CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Pemandangan di atas awan


__ADS_3

Syauqi setengah berlari mengejar istrinya yang meninggalkannya.


Setelah melewati empat Vila yang kembar, mereka akhirnya sampai diujung bukit.


Dari sana mereka bisa melihat perkampungan yang terletak di bawah.


Sinar matahari mulai muncul. Namun tubuhnya masih di sembunyikan di balik dua gunung yang terlihat diujung langit.


Kedua mata Zhia sangat terpana, tak henti- hentinya dia bertasbih memuji keagungan Alloh yang telah menciptakan pemandangan seindah ini.


Syauqi melirik istrinya, kecantikannya bagi Syauqi lebih menarik dari pemandangan di depannya.


Syauqi menarik tubuh Zhia dalam pelukannya.Tangan kirinya membelai mesra kepala Zhia yang diselimuti jilbab.


Kedua mata mereka saling bertatapan.


Zhia sangat takjub dengan wajah Syauqi yang sangat tampan dan menawan, begitu juga sebaliknya.


Seperti terkena sihir, saat suaminya mendekatkan wajahnya Zhia tidak menghindar.


Syauqi mendaratkan ciumannya tepak dibibir Zhia.


Kali ini Zhia menikmatinya, hatinya mulai berdebar dan tubuhnya juga terasa hangat.


Zhia mulai membalas ciuman suaminya.


Membuat Syauqi semakin kegirangan.


Mereka berciuman sangat lama tanpa memperdulikan matahari yang menatap mereka berdua.


"Sudah pandai berciuman ya?" goda Syauqi langsung mencium Zhia lagi.


Tangan kanan Syauqi mulai nakal menyentuh payudara Zhia yang semakin montok.


Zhia kelabakan dan langsung mencubit pinggang Syauqi.


"Ups sorry... keblabasan," kata Syauqi tanpa rasa sesal.


"Nakal sekali,"kata Zhia pura-pura sebal.


"Tapi nikmat kan?" bisik Syauqi di kuping Zhia, membuat Istrinya merinding.


Zhia memeluk Syauqi karena tak ingin menyembunyikan wajah merahnya.


Syauqi sangat bahagia, karena mulai bisa mengambil hati Zhia.


"Sayang, apakah kamu sekarang mencintaiku?" tanya Syauqi. Kini dia percaya diri karena Zhia mulai berani memeluknya dan membalas ciumannya.


"Mau tak mau aku terpaksa mencintaimu, karena kamu suamiku,"njawab Zhia.


"Terpaksa? Lalu kalau aku tidak menikahimu kamu tak mencintaiku?"tanya Syauqi gusar.


"Tentu saja tidak, karena cintaku akan aku berikan hanya untuk suamiku," jawab Zhia tegas.


"Sudahlah, yang terpenting kamu mencintaiku," sergah Syauqi mulai sebal.


"Marah?" goda Zhia.


"Cium aku," pinta Syauqi manja.


Namun ketika Syauqi ingin mencium, istrinya malah berpaling dan melihat pemandangan dibawah.


"Kenapa ada orang ramai di sana?" tanya zhia.


Maskipun merasa kesal Syauqi tetap menjawab dengan lembut.


"Oh itu pasar kaget, sejenis pasar tradisional tapi hanya buka dari jam enam sampai jam delapan pagi,"


"Pulang yuk, Mas Suauqi. Aku mau masak," ajak Zhia.

__ADS_1


Syauqi menyetujui dan mereka pun berjalan pulang.


"Tiap pagi kita jalan-jalan terus ya?" pinta Zhia.


"Iya, sayang" jawab Syauqi tersenyum senang.


"Mas, aku merasa kamu selalu tersenyum sendiri dari tadi?" tanya Zhia.


"Iyakah? Aku tak menyadarinya.mMungkin karena aku terlalu bahagia akhirnya bisa bersamamu," jawab Syauqi jujur.


Langit mulai terang, ketika mereka berdua melewati empat Vila yang berjajar, Zhia dan Syauqi disambut hangat oleh penyewa.


Mereka sangat ramah dan merasa segan pada Syauqi.


"Mereka ramah ya?" ucap Zhia setelah pamit pada mereka.


"Jelas, karena aku adalah pemilik Vila ini, mana mungkin mereka acuh padaku," jawab Syauqi.


Zhia hanya diam termenung sambil meneruskan jalannya.


"Kenapa kamu diam?" yanya Syauqi yang heran dengan istrinya.


"Aku hanya penasaran, sekaya apakah suamiku ini? Mungkin di tempat lain masih memilliki Vila dan rumah banyak beserta wanita simpanan," jawab Zhia yang mulai cemas.


Syauqi tertawa keras, sampai perutnya terasa sakit dan kedua matanya berair.


Zhia malah merengut melihat reaksi suaminya yang seperti mengejek.


"Aku baru tahu jika Istriku ini juga bisa memikirkan hal buruk," canda Syauqi.


Zhia merasa kesal dan memasang wajah cemberut.


"Sayang, kamu cemburu? Ya ampun kenapa aku malah merasa senang sekali," kata Syauqi tertawa lagi.


Zhia semakin marah dan meninggalkan suaminya yang masih berdiri.


Syauqi langsung mengejar Zhia dan memeluknya dari belakang.


"Baik"Jawab Zhia keras.


