CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 85


__ADS_3

Malam harinya semua kerabat berpamitan pulang, tapi Bima yang berniat untuk mengenal Alifya tidak bisa. Karena semua pada fokus memikirkan tentang persiapan pesta pernikahan yang akan diadakan secara mendadak. Jadi Bima juga pulang dengan kekecewaan, tapi di sisi lain Bima senang karena tadi sekilas melihat jika kakak sepupu Syadev juga terlihat cantik dan Anggun.


Kini di rumah yang besar itu hanya ada Syauqi beserta anak-anaknya.


"Aku senang sekali keluarga dan kerabat kita ini selalu kompak dan klop," ucap Syauqi senang.


"Urusan di antara kita masih belum berakhir!" jawab Zhia mengingat kekesalannya tadi.


"Oh iya, aku harus memberi perhitungan pada Syadev dulu," sela Syauqi mengalihkan pembicaraan.


"Tidak semudah itu! Lalu kira-kira hukuman apa yang pantas Mas Syauqi dapatkan untuk menebus perbuatanmu di masa lalu?" tanya Zhia membela Syadev.


"Heleh, kamu menikmatinya kan?" goda Syauqi.


"Pokoknya aku tidak mau sampai menghukum Syadev dengan cara keterlaluan!" Kata Zhia merenggut.


"Akhir-akhir ini istriku sering ngambek, apa jangan-jangan sedang hamil juga ya? Wah bakalan seru nih, punya anak dan cucu secara persamaan," ucap Syauqi setengah menggoda.


Zhia semakin kesal pada suaminya itu, dia langsung mencubit lengan Syauqi dengan keras sampai suaminya itu menjerit.


"Ayah, Bunda. Kita semua sudah menunggu lama," rengek Kaysa sambil memegangi perutnya yang sudah keroncongan.


"Abaikan Ayahmu! Ayo kita makan," ajak Zhia yang masih kesal.


Zhia marah sekali karena suaminya itu karena dari awal sudah tahu mengenai pernikahan putranya tapi Zhia sama sekali tidak diberitahu. Yang lebih kesalnya lagi menggunakan acara syukuran flora untuk menekan Syadev. Lagi pula jika dibandingkan kelakuan putranya itu lebih baik dibanding Syauqi.


Syauqi dan Zhia terpana juga melihat Syadev yang sangat perhatian pada istrinya. Mereka tidak mengira jika anak yang dulunya sangat cuek dan tidak mau tahu urusan orang lain berubah begitu hangat.


"Sebentar, biar aku pisahkan dirinya dulu," ucap Syadev.


"Terima kasih," jawab Anggun lirih.


Syauqi tersenyum, Daddy tampan itu tahu, cinta memang mampu mengubah seseorang menjadi tidak terduga.


Setelah makan bersama baru Syauqi mengajak semuanya untuk duduk di ruang santai.


"Syadev, karena kamu melakukan kesalahan pastinya ayah akan menghukummu," kata Syauqi tegas.


"Iya, Ayah," jawab Syadev patuh.


Tiba-tiba Dony datang lagi seorang diri, Ayah Darren itu tidak sabar menantikan hukuman apa yang akan diterima Syadev. Dalam hatinya masih memendam kekesalan karena tidak bisa menangkap Syadev saat di Amerika.


Dony yang sudah sangat dekat dengan keluarga tersebut langsung bergabung tanpa meminta izin.


"Dua hari lagi akan di adalah resepsi pernikahanmu dengan Anggun! Tapi setelah itu kamu harus berangkat belajar lagi tanpa istrimu. Dan jangan berani kembali ke rumah sebelum kamu menyelesaikan kuliahmu!" kata Syauqi tegas.


Anggun tertegun, tapi Syadev langsung mengiyakan tanda setuju.


Anggun sebenarnya ingin menangis, tapi ditahan karena perempuan itu tidak ingin membuat suasana semakin buruk.


Dony yang sedari tadi hanya menyimak terlihat riang bergembira. Syauqi menjadi sebal dengan tingkah sahabatnya itu.


"Syadev, untuk orang biasa butuh waktu lima tahun agar bisa selesai belajar. Sedangkan bagi orang cerdas bisa tiga tahun, kamu baru belajar enam bulan di sana. Jadi kamu masih dua setengah bukan lagi untuk bisa kembali. Saat itu anakmu pasti sudah bisa berlari-lari," kata Dony riang tanpa beban.


Semua orang tahu jika Dony hanya bercanda, tapi bagi Kaysa bercandanya itu sangat menyebalkan. Seolah sengaja mengejek saudara kembarnya.


