
Alarik begitu tahu jika istrinya memasak untuk dirinya langsung cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan di kantornya. Hatinya begitu bungah mengingat seorang Kaysa Malik mau memasak. Bahkan Bundanya saja tidak pernah berhasil membujuk Kaysa untuk belajar memasak.
Alarik sengaja tidak makan siang, karena dia ingin makan yang banyak di rumah. Entah rasa masakan istrinya itu nanti seperti apa dia tetap ingin memakannya agar istrinya bisa senang.
Biasanya Alarik pulang pukul delapan malam, tapi hari ini jam enam lebih sedikit sudah bergegas pulang. Sampai di rumah dia terkejut melihat pemandangan yang indah di taman depan rumah.
"Loh kok sudah pulang, sana mandi dulu dan sholat Maghrib. Setelah itu baru turun," pinta Kaysa mengusir suaminya dengan halus.
"Iya, cium duku dong," pinta Alarik mesra.
Kaysa dengan ekspresi nakal mencium bibir suaminya. Setelah itu Alarik didorong punggungnya agar segera masuk ke dalam rumah.
Alarik tertawa dan segera masuk ke dalam rumah, tapi di sana sepi. Biasanya ada pelayannya yang berseliweran mengerjakan sesuatu.
Di dalam kamar Alarik sendiri melihat sepasang jas warna hitam. Alarik hanya tersenyum, dia tahu jika itu adalah kode dari istrinya agar malam ini mengenakan pakaian yang sudah disiapkan. Alarik semakin tidak sabar menantikan kejutan dari istrinya.
Tiba-tiba ponselnya Alarik berdering, dia segera mengangkat telepon dari istrinya.
"Turun kalau sudah aku panggil ya! Sekarang tunguu di atas dulu," pinta Kaysa langsung mematikan ponselnya.
Alarik hanya meringis menahan perutnya yang sudah berbunyi. Dia lapar sekali karena sejak tadi siang rela tidak makan agar malam ini bisa menghabiskan masakan istrinya dengan banyak.
Namun Alarik tetap sabar demi membuat istrinya tersebut merasa lega.
Lima belas menit kemudian Alarik baru mendapat pesan agar turun. Alarik langsung menuju taman karena ingin segera makan.
Kaysa rupanya sudah menyiapkan makan malam yang romantis. Semua lampu dimatikan, hanya lilin-lilin yang menerangi halaman rumah.
Diatas meja juga diberi bunga segar yang harum mewangi.
Bahkan di atas atapnya terdapat gantungan bintang dari kertas yang di dalamnya ada lampu. Sehingga ketika dinyalakan mirip sekali dengan bintang kecil dilangit.
Kaysa memang selalu memiliki ide cemerlang dalam merencanakan sesuatu.
Namun Alarik heran karena istrinya tidak ada di sana, beberapa detik kemudian muncul Kaysa di belakang Alarik.
Alarik langsung ternganga begitu melihat penampilan Kaysa yang berbeda.
Malam ini Kaysa mengenakan gaun mini tanpa lengan berwarna merah. Sehingga menampakkan paha dan bahu yang sangat mulus. Rambut Kaysa juga digelung ke atas bak artis yang tengah menghadiri acara pesta. Bibir Kaysa diberi lipstik warna merah, tak luput pipinya juga di blush on warna merah samar.
Kaysa sangat cantik dan menawan sekali, apalagi ini adalah pertama kalinya Alarik melihat Kaysa berdandan sexi.
Alarik sampai tidak bisa berkata-kata saking terpesonanya.
"Ayo duduk," pinta Kaysa lembut.
Rasa lapar diperutnya segera hilang, saat ini yang ada dipikiran Alarik justru memakan istrinya.
Alarik segera meraih tubuh istrinya yang masih berdiri. Tangan kiri Alarik menyusup ke paha Kaysa yang begitu mulus seperti kulit bayi.
"Istriku nakal, kenapa memakai baju seperti ini? Aku tidak rela tubuhmu yang indah ini dilihat orang lain," bisik Alarik di telinga Kaysa.
"Tenang saja, aku sudah menyuruh seluruh pelayan dan sopir untuk makan malam di luar. Dan aku menyuruh mereka pulang nanti pukul sembilan malam. Tapi malam ini aku cantik kan?" jawab Kaysa menggoda.
"Luar biasa, istriku memang yang tercantik di dunia ini. Tapi lain kali kalau berpakaian seperti ini saat di dalam kamar saja ya? Di luar kamar tetap harus memakai pakaian yang sopan dan berjilbab," pinta Alarik lembut.
"Iya, ayo makan dulu. Isi tenagamu yang banyak, biar nanti kuat," pinta Kaysa sambil memainkan dasi suaminya.
Alarik sudah tidak tahan lagi, dia berniat mencium bibir istrinya yang merah merona itu. Namun Kaysa segera menghindar dan duduk di kursi.
"Ayo makan dulu, aku sudah lapar," rengek Kaysa.
Alarik tertawa kesal, tapi dia tetap menurut karena dia sendiri juga merasa lapar.
Mereka mulai makan, Alarik dengan semangat mengambil banyak sekali nasi dan lauknya.
Kaysa sendiri merasa heran kenapa suaminya seperti seminggu tidak makan.
__ADS_1
"Pelan-pelan," kata Kaysa.
"Ayo cepat habiskan, aku tidak sabar memakan hidangan penutupnya," jawab Alarik menatap Dada Kaysa yang montok dan padat.
Kaysa langsung merinding dan malu di tatap seperti itu.
Setelah makan Alarik langsung menggendong istrinya masuk ke dalam kamar.
"Kita ngobrol dulu di bawah, menikmati pemandangan yang indah," protes Kaysa.
"Pemandangan yang ada di depan mataku saya ini lebih terlihat indah dan menarik," jawab Alarik sambil melihat dada Kaysa.
Alarik langsung meletakkan tubuh istrinya di sofa dekat tempat tidur.
"Kita baru saja makan, sebaiknya ngobrol dulu," ucap Kaysa.
"Iya, aku tahu. Aku hanya tidak ingin kamu kedinginan di luar," jawab Alarik lembut.
"Bagaimana masakanku tadi?" tanya Kaysa manja.
"Enak, tapi aku ragu jika itu masakan kamu," jawab Alarik jujur.
" Itu beneran masakan aku, kalau tidak percaya nanti tanyakan pada para pelayan. Dan lihatlah, kuku-kuku kiriku sampai rusak," rengek Kaysa.
Alarik mengecek jemari istrinya. Memang ujung kuku Kaysa ada bekas terkena pisau.
Alarik langsung mencium jemari Kaysa dan menggigitnya lembut.
"Istriku memang hebat sekali, Alangkah senangnya jika besok bisa memakan masakan istriku sendiri," rayu Alarik.
"Iya, mulai besok aku akan belajar memasak lagi. Dan makan siangnya akan aku antarkan ke kantor. Pokoknya mulai sekarang aku ingin belajar jadi istri yang baik," kata Kaysa serius.
"Aku senang mendengarnya, tapi ada satu hal yang aku minta untuk jangan pernah berubah," ucap Alarik menatap lekat mata istrinya.
"Apa?" tanya Kaysa penasaran.
Kaysa hanya bisa merintih mendapatkan serangan yang tiba-tiba.
Gaun Kaysa yang tanpa lengan dan bagian dada rendah membuat Alarik semakin mudah untuk menyusuri ya dengan lidah.
Malam ini cinta mereka semakin kuat, kasih sayang yang terpendam semenjak kecil diluapkan dengan ciuman dan belaian yang sangat menggelora.
Kaysa sendiri segera melepaskan jas dan kemeja suaminya. Dia sangat menyukai dada Alarik yang bidang dan perut six pack.
Kali ini permainan mereka akan terus berlanjut, karena kenikmatan yang mereka rasakan tiada ujungnya. Bahkan setelah mereka mencapai organisme secara bersamaan, mereka hanya istirahat sekejap kemudian melanjutkan bercinta lagi.
Alarik memang perkasa, dia mampu membuat istrinya menjerit berkali-kali. Dari sofa, ranjang dan bahkan ke kamar mandi juga masih berlanjut lagi.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Sepulang bekerja Syadev langsung menuju rumah Anggun, dia tidak sabar menemui istrinya yang sangat dirindukan.
Seperti biasanya Syadev di antar jemput oleh Darren.
Sesampainya di sana ternyata Anggun tidak di rumah. Kata pembantu Inge jika majikan dan tamunya sedang bermain ke taman.
Syadev segera menelepon istrinya, dan benar saja jika Anggun dan Inge memang di taman yang tertutup salju.
"Kami akan segera ke sana," kata Syadev antusias.
Sudah lama Syadev tidak liburan, dia berniat merefresh pikirannya sebentar setelah sekian lama di putar terus untuk belajar dan bekerja.
Anggun begitu melihat suaminya datang langsung berlari dan memeluk tubuh Syadev dengan erat.
Inge yang baru putus juga Darren yang jauh dari pacarnya hanya bisa meringis melihat kemesraan sepasang suami istri itu.
"Darren, ayo kita pergi dari sini. Mataku pegal sekali melihat mereka," ajak Inge melangkah meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Darren sendiri mau tidak mau mengikuti Inge dari pada menjadi obat nyamuk.
Syadev justru senang dengan kepergian kedua temannya, dia langsung manfaatkan kesempatan itu untuk mencium istrinya.
Anggun tidak malu-malu lagi, perempuan itu juga merindukan suaminya.
"Semalam aku tidak bisa tidur tanpamu," bisik Syadev.
"Aku juga iya, rasanya dingin sekali," jawab Anggun jujur.
Mereka saling berpelukan dan berciuman lagi.
Di sisi lain Darren dan Inge ke tempat yang lebih tinggi seperti perbukitan.
"Hei, kenapa matamu bengkak?" tanya Darren.
"Aku baru saja putus dengan pacarku," jawab Inge.
"Siapa yang mutusin?" tanya Darren penasaran.
"Tentu saja aku, mana mungkin aku yang diputus cowok," jawab Inge ketus.
"Kalau kamu yang mutus kenapa menangis?" tanya Darren tidak mengerti.
"Aku masih sayang dia, tapi aku juga tidak bisa bertahan dengannya karena dia tidak setia," rengek Inge menangis lagi.
"Sudahlah, nanti kamu juga akan mendapatkan pengganti yang lebih baik. Di dunia ini masih banyak lelaki yang setia," bujuk Darren.
"Iyakah? Aku tidak percaya," sungut Inge.
"Contohnya Syadev, dia adalah pujaan hati setiap perempuan. Namun Syadev cuek pada mereka dan selalu setia pada istrinya. Aku juga, biarpun aku jauh dari kekasihku tapi aku selalu setia padanya. Padahal jika aku berniat selingkuh juga ada perempuan yang mau denganku," jawab Darren.
"Kalau Syadev aku percaya, tapi jika kamu tidak tidak percaya," ujar Inge meremehkan.
"Aku serius, seribu perempuan cantik yang menggoda takkan mampu menggoyahkan kesetiaan ku," jawab Darren.
Tiba-tiba Inge berinisiatif menggoda pemuda di dekatnya. Dengan cepat Inge mencium bibir Darren dengan mesra.
Darren terkejut, apalagi ini adalah ciuman pertamanya. Dia merasakan seluruh tubuhnya tersengat listrik. Dadanya tiba-tiba berdebar.
Pikiran Darren teringat pada Zahra, tapi tubuhnya tidak bisa menolak saat diberi ciuman yang rasanya nikmat itu. Namun seketika dia sadar dan melepaskan diri dari cengkraman Inge.
"Kamu perempuan apaan? Sebagai anak perempuan kamu seharusnya bisa menjaga martabat diri sendiri, terlebih lagi di depan seorang lelaki," terima Darren kesal.
"Heleh, kamu menikmati ciumanku kan?" goda Inge.
"Menikmati apaan, kamu sudah mencuri ciuman pertamaku tau," kata Darren kesal.
"Apa? Ciuman pertama? Kenapa aku justru merasa bangga ya mendapatkan ciuman pertama dari pacarnya orang?" balas Inge dengan senyuman mengejek.
"Dasar perempuan gila!" umpat Darren berlalu pergi.
" Hay, tunggu!" teriak Inge mengejar Darren.
"Jangan pernah lakukan hal itu lagi! Apalagi terhadapku! Jadi perempuan harus bisa melindungi diri sendiri," kata Darren mengingatkan.
"Di sini ciuman adalah hal yang wajar, baru kenal saja sudah bisa langsung melakukan sex," jawab Inge.
"Jadi kamu juga seperti itu?" tanya Darren penasaran.
"Tidak ya? Aku masih perawan tahu. Kalau tidak percaya di cek sendiri saja," tantang Inge.
Syadev justru bergidik merinding bertemu dengan perempuan yang tidak tahu malu itu.
Inge tertawa, gadis itu hanya berniat mengerjai Darren saja yang terlihat anak polos.
Jangan lupa Like dan Vote sebanyak-banyaknya ya🤗 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author,😍
__ADS_1