CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 34


__ADS_3

Karena di lantai bawah masih berantakan bekas pesta, Alarik segera mengajak keluarganya untuk naik ke lantai dua. Di sana juga ada ruangan santai yang lumayan besar.


“Sejak kapan kamu membeli rumah ini?” tanya Syauqi penasaran.


“Enam bulan yang lalu, tapi aku renovasi ulang sesuai selera Kaysa,” jawab Alarik sopan.


“Jadi kamu memang sejak awal menyiapkan semua ini untuk Kaysa?” tanya Syauqi lagi dengan senyuman puas.


“Tentu, Ayah. Apa yang aku miliki semuanya aku persembahkan untuk Kaysa,” ucap Alarik tulus.


“Kak Al, segeralah kalian menikah! Aku sudah tidak sabar menantikan Kaysa pindah ke rumah ini. Hidupku pasti akan damai,” timpal Syadev tertawa riang.


Kaysa kesal, gadis cantik itu segera mengambil bantal kecil di sofa lalu melempar pada wajah Syadev.


“Kaysa, kamu ini sebentar lagi menjadi seorang istri. Harus belajar bersikap manis ya!” tutur Darren ikut menggoda.


Kaysa semakin marah, karena biasanya temannya itu membela dirinya.


Kemudian Kaysa tersenyum menyeringai, otak kancilnya itu langsung memiliki ide untuk membalas Darren.


“Bukan aku saja loh yang mau menikah muda. Tapi Zahra juga, opss... Keceplosan deh,” kata Kaysa sambil menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.


“Apa? Serius?” pekik semuanya kecuali Alarik. Pemuda itu sudah sangat mengenal calon istri kecilnya yang pandai mempermainkan orang lain.


“Nggak jadi deh, ini masih rahasia. Nanti aku dimarahi Tante Elly,” jawab Kaysa pura-pura merasa bersalah.


“Maksud kamu apa kalau aku mau menikah muda?” tanya Zahra cemas.


“Lalu dengan siapa?” tanya Darren yang ikutan resah.


Dalam hati Kaysa ingin loncat-loncat karena berhasil mengenai tepat sasaran.


“Tapi janji dulu, kalau aku sudah bercerita kalian semua tidak akan membahas ini pada Tante Elly. Ini menyangkut keamananku juga,” jawab Kaysa.


“Iya, aku janji,” jawab Zahra tak sabar.


Kecuali Alarik semua ikut menegang.


“Tadi waktu di Mall aku video call dengan Tante Elly, karena di sana aku tidak menemukan gaun yang cocok. Kemudian aku ingat kalau di butik Tante Elly ada gaun yang sangat indah. Lalu aku bilang menginginkan gaun itu, tapi sayangnya katanya itu khusus untuk acara pertunangan Zahra dan putra sahabat Om Fauzi. Akhirnya Tante Elly mengusulkan rancangan terbaru Tante Nindya yang kupakai ini,” kata Kaysa berlagak sedih.


Zahra langsung pucat wajahnya, dan Darren juga syok.


“Zahra, kamu jangan cemas. Katanya calon suamimu itu tampan loh. Masih muda sudah menjadi Pak Ustad yang hebat,” hibur Kaysa kembali riang.


Zahra langsung berlari keluar rumah sambil menangis, Dan Darren dengan gesit mengejar gadis itu.


Setelah keduanya menghilang, Kaysa tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit.


“Kau ini serius tidak sih?” tanya Syadev kesal.


“Menurutmu?” ucap Kaysa enteng.


“Ah sial... “ jawab Syadev merasa dibodohi.


“Jangan bercanda seperti itu, nanti membuat Zahra sedih,” ucap Kaysa.


“Good job,” puji Syauqi yang bisa menebak niat putrinya. Karena kecerdasan Syauqi itu bisa membaca orang lain, apalagi putrinya sendiri.


Semua masuk ke kamar yang sudah disiapkan, Kaysa berada di kamar utama. Dia mengajak Anggun dan Flora agar tidak kesepian.


Setelah Kaysa membersihkan diri dan berganti baju, Anggun dan Flora sudah tidur sambil berpelukan. Sedangkan Dirinya sendiri masih penasaran dengan Zahra dan Darren karena belum kembali.


Kaysa yang selalu kepo dengan urusan orang lain tidak akan mungkin bisa tidur jika belum mengetahui sesuatu yang membuat dirinya penasaran. Kaysa segera keluar dari kamar, di ruang santai ada Alarik, Gio dan Syadev yang masih mengobrol.


“Darren dan Zahra belum kembali?” tanya Kaysa.


“Mereka masih di luar, semua karena berkat kamu,” sindir Syadev ikutan kesal.


