CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 33


__ADS_3

Sampai di halaman rumah, Kaysa bertemu dengan Gio, pemuda itu tengah berbicara pada seseorang lewat telepon.


"Gio, di mana Mama kamu?" tanya Kaysa.


Gio segera mengakhiri obrolannya dan menaruh ponselnya di saku.


"Tadi kamu bertanya apa?" tanya Gio karena suara keramaian pesta terdengar sampai luar.


" Mama kamu di mana?" tanya Kaysa lagi.


" Di dalam, bersama Darren dan Zahra. Kamu mau kemana?" tanya Gio penasaran.


"Eh kamu ini anak tunggal kan?" tanya Kaysa memastikan.


"Iya, memangnya kenapa?" Gio balik bertanya.


"Aneh saja, karena tadi ada orang yang mengaku sebagai istri dan putra Om Faisal. Sepertinya ada orang yang berniat tidak baik padaku," jawab Kaysa curiga.


Reki dan Mamanya segera kembali lagi karena Kaysa tidak mengikuti mereka sampai parkiran.


"Ayo, Nak Kaysa. Kenapa berhenti di sini?" ucap Mama Reki ramah.


"Anda mau menculikku ya?" tanya Kaysa tanpa basa-basi.


"Mana mungkin? kami ini sanak saudaranya Alarik," jawab Mama Reki meyakinkan.


"Kalian kira aku tidak tahu Om Faisal? Istrinya jauh lebih muda dan lebih cantik dari Anda. Dan Putra Om Faisal yang sebenarnya juga ada di sini," jawab Kaysa tertawa.


Mama Reki berubah merah wajahnya, karena ucapan Kaysa barusan sama saja mengoloknya sebagai wanita tua dan jelek.


"Apa maksudnya? Aku ini putra Papa Faisal, dan Mamaku juga istri sahnya Papa," jawab Reki tak mengerti.


Gio sendiri juga terkejut, akan tetapi pemuda itu bisa bersikap dewasa.


"Sebaiknya kita memanggil Papa kita masing-masing saja, mungkin Papa kita orang yang berbeda," ucap Gio mencoba tenang.


Kaysa segera menelpon Alarik. Beberapa sat kemudian Alarik keluar bersama Mama Gio.


"Ada apa, Sayang?" tanya Mama Gio lembut pada putranya.


"Terjadi ke salah pahaman, Ma. Tapi sebentar lagi sudah selesai," jawab Gio santai.


Alarik hanya diam saja, pemuda itu tidak mengira jika pertemuan antara Gio dan Reki bisa secepat ini.


"Alarik, Tunanganmu ini tidak percaya kalau Aku adalah Tante kamu," ucap Mama Reki tertawa.


Alarik sendiri juga tertawa dengan kenaifan Tantenya yang seperti serigala berbulu domba itu.


"Sebenarnya Om kamu yang bernama Faisal itu ada berapa orang?" tanya Kaysa penasaran.


"Satu," jawab Alarik tenang.


Tak lama kemudian Faisal datang bersama Assisten Pribadi Alarik. Lelaki itu terlihat lesu dan ketakutan.


"Katanya Papa sakit? Kenapa datang ke sini?" tanya Gio cemas.


"Apa-apaan ini, Pa? Kenapa ada orang lain yang mengaku sebagai anak dan istrimu," bentak Reki penuh amarah.


Mama Gio terkejut, karena ada anak lain yang memanggil suaminya Papa. Namun wanita itu hanya diam saja menahan luka kecewa. Gio langsung merangkul Mamanya agar kuat.


"Jadi selama ini diam-diam kamu selingkuh ya?" teriak Mama Reki. Perempuan itu segera memandang ke Mama Gio, dengan penuh amarah tangannya melayang hendak menampar.


Tapi dengan gesit Alarik segera menangkap tangan Tantenya dan memegang dengan erat.


"Lepaskan, Alarik! Ini urusan antara aku dan pelakor itu," kata Mama Reki tajam.


"Anda sangat jahat dan kejam, sepertinya aku lebih senang memiliki Tante seperti dia dari pada Anda," jawab Alarik tegas sambil menghempaskan tangan wanita itu dengan keras.

__ADS_1


"Alarik! Apa yang kamu lakukan pada Mamaku? Kita ini saudaramu, kenapa kamu membela pelakor dan anak haram itu," maki Reki emosi.


"Ahaa... Apa selama ini kalian berdua menganggap aku ini sebagai saudaramu? Bukankah dari aku kecil kalian berdua sering menyiksaku dan mengirim orang untuk membunuhku?" jawab Alarik tertawa.


Faisal terkejut, karena lelaki itu baru mengetahuinya juga.


"Alarik, Aku Akui, setelah kamu menghilang dan aku menjadi pemimpin di Perusahaan Mandala, aku menjadi khilaf. Tapi tidak pernah sekalipun aku berniat untuk menyakitimu, karena bagaimanapun kamu adalah keponakanku," kata Faisal menjelaskan.


Alarik tertawa, tapi dengan tatapan tajam pemuda itu menatap wajah Mama Reki dengan penuh kebencian.


"Aku sangat membenci wajah licikmu itu, Tante. Kamu adalah wanita serakah yang gila harta dan kekuasaan. Sampai kamu melakukan hal-hal kejam dan membunuh orang," kata Alarik menahan amarah.


"Apa maksud kamu?" tanya Faisal tak mengerti.


"Apa Om tidak tahu? Kalau selama ini Anda diperdaya oleh istri Anda sendiri. Dan orang yang sudah membunuh orang tua saya adalah dia," teriak Alarik ambil mengacungkan jarinya tepat di depan mata Mama Reki.


Semua ikut terkejut, bahkan Kaysa baru kali ini melihat Alarik bisa marah seperti itu. Hatinya ikut terluka karena mengetahui jika orang tua kekasihnya meninggal akibat pembunuhan.


"Aku tidak melakukan apapun, bukankah orang tuamu korban kebakaran?" ucap Mama Reki membela diri.


"Semua bukti memang tidak bisa ditemukan, karena semuanya habis terbakar menjadi abu. Tapi aku masih ingat, jika saat aku mau berangkat sekolah Anda datang dan mengotak-atik kompor gas. Waktu itu aku masih kecil dan mudah percaya jika Anda bilang kalau Anda sedang ingin mengambil sesuatu di dapur. Setelah itu Anda pergi secara terburu-buru," Kata Alarik panjang lebar, nadanya mulai tenang karena Kaysa memeluk lengannya dengan erat.


"Waktu itu Tante memang berniat mengambil pisau buah saja, tapi keburu pulang karena ada kepentingan lain," jawab Mama Reki dengan angkuhnya.


"Kepentingan lain atau karena takut ikut terkena ledakan tabung gas?" sindir Alarik.


"Mana mungkin aku memiliki nyali untuk membunuh orang?" teriak Mama Reki.


"Nyatanya? Setelah Anda membunuh kedua orang tuaku. Anda sering memarahi aku dan bahkan tidak memberiku makan. Sedangkan Anda mengeruk semua warisan dari orang tuaku. Setelah aku kabur Anda menyuruh orang untuk membunuhku. Tersangkanya sekarang sudah keluar dari penjara dan masih hidup, mereka sudah mengaku jika Andalah yang menyuruhnya," jawab Alarik penuh kebencian.


Faisal yang mendengar ikut geram, lelaki itu segera menampar wajah istri pertamanya dengan keras.


"Wanita tidak tahu diri! Menyesal dulu aku dijodohkan denganmu," maki Faisal kecewa.


"Papa, kenapa kamu membela Alarik yang sudah merebut semuanya dariku," teriak Reki tidak terima.


"Reki, kamu kira apa yang selama ini kamu nikmati adalah milikmu? Aset perusahaan Mandala itu adalah peninggalan Almarhum Papaku. Kamu jangan mempermalukan dirimu sendiri dengan mengakui hak orang lain," ejek Alarik tersenyum puas.


