CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Kencan Pertama


__ADS_3

 


Zhia tak mengerti dirinya mau dibawa kemana, karena jaraknya semakin jauh dengan jalur menuju rumah Zhia.


 


"Kita mau kemana?" tanya Zhia cemas,dia takut diculik lagi seperti kejadian yang lalu.


Syauqi bisa menangkap ketakutan Zhia karena wanita yang dicintainya ini terlalu polos.


"Aku akan membawamu ke suatu tempat dan kita akan bersenang-senang," ungkap Syauqi.


Zhia merinding ketakutan mendengarnya.


"Sebaiknya antarkan aku pulang! kasihan ibuku jika nanti khawatir karena tadi aku belum izin keluar," pinta Zhia.


"Tenanglah! Aku sudah izin pada ibu untuk membawamu menginap di vila" canda Syauqi mengerjai Zhia.


Zhia memalingkan wajahnya karena dia tau sedang dipermainkan. Dia sadar jika memasang wajah marah ataupun cemberut akan membuat Syauqi semakin senang.


"Mas Syauqi..."panggil Zhia lirih


"Ya?" jawab Syauqi manja.


"Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, tapi izinkan aku menemui Mas Iyas sampai dia sembuh seperti sedia kala," pinta Zhia memohon.


Syauqi diam dan berpikir sejenak. Dia merasa kasihan juga pada Iyas yang direbut kekasihnya sampai depresi. Namun Syauqi juga tak bisa melihat wanita yang sangat dicintainya bersama lelaki lain.


"Ada Syaratnya."gumam Syauqi.


"Apa?"tanya Zhia.


"Tidurlah denganku malam ini," jawab Syauqi tenang.


"Tidak, aku memang sudah ternoda tapi bukan berarti aku mau terjatuh di lembah dosa lagi," balas Zhia marah.


Syauqi mengira Zhia akan melakukan apapun untuk Iyas. Namun ternyata prinsip Zhia begitu kuat yang membuat Syauqi semakin mengaguminya.


"Tidak, aku hanya bergurau," jawab Syauqi tertawa renyah.


Sedangkan Zhia sama sekali tidak merasa ada hal yang lucu.


"Aku izinkan kamu menengok Iyas tapi hanya pagi dan sore saja, itupun harus aku yang mengantar" kata Syauqi tegas.


"baiklah," jawab Zhia.


"Sebelum aku menjemputmu aku juga dibuatkan sarapan, kemudian kamu harus menyuapiku," pinta Syauqi lagi.


"Baiklah," jawab Zhia singkat.


Syauqi tersenyum puas, Syauqi sengaja tidak mengekang Zhia supaya pujaan hatinya merasa nyaman dan lama-lama bisa membuka hatinya untuk Syauqi.


Karena Syauqi yakin meskipun nanti Zhia menyuapi Iyas mereka takkan berani saling bersentuhan.

__ADS_1


"Kita sudah sampai," kata Syauqi memarkir mobilnya.


Zhia melirik dari jendela, Zhia merasa seperti pernah ke sini sebelumnya.


"Ini di mana?" tanya Zhia.


"Apakah kamu lupa? Di sinilah tempat kita memadu cinta," goda Syauqi.


Setelah melihat Danau dari kejauhan membuat Zhia teringat tragedi mengenaskan itu, Zhia berlari karena takut jika hal itu terulang lagi.


Syauqi langsung mengejarnya, secepat apapun Zhia berlari tetap masih kalah dengan Langkah kaki Syauqi yang panjang.


"Sudah kubilang kita masih belum halal," teriak Zhia.


Syauqi langsung menggendong Zhia secara paksa. Zhia meronta minta diturunkan.


Syauqi cuek saja berjalan setengah berlari. Namun tidak membawa Zhia ke dalam villa, tapi meletakkan tubuh Zhia di dalam perahu kecil dekat danau.


"Kamu pikir aku membawamu ke sini mau ngapain?"mtanya Syauqi kesal karena tangannya tadi sempat dicubit Zhia.


Zhia merasa malu karena dia memang memikirkan hal aneh-aneh.


"Sudah kubilang, aku tak akan menyakitimu karena aku sangat mencintaimu. Yang dahulu terpaksa aku lakukan supaya kamu menjadi milikku," celetuk Syauqi.


"Terus ngapain Mas Syauqi membawaku ke sini" tanya Zhia menutupi rasa malunya.


"Kencan pertama," jawab Syauqi enteng.


"Duduklah dengan tenang. Ibu hamil tidak boleh marah-marah apalagi sampai banyak pikiran. Nikmatilah pemandangan ini supaya kamu bisa rilexs, agar anak kita bisa tumbuh dengan sehat," kata Syauqi perhatian.


Sebenarnya Zhia terenyuh juga dengan ucapan Syauqi, dia tak menyangka seorang Syauqi Malik bisa berbicara manis.