“Temani aku melihat mereka yuk?” pinta Kaysa pada saudara kembarnya.


“Ogah, sana sendiri,” jawab Syadev ketus.


Alarik tersenyum sendiri melihat tingkah calon istrinya, hatinya tidak mungkin tega membiarkan Kaysa malam ini tidak bisa tidur.


“Ayo, Kak Al temani,” ucap Alarik mesra sambil menggandeng tangan Kaysa.

__ADS_1


Gio melirik sekilas dengan pandangan yang sayu, Syadev tahu jika pemuda di depannya itu terluka.


“Apa kamu masih menyukai Kaysa?” tanya Syadev lirih.


“Iya, susah sekali melupakan dia,” jawab Gio jujur.


“Apa bagusnya dia? Hanya membuat masalah setiap hari,” ujar Syadev ketus.


“Tapi Kaysa itu spesial dan unik,” ucap Gio mulai tersenyum geli.


“Iya, dan cewek seperti itu seharusnya diletakkan di musium purba saja,” kata Syadev.


Gio tertawa terpingkal-pingkal, karena gaya cueknya Syadev itu justru sangat lucu.


“Tapi sebaiknya kamu jangan mengharap Kaysa lagi, karena hanya akan terluka saja. Meskipun Kaysa terlihat suka bermain-main tapi urusan cinta dia hanya kekeh pada satu orang. Apalagi Kak Alarik, takkan mudah untuk mengalahkan dirinya,” kata Syadev berubah sedikit lembut.


“Iya, aku tahu. Makanya aku sekarang sedang berusaha move on. Aku lihat Anggun sepertinya lumayan menarik juga,” jawab Gio sambil menggoda cowok cuek yang duduk di sampingnya itu.


“Apa di Universitasmu yang sangat besar itu tidak ada gadis lain ya?” decak Syadev kesal.


“Kenapa ini? Aku hanya bilang Anggun menarik. Tapi nada bicaramu barusan seolah aku akan merebut barang milikmu saja,” sindir Gio tertawa puas.


“Nggak lucu, ayo kita tidur saja,” ajak Syadev mengalihkan pembicaraan.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Kaysa dan Alarik sedang bersembunyi di belakang mobil. Mereka berdua tidak bisa mendengar suara Darren dan Anggun. Tapi mereka bisa melihat saat Darren memegang kedua tangan Zahra.


“Wah peningkatan, tapi sayangnya aku seperti nonton drama tanpa volume,” bisik Kaysa.


“Kalau begitu kenapa kita tidak menyamperi mereka saja, biar bisa mendengar secara langsung,” jawab Alarik tersenyum geli.


Seorang pemimpin perusahaan yang berwibawa dan di hormati seperti Alarik mau-maunya saja diajak Kaysa untuk bertingkah konyol menguntit orang lain.


“Ah nggak asyik, kalau ada kita mereka pasti hanya dia saja,” jawab Kaysa.


Alarik hanya bersabar saja menuruti permintaan Kaysa, walaupun kakinya sampai di gigit nyamuk karena hanya memakai celana pendek dan kaos pendek. Namun pemuda itu tetap sabar demi menyenangkan calon istrinya.


Kaysa masih asyik mengawasi Darren dan Zahra, sedangkan Alarik lebih tertarik dengan gerak-gerik Kaysa yang menggemaskan.


“Apa ada pencuri secantik aku?” tanya Kaysa menggoda sambil mengedipkan sebelah matanya pada Alarik.


Pemuda tampan itu langsung tertegun, karena dengan jarak yang begitu dekat wajah cantik Kaysa yang natural tanpa make up terlihat sangat menarik dan menggiurkan.


Alarik segera menatap langit mencoba menahan diri agar tidak berbuat macam-macam.


Namun Kaysa yang nakal itu justru ingin menggoda ketika Alarik terlihat menahan diri, bahkan Kaysa semakin mendekatkan wajahnya ke hadapan Alarik.


Wushh...


Kaysa meniup telinga Alarik, sampai membuat pemuda itu merinding.


“Kamu ini nakal sekali,” bisik Alarik.


“Aku mau dinakali sedikit dong,” goda Kaysa genit.


“Jangan, nanti dosa,” tolak Alarik gugup.


“Sedikit saja, tutuplah mata Kak Al,” perintah Kaysa lembut.


Meskipun Alarik bilang menolak tapi sejujurnya dirinya sangat menantikan ciuman mesra dari bibir nikmatnya Kaysa.


Alarik menutup matanya, dalam hati Kaysa menahan tawa. Kemudian gadis usil itu segera berlari kembali ke kamarnya tanpa membuat suara.


