
Waktu Dzuhur Ruko milik keluarga Zhia mulai sepi, karena cuaca panas mungkin orang-orang merasa enggan untuk keluar rumah. Dan biasanya setelah setelah jam dua pembeli mulai ramai kembali.
Zhia dan Syauqi baru sampai di depan Ruko. Dari dalam mobil mereka berdua bisa melihat Nindya yang sedang duduk di temani Tia dan Rian. Mereka bertiga terlihat sangat asyik mengobrol.
Ketika Zhia dan Syauqi turun dari mobil, Nindy dan Rian merasa aneh, karena tadi Zhia perginya dengan Iyas.
Sedangkan Tia sama sekali tidak merasa aneh, kakak iparnya Zhia itu udah tau jawabannya.
Tia merasa tenang, karena akhirnya masalah mulai ada titik terang.
Tia hanya bisa mendoakan semoga Iyas di beri ketabahan untuk menerima kenyataan.
Zhia merasa tak enak apalagi dengan Nindy, karena selama ini Nindy selalu curhat tentang perasaan dan penantiannya terhadap Syauqi.
"Assalamu'alaikum," sapa Zhia dan Syauqi bersamaan.
"Wa'alaikum salam" jawab mereka serempak.
"Mari silahkan duduk,"kata Rian sopan pada tamunya.
"Terimakasih, Mas Rian," jawab Syauqi sopan.
Zhia dan Syauqi segera duduk, sedangkan Tia langsung berdiri dan mengambil minuman untuk adik dan tamunya.
"Dek, sudah makan belum?" tanya Tia perhatian.
"Baru saja, mbak Tia. Sama Mas Syauqi," jawab Zhia gugup, dia menoleh ke arah Nindy takut temannya marah.
Nindy hanya diam saja, karena wanita itu merasa canggung di depan Syauqi.
Sedangkan Zhia mengira kebisuan Nindya marah padanya.
"Mas Rian, saya cuma mau memberitahukan jika nanti malam saya dan seluruh keluarga besar saya akan silaturahmi ke sini, dalam rangka melamar Zhia," kata Syauqi sopan namun tegas.
Rian merasa terkejut, karena selama ini yang dia tau Zhia hanya dekat dengan Iyas.
Rian juga mengira jika Zhia dan Iyas saling mencintai bukan hanya sebatas teman masa kecil.
Nindy juga berpikiran sama.
Bukankah Zhia dengan Iyas?
Dan Syauqi dengan Ishika?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Namun Tia menengahi agar semua tidak saling penasaran.
"Sebentar, Mas Syauqi. Sebelum keluarga besar anda datang ke sini, sudahkan Anda bertanya pada Zhia dan bagaimana jawabannya? Takutnya jika nanti terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, di antara kedua keluarga pasti akan merasa saling tidak enak." tutur Tia.
Rian merasa bangga karena istrinya bisa cerdas tahu apa yang ada di pikirannya.
Rian takut jika nanti Zhia menolak karena sudah ada Iyas, maka keluarga dia akan merasa tak enak dengan keluarga Syauqi yang sudah jauh-jauh repot kesini.
"Mas Rian, Mbak Tia. Saya sudah membicarakan semuanya dengan Zhia dan alhamdulillah dia sudah menerimanya. Nanti malam tinggal lamaran Resminya di antara kedua keluarga," jawab Syauqi meyakinkan.
"Kalau sudah begitu saya juga dengan senang hati menyambut kedatangan keluarga Mas Syauqi" bawab Rian tersenyum tenang.
Syauqi kemudian berpamitan, sedangkan Zhia langsung mengajak Nindy masuk ke kamarnya.
"Maafkan aku, Nindy. Maafkan atas kelancanganku. Aku tidak bermaksud untuk menghianatimu, tapi aku sendiri juga tidak berdaya," kata Zhia sedih.
__ADS_1
"Coba ceritakanlah! Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Nindy sangat penasaran.
Zhia mulai menceritakan semuanya kenapa dia bisa menerima lamaran Syauqi.
Nindy yang mendengarkan dengan sesama tak kuasa menahan tangis.
Nindy memeluk Zhia dengan erat.
"Apa kamu marah padaku? Kecewa padaku dan membenciku?" tanya Zhia dengan wajah muram.
"Mana mungkin aku tega melakukan seperti itu, hatimu sudah cukup sakit harus menerima kenyataan yang pahit. Aku tak ingin menambah beban luka lagi padamu."
Zhia hanya menunduk karena perasaan bersalah. Nindya langsung memegang kedua lengan Zhia.
"Andaikata kamu tidak menerima lamarannya, Syauqi pun juga pernah melihatku.
Aku selama ini hanya menanti bayangan semu. Aku juga sudah lelah mengejar dia yang tak pernah menganggap aku ada. Aku ke sini tadi niatnya mau curhat jika Dony melamarku," kata Nindy dengan wajah sumringah supaya Zhia bisa tersenyum.
Dan benar saja, Zhia bisa tersenyum lagi mendengar ceritanya.
"Benarkah? Aku ikut bahagia akhirnya kau menemukan seseorang yang tulus mencintaimu," ucap Zhia ceria.
Namun justru Nindy malah merenung.
"Tapi aku masih belum memberi jawaban. Karena ... yaah... kamu tahulah, Dony cowok playboy. Sedangkan aku cewek cemburuan. Mana mau aku tersakiti," kata Nindy memberi alasan logis.
"Seseorang jika sudah mencintai tulus pasti bisa berubah. Buktinya dia tidak mengajak kamu pacaran tapi malah langsung melamar, itu tandanya dia serius dan tidak main-main,"
tutur Zhia memberi pencerahan.
"Aku juga sempat berpikir begitu," jawab Nindy malu-malu.
"Yang terpenting sekarang bagaimana perasaanmu?" tanya Zhia lagi.
"Sebaiknya nanti dibicarakan dengan Dony lagi. Kamu harus jujur tentang perasaanmu agar kelak tak menyesal," saran Zhia.
Nindya kembali tersenyum dan memeluk Zhia lagi.
Kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Dek, ayo siap-siap menjemput ibu di bandara," kata Rian setengah berteriak.
"iya, mas Rian. aku sholat Dzuhur dulu," jawab Zhia.
"Aku ikut ya... aku ikut yaaa..." pinta Nindy bersemangat.
"Ayolah... mobilku kan cukup besar. Nanti muatlah buat menampung semua orang," rayu Nindy.
"iya... aku sholat dulu," pamit Zhia tersenyum lucu.
Memang jarak usia mereka lumayan banyak namun pertemanan mereka sangat erat seolah masih sebaya.
***************************
Di saat Zhia akan ada acara lamaran, justru Iyas masih tergeletak tak berdaya di rumah sakit.
Dia sudah sadar tapi dia hanya diam dan tak berbicara sepatah katapun.
"Bagaimana keadaannya, Dokter?" tanya seorang gadis yang menjaga Iyas.
"Tubuhnya baik-baik saja. Namun jiwanya mengalami goncangan yang hebat. Apa kamu keluarganya?"tanya dokter itu.
__ADS_1
"oh.. bukan, saya adalah teman kuliahnya" jawabnya jujur.
"Sebaiknya segeralah hubungi keluarganya, karena dengan dukungan orang-orang yang dia sayangi kondisi mental dan jiwanya bisa segera sembuh," saran dokter itu kemudian keluar dari ruangan.
Naila nama gadis itu, ketika dia pulang kuliah tiba-tiba dihadang segerombolan orang yang meminta bantuannya.
Dia sangat kaget karena ternyata Iyas orang yang dimaksud.
Nayla mengatakan pada orang-orang jika dia mengenal pemuda yang pingsan itu.
Dia langsung membawanya ke rumah sakit. Kemudian dia mengambil ponsel milik Iyas lalu menghubungi keluarganya. Namun sayang kedua orang tuanya sedang di luar kota karena menghadiri acara pernikahan saudaranya. Katanya bisa sampai rumah sakit saat malam hari.
Nayla terus menunggu Iyas yang kini sedang tiduran, dia sendiri sampai lupa makan.
"Kamu kenapa Iyas? Kenapa bisa seperti ini?"
tanya Nayla.
Dia merasa kasihan tangan Iyas sampai di Infus karena sama sekali tidak mau makan.
Jangankan mau membuka mulut, matanya saja hanya berkedip dan menatap kosong tanpa mau melirik kearah orang-orang di sampingnya.
Nayla membayangkan Iyas sosok yang ramah dan mudah bergaul.
Dia sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa jangan-jangan dia putus dengan kekasihnya?"
Nayla hanya menebak-nebak sendiri sambil duduk di kursi.
Kepalanya disandarkan di sebelah Iyas, karena dia juga merasa lelah dan mengantuk.
******************************
Selesai Sholat Zhia mengangkat kedua tangannya lalu berdoa.
"Ya Alloh... Ampunilah segala dosa hambamu ini yang masih sering mengeluh dan berburuk sangka padamu.
Hamba hanya memohon, kuatkanlah dan tabahkanlah hati Mas Iyas. Karena hanya engkaulah yang maha tahu tentang isi lubuk hati hamba.
Berikanlah dia kesehatan dan kebahagiaan di manapun dia berada.
Dan hambamu yang hina ini juga memohon, janganlah engkau uji dengan cobaan yang diluar batas kemampuan hamba...Amin."
Sebenarnya Zhia sedari tadi terus kepikiran dengan iyas.
Dia tidak tahu apa yang dirasakan iyas, pasti sama dengan apa yang dirasakan Zhia saat ini.
Hati Zhia terasa sangatlah tersiksa sampai tak tahu harus bagaimana lagi.
Kini Zhia hanya bisa berdo'a dan mengadu pada Alloh. Karena Tiada kekuatan melainkan hanya dari Alloh.
Nindy yang mendengar do'a Zhia langsung menangis lagi.
Selama ini Nindy selalu iri dengan pasangan Zhia dan Iyas. Mereka tampak serasi, saling menyayangi dan tak pernah bertengkar.
Iyas juga selalu perhatian dan melindungi Zhia dari kecil sampai sekarang. Namun siapa sangka, jika Sang Pencipta berkehendak lain.
Hubungan mereka harus kandas sedangkan hati mereka masih saling mencintai.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏
__ADS_1
Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga. Semoga novel CINTA YANG TERPAKSA ini bisa berkembang lebih baik lagi🤗