CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Om-0m Tampan


__ADS_3

Alarm yang sengaja dipasang Nayla berbunyi sebelum jam sepuluh, sebagai Mama barunya Orlin dia berusaha menjadi seorang ibu yang baik.


Rendra juga terbangun di saat yang sama. Mereka berdua segera mencuci muka dan keluar dari kamar hotel.


Tiba-tiba ada seorang pemuda yang sedang berjalan melewati kamar mereka, pemuda itu saat melihat Nayla langsung menghampiri.


"Kamu Nayla kan? Kenapa kamu bisa keluar dari kamar hotel bersama om-om?" tanya pemuda itu dengan nada tinggi.


"Itu bukan urusanmu, Dandi," jawab Nayla cuek, walaupun sebenarnya dia menahan tawa saat suaminya dikatakan Om-Om.


Sedangkan Rendra merasa penasaran, tetapi dia hanya diam dan menyimak pembicaraan istrinya dengan orang asing itu.


"Status kita masih pacaran, selama ini kamu pergi kemana? kenapa tidak mengabari aku?" bentak Dandi.


Rendra lumayan terkejut, bukan karena pemuda yang bernama Dandi itu mengaku sebagai pacar istrinya. Akan tetapi Rendra tidak terima saat ada orang yang berani membentak Nayla.


"Heh, Nayla kupingnya masih normal. Kamu anak kecil tidak perlu berbicara dengan suara tinggi," sindir Rendra menatap tajam pada Dandi.


"Anda sebaiknya tidak usah ikut campur Paman! karena urusanku dengan wanita simpanan Anda masih belum selesai," balas Dandi dengan tatapan tajam.


Plaakkk


Belum sempat Rendra memukul Dandi, dia sudah didahului istrinya yang emosi.


"Dandi, jaga mulutmu! Kamu jangan berbicara seolah kamu yang menjadi korban," bentak Nayla, dia sama sekali tidak menjaga image meskipun di depan suaminya.


"Tapi memang itulah kenyataannya, setelah kamu pindah kuliah aku baru tahu jika kamu menduakan aku. Dan sekarang dengan mata kepalaku sendiri aku melihat kamu keluar dari kamar dengan om-om," teriak Dandi, tangannya memegang bekas tamparan di wajahnya yang terasa panas.


"Bukankah kamu diam-diam juga berselingkuh dengan temanku? Jadi sejak saat itu aku anggap kita sudah putus. Oh iya, saat berpacaran denganmu aku tidak hanya menduakan, karena aku punya empat pacar. Termasuk sepupu kamu sendiri," balas Nayla memalingkan wajahnya.


"Aku tidak menyangka kamu bisa sekejam itu terhadapku, aku dulu tulus mencintaimu. Bahkan hampir setahun ini aku masih mencari informasi tentangmu dan tetap setia," kini tubuh Dandi terasa lemas, suaranya juga terdengar lirih.


"Kalau kamu tulus mana mungkin kamu selingkuh dengan sahabatku sendiri!" bentak Nayla merasa kesal.


"Aku tidak selingkuh! Yesi sendiri yang merayu aku," tegas Dandi.


"Tapi akhirnya kamu mau juga kan dia menginap di rumahmu!" bentak Nayla.

__ADS_1


Dandi kalah telak, walaupun tidak pernah berniat selingkuh tapi pada akhirnya dia tergoda saat teman Nayla menyerahkan tubuhnya.


"Aku mengaku salah, tapi kamu juga sama-sama mengkhianati aku. Bagaimana kalau sekarang kamu kembali padaku dari pada jadi simpanan Om-Om itu?" bujuk Dandi memohon.


"Orang yang kamu sebut Om-Om ini adalah suami aku. Meskipun lebih tua tapi sangat tampan. Mana mungkin aku melepaskannya hanya demi dirimu yang tidak ada apa-apanya dibanding suamiku," balas Nayla sambil berlalu pergi.


Rendra yang tadi ingin menghajar Dandi jadi merasa iba, dia langsung meninggalkan mantan istrinya dan mengejar Nayla yang berjalan cepat.


"Nayla, Tunggu!" pinta Rendra.


"Kenapa? Mau marah kalau dulu aku playgirl?" tanya Nayla tanpa merasa bersalah.


"Aku tidak perduli dengan masa lalu kamu. Aku hanya takut jika suatu saat nanti kamu bosan padaku," kata Rendra.