“Kak Al ngapain di situ?” sapa Darren yang juga hendak masuk ke rumah bersama Zahra.


Alarik langsung membuka matanya, dia terkejut karena hanya tinggal seorang diri saja.


“Tadi aku berniat mau memanggil kalian, tapi aku melihat seperti ada kucing di bawah mobil,” ucap Alarik beralasan.


Darren dan Zahra segera berkeliling mobil dan jongkok melihat ke lorongnya.


“Tidak ada, Kak Al,” kata Zahra yang matanya sembab merah.


“Sudahlah, mungkin sudah lari. Ayo kita segera masuk. Sudah larut malam ini,” ucap Alarik merasa bersalah.

__ADS_1


Alarik sangat kesal sekali dikerjai anak kecil itu, rasanya ingin memeluk erat dan mencium Kaysa sampai gadis itu lemas.


Namun Alarik mencoba menguatkan imannya, lagi pula sebentar lagi Kaysa akan lulus sekolah. Setelah menikah nanti Alarik bisa bebas untuk memberi pelajaran pada Kaysa yang tengil.


Sampai di lantai atas sudah tidak ada siapa-siapa lagi. Darren dan Zahra segera masuk ke kamar masing-masing. Sedangkan Alarik memilih tiduran di sofa ruang santai sambil menonton televisi.


Dari dalam kamar Kaysa tertawa lirih, gadis itu sangat puas bisa mengerjai Alarik.


Kemudian Kaysa segera mengambil ponsel dan mengirim pesan pada kekasihnya itu.


Kaysa


I Love you sayang


Alarik


Hem


Kaysa


Mimpi indah ya😘


Alarik


Hem


Kaysa


Marah ya?


Alarik


Hem


Kaysa segera berbaring dan matanya mulai terlelap. Karena terlalu lelah dia sampai lupa membalas pesan Kekasihnya.


Alarik sendiri juga kesal karena tidak mendapat balasan.


“Sepertinya gadis labil itu sudah tertidur, ahh... kesal sekali,” batin Alarik yang urung-uringan sendiri.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Alarik merasa tubuhnya ada sesuatu yang menggerayanginya. Ketika matanya terbuka, dia melihat Kaysa memakai baju tidur yang tipis dan mini. Bahkan sampai dadanya menyembul seperti gunung kembar yang memuncak indah.


Penampilan rambut Kaysa yang berantakan dan wajah cantik tanpa make up membuat tubuh Alarik kepanasan. Namun badannya terkunci, bahkan jari-jarinya tidak bisa digerakkan. Mulut Alarik mendadak juga tidak bisa bersuara, hanya matanya saja yang bisa melihat jika bibir Kaysa mulai mendekati wajahnya dengan senyuman menggoda.


“Kaysa... Jangan! Nanti kalau ada orang yang melihatmu seperti itu bagaimana? Cepatlah kamu masuk dan pakai bajumu yang tertutup,” ucap Alarik yang kata-katanya tidak bisa keluar dari tenggorokannya.


Alarik meronta seperti hendak direnggut perjakanya, beberapa detik kemudian tubuhnya berasa diguncang-guncangkan.


“Kak Al, Kak Al, Bangunlah! Sekarang sudah adzan subuh. Ayo kita sholat berjamaah,” kata Syadev.


Alarik segera bangun, ternyata yang barusan tadi hanyalah sebuah mimpi, pemuda itu merasa lega. Kemudian tertawa seperti orang gila.


“Kak Al, kenapa kamu tadi meronta-ronta seperti mau di siksa?”


tanya Syadev penasaran.


“Iya, aku bermimpi di siksa seseorang,” jawab Alarik.


Kemudian Kaysa keluar dari kamarnya dengan wajah yang masih cemberut karena menahan kantuk.


“Kak Al tidur di sofa?” tanya Kaysa.


“Iya, ketiduran di sini semalam,” jawab Alarik tersenyum senang.


“Ayo segera bersiap sholat, setelah ini aku mau tidur lagi,” ucap Kaysa sambil mengucek-ngucek matanya.


Alarik berdiri dan mencubit pipi Kaysa dengan gemas, lalu pemuda itu segera berlari masuk ke kamarnya.


“Ahh... Aku nggak mau wudhu lagi,” teriak Kaysa kesal.


**Terima kasih sudah mendukung Novel CINTA YANG TERPAKSA ini.


Jangan lupa Like dan vote sebanyak-banyaknya yah🙏 Karena dukungan dari kalian sanagat berarti bagi Author.

__ADS_1


Jangan lupa Mampir ke Novel lain yang berjudul Scorpio, Pesona Kalung Biduan dan Bunga SMA dari Desa yah...🤗🤗🤗**


__ADS_2