CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 65


__ADS_3

Syauqi baru saja selesai sholat Isyak berjamaah, tapi kini hanya tersisa tiga orang. Kedua anak kembarnya sudah menjalani kehidupan mereka masing-masih di luar sana.


Tanpa sikembar yang sering berkelahi, rumah Syauqi Malik menjadi hampa dan sunyi. Putri bungsunya yang bernama flora juga memiliki sikap pendiam dan pemalu seperti bundanya. Jadi di rumah hanya ada kedamaian.


Di waktu senggang Syauqi sering melihat album foto masa kecil anak-anaknya. Betapa rindunya dia pada Kaysa dan Syadev yang sering membuat ulah dan membuat heboh setiap harinya.


"Mereka sudah menikah, padahal baru kemarin rasanya mereka lahir di dunia ini dan berada di dalam pangkuanku."


"Rindu pada Kaysa dan Syadev ya?" tanya Zhia tersenyum.


Syauqi hanya mengangguk pelan, beda dengan istrinya jika setiap rindu akan menangis dan mengurung diri di dalam kamar.


"Kita do'akan saja yang terbaik untuk mereka! aku buatkan minuman jahe dulu ya biar hangat?" saran Zhia mencoba tersenyum.


"Terima kasih, istriku sayang," jawab Syauqi menaruh kembali album foto itu ke lemari.


Syauqi sangat bersyukur kehidupannya setelah menikah begitu indah, dia sangat bahagia karena hubungannya dengan istrinya selalu harmonis. Apalagi Zhia seorang istri Sholeha yang patuh dan tidak banyak menuntut.


Meskipun usia mereka berdua tidak lagi muda tapi perasaan kekuatan cinta mereka masih bergelora seperti masa dulu. Waktu dan keadaan tidak memudarkan apapun, justru kasih sayang mereka semakin bertambah besar.


Syauqi menuju ruang kerjanya untuk mengecek laporan-laporan dari Dony, tiba-tiba dia mendapat telepon dari putrinya yang sudah menikah.


Syauqi syok begitu mendapat kabar jika Saudara kembar Kaysa sudah pindah.


"Aneh, kenapa aku sama sekali tidak mendapat laporan? Selama ini dalam hal sekecil apapun Syadev selalu minta izin terlebih dahulu, sebab dia anak yang patuh. Berbeda dengan Kaysa yang memang sembrono."


Syadev segera menghubungi tangan kanannya yang selalu bisa diandalkan selama ini.


"Don, anak kita sudah pindah. Apa kamu tahu mereka di mana?" tanya Syauqi.


"Benarkah? Kenapa aku tidak tahu juga," jawab Dony juga merasa heran, sebab Darren adalah anak manja yang selalu curhat padanya dalam hal apapun.


"Coba kamu cari tahu tentang mereka! Aku hanya cemas mengenai keselamatan mereka. Sebab takutnya ada musuh kita di masa lampau yang hendak balas dendam melalui Syadev dan Darren," perintah Syauqi cemas.


Syauqi dan Dony semasa muda memang memiliki banyak sekali musuh, mereka berdua tidak segan-segan bertindak kejam jika ada yang menyentuh mereka. Bahkan darah dinginnya Syauqi membuat orang-orang merasa gentar walau hanya mendengar namanya saja.


Namun semua sudah berubah setelah Syauqi mengenal Zhia, dia menjadi sosok orang yang toleransi dan bisa menahan diri.


"Iya, Bro. Kamu jangan khawatir! Aku akan menghubungi kawan kita di sana," jawab Dony langsung menutup sambungan teleponnya.


"Ada masalah apa? Kenapa serius begitu?" tanya Zhia yang baru masuk ke ruang kerja suaminya.


"Tidak apa-apa, istriku sayang. Hanya masalah pekerjaan saja," jawab Syauqi berubah sikap setenang mungkin.


"Benarkah?" tanya Zhia tidak percaya, firasat seorang istri tidak bisa dibohongi.


"Mana minuman jahenya? Apa masih panas?" tanya Syauqi mengalihkan pembicaraan.


"Tidak, bisa langsung diminum," jawab Zhia mencoba tersenyum, meskipun hatinya merasa curiga.


Syauqi langsung meminum sampai gelas itu kosong, tapi Syauqi yang memiliki kepekaan tinggi tahu jika istrinya masih curiga.


"Ahh... Tubuhku jadi hangat semua, rasanya aku jadi gerah. Ayo bantu aku melepas baju di dalam kamar," goda Syauqi sambil mengedipkan sebelah matanya pada Zhia.


Zhia langsung memerah wajahnya, ibu beranak tiga itu tahu apa yang di maksud suaminya.


"Ayo," bisik Syauqi menyeret lembut lengan istrinya menuju ranjang.

__ADS_1


"Kamu masih cantik seperti pertama kali aku bertemu denganmu," puji Syauqi sambil melepas jilbab istrinya.


"Gombal," jawab Zhia tersenyum senang.


"Aku serius," tatap Syauqi dengan mesra.


Zhia hanyut dalam belaian kasih suaminya, mereka mulai berciuman layaknya pasangan muda. Namun semakin bertambahnya usia, justru hasrat dalam diri mereka semakin besar. Zhia yang dulunya malu-malu kini jika setiap saat merasa ingin tidak sungkan-sungkan menggoda suaminya.


Syauqi mendorong tubuh istrinya sampai terlentang, kemudian tangan Zhia di cengkeram sampai tidak bisa bergerak. Syauqi mulai menggigit pelan dada istrinya yang masih terbungkus baju, tapi gerakan tersebut sudah membuat Zhia merasakan sensasi yang enak.


Zhia tertawa karena tidak bisa menahan geli, sedangkan tubuhnya sendiri terkunci tidak bisa melawan.


"Sudah, sudah, aku geli sekali," ucap Zhia.


Syauqi melepaskan istrinya karena kasihan juga, tapi tangannya beralih menanggalkan pakaian Zhia tanpa sisa.


Syauqi mulai mencumbu tengkuk dan turun ke punggung istrinya yang mulus.


Karena tak ingin kalah. Zhia membalikkan badan dan mendorong suaminya sampai Syauqi terjatuh.


Syauqi hanya bisa pasrah saat dadanya dipermainkan oleh bibir lembutnya Zhia.


Mereka terus bergulat dan saling menyerang, karena nanti di akhir permainan mereka akan menghitung tanda merah yang membekas di tubuh mereka, yang paling banyak dialah yang kalah.


Itulah gaya mereka, tidak langsung coblos tapi saling berlomba terlebih dahulu. Yang tidak bisa menahan nafsunya pasti akan duluan memulai persetubuhan.


Tenaga Syauqi masih sekuat dulu, sebab dia selalu hidup sehat dan rajin olah raga. Tubuhnya yang kekar juga ketampanan wajahnya masih terlihat jelas.


Malam ini Syauqi merasa kalah, sebab dia sudah tidak tahan menahan gejolak di dadanya. Dengan cepat ditindihnya tubuh Zhia yang ramping itu.


Keduanya saling mendesah dan menikmati surga dunia milik mereka berdua.


"Kamu hebat sekali," bisik Syauqi.


Zhia sama sekali tidak menjawab, tapi tangannya meraih kepala suaminya dan dibenamkan wajah Syauqi ke dadanya.


Setiap melakukan hubungan badan Zhia memang tidak ingin dilihat wajahnya karena merona merah menahan malu.


Syauqi hanya tertawa, sebab sikap pemalu istrinya itu tidak pernah berubah sejak dulu.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Pagi harinya saat di kantor Syauqi sudah disambut duluan oleh Dony dengan raut wajah yang serius.


"Ada apa, Don?" tanya Syauqi yang baru datang ke ruang kantornya.


"Wah, ini sungguh berita besar. Kamu harus siap-siap terkejut," kata semakin serius.


"Iya, apa?" tanya Syauqi tidak sabaran.


"Ternyata Darren dan Syadev pindah dan membeli rumah di kota X, dan mereka juga kuliah di sana. Dan lebih parahnya lagi Syadev sudah menikah," jelas Dony.


Syauqi tertawa, sebab apa yang barusan dikatakan Dony itu tidak mungkin.


"Apa wajahku ini terlihat sedang melucu?" sergah Dony merasa kesal.


Syauqi berhenti tertawa, sebab jika Dony sudah berkata seperti itu berarti kabar darinya itu sebuah fakta.

__ADS_1


"Tapi putraku itu pendiam dan bahkan tidak bisa mengejar wanita, bagaimana mungkin dalam hitungan hari sudah menikah tanpa sepengetahuanku?" jawab Syauqi yang juga bertanya pada diri sendiri.


"Awalnya aku kira info dari Amerika itu salah, tadi pagi aku cek di KUA dan ternyata sudah ada nama Syadeva Malik dan Anggun yang tercatat menikah tak lama setelah pernikahan Kaysa," kata Dony.


Syauqi seperti tersambar petir, hanya bengong seolah masih tidak percaya.


"Barusan aku juga dapat info dari anak buah, jika Syadev menikah diam-diam karena saat itu Anggun hendak dinikahi paksa oleh pemilik panti. Lalu Syadev datang dan membeli panti tersebut, kemudian dia menikahi Anggun diam-diam dan ke Amerika. Di hari pernikahan Anggun pantas saja Darren meminjam anak buahku, katanya mau membalas orang yang sudah merampok Zahra. Bagaiman kalau kita tanya Zahra saja?" saran Dony.


"Tidak perlu! Dan jangan sampai kabar ini terdengar oleh siapapun termasuk istriku," perintah Syauqi sambil memijit pelipisnya.


"Kenapa?" tanya Dony penasaran.


"Kamu tahu kondisi Zhia, baru saja dia kehilangan Ibunya. Kalau sampai tahu Syadev menikah diam-diam dia pasti Syok dan jatuh sakit. Zhia selalu mudah kepikiran dalam hal apapun," jawab Syauqi.


Dony hanya mengangguk dan sudah tahu apa yang harus di lakukan karena sudah terbiasa mendampingi Syauqi sejak muda.


"Anak itu, kelihatannya aja pendiam dan lemah soal wanita. Tidak kusangka bisa senekat ini," kata Syauqi menahan amarah.


"Tapi aku salut dengan Syadev, demi cinta dia rela melakukan apapun dan masih dalam jalur yang benar. Coba kamu tengok lagi masa lalu kamu, jalan yang buntu saja kamu trabas," sindir Dony.


Syauqi kaget, karena apa yang dikatakan sahabat sekaligus anak buahnya itu sangat tepat sekali mengenai sasaran. Rasanya hari ini juga Dony akan di hantam sebagai pelampiasannya.


"Tapi apa yang barusan dikatakan ada benarnya juga, aku malah lebih parah dari Syadev. Rasanya malu kalau aku marah," batin Syauqi kesal.


"Sudahlah, tahan dulu emosimu! Setidaknya Syadev itu anak yang cerdas. Aku dapat kabar juga jika Syadev bekerja di perusahaan milik Wensky. Namun Syadev menyembunyikan identitasnya sebagai putra Syauqi Malik," bujuk Dony.


Antara marah dan bangga, Syauqi perasaannya saat ini campur aduk. Namun sebagai orang tua dia berusaha bijaksana. Agar tidak merusak masa depan putranya sendiri, sebab Syadev adalah satu-satunya yang bisa diandalkan.


Mengenai gadis yang diam-diam dinikahi putranya, Syauqi tidak masalah. Sebab dia sudah tahu seluk beluk Anggun. Baginya yang terpenting kualitas dalam diri seseorang bukanlah tentang status keluarganya. Apalagi Anggun juga memiliki sikap yang baik juga otak yang cerdas.


"Pokoknya jangan sampai kabar ini menyebar, kita biarkan saja mereka. Yang terpenting Kuliah mereka tidak terganggu. Namun jika dalam enam bulan Syadev tidak membuat peningkatan dalam belajarnya, maka terpaksa aku melakukan sesuatu," kata Syauqi serius.


"Melakukan apa?" tanya Dony.


"Kamu lihat saja enam bulan kedepannya!" jawab Syauqi.


Dony kecewa karena merasa penasaran, tapi Papanya Darren itu juga tahu tidak mungkin bisa memaksa Bosnya untuk mengatakan sekarang.


"Dony, Aku ingin melakukan kerja sama dengan Perusahaan Wensky. Sebaiknya kamu atur sesegera mungkin dan kamulah yang nanti akan ke sana!" perintah Syauqi.


"Siap," jawab Dony tersenyum puas. Sebab ini juga kesempatan baginya untuk bertemu dengan putra sekaligus menggoda Syadev habis-habisan.


Dony tidak bisa bebas pergi kemana-mana karena memiliki tanggung jawab yang besar di perusahaan yang sudah bertahun-tahun direngkuhnya.


"Kenapa kamu cengar-cengir begitu?" tanya Syauqi kesal.


"Tidak, aku mau permisi dulu," jawab Dony berlalu pergi. Karena jika kondisi hati Syauqi yang tidak baik pasti juga akan berakibat buruk padanya.


"Lebih baik aku cari aman saja," batin Dony tersenyum geli.


Syauqi acuh tak acuh, dengan cepat dia menyambar ponsel yang berada di dalam mejanya.


Kemudian ponsel itu ditaruh kembali ke tempat semula.


"Sebaiknya aku berikan alamat rumah Syadev pada Kaysa. Biar anak itu saja yang memberi pelajaran pada Syadev. Karena aku tahu Kaysa pasti akan kecewa melihat saudara kembarnya menikah secara diam-diam. Namun aku juga akan pura-pura tidak tahu. Aku juga penasaran, bagaimana sikap Kaysa setelah membongkar pernikahan Syadev. Apakah Kaysa akan laporan padaku atau justru ikut merahasiakannya," batin Syauqi menahan diri.


Syauqi mengambil kembali ponselnya dan mengetik pesan pada putrinya.

__ADS_1


"Menarik." batin Syauqi menyeringai.


Jangan lupa Like dan vote sebanyak-banyaknya yaπŸ™ Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi AuthorπŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2