"Mas, Kamu ini juga keturunan keluarga Mandala. Kenapa bukan kamu yang memilikinya?" teriak Mama Reki marah.


"Tante, Anda sungguh mengagumkan! Bukannya memikirkan cara untuk membela diri tapi masih saja memikirkan harta," sindir Alarik dengan senyuman mengejek.


Gio dan Mamanya hanya diam saja, mereka selama ini tidak tahu apa-apa. Mereka hanya hidup biasa dan harmonis meskipun dulu Sering ditinggal Faisal ke luar kota untuk bekerja.


"Dulu perusahaan Mandala kritis dan hampir bangkrut, tapi karena kerja keras Papanya Alarik perusahaan itu bisa terselamatkan dan menjadi besar seperti sekarang ini. Alarik, maafkan om karena sudah serakah," ucap Faisal sadar diri.


"Soal harta aku tidak mempermasalahkan, termasuk Reki yang sudah mengorupsi uang dengan jumlah yang besar di perusahaan untuk foya-foya dan membeli narkoba," kata Alarik tenang.


Plakkkk....


Faisal menampar putra pertamanya dengan keras, sampai pemuda itu tersungkur.


"Mas, kamu sudah selingkuh dan membohongi kami. Dan sekarang kamu justru menyiksa dan mempermalukan kami di depan pelakor dan anak harammu itu," teriak Mama Reki marah.


"Semua akibat kamu yang memiliki sifat buruk, sampai kamu mendidik anak salah dan menghasutnya untuk melakukan tindakan kriminal. Lihatlah! Orang yang kamu tuduh sebagai anak haram tapi memiliki pribadi baik dan berprestasi, semua karena didikan Mamanya yang memiliki hati Mulya, tidak seperti kamu yang serakah dan kejam," bentak Faisal.


"Tante, jika Anda tidak mau mengakui kejahatan Anda di masa lalu maka terpaksa aku akan melaporkan Reki ke polisi, Ada tidak ingin kan kalau masa muda putra kesayangan Anda ini dihabiskan di penjara," ancam Alarik.


"Tidak, baiklah aku akui. Akulah yang sudah menyebabkan tabung gas itu meledak. Aku juga sudah mengirim orang untuk membunuhmu. Aku rela masuk penjara seumur hidup tapi tolong lepaskan Reki," pinta istri pertama Faisal itu sambil menangis.


"Baiklah, tapi mulai sekarang Reki selamanya dilarang menginjak perusahaan Mandala. Karena sahamnya juga tidak cukup untuk membayar ganti rugi atas tindakan korupsinya. Dan Reki juga harus bersedia masuk rehabilitasi demi kebaikannya juga," kata Alarik tegas.


Reki menunduk karena malu, selama ini pemuda itu bertingkah angkuh seperti pewaris. Dan ternyata semua itu bukanlah miliknya.


Assisten Alarik memanggil anak buahnya untuk menangkap Reki dan Mamanya. Setelah itu mereka di bawa pergi.


"Kak Al, sebaiknya kita istirahat di dalam yuk?" ucap Kaysa membujuk kekasihnya.

__ADS_1


Kaysa sangat sedih, karena selama ini Alarik yang selalu tersenyum ternyata memiliki perjalanan hidup yang sulit dan menyakitkan. Dalam hati Kaysa ingin berusaha untuk membuat Alarik bahagia.


"Pandai menenangkan orang juga rupanya," bisik Alarik menggoda.


Kaysa segera menarik lengan Alarik masuk ke dalam rumah.


Kini hanya tinggal keluarga Gio yang ada di halaman rumah. Gio terpukul, tidak mengira jika keluarga mereka yang selama ini harmonis dibangun dari sebuah kebohongan.


"Gio beri Papa waktu untuk menjelaskan dengan jujur!" kata Gio masih bersikap sopan.


Faisal sedikit tenang, karena sikap istri keduanya dan Gio sangat berbeda jauh dengan istri pertama juga Reki.