"Tenang saja Om, otak Syadev itu bukan hanya sekedar cerdas tapi sudah dalam tingkatan jenius. Dia yang santai saja masih bisa mengalahkan aku yang sudah belajar mati-matian, bagaimana kalau Syadev beneran serius belajar? Pasti dua tahun sudah bisa lulus, jadi tinggal satu setengah tahun saja. Saat Syadev kembali anaknya baru sekitar umur enam bulan dan dia juga langsung bisa menjabat sebagai pemimpin baru di perusahaan Ayah," kata Kaysa santai, tapi dalam bahasanya menekankan jika nanti Syadev yang akan jadi atasan Dony.

__ADS_1


Semua tersenyum senang, apa yang barusan dikatakan Kaysa menjadi sebuah harapan.


"Iya, aku akan kembali dalam waktu secepat mungkin," ucap Syadev bersemangat.


"Syadev kamu tidak perlu bekerja lagi, jadi fokuslah belajar!" perintah Syauqi pada putranya.


"Iya, Ayah," jawab Syadev tersenyum lega karena merasa sudah mendapatkan pengampunan


Syauqi kini mulai senyuman hangat, Daddy tampan itu tidak tahan juga berpura-pura memasang wajah juteknya.


"Syadev, ke sini!" Pinta Syauqi.


"Iya, Ayah," jawab Syadev langsung mendekati Ayahnya.


"Kamu harus tunjukkan kemampuan terbaik kamu, karena kelak kamulah pengganti Ayah," tutur Syauqi.


"Siap, Ayah," jawab Syadev merasa lega melihat kembali senyuman Ayahnya.


"Apa kamu marah pada Ayah karena sudah menghukum kamu dan Anggun untuk berpisah sesaat?" tanya Syauqi.


"Tidak, Ayah. Aku tahu semua demi kebaikan kami. Apalagi jika Anggun nanti melahirkan di luar negeri nanti tidak ada yang bisa merawatnya, sedangkan aku juga masih harus fokus belajar," ujar Syadev.


"Ayah percaya kamu bisa segera lulus dengan cepat dan mendapatkan nilai terbaik," jawab Syauqi bangga.


Kaysa tersenyum manis penuh arti. Saudara kembar Syadev itu menempel pada Ayahnya dengan manja.


"Ayah, aku di rumah tidak punya teman. Aku bosan sekali, jadi biarkan Anggun ikut aku saja ya?" pinta Kaysa manja.


"Kamu ini, kakak adik iparmu itu sedang hamil. Sebaiknya biar dia di sini dan dia dijaga sama Bunda," jawab Syauqi berubah lembut.


"Ayah, aku ini selama enam bulan juga kursus cara merawat bayi loh, kalau tidak percaya nanti akan aku perlihatkan sertifikatnya," bujuk Kaysa.


"Pokoknya aku ingin menjadi seorang perempuan yang sempurna, aku juga sudah bisa memasak makanan yang sehat. Jadi jangan cemas mengenai Anggun lagi. Aku pasti akan merawat dia dan calon keponakan dengan baik," pinta Kaysa setengah memaksa.


Syauqi rupanya sangat lemah jika putrinya ini terus-terusan mendesak.


"Baiklah, tapi kamu jangan ajak adik iparnya itu neko-neko," jawab Syauqi.


"Ayah, aku ini tidak lagi Kaysa yang seperti dulu. Tanya saja sama Kak Alarik," sergah Kaysa.


"Iya, Ayah. Kaysa sudah berubah. Lagi pula jika Anggun di sana setidaknya nanti tidak merasa jenuh, dan jika Anggun senang tentunya Syadev juga bisa tenang di Amerika," timpal Alarik membela istrinya.


"Terserah kalian lah, yang penting Syadev tidak perlu lagi bekerja, fokuslah belajar. Untuk biaya hidup kamu dan istrimu nanti Ayah yang tanggung," ucap Syauqi tegas.


"Terima kasih, Ayah," jawab Syadev dan Anggun berusaha tegar.


"Kalian sebaiknya tidur karena sudah malam," ucap Syauqi berlalu pergi menuju kamarnya sendiri.


Zhia hanya mengikuti suaminya tanpa sepatah kata karena masih memendam kekesalan.


"Mas, apa tidak terlalu keterlaluan memisahkan mereka?" tanya Zhia.


"Inilah yang terbaik, agar Syadev bisa fokus belajar. Lagi pula aku yakin putra kita bisa menyelesaikan dengan cepat," jawab Syauqi yakin.


