CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 46


__ADS_3

Sampai di rumah sepupunya, Kaysa merasa malu untuk turun dari mobil. Sebab di depan rumah ada Zahra dan Darren yang sepertinya juga baru pulang.


“Kenapa tidak turun?” Alarik heran pada kekasihnya.


Mau tak mau Kaysa terpaksa turun juga, beberapa detik kemudian terdengar suara tawa yang lumayan keras dari Darren dan Zahra. Bahkan Tante Elly yang baru saja keluar dari rumah juga ikut tertawa.


Mereka bertiga merasa aneh dengan penampilan Kaysa yang tidak seperti biasanya.


Kaysa kesal, dia langsung berlari masuk sambil memegangi topi jaketnya agar tidak terlepas dari kepalanya.


“Ada apa dengan Kaysa?” tanya Tante Elly menatap Alarik.


“Namanya juga anak-anak, melihat pantai langsung bermain tanpa mempersiapkan baju terlebih dahulu,” jawab Alarik sekenanya.


Mereka tertawa lagi, Kaysa sempat mendengar dan dirinya kesal pada Alarik.


"Awas nanti yah!" pikir Kaysa penuh rencana balas dendam.


“Ayo semuanya masuk! Di luar dingin,” ucap Tante Elly ramah.


Alarik iseng mendekati Darren, dengan pelan pemuda itu berbisik lembut, “Cieh, kode restu dari camer nih?”


Seketika Darren memerah, Zahra yang ikutan mendengar juga merasa malu.


“Tadi kalian ke mana saja?” tanya Alarik kepo.


“Hanya jalan-jalan saja,” jawab Darren yang masih terlihat canggung.


Alarik tertawa, sebab pasangan di depannya itu terlihat masih saling malu-malu.


Tidak seperti dirinya dan Kaysa. Meskipun sama-sama baru pertama kali pacaran tapi mereka terlihat lebih santai seperti saat mereka masih berstatus kakak adik, hanya bedanya kini mereka lebih intim.


Acara makan malam Darren juga ikut, kini Kaysa sudah berdandan dengan gayanya yang wah. Kecantikannya sampai membuat Alarik bengong.


"Kaysa, kamu mau pergi ke pesta?" tanya Darren.


"Rupanya kamu berniat menggantikan posisi Syadev yah, nantang perang denganku," balas Kaysa kesal.


"Mana mungkin aku berani melawan kamu," jawab Darren meringis.


"Sudah makanlah! Jangan berantem terus, kalian ini sudah besar loh," ucap Tante Elly menengahi.


"Om Fauzi kemana, Tente?" tanya Alarik.


"Pulangnya nanti malam," jawab Tante Elly ramah.

__ADS_1


Mereka kemudian mulai makan, di tengah kebisuan Kaysa sengaja menjulurkan kakinya untuk menyentuh kaki Alarik dengan lembut.


Alarik terkejut bahkan tersedak sampai batuk-batuk, tenggorokannya begitu perih.


"Kak Al, kalau makan pelan-pelan! Jangan seperti anak kecil yang takut makanannya di minta," ucap Kaysa tersenyum manis.


Alarik melirik ke arah kekasihnya dengan wajah kesal, tapi ditahannya karena malu jika ribut di depan Tante Elly.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Pagi harinya Kaysa memilih diantarkan kekasihnya. Flora kecil juga pengertian, gadis cilik itu naik ke mobil kakak sepupunya.


Hari ini Kaysa tampak lemas, mungkin karena efek datang bulan jadi perutnya merasa nyeri.


Alarik selalu peka, pemuda itu berhenti ke Apotek dan membeli obat khusus nyeri haid.


Dengan penuh kasih sayang Alarik membukakan botol air mineral serta bungkusan obat itu.


“Minumlah!” pinta Alarik.


Kaysa tidak suka pahit, tapi demi menghargai perhatian kakaknya dia terpaksa meminum juga.


“Apa kembali saja dan izin tidak sekolah?” saran Alarik.


“Tidak, aku sebagai ketua OSIS harus menjadi contoh yang teladan,” jawab Kaysa.


“Jadi kakak kelas jangan galak-galak yah!” tutur Alarik.


“Justru aku ini adalah pahlawan pembela kebenaran, setiap ada adik kelas yang tertindas pasti aku akan membela mereka dan memberi pelajaran pada yang bersalah,” jawab Kaysa membanggakan diri.


Alarik mengelus kepala Kaysa, sebab gadis itu sudah terlihat lebih bercahaya dari pada pagi tadi yang terlihat pucat.


