CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Kaysa minta Adik


__ADS_3

Zhia sedang duduk sambil membaca resep masakan, tiba-tiba putrinya datang dengan ekspresi wajah yang paling imut. Zhia tahu, jika putrinya itu pasti akan meminta sesuatu yang diinginkan.


"Bunda..." sapa Kaysa manis.


"Apa, Putriku sayang?" tanya Zhia lembut.


"Main ke rumah Kak Alifya yuk? Kaysa bosen di rumah, apalagi Syadev nggak asyik diajak main," rengek Kaysa manja.


Syadev hanya melirik sebentar ke arah kakak perempuannya, kemudian anak laki-laki tampan itu kembali fokus pada gamenya di layar ponsel.


"Baiklah, Bunda bilang Ayah dulu ya?" jawab Kaysa menghibur putrinya.


Seketika wajah Kaysa berubah riang. Sedangkan Syadev hanya menghembuskan nafas dengan perlahan.


**********************************


Selepas kepergian Keluarga Syauqi. Di vila hanya tinggal Pak sopir dan pembantu baru.


Sopir itu terus mengamati gerak-gerik Isti setiap saat. Sampai di siang hari, pembantu muda itu mendapatkan telepon. Beberapa menit kemudian perempuan itu segera keluar dari vila sambil mengendap-ngendap.


Pak sopir terus membuntuti. Sampai akhirnya dia melihat jika pembantu baru itu sedang di tampar oleh dua pria asing hingga tersungkur.


"Ini hukuman karena kebodohanmu, bisa-bisanya dua kali memberi informasi salah! Pokoknya jika tidak segera mendapat informasi yang tepat jangan harap suamimu keluar dari penjara," bentak salah satu pemuda asing itu.


Kedua pria asing itu segera meninggalkan Isti yang masih tergeletak di tanah. Beberapa saat kemudian Isti masih belum bisa bangkit.


Si sopir merasa cemas kemudian mendekati Isti. Secara perlahan Isti sadarkan diri dan langsung terkejut karena sudah ada seseorang di depannya.


"Pak Ahmad, kenapa Anda di sini?" tanya Isti heran.


"Aku yang seharusnya bertanya itu padamu," tanya lelaki yang berusia hampir setengah abad itu.


"Aku barusan dirampok, Pak," jawab Isti.


Pak Ahmad hanya tertawa, karena jelas-jelas perempuan muda di depannya sedang berbohong.


"Anak muda, jalanmu masih panjang. Kenapa kamu merusak masa depanmu sendiri dengan pergi ke sini. Yang kamu lawan ini Tuan Syauqi Malik. Jangankan dirimu, menghancurkan bos kamu saja Tuan Syauqi tinggal menjentikkan jari," sindir Pak Ahmad santai.


"Jadi Tuan Syauqi sudah tahu ya? Kenapa tidak langsung memecat atau menghukum aku?" tanya Isti heran.


"Itu karena Tuan Syauqi tidak ingin membuat istri dan anak-anaknya cemas. Sebaiknya nanti kamu segera meminta pengampunan jika ingin selamat," tutur Pak Ahmad.


"Apakah aku bisa dimaafkan?" tanya Isti ragu.

__ADS_1


"Tuan Syauqi sudah tahu kalau kamu terpaksa melakukan ini demi menebus suami kamu yang masuk penjara karena korupsi," jawab Pak Ahmad bangga pada bosnya.


"Tapi itu semua fitnah, jika suamiku memang korupsi mungkin kehidupanku bisa bergelimang harta," teriak Isti membela diri.


"Sebaiknya katakan sejujurnya pada Tuan Syauqi," saran Pak Ahmad.


"Kenapa Anda begitu baik, Pak Ahmad?" tanya Isti terharu.


"Karena aku juga memiliki anak perempuan seumuran denganmu. Sekarang ayo kita segera pulang," ajak Pak Ahmad ramah.


Isti mengikuti Pak Ahmad dari belakang, pembantu baru itu merasa gelisah karena selama ini mendengar desas-desus tentang Majikannya yang terkenal kejam.


"Pak, sebenarnya Tuan Syauqi itu orang yang bagaimana?" tanya Isti penasaran.


"Yang seperti kamu lihat," jawab Pak Ahmad santai.


"Kalau dilihat dari sikap Tuan Syauqi pada keluarganya dia terlihat sangat lembut dan baik hati, tapi aku juga pernah mendengar jika Tuan Syauqi seseorang yang sangat berkuasa dan kejam. Makanya Bos saya tidak berani melawan Tuan Syauqi secara terang-terangan," ucap Isti serius.


"Sebenarnya Tuan Syauqi hatinya lembut dan dermawan. Hanya saja di hadapan anak buahnya selalu bersikap tegas supaya bekerja disiplin. Karena Tuan Syauqi menyukai sesuatu yang sempurna dalam segala hal. Tapi jika mengenai tentang musuh, Tuan Syauqi juga bisa sangat ganas," jawab Pak Ahmad yang terlihat mengagumi Tuannya.


"Beruntung sekali Nyonya Zhia, karena mendapat cinta dari Tuan Syauqi. Aku sangat iri padanya," ucap Isti lirih.


"Semua lelaki pun juga sama, pasti akan merasa iri dengan Tuan Syauqi yang mendapatkan istri secantik dan selembut Nyonya Zhia," jawab Pak Ahmad tertawa.


Ibunya Zhia sangat bahagia dengan kehadiran si kembar Kaysa dan Syadev. Meskipun kini usianya sudah tua akan tetapi jiwa mudanya masih membara berkat kehadiran cucu-cucunya.


Sekarang Alifya juga sudah memiliki seorang adik perempuan berusia enam bulan, sangat lucu dan menggemaskan.


Semua keluarga sedang berkumpul di halaman rumah, duduk lesehan di atas tikar sambil menikmati berbagai cemilan.


"Adek kecil... ayo lihat Kakak Kaysa yang cantik ini," sapa Kaysa dengan raut wajah yang lucu, sampai bayi itu ikut tertawa riang.


"Kamu nggak pengen punya adik lagi?" tanya Alifya yang sekarang sudah kelas tiga SD. gadis itu sangat santun seperti Ibunya.


Kaysa diam, otak cerdasnya mulai menghayal. Alangkah indahnya punya adik perempuan, bisa diajak main boneka, masak-masakan dan main bunga. Tidak seperti saudara kembarnya yang pendiam dan membosankan.


Zhia dan Syauqi sedang mengobrol bersama Mbak Tia, Mas Rian dan Ibunya.


Tiba-tiba Kaysa mendekati kedua orang tuanya dengan wajah imutnya.


"Ayah... Bunda, Kaysa pengen Adik," ucap Kaysa manja.


Semua orang terkejut, bahkan wajah Zhia sampai memerah karena malu.

__ADS_1


"Kaysa kan sudah punya Adik," jawab Syauqi gugup.


"Aku pengennya cewek," rengek kaysa.


"Sayang, sabar ya. Nanti Kalau Alloh sudah berkehendak pasti Kaysa punya Adik," jawab Zhia lembut.


"Pokoknya sekarang! Aku maunya sekarang Ayah! Bunda!" Teriak Kaysa yang mulai rewel.


Syauqi sangat bingung, karena putrinya ini kalau mau apa-apa harus bisa didapatkan.


Kaysa menangis sampai membuat semua orang heboh.


Sedangkan Syadev hanya diam sambil menutup telinganya dengan kedua tangannya. Karena suara tangisan Kakak perempuannya sangat keras.


Syauqi segera menggendong putrinya, Daddy tampan itu bingung bagaimana cara untuk menenangkan Kaysa.


satu menit...


Lima menit...


sepuluh menit...


Kaysa masih menangis keras, Putri Tuan Syauqi Malik itu memiliki energi full, tenaganya takkan habis meskipun berteriak selama setengah jam.


"Kaysa, Nenek punya anak ayam lucu loo... ada banyak yang baru menetas," ucap Neneknya Kaysa mencoba membujuk cucu perempuannya.


Kaysa merasa tertarik, kemudian gadis cilik itu berhenti menangis.


"Boleh Kaysa bawa pulang?" kata Kaysa sambil sesenggukan.


"Boleh, Kaysa mau tiga atau lima?" ucap Neneknya tersenyum manis.


"Aku mau lima," sela Syadev yang juga merasa tertarik.


"Aku sepuluh," sergah Kaysa tidak mau kalah.


"Nenek cuma punya sepuluh, dibagi rata ya! Nanti kalau telur yang lainnya sudah menetas bisa di bawa pulang lagi," kata Nenek si kembar itu lembut.


Dan akhirnya Kaysa bisa melupakan sejenak keinginannya untuk memiliki adik. Tapi Syauqi merasa cemas karena putrinya itu nanti sewaktu-waktu bisa teringat kembali.


"Apa kalian tidak berniat nambah lagi? Kaysa dan Syadev juga sudah besar," ucap Mbak Tia membuat Syauqi dan Zhia saling berpandangan.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗


__ADS_2