CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 120


__ADS_3

Semenjak pulang dari rumah sakit Zahra tidak bisa tidur, dia terpikiran terus tentang suaminya yang menyukai bayi dan terlihat jelas menginginkannya.


"Kenapa masih belum tidur?" tanya Darren.


"Aku... Aku..." jawab Zahra terbata - bata.


Sebagai seorang perempuan Zahra merasa malu jika harus memulai duluan, sedangkan Darren yang memang sangat menghormati istrinya sama sekali tidak berani mengajak istrinya untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh pasangan pengantin.


"Kamu ini kenapa sejak pulang dari rumah sakit menjadi aneh begini? Apa kamu sakit atau ada masalah apa?" tanya Darren perhatian.


"Apa kamu sudah menginginkan bayi?" tanya Zahra malu - malu.


"Tentu saja, melihat putra Kaysa yang lucu itu aku ingin sekali," jawab Darren dengan senyuman merekah. Pemuda itu yakin jika saat - saat yang dinantinya akan segera terjadi.


Zahra tidak tahu harus memulai dari mana, tapi dari ekspresinya Darren tahu jika istrinya itu sudah siap untuk diajak membuat anak.


Tanpa sungkan - sungkan Darren mencium bibir Zahra, saat itu Zahra menikmatinya tanpa rasa takut lagi.


Sedangkan Darren yang sudah berbulan - bulan menahan tetap sabar dan memperlakukan istrinya dengan lembut. Karena dia tahu jika malam pertama akan menyakitkan bagi seorang gadis. Dia tidak ingin memberikan rasa trauma pada Zahra.


Keduanya saling berciuman sampai tanpa terasa pakaian mereka kenakan terlepas semua. Saat Darren menerobos bagian kesucian Zahra, saat itu Zahra mengeluarkan bait mata karena sakit. Tapi bibirnya tersenyum sebab sudah menggugurkan kewajibannya.


"Apa sakit?"tanya Darren.


Zahra mengangguk pelan.


Darren semakin lembut memperlakukan istrinya tersebut.


"Maaf ya karena sudah menyakitimu, tapi setelah ini aku yakin kamulah yang akan meminta terus," bujuk Darren.


Zahra malu sekali dengan apa yang barusan diucapkan oleh suaminya, tapi memang semakin lama rasa pedihnya tergantikan oleh kenikmatan yang luar biasa.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Pagi harinya setelah sholat subuh Syauqi dan Zhia bergegas ingin ke rumah sakit, mereka berdua tidak sabar menemui cucu pertama mereka yang sangat tampan itu.


"Semangat sekali," goda Zhia.


"Tentu saja dong," jawab Syauqi tersenyum riang.


Saat keduanya sudah bersiap - siap tapi putri bungsu mereka justru belum terlihat.


"Loh, dimana Flora?" Tanya Syauqi pada keponakannya.

__ADS_1


"Tidur lagi, sudah aku bangunin tapi sudah," jawab Isnaini.


"Sudahlah, biarlah dia istirahat dulu. Mungkin kecapean karena dari kemarin menjaga kakaknya di rumah sakit," sela Zhia pengertian.


"Kalian mau ikut ke rumah sakit atau menunggu di sini saja?" tawar Syauqi pada kedua keponakannya.


"Ikut saja, karena nanti kami akan sekalian pulang bersama Ibu dan Ayah," jawab Alifya.


Syauqi tahu, jika kedua keponakannya tersebut masih harus sekolah.


Di tengah jalan Syauqi mampir ke restoran yang buka 24 jam. Sebagai seorang suami dia tahu jika perempuan yang habis melahirkan pasti akan menghabiskan makanan yang banyak. Apalagi Kaysa yang memang dari kecil suka sekali makan dan ngemil.


Tak lupa juga Syauqi membelikan makanan yang lezat untuk yang lainnya.


Sesampainya di rumah sakit semuanya sudah bangun kecuali Kaysa.


"Ini makanlah!" kata Syauqi sambil membagikan makanan.


"Aku menunggu Kaysa saja, Ayah," jawab Alarik.


"Jangan bodoh! Kalau nanti Kaysa bangun makannya minta disuapin, kamu pasti tidak jadi makan," sergah Syauqi perhatian.


Zhia melirik ke arah suaminya. Sebab dulu Syauqi juga melakukan hal yang sama. Kini di saat menantunya seperti itu malah dikatakan bodoh.


Syauqi yang sadar akan tatapan istrinya tertawa sambil menarik Zhia untuk duduk.