Dia melepaskan diri dari pelukan Suaminya.


Syauqi tersenyum dan menggandeng tangan Zhia.


Sesampai di depan rumah, mereka disambut kedua pembantunya.


"Maaf, Tuan Syauqi. Bahan persediaan masak habis karena kemarin kami terlalu sibuk membereskan rumah sampai lupa belanja." ucap Bik Mus.


"Iya, aku juga lupa belum memberi kalian gaji dan uang belanja," jawab Syauqi.


Karena kemarin terlalu sibuk menyiapkan acara pernikahannya.


"Mas, aku mau ikut belanja Bik Mus dan Bik Tri ya?" sela Zhia.


Syauqi yang sedang membuka dompetnya langsung menutup kembali.


"Kalian biasanya belanja di mana?" tanya Syauqi pada kedua pembantunya.


"Di pasar kaget, Tuan Syauqi," jawab Bik Tri dan Bik Mus bersamaan.


"Jauh tidak?" sela Zhia semangat.


" kalau jalan kaki sekitar 15 menit," jawab Bik Mus.


"Aku Mau ikutan ya?" pinta Zhia merengek.


"Apa kamu tak kelelahan?" tanya Syauqi khawatir.


"Tidak, aku mau ikut. Aku pengen membeli jajanan pasar pasti ada banyak macam-macam. Dan aku pengen memilih sendiri," ucap Zhia senang.

__ADS_1


Semenjak hamil memang Zhia suka makan yang aneh-aneh.


"Baiklah, kamu beli semua yang kamu mau," kata Syauqi sambil memberikan dompetnya pada Zhia.


"Bik,mjaga Istriku baik-baik ya!" perintah Syauqi yang langsung di patuhi kedua pembantunya.


"Assalamu'alaikum," pamit Zhia pada suaminya,dia juga bersalaman dan mencium punggung tangan suaminya.


"Wa'alaikum salam," jawab Syauqi terharu. Karena dia diperlakukan Istrinya dengan hormat.


"Beruntungnya aku memiliki istri sempurna sepertimu,nsemakin hari rasa cintaku padamu semakin besar," batin Syauqi.


Zhia berlalu pergi dengan kedua pembantunya. Syauqi masih berdiri dan menatap punggung Zhia yang semakin menjauh.


"Bik di sana jualan jajanan apa saja?."


Syauqi tertawa karena masih mendengar Suara Zhia yang sangat bersemangat menanyakan tentang makanan.


Syauqi juga teringat ekspresi Zhia tadi pagi saat curiga jika Syauqi punya wanita simpanan.


"Dasar bodoh, seribu wanita cantikpun takkan mampu menandingi dirimu Zhia," pikir Syauqi.


Sesampai di pasar Zhia merasa takjub. Banyak sekali jajanan pasar tradisional. Zhia membeli semua jenis satu persatu.


"Apakah Nyonya bisa menghabiskan Semua ini?" tanya Bik Mus.


"Soal makanan santai saja. Kita makan bersama Bareng Mas Syauqi juga nanti," jawab Zhia, matanya masih melihat ke sana ke mari.


Karena keramahan juga kebaikan Zhia membuat kedua pembantunya menyayangi Zhia seperti anak kandung mereka. Sangat jarang seorang bos kaya raya bisa berbaur baik tanpa membedakan status.


Selesai belanja mereka memutuskan pulang karena cuaca semakin panas, tanpa mereka sadari ada segerombolan orang yang sedari tadi mengincar mereka.


Tiba-tiba mereka dihadang empat orang bersenjata tajam.


Zhia sangat ketakutan, dia ingin menghubungi Suaminya namun dia sendiri lupa tidak membawa ponsel.


Jalanan sepi karena hanya penghuni Vila saja yang biasa melewati.


"Wah sepertinya orang kaya bos," kata salah satu dari mereka.


"Aku lebih tertarik sama wanita itu, cantik sekali dia," jawab orang yang dipanggil Bos.


Mereka berempat masih muda,sekitar berumur 30 tahun.


"Nyonya larilah! biar kita berdua menghalangi mereka," kata Bik Mus panik.


"Bagaimana aku meninggalkan kalian berdua, sedangkan mereka membawa senjata tajam," jawab Zhia yang juga ketakutan.


"Suamiku orang kaya, jika kalian ingin meminta uang tinggal sebutkan saja," kata Zhia memberanikan diri pada keemoat preman itu.


"Melihatmu aku tak tertarik lagi dengan uang," jawab ketua dari preman itu.


Dia langsung menarik tangan Zhia, Sedangkan Zhia terus meronta dan menjerit.


Kedua pembantunya ingin menolong tapi sudah didorong ketiga anak buah preman.


Bik Mus Dan Bik Tri tidak berani berdiri lagi karena mereka diancam pakai senjata tajam.


Mereka hanya bisa menangis melihat Zhia diseret menuju pepohonan yang jauh dari jalan.


"Lepaskan aku, akan kulaporkan kalian pada polisi," kata Zhia meronta.


"Dihukum sepuluh tahun pun aku rela asalkan bisa bercinta denganmu," jawab ketua preman girang.


Zhia masih meronta sekuat tenaga dan meminta tolong.


Mas Syauqi tolong aku... aku takut sekali...


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri reting Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Mohon kritik sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗


__ADS_2