maju melawan ketiga preman sekaligus.
Sudah lama Syauqi tidak pernah berkelahi, dia merasa senang karena mendapat mainan baru.
Dengan lincah Syauqi menghindari serangan mereka, bahkan dengan jasnya Syauqi berhasil membuat pisau yang mereka pegang terlempar jauh.
Zhia yang hanya menonton merasa tegang, dalam hatinya tidak berhenti berdo'a semoga suaminya di beri keselamatan.
Syauqi kemudian teringat istrinya yang pasti sedang gelisah, dengan kecepatan penuh Syauqi langsung menyerang. Syauqi benci terhadap orang yang suka menganiaya wanita dan anak-anak, dia membuat ketiga preman itu tak sadarkan diri.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya pertama saya, jangan lupa Like dan Vote ya🤗
Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
__ADS_1
Mohon kritik dan sarannya juga, semoga cerita CINTA YANG TERPAKSA semakin berkembang.