Zhia mau tak mau hanya diam tanpa bisa membantah lagi.


"Aku kagum pada putraku sendiri yang memiliki kepribadian kuat, ingat kan apa yang diucapkan dia tadi? Dia membawa Anggun ke luar negeri tapi mesti menghalalkan dulu," kata Zhia bangga.

__ADS_1


"Kenapa terus-terusan menyindirku?" tanya Syauqi kesal.


"Aku tidak menyindir, aku hanya sedang menyatakan sebuah fakta," balas Zhia.


"Jika membahas tentang ini akan aku perkosa lagi!" ancam Syauqi.


"Aku tidak mengira Syadev bisa menjadi suami yang bertanggung jawab, dalam waktu singkat dia berubah menjadi sosok yang dewasa dan penuh kasih," ujar Zhia tanpa menghiraukan ancaman suaminya tersebut.


"Apa aku tidak tanggung jawab? Apa aku kurang memuaskan lahir batinmu?" tanya Syauqi.


"Mas Syauqi ini kenapa sih? Aku hanya berbicara tentang putra kita, kenapa harus dibanding-bandingkan dengan dirimu," sergah Zhia kesal.


"Aku tidak rela ada orang yang lebih hebat di matamu sekalipun itu anak kita sendiri," jawab Syauqi.


Zhia tidak ingin meladeni suaminya yang sudah kumat seperti itu, Zhia langsung berbaring tidur dan bersembunyi di balik selimut.


Syauqi tanpa rasa malu langsung menyusul dan memeluk istrinya dengan erat.


"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya," bisik Syauqi.


"Hemm..." jawab Zhia cuek.


Syauqi dengan paksa membalikkan tubuh istrinya agar bisa saling berhadapan dengannya.


"Kita, sebentar lagi akan menjadi seorang nenek dan kakek," kata Syauqi senang.


"Sudah tahu," jawab Zhia yang masih marah.


"Aku tidak menyangka dalam usia semuda ini aku sudah menjadi seorang kakek. Semua orang pasti akan mengira aku ini awet muda, tapi memang kenyataannya begitu sih. Keren kan di panggil kakek tapi masih gagah dan tampan?" ucap Syauqi bangga.


Zhia marah sekali karena suaminya itu terus-terusan nyerocos tanpa menyadari kesalahannya. Zhia mengungkapkan tidur dan mengabaikan suaminya itu.


Sedangkan Syauqi masih berbicara sendirian mengenai masa depan jika cucu mereka sudah lahir.


Sedangkan di sisi lain Syadev tengah membujuk istrinya untuk tidak bersedih lagi.


"Bersabarlah istriku sayang, aku yakin semua ini demi kebaikan kita. Aku pasti akan kembali Dnegan cepat," bisik Syadev lembut.


Anggun langsung memeluk suaminya dengan erat , rasanya berat juga jika setelah itu dirinya tidak bisa memeluk tubuh Syadev yang memberikan kehangatan itu.


"Jangan khawatir! Aku tidak akan pernah mengkhianatimu. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang membuat hatimu terluka," kata Syadev meyakinkan.


"Aku tahu kamu suami terbaik di dunia yang tidak akan pernah selingkuh. Tapi aku hanya memikirkan bagaimana makanmu nanti dan siapa yang akan mencuci bajumu," tanya Anggun.


"Tidak usah memikirkan semua itu. Sebaiknya kamu fokus menjaga diri dan anak kita. Jangan pernah bersedih lagi, karena anak kita juga nanti ikut bersedih," bujuk Syadev lembut.


Anggun semakin memeluk erat tubuh suaminya seolah tidak ingin melepaskan lagi.


Anggun terus-terusan meneteskan air matanya, sampai tanpa terasa Anggun tertidur dalam pelukan suaminya.


Syadev tersenyum sendiri tahu istrinya tidur terlelap.


Sebenarnya Syadev juga berat berpisah Dengan Anggun, tapi dia harus menjadi lelaki kuat karena sebentar Syadev juga akan menjadi seorang Ayah untuk dijadikan tempat sandaran bagi keluarganya nanti.


Syadev yakin jika dia belajar yang serius pasti mudah baginya untuk segera menyelesaikan belajarnya.


Syadev juga sedikit tenang jika Anggun bersama Kaysa, karena saudara kembarnya itu memiliki kemampuan untuk menghibur orang lain. Jika ada Kaysa di samping istrinya pasti Anggun akan selalu dibuat tertawa dan di jaga.

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote sebanyak-banyaknya yaa🤗


__ADS_2