Nayla tertawa, kemudian masuk kedalam mobil.


Rendra semakin penasaran, dia tidak menyangka dirinya bisa dipermainkan wanita yang jauh lebih muda itu.


"Menarik!" ucap Rendra.


"Apa?" tanya Nayla yang merasa heran.


"Iya, bagiku pacaran hanya sebuah permainan. Menaklukkan cowok populer, peluk cium, bosan lalu buang," jawab Nayla santai.


Rendra semakin terkejut, tidak mengira jika istrinya ini seorang pemain.


"Apa kamu tidak merasa bersalah pada mantan-mantan kamu?" tanya Rendra.


"Aku pacaran tidak pernah memakai hati, yang terpenting cowok itu wajahnya oke dan populer. Kalau kebetulan aku bertemu cowok yang baik, aku tidak akan selingkuh darinya. Paling aku putusin secara baik-baik," jawab Nayla.


"Kalau Iyas?" tanya Rendra perlahan, takut istrinya bersedih.


Seketika wajah Nayla berubah, tapi dia bisa menenangkan dirinya sendiri.


"Dia berbeda, akulah yang mengejar-ngejar dia tapi selalu gagal. Karena di dalam hatinya hanya ada nama Zhia. Dan untuk pertama kalinya juga aku bisa jatuh cinta pada lelaki, berkat dia aku memiliki kesadaran untuk berubah. Meskipun aku tak pernah ada tempat di hatinya, tapi aku tidak pernah menyesal mengenalnya," jawab Nayla lembut.


"Apakah kamu masih mencintai Iyas?" tanya Rendra lagi menyelidik.

__ADS_1


"Bodoh! Kalau aku mencintai dia mana mungkin aku relakan keperawanan ku untuk suamiku" teriak Nayla.


"Apa kamu bilang? berani-beraninya mengatakan bodoh pada suaminya sendiri," balas Rendra sambil menggelitik seluruh badan Nayla.


"Maafkan aku, tolong hentikan! Aku geli sekali nanti bisa ngompol," teriak Nayla tertawa keras.


Rendra segera menghentikan aksinya. Dia sendiri merasa aneh, semenjak menikah dengan Nayla dia tertular sikap Nayla yang nakal. Tapi sikap istrinya yang suka semena-mena itu justru membuat hari-harinya menjadi berwarna.


"Mas, Ayo buruan jemput Orlin. Lihatlah! orang-orang di sekitar melihat mobil kita terus. Jangan-jangan mereka berpikiran kalau orang yang berada di mobil ini sedang mesum." kata Nayla.


"Konyol, itu dirimu sendiri yang selalu berpikiran mesum," jawab Rendra sambil menjalankan mobilnya.


"Baiklah, mulai sekarang aku akan menjadi istri yang pendiam dan tidak mesum lagi," ucap Nayla.


"Jadilah dirimu sendiri! aku lebih menyukainya," kata Rendra.


Nayla langsung mengecup Rendra. Membuat wajah Rendra bersemu merah.


"Yoo! kecupanku membuat suamiku merona," goda Nayla dengan senyuman nakal.


Rendra benar-benar merasa gemas dengan tingkah istrinya, namun dia bersabar menunggu nanti malam. Karena saat ini dia ingin menjemput putrinya dan mengajak jalan-jalan bersama.


Sampai di sekolah Orlin sudah menunggu di pintu gerbang bersama gurunya.


"Maaf, Bu. Sudah merepotkan." ucap Rendra.


"Tidak apa-apa, Pak. Ini sudah kewajiban seorang guru untuk menjaga muridnya," jawab wali kelasnya Orlin tersenyum ramah.


Setelah berpamitan Rendra mengajak istrinya pulang dan berganti baju.


Rendra mengajak seluruh keluarganya beserta pengasuh Orlin makan bersama di Restoran, kemudian sesuai permintaan Orlin mereka pergi ke pantai. Malamnya Mereka berkunjung ke rumah Kakeknya Nayla.


Kakek-Neneknya Nayla sudah tahu mengenai kondisi cucunya, mereka bersyukur kalau ada seseorang yang bisa menerima cucunya apa adanya meskipun tidak bisa memberi keturunan.


Kehadiran Orlin juga membuat Kakek-Neneknya Nayla merasa senang. Karena kelincahannya mirip sekali dengan Nayla di masa kecil.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa Like dan Vote ya! Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Mohon like dan komen juga, supaya cerita CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.


__ADS_2