
Tahun terus berganti seiring berjalannya waktu. Anak kembar dari keluarga Syauqi Malik juga sudah tumbuh semakin besar.
Walaupun baru berusia tujuh tahun, akan tetapi semua orang yang melihat Kaysa akan langsung terpesona. Karena kecantikan anak perempuan Syauqi melebihi paras Ibunya.
Syadev sebagai saudara kembar Kaysa juga sangat tampan.
Kedua anak tersebut diberkati Tuhan dengan kecerdasan yang melebihi anak seumuran mereka.
Meskipun hampir serupa, akan tetapi sifat kedua anak kembar itu sangat berbeda.
Kaysa memiliki sifat yang condong mirip Ayahnya. Keras kepala, selalu ingin menang sendiri, dan percaya diri yang tinggi.
Sedangkan Syadev mendapat gen yang seimbang dari kedua orang tuanya. Karakternya pendiam, suka ketenangan, dan penyabar.
****************************
Pagi ini keluarga Syauqi sedang disibukkan dengan persiapan kedua buah hatinya untuk memasuki hari pertama sekolah dasar.
Sebagai seorang Ibu, Zhia yang paling sibuk sendiri.
"Kaysa, Syadev. Kalian sudah mengecek buku yang dibawa belum? Jangan sampai ada yang ketinggalan. Dan ingat, Kalian tidak boleh nakal ya! Apalagi Kaysa. Jangan bikin onar dihari pertama masuk sekolah," tutur Zhia sambil mengambilkan nasi dan menaruhnya di piring mereka.
"Iya, Bunda..." jawab Kedua anak kembar itu kompak dan sopan.
"Bunda, jangan terlalu khawatir begitu. Kedua anak kita ini sudah besar, pasti bisa mengurus diri sendiri," sela Syauqi menenangkan istrinya.
"Pokoknya sarapan dan susunya harus di habiskan! Di sekolah tidak boleh jajan sembarangan, tadi Bunda sudah menyiapkan cemilan yang dibuat sendiri," timpal Zhia mengabaikan suaminya.
"Iya, Bunda..." jawab Kaysa dan Syadev patuh, mereka sama sekali tidak merasa keberatan. Karena cemilan yang dibuat Bunda mereka selalu bervariasi dan enak.
Syauqi nyengir sendiri, karena sedari tadi diabaikan istri tercintanya.
Setelah semua selesai makan, tiba-tiba ponsel Syauqi berbunyi. Ada panggilan video dari putra angkatnya, Alarik.
"Assalamu'alaikum, Ayah. Hari ini Kedua adikku mulai masuk sekolah ya?" tanya Alarik bersemangat.
Alarik sudah tumbuh menjadi pemuda remaja yang sangat tampan. Semenjak pindah ke London dia tidak pernah pulang ke Indonesia.
__ADS_1
"Alhamduliallah semuanya sehat, kenapa kamu belum tidur?" tanya Syauqi cemas. Karena perbedaan waktu antara Indonesia dan London lumayan banyak. Di sini pagi sementara di sana masih malam.
"Baru selesai belajar, Ayah. Mana Kaysa dan Syadev?" jawab Alarik sopan.
Yang di cari langsung berlarian mendekati Ayah mereka.
"Hay Kak Alarik, kapan pulang? Tidakkah Kakak merindukan adikmu yang cantik ini?" tanya Kaysa percaya diri.
Melihat putrinya, Zhia langsung melirik ke arah suaminya. Karena sifat kepercayaan diri yang tinggi itu menurun dari Ayahnya.
Syauqi hanya tertawa dan justru merasa sangat bangga.
"Maaf, Adikku sayang. Kakak belum bisa pulang sebelum selesai sekolah," jawab Alarik tersenyum manis.
"Kakak ini payah," sergah Kaysa merengut sambil kembali ke kursinya.
"Syadev. Ini hari pertama kalian sekolah. Meskipun kamu adiknya tapi kakakmu tetap seorang perempuan. Jaga dia baik-baik ya?" kata Alarik dewasa.
"Tenang saja, Kak. Lagi pula mana ada orang yang berani mengganggu dia. Yang ada malah sebaliknya," sindir Syadeva melirik saudarinya.
Kemudian Syadev melanjutkan obrolannya dengan Alarik lewat ponsel.
"Kay, makanan tidak baik dilempar-lempar seperti itu," Tutur Zhia.
"Tapi Syadev nakal, Bunda," rengek Kaysa.
"Anak perempuan harus belajar menahan emosi, Sayang," kata Zhia menasehati.
"Ayah, memangnya kalau anak perempuan tidak boleh marah ya?" protes Kaysa sambil melihat ke Ayahnya.
Syauqi hanya tersenyum. Dia tidak berani membela siapa-siapa.
"Maafkan Ayahmu yang tidak berdaya ini, Nak. Ayah takut nanti jadi sasaran amarah Bunda mu."
Zhia berdiri dari kursinya dan mendekati Syadev karena ingin berbicara dengan Alarik.
"Sayang, Di situ pasti sudah larut malam. Segeralah tidur. Jangan terlalu banyak begadang, tidak baik untuk kesehatan," tutur Zhia.
__ADS_1
Alarik sangat patuh. Pemuda remaja itu langsung mengucapkan salam dan mematikan panggilan videonya.
Selama ini, Kaysa dan Syadev tidak tahu jika Alarik hanyalah anak angkat.
Karena Syauqi dan Zhia memperlakukan Alarik sebagai putra pertama mereka.
Setiap setahun sekali saat liburan keluarga Syauqi akan berkunjung ke London menemui Alarik.
Di sana Alarik juga di beri fasilitas yang baik, semua orang mengenal jika Alarik Adalah Tuan Muda dari keluarga Syauqi Malik.
"Sayang, Ayo saatnya kita berangkat," kata Syauqi sambil berdiri dari kursinya.
Zhia mengantar mereka sampai depan Vila. Tak lupa juga Zhia memberi ciuman untuk suaminya dan anak-anaknya.
"Hati-hati ya..." kata Zhia sambil melambaikan kedua tangannya.
Sebenarnya Di rumah sudah ada satu sopir. Tapi Setiap berangkat sekolah Kaysa dan Syadev di antar Ayah mereka. Karena satu arah dengan Kantor.
Zhia kembali ke rumah, rencananya pagi ini dia ingin ke pasar belanja sayuran dan dan bahan-bahan membuat cemilan. Karena stok di rumahnya sudah habis.
Setiap ke pasar Zhia selalu mengajak kedua pembantunya itu, itung-itung buat hiburan dari pada terus terkurung di wilayah vila.
Tapi mereka sudah tidak perlu jalan kaki atau naik ojek. Karena Syauqi sudah mempersiapkan mobil dan supir untuk keperluan apapun.
Berbeda dengan istri konglomerat lainnya. Zhia lebih memilih belanja di pasar dari pada di supermarket, Karena baginya lebih baik memberi riski bagi orang-orang yang membutuhkan.
"Kalian kalau mau pengen apa tinggal ambil saja, jangan lupa ambil sekalian untuk Pak Sopir," ucap Zhia kepada dua pembantunya.
"Iya, Nyonya," jawab mereka senang.
Kemudian Zhia terus memilih barang yang dibutuhkan, setiap hari dia yang selalu memasak. Apalagi suami dan kedua anaknya juga suka ngemil. Jadi Zhia harus belanja yang banyak sekalian. Dia selalu ingin memberi gizi yang baik dan seimbang untuk keluarganya.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏
Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗
__ADS_1