CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 121


__ADS_3

Tiga hari berlalu, kondisi kaysa serta putranya sudah semakin membaik. Kini Syauqi dan Zhia juga sudah bisa menengok cucu mereka secara langsung.


"Ayah, Bunda. Apakah dulu sewaktu aku kecil lucu seperti ini?" tanya Kaysa.


"Tidak, kamu sejak bayi sudah rewel dan manja. Sedangkan Arkananta sepertinya akan memiliki watak seperti Alarik yang tenang dan berwibawa," jawab Syauqi jujur.


Kaysa langsung cemberut, tidak disangka jika Ayahnya akan menjawab seperti itu.


"Tapi kamu sangat menggemaskan sekali, setiap Ayah pulang kerja kamu akan nangis kencang. Kalau sudah digendong Ayah langsung diam," timpal Syauqi mengenang masa lalunya.


"Benarkah, Bunda?" tanya Kaysa tak percaya.


"Itu benar sayang, kamu dari bayi sudah pandai mencari perhatian," jawab Zhia juga ikut terharu.


Kaysa si bayi mungil kini sudah menjadi seorang ibu, sedangkan Syauqi pemuda yang berdarah dingin kini sudah menjadi seorang kakek. Kehidupan ini terasa begitu cepat terlewati.


"Kapan aku diizinkan pulang?" rengek Kaysa pada suaminya.


"Dua hari lagi, ada apa?" tanya Alarik.


"Aku jenuh sekali, ingin menghirup udara segar di luar," jawab Kaysa.


"Nanti setelah pulang aku akan sering ajak kamu jalan - jalan ya?" bujuk Alarik.


"Ah... Lama tidak pulang ke rumah aku jadi malas. Sepertinya aku akan berlama - lama menumpang di rumah menantu saja," ujar Syauqi dengan senyuman yang menawan.


"Bilang saja tidak mau berpisah dengan Arkananta, iyakan?" ledek Kaysa.


"Baguslah, dengan begini Ayahmu biar menyadari jika sekarang sudah tua karena sudah menjadi seorang kakek," sela Zhia.


Alarik hanya tertawa menyaksikan kedua orang tuanya yang semakin bertambah umur tapi semakin romantis.


"Flora kenapa hari ini tidak datang kesini?" tanya Kaysa.


"Sedang berbelanja kebutuhan untuk perkemahan besok," jawab Syauqi.


"Benarkah? Hm... Itung - itung belajar uji nyali. Habisnya dia penakut banget," balas Kaysa tertawa.

__ADS_1


"Adikmu bukannya penakut, tapi kamulah yang over," timpal Alarik membela adiknya.


"Memang iya kan? Kalau jadi perempuan terlalu lemah nanti akan ditindas," jawab Kaysa.


"Siapa bilang menjadi perempuan lemah akan ditindas? Lihat bundamu, dia lemah lembut dan anggun. Tapi Ayah selalu menyayanginya dan tidak pernah menindasnya," sela Syauqi sambil melirik Zhia.


"Itu tidak benar Kaysa, Ayahmu sering menindas Bunda," sergah Zhia menahan tawa.


Tiba - tiba terdengar suara tangisan baby Arka, kedua kakek dan nenek tersebut bergegas menghampiri cucu mereka.


Pemandangan ini membuat Alarik tersenyum sendiri, dia tidak sabar menantikan Syadev yang kelak akan membawa istrinya pulang bersama satu bayi lagi. Pasti akan menjadi heboh. Apalagi jika anak Syadev kembar suasana akan semakin ramai.


Kehamilan Anggun memang masih menjadi misteri, entah perempuan atau laki - laki. Bahkan juga bisa kembar. Karena Kaysa dan Anggun sengaja tidak melakukan USG agar kelahiran bayi mereka membuat semua orang merasa penasaran.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Flora sedang di Indomaret membeli beberapa cemilan dan makanan siap saji. Dia pecinta mie instan. Walaupun sudah di larang oleh Ayahnya tapi diam - diam dia memakan makanan tersebut karena lidahnya tidak tahan.


Selain makanan yang paling digemari adalah asupan Novel dan komik. Bukan tentang kisah cinta yang romantis, melainkan tentang petualang yang membuat Flora selalu ingin menjadi gadis berani dan berpetualang. Akan tetapi keberanian Flora sebatas di angan, sebab jika sudah kembali ke dunia nyata dia menjadi gadis yang penakut dan memilih mengurung diri di dalam kamar.


Flora siang ini berbelanja ditemani oleh salah satu pelayan kakaknya, karena kakak iparnya terlalu khawatir padanya jika membiarkan dia bepergian seorang diri.


Tanpa sadar dia hampir bertabrakan dengan seorang pemuda yang ukuran tubuhnya tinggi. Bahkan Flora hanya sedada pemuda tersebut.


"Hay, Flora," sapa pemuda tersebut.


Flora mendongak ke atas, dan betapa terkejutnya jika yang ditemui adalah Dewa.


"Kak Dewa?" tanya Flora.


"Iya, ini aku. Masa baru beberapa bulan tidak bertemu kamu sudah lupa padaku," jawab Dewa tersenyum hangat.


"Maaf kak, habisnya kak Dewa memakai topi. Aku jadi sedikit pangling," balas Flora.


"Kamu sedang belanja apa ke sini?" tanya Dewa pura - pura tidak tahu.


"Persiapan untuk perkemahan," jawab Flora singkat.

__ADS_1


"Sama, aku juga sedang berbenah untuk persiapan perburuan," jawab Dewa.


"Perburuan apa?" tanya Flora penasaran.


"Mumpung aku liburan jadi saudara aku mengajak berburu," jawab Dewa sengaja tidak menjelaskan tempat tujuan.


"Oh, begitu," jawab Flora santai.


Dewa menatap Flora, gadis remaja itu memang masih terlihat kecil. Akan tetapi kedua matanya menyinarkan pancaran jiwa keibuan serta tutur bahasanya layaknya seseorang yang sudah berpikiran dewasa. Apalagi pembawaan yang santun serta sikap yang tenang membuat Flora tampak Anggun.


"Gadis ini semakin menarik saja," batin Dewa.


"Sekarang berapa bulan usia kandungan Kak Kaysa?" tanya Dewa basa - basi.


"Malah sudah melahirkan tiga hari yang kalau, Kak Dewa kalau lagi tidak sibuk datanglah ke rumah. Kakakku sering menghubungi nomormu tapi katanya tidak aktif," kata Flora.


"Benarkah? Ada apa mencariku?" tanya Dewa terkejut.


"Kakakku memang gitu, orangnya mudah bosan dan senang mengobrol dengan orang lain," jawab Flora.


"Baiklah kalau begitu sepulang aku dari berburu aku akan mengunjungi kakak kamu," jawab Dewa.


"Ya sudah, kalau begitu aku pamit dulu ya kak? Karena masih banyak yang harus disiapkan," jawab Flora yang tidak enak jika mengobrol lama - lama dengan lawan jenis yang bukan saudaranya sendiri.


"Ya, hati - hati! Sampai bertemu lagi, Flora," jawab Dewa melambaikan tangan.


Sebenarnya pertemuan kali ini tidak terduga, Dewa sendiri juga tidak menyangka jika dirinya bisa bertemu dengan gadis ABG tersebut. Alasan dia datang ke sini karena memang untuk berbelanja.


"Flora, sebenarnya kamu gadis yang baik. Tapi kenapa kamu adalah putra kandung Syauqi Malik?" batin Dewa yang tiba - tiba menjadi lemah tak berdaya.


Akan tetapi setiap kali dirinya lemah, seketika dirinya akan mengingat tentang orang tua kandungnya yang bahkan belum pernah dilihat secara langsung. Dewa berubah meledak - ledak dan ingin membanting apapun yang ada di depannya.


Padahal Dewa dulunya adalah pemuda yang ceria, akan tetapi setelah bertemu dengan pamannya dia berubah berdarah dingin dan kejam.


"Syauqi, aku ingin melihatmu menjadi orang rendah dan terhina. Selama ini kamu hidup di atas awan dan penuh kebahagiaan," gumam Dewa sambil menggempalkan tangannya sendiri sepenuh tenaga.


Terima kasih sudah setia membaca CINTA YANG TERPAKSA sampai di sini. Jangan lupa di Like dan Vote ya🙏🤗🤗🤗

__ADS_1


Baca juga Scorpio ya, kisahnya nggak kalah menarik loh🥰


__ADS_2