Zhia memalingkan wajahnya agar tidak ketahuan sedang menahan tawa.


Syauqi mendayung perahunya ke tengah Danau.


"Tempat ini masih sama seperti dulu, pasti ikannya semakin banyak karena jarang dipancing," ucapSyauqi mulai bercerita.


Sedangkan Zhia hanya mendengarkannya saja.


Melihat Zhia yang merespon dengan tatapan Syauqi melanjutkan ceritanya lagi.


"Dulu ketika aku masih SMP vila ini menjadi rumah kedua bagi keluargaku. Setiap malam Minggu kami akan tidur di sini. Aku dan Papa memancing ikan, sedangkan Mama dan Kak Elly yang memanggang. Saat itu aku merasa hidupku sangat sempurna, keluargaku kaya raya, harmonis, dan aku juga terlahir sangat tampan."


Zhia tak bisa menahan tawanya ketika Syauqi dengan percaya diri memuji ketampanannya sendiri, dia sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena takut tawanya terdengar keras.


"Hey... apa kamu meragukan ketampananku?"celetuk Syauqi.


"Tidak tidak... lanjutkan ceritanya," sahut Zhia takut Syauqi marah lagi.


Syauqi mulai tenang dan melanjutkan lagi.


"Hingga sampai Aku masuk SMA kedua orang tuaku sering bertengkar membuatku rasanya stress. Aku sering kabur ke rumah suaminya kak elly dan pada akhirnya orang tuaku bercerai," kata Syauqi sedikit murung.

__ADS_1


Zhia bisa melihat raut wajah Syauqi yang berkaca kaca, Zhia merasa kasihan juga dengan Syauqi yang selalu terlihat kuat tapi ada sisi lemahnya juga.


"Apa Mama Mas Syauqi sudah diberitahu soal pernikahan kita?"tanya Zhia lirih.


Syauqi hanya menggeleng.


"Biarlah, dia Sudah sibuk dengan keluarga barunya.mMungkin dia juga lupa kalau masih memiliki dua anak di Indonesia," jawab Syauqi.


Zhia tak berani bertanya lagi melihat wajah dinginnya Syauqi muncul.


Rintik hujan tiba-tiba turun, dengan sigap Syauqi langsung mendorong dayungnya dengan cepat karena takut Zhia kehujanan. Jarak menuju ke daratan cukup jauh, pada akhirnya mereka berdua harus pasrah kehujanan.


Syauqi dan Zhia sudah basah kuyup.


Pemuda itu langsung mengajak Zhia masuk ke dalam Vila yang sudah disambut kedua pembantunya.


"Bik Mus segera siapkan susu hangat, makanan dan buah-buahan segar!" perintah Syauqi.


"Bik Tri tolong siapkan Gamis dan jilbab yang dulu saya tinggalkan di sini," timpal Syauqi pada pembantu yang satunya lagi.


Kedua pembantu itu segera menjalankan tugasnya setelah diperintah Tuan mereka.


Zhia diajak Syauqi masuk ke kamar yang tidak asing lagi. Membuat dia teringat kejadian yang sangat menyakitkan. Zhia hanya berdiri di depan pintu dan ketakutan.


"Tenanglah Zhi! Aku tak akan melakukan apapun padamu, aku hanya ingin kamu segera mandi air hangat supaya tidak kedinginan. Aku juga akan segera mandi di kamar orang tuaku," bujuk Syauqi.


"Biar aku yang mandi di kamar orang tuamu saja," jawab Zhia berbalik arah.


Zhia tak ingin melihat tempat itu lagi karena pasti akan mengingatkan hal terburuk dalam hidupnya, rasa benci yang hampir terlupakan kini teringat kembali.


Setelah berendam air hangat Zhia memakai baju yang dulu pernah dipakai saat pesta pernikahan kak Elly, karena hanya itu yang ada.


"Ternyata bohong, dulu bilangnya sudah di sobek."


Zhia melihat-lihat kamar orang tua Syauqi yang banyak foto keluarga. Saat masih kecil pun Syauqi sudah terlihat sangat tampan.


Tiba- tiba Syauqi masuk membawa nampan yang berisi susu dan makanan, Zhia langsung mengajaknya keluar kamar.


"Kamu kenapa? takut aku macam- macam?" tanya Syauqi.


"Hanya berjaga - jaga saja," balas Zhia.


"Aku tidak akan memperkosamu lagi, paling cuma mencium bibir manismu saja," goda Syauqi yang membuat langkah Zhia di depannya terhenti, hampir saja Syauqi menabrak Zhia.


Zhia menoleh dan melotot pada Syauqi.


"Aku hanya bercanda," jawab Syauqi nyengir.


Walaupun sebenarnya apa yang di ucapkan Syauqi sangatlah benar. Pemuda itu sudah tak tahan ingin menghangatkan tubuhnya dalam pelukan Zhia.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏


Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Mohon kritik sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi.


__ADS_2