"Maafkan Papa, karena selama ini sudah berbohong. Dulu papa dijodohkan dengan seseorang yang tidak Papa cintai. Pernikahan kami tidak bahagia dan terus bertengkar, karena Mama Reki wanita serakah dan selalu iri dengan Almarhum Mamanya Alarik. Kemudian saat Papa mengurus kantor cabang di kota B. Papa bertemu dengan seseorang yang sangat Papa cintai. Sikap Mamamu lembut dan baik, bersamanya Papa merasa nyaman dan bahagia. Tapi Papa tidak punya keberanian mengakui kalau Papa sudah menikah," kata Faisal sambil bersujud di depan istri kedua dan putranya.


Gio diam saja, karena pemuda itu menyerahkan semua keputusan pada Mamanya.


"Bangunlah, Mas! Aku akan memaafkan kamu, bagaimanapun juga selama ini kamu sangat bertanggung jawab dan menyayangi kami," jawab Mama Gio sabar.


Faisal segera memeluk istri dan putranya dengan erat.


"Terima kasih, karena kalian bisa memahamiku. Bagaimana kalau kita pindah keluar negeri saja? Kita mulai hidup baru lagi," kata Faisal.


"Jangan! Bagaimanapun juga di sini masih ada anak pertama kamu. Kasihan Reki, Mamanya sudah masuk penjara masa iya kamu tega meninggalkannya juga. Saat ini dia sedang butuh perhatian kamu, mungkin kenakalannya akibat salah didikan dari kecil. Dan kita sebagai orang tua wajib untuk meluruskannya," tutur Mama Gio tersenyum ramah.


"Kamu sungguh malaikat, bagaimana mungkin aku tidak mencintai kamu begitu dalam. Bukan hanya wajahmu, tapi hatimu juga cantik dan Mulya," ucap Faisal menangis terharu.


Gio tersenyum, pemuda itu juga ingin berusaha untuk menerima saudara lelakinya itu meskipun berbeda ibu.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Di dalam rumah Alarik dan Kaysa langsung di sambut keluarga mereka.


"Kalian ini kemana saja? Tamu-tamu sudah mancari kalian untuk berpamitan," kata Syauqi kesal.


Alarik dan Kaysa hanya tertawa lirih.


Setelah semua tamu undangan mulai berpamitan pulang, Faisal dan keluarganya datang menyambut Syauqi.


"Maaf Tuan Syauqi, karena baru bisa menyambut Anda dan keluarga Anda," ucap Faisal ramah.


"Iya, kemana istri dan putra Anda?" tanya Syauqi penasaran.


Kemudian Alarik menceritakan semuanya agar calon mertuanya itu tidak salah paham lagi pada Om nya.


"Maafkan semua kesalahan istri pertama saya, dan terima kasih karena selama ini sudah menjaga keponakan saya dengan baik," ucap Faisal dengan hormat.


"Iya, sama-sama. Hidup ini singkat, jika kita terus menoleh ke belakang makan kita semua akan kehilangan kebahagiaan yang ada di depan mata kita," jawab Syauqi berwibawa.


Alarik sangat bersyukur, kini dirinya bisa tenang menjalani kehidupan tanpa dendam.


"Sebaiknya kita semua menginap di sini saja malam ini," kata Alarik pada semuanya.


"Ini rumahnya siapa?" tanya Syadev penasaran.


"Rumah aku dong! Hadiah dari Kak Al," pamer Kaysa pada suadaranya.


"Apa-apaan," jawab Syadev kesal melihat tingkah saudara kembarnya.


"Kapan kamu mampu membelikan cincin seperti ini pada Anggun?" ejek Kaysa sambil memperlihatkan jarinya di depan muka Syadev.


"Lihat saja! Kalau aku sudah bekerja nanti aku bisa membeli cincin yang lebih bagus dan lebih mahal darimu," balas Syadev tidak mau kalah.


Semua menjadi tertawa karena tingkah si kembar, sedangkan Anggun hanya tersipu malu.


**Jangan Lupa Like dan Vote yaπŸ€—


Terima kasih atas dukungan kalian semua selama iniπŸ™**

__ADS_1


__ADS_2