“Kamu sudah dewasa,” kata Alarik.


“Tentu saja,” jawab Kaysa senang.


Sebenarnya dulu Syadev juga ikut jadi kandidat Ketua OSIS. Namun pemuda itu memilih mengundurkan diri. Syadev merasa malas dengan banyak kegiatan dan terlebih lagi Kaysa sangat mendambakan posisi itu.


Sesampainya Kaysa di sekolah, mobil Alarik menjadi pusat perhatian, semua mengagumi mobil itu juga pemiliknya yang terlihat tampan. Namun seketika rasa bangga dalam hati Kaysa lenyap ketika dia melihat Anggun yang lemas dan bengkak matanya.


“Kak Al, aku masuk dulu ya?” ucap Kaysa.


“Iya, jaga dirimu baik-baik,” jawab Alarik tersenyum hangat.


“Di dunia ini hanya Kak Al saja yang berani macam-macam padaku,” sindir Kaysa mengingatkan kejadian semalam di pantai.

__ADS_1


Alarik tertawa, pemuda itu yakin jika Kaysa tidak mudah didekati lelaki lain.


“I Love You,” kata Alarik manis.


Secepat kilat Kaysa mencium pipi Alarik dan berlari pergi.


Alarik memerah wajahnya karena merasa malu, sebab di tempat itu banyak orang yang melihat.


“Anak itu, suka sembrono,” batin Alarik langsung masuk ke dalam mobil.


Sedangkan Kaysa berlari menghampiri Anggun, sebab temannya itu hanya melamun dan tidak menyadari kedatangan dirinya barusan.


“Anggun,” panggil Kaysa.


“Iya?” jawab Anggun memaksakan senyumnya. Gadis itu merasa perih, biasanya di samping Kaysa selalu ada Syadev.


“Jangan bersedih! Berdo'alah semoga Syadev bisa segera pulih seperti sediakala!” bujuk Kaysa mencoba tegar.


Tak beberapa lama mereka berdua sudah dikerubungi gadis-gadis lain, mereka semua bertanya tentang keadaan Syadev.


Syadev yang populer dan menjadi pujaan banyak wanita membuat kabar dirinya yang kecelakaan dan pindah sekolah langsung menyebar beritanya sampai keseluruh penjuru sekolah. Bahkan para guru-guru juga ikut mewawancarai tentang keadaan Syadev.


Hari ini Kaysa mendadak menjadi artis yang banyak dikerubungi para reporter.


Anggun semakin bersedih, gadis itu sadar jika banyak sekali perempuan yang mengagumi Syadev. Apalagi sekarang Syadev melupakannya dan pemuda itu sekolah di luar negeri, Anggun yakin di sana banyak sekali perempuan-perempuan hebat yang akan ditemui Syadev.


“Syadev, apa suatu saat nanti kamu bisa mengingat aku lagi? Apakah di sana kamu juga akan jatuh cinta pada orang lain?” batin Anggun Pilu.


Kaysa tahu apa yang dirasakan temannya, tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


“Kasihan Anggun, semoga Syadev bisa segera ingat kembali padanya. Setidaknya mereka masih bisa saling berkomunikasi meskipun nanti berjauhan,” batin Kaysa ikut bersedih.


Kaysa segera keluar dari kerumunan dan mengajak temannya masuk ke ruang UKS terlebih dahulu, karena di sana lebih aman dari orang-orang yang ingin mencari tahu kabar tentang Syadev.


"Anggun, jika kamu benar-benar mencintai Syadev, buktikanlah dengan kesungguhan hatimu. Jagalah kesetiaan hatimu selalu, sebab aku yakin meskipun ingatannya tentangmu hilang tapi hatinya hanya untukmu. Sekarang sebaiknya kamu fokus belajar untuk menggapai cita-citamu. Dan tunggulah Syadev kembali."


Kaysa sendiri merasa terkejut jika dirinya bisa berkata bak malaikat. Namun hatinya yakin jika Syadev akan selalu mencintai gadis di depannya.


"Iya, Kaysa. Terima kasih, aku akan selalu setia menanti kepulangan Syadev," jawab Anggun menangis haru.


Kaysa langsung memeluk untuk menenangkan temannya. Di dalam otaknya yang cerdik Kaysa sudah merencanakan pertemuan Anggun dan Syadev saat acara pernikahannya dengan Alarik beberapa bulan lagi.


"Akan aku buat kenangan seindah mungkin untuk kalian berdua."


Terima kasih untuk dukungan kalian semua selama ini, bagi yang belum jangan lupa Like dan Vote ya🙏

__ADS_1


Jangan Lