
Dewa marah sekali, pemuda tersebut begitu membenci Syauqi Malik karena sudah menyebabkan penderitaan pada Mamanya yang bahkan belum pernah di temuinya.
Dewa sebenarnya selama ini hidup dengan baik, dia tinggal bersama orang tua angkatnya. Meskipun sejak kecil tahu jika kedua orang tua kandungnya sudah tiada akan tetapi Dewa bisa menjalani kehidupan dengan normal dan bahagia. Sebab Ayah dan ibu angakatnya tersebut memperlakukan Dewa seperti anak kandung sendiri.
Suatu hari, diulang tahunnya yang ke 17 tahun datang seorang lelaki yang memiliki wajah seperti orang Jepang bernama Eiji. Orang tersebut mengaku sebagai pamannya alias adik dari papa Dewa.
"Dewa, namamu sebenarnya adalah Daichi. Kamu kelak adalah penerus dari grub papamu. Sekarang kamu sudah besar dan saatnya tahu kejadian apa yang sebenarnya menyebabkan meninggalnya kedua orang tuamu. Papamu bernama Hideyoshi, dan Mamamu bernama asli Ishika. Kakakku dan Ishika dulunya adalah teman masa kecil. Akan tetapi Mamamu justru lebih tertarik dengan Syauqi Malik, dan pemuda itu malah memasukkan dia ke jeruji penjara. Karena Kakakku begitu mencinta Ishika dia rela melakukan apapun demi mengeluarkan Ishika dari penjara. Ishika akhirnya kembali ke Jepang dan mengganti identitasnya. Setelah itu kakakku dan Ishika menikah. Namun, baru dua bulan Syauqi Malik sudah bisa melacak keberadaan Ishika dan membawa dia masuk kembali ke penjara. Karena kejadian tersebut Kakakku Hideyoshi ingin membawa kabur lagi Ishika. Namun sial, justru saat itu Hideyoshi tertembak polisi demi melindungi Ishika yang rupanya sedang mengandung dirimu sebulan. Sedangkan Mamamu akhirnya mendekam dipenjara dalam keadaan hamil. Begitu melahirkan kamu, dia menitipkan kamu ke sepupunya di Aceh dan menyuruh untuk menyembunyikan identitas kamu yang sebenarnya. Karena tidak tahan menderita Mamamu akhirnya lebih memilih bunuh diri dari pada selamanya hidup dipenjara. Daichi, paman selama ini diam-diam sering datang ke Indonesia untuk melihatmu dari kejauhan sekaligus memantau keluarga Syauqi Malik. Aku begitu membenci dia, kehidupannya sangat sempurna sedangkan kakakku meninggal. Aku ingin sekali bisa membuat mereka membayar apa yang sudah dia lakukan pada kakak serta kakak ipar ku."
Saat itu Dewa tersambar petir mendengar sesuatu yang tidak diduganya. Selama ini ibu dan Ayahnya hanya bercerita jika orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Tiba-tiba saja telepon milik Dewa berbunyi, dia segera mengangkatnya.
"Dewa, bagaimana kabarmu, Nak? Katanya hanya seminggu saja berlibur. Kenapa sampai sekarang belum pulang?" tanya suara perempuan lewat telepon.
"Ibu, aku baik-baik saja. Aku terlalu senang menikmati liburan sampai rasanya lupa pulang," jawab Dewa berubah ceria.
"Apa kamu tidak merindukan ibumu yang sudah semakin tua ini?" tanya Ibu angkat Dewa.
"Iya, Ibu. Aku janji besok sudah pulang," jawab Dewa.
"Ya sudah, kalau begitu jaga diri baik-baik ya? Ibu akan memasak dulu untuk Ayahmu," kata Ibu Dewa lembut.
"Iya, ibu."
Dewa merasa tenang begitu mendengar suara ibunya tersebut. Perempuan lemah lembut dan penuh kasih. Sedangkan Ayahnya yang blasteran Indonesia dan Jepang meskipun pendiam tapi sebenarnya sangat perhatian padanya.
Dewa tidak pernah menceritakan pertemuannya dengan Paman Eiji, karena dia tidak ingin membuat orang taunya cemas. Akan tetapi dalam ketenangannya tersebut tersimpan dendam yang membara.
Di hadapan kedua orang tua angkatnya Dewa anak yang riang dan patuh, tapi jika di belakang mereka Dewa menjadi pemuda yang ganas dan keras.
__ADS_1
Eiji sengaja memberikan Dewa beberapa anak buah agar bisa membantunya untuk membalas dendam. Akan tetapi dia memilih dengan cara halus dari pada kekerasan.
"Penyiksaan batin lebih menyakitkan dibanding penyiksaan fisik. Syauqi Malik, aku akan membuatmu membayar atas apa yang terjadi pada orang tuaku."
Dalam hati Dewa sebenarnya ingin bertanya-tanya kenapa Mamanya bisa masuk penjara. Tapi egonya tidak mau menerima alasan apapun. Baginya Syauqi Malik adalah penyebab kematian orang tua kandungnya.
Dewa sengaja meminta izin pada orang tua angkatnya untuk liburan, akan tetapi niat dia yang sesungguhnya hanya ingin bertemu dengan Syauqi Malik. Jadi kejadian di Bandara saat dia bertabrakan dengan Flora memang hanyalah sebuah kesengajaan.
"Syauqi, kamu akan tahu bagaimana rasanya orang yang dicintai hidup menderita!" teriak Dewa sambil meninju tembok.
Seketika darah segera mengalir di jarinya, dia sama sekali tidak merasakan sakit. Karena hatinya yang penuh dendam itu sudah merasuki jiwanya.
Lewat beberapa mata-mata Dewa sudah tahu sedikit mengenai keluarga Syauqi.
Dewa tahu jika Syadev dan Kaysa sangat cerdik dan licik, tidak mudah mengalahkan si kembar itu. Akan tetapi jika putri bungsu Syauqi paling dimanjakan Syauqi karena lemah.
Tiba-tiba saja Dewa mendapatkan laporan jika Flora sudah mulai masuk sekolah.
"Nanti suruh seseorang untuk mengganggu dia, buat senatural mungkin agar tidak curiga. Ingat, lebih baik suruh kakak kelas flora saja yang melakukan itu. Bungkam mereka dengan uang!"
Dewa segera tidur dan memikirkan cara untuk mendekati Flora, karena gadis kecil itu masih polos dan bisa dijadikan sebagai alat mencari informasi. Sebab keluarga Syauqi Malik tidak mudah di gali informasi mengenai mereka. Sebab semua orang takut jika berurusan dengannya.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ผ
Ini hari pertama Flora masuk kelas di sekolah barunya, memiliki paras cantik dan latar belakang keluarga yang dari kalangan atas dia langsung menjadi primadona. Akan tetapi karena Flora memiliki watak pemalu dan ramah sehingga semua orang tidak merasa iri ataupun dengki. Sebab Flora begitu sederhana dan tidak sombong.
Belajarnya juga lancar, meskipun dia tidak memiliki otak secerdik Kaysa atau sejenius Syadev akan tetapi dia selalu tekun belajar dan tidak mudah menyerah. Selama ini Flora masih bisa mendapatkan prestasi masuk lima besar.
Sepulang sekolah Flora langsung menghubungi kakaknya untuk menjemputnya, sebab jarak menuju rumah Alarik memang jauh.
__ADS_1
Di depan gerbang sekolah Flora menanti mobil jemputannya sambil membaca novel.
"Flora, kamu masih belum pulang?" tanya teman sebangkunya.
"Aku masih menunggu kakakku," jawab Flora lembut.
"Kalau begitu aku pulang duluan ya?" pamit temannya tersebut.
Flora hanya tersenyum manis karena dia sedang fokus masuk ke dunia novel.
Setelah suasana agak sepi, datang tiga anak lelaki yang memakai seragam SMP yang sama dengan Flora. Hanya saja mereka dari kelas tiga.
"Hay flora, apa kami boleh minta berkenalan?"
Flora yang sejak kecil selalu terjaga kini merasa takut begitu melihat ketiga lelaki yang tersenyum jahat seperti berniat buruk.
"Maaf kak, aku mau pulang," jawab Flora gugup.
Saat dia hendak pergi tiba-tiba saja tangannya ditarik sampai dia jatuh tersungkur.
"Maaf, mari aku bantu," ucap salah satu dari mereka sambil mencoba membantu Flora berdiri. Karena pemuda itu tadinya hanya berniat untuk menahan bukan bermaksud untuk menyakiti.
Tapi Flora yang sangat patuh pada nasihat Bundanya begitu takut saat ada tangan lelaki yang hendak menyentuhnya.
"Jangan! Jangan dekati aku. Aku bisa berdiri sendiri," pekik Flora yang sudah berkeringat dingin dan ketakutan.
Tak jauh dari sana ada Dewa yang sedang menonton dari mobil. Melihat gadis kecil itu bertingkah lemah membuat Dewa reflek kelaut dari mobil dan berlari ke arah flora.
Jangan lupa Like dan Vote ya๐ค Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author๐ค๐ค๐ค
__ADS_1