"Lidahmu itu pandai sekali," sindir Zhia.


"Hey, kita sudah jadi kakek nenek. Tidak boleh bertengkar," sindir Syauqi.


Zhia menghela napas, wanita itu sadar jika suaminya akan berkata seolah dirinya yang salah. Karena sudah paham betul Zhia hanya diam saja.


"Nah, menurut kan enak. Ayo biar aku siapin," kata Syauqi.


Syauqi memang seseorang yang tidak tahu malu, di depan umum masih memiliki nyali besar untuk menggoda istrinya. Bahkan yang paling menjengkelkan dirinya seolah masih muda seperti dulu.


"Mana Flora?" tanya Alarik pada Isnaini.


"Setelah sholat subuh tidur lagi," jawab Isnaini.


"Tidak apa - apa. Biarlah dia istirahat. Apalagi tiga hari lagi dia ada acara perkemahan di hutan," jawab Alarik.


"Apa? Di hutan? Apa Flora bisa?" pekik Syauqi cemas.

__ADS_1


"Ini acara sekolah, Ayah. Izinkan saja, semuanya juga ikut kok," bela Alarik pada adiknya.


"Kalau dulu Kaysa kan ada Syadev, sedangkan Flora sendirian dan dia tidak sekuat Kaysa," jawab Syauqi.


"Syauqi, kedua putriku juga tidak sekuat Kaysa. tapi mereka tetap masih bisa menjaga diri sendiri. Lagi pula itu adalah kegiatan sekolah, masa iya kamu ingin anakmu di Katakan putri yang manja," sergah Rian.


"Iya, Mas Syauqi. Lagi pula di sana ada para guru yang melindungi," sela Zhia lembut.


Syauqi sudah tidak mampu berkata - kata lagi kalau di keroyok seperti itu. Mau tidak mau dia tetap harus merelakan putrinya hidup di hutan selama tiga hari.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Dewa begitu mendapatkan kabar dari anak buahnya mengenai Flora yang akan ikut perkemahan langsung meminta izin untuk liburan pada kedua orang tua angkatnya.


Sudah berbulan - bulan tidak melihat gadis kecil itu dalam hati Dewa ingin melihat secara langsung apakah akan ada perubahan pada Flora.


"Ini kesempatan padaku untuk mendekati dia, dengan begini kedepannya aku akan lebih mudah mendapatkannya dan mengambil alih perusahaan Syauqi Malik," batin Dewa tertawa senang.


Tapi dari lubuk hatinya perasaan bahagia itu juga menyusup tentang pertemuan dengan Flora.


"Tapi kenapa aku sebahagia ini ya?" batin Dewa yang tak mengerti pada diri sendiri.


Namun, sedetik kemudian dia menancapkan anak panah tepat pada foto Flora yang di pajang.


"Aku benci sekali dengan keluarga Syauqi Malik. Tapi memikirkan Flora aku menjadi marah dan gila dalam waktu yang bersamaan."


Beberapa detik kemudian ponsel miliknya berdering, ternyata adalah pamannya yang sekarang tinggal di Jepang.


"Flora mau berkemah, sebaiknya kamu bertindak. Perkosa dia lalu bunuhlah tanpa meninggalkan jejak!"


"Paman sudah tidak waras! Menyuruh aku melakukan tindakan kriminal pada gadis di bawah umur," jawab Dewa sontak marah.


"Ha... ha... Paman hanya bercanda. Sebaiknya kamu berusaha mengambil hatinya. Nanti biar kamu bisa menikahinya," saran paman.


"Iya, Paman. Aku tahu," jawab Dewa mulai tenang kembali.


"kamu jangan sampai jatuh cinta beneran ya? Bisa rusak rencana kita nanti!"


"Paman jangan bercanda, bagaimana mungkin aku akan jatuh cinta pada musuhku sendiri," jawab Dewa yakin.


"Aku pegang kata - katamu. Kalau kamu sampai gagal maka paman yang akan bertindak!"


"Terserah paman," jawab Dewa memutuskan sambungan teleponnya.

__ADS_1


Kini Dewa tinggal meminta izin dulu pada kedua orang tua angkatnya. Karena Ibunya terlalu menyayangi Dewa sehingga setiap kali Dewa akan bepergian selalu dikhawatirkan.


Terima kasih bagi yang sudah setia menanti CINTA YANG TERPAKSA INI. Kedepannya cerita Flora dan Dewa akan lebih menarik lagi🤗 Jangan Lupa Like dan Vote ya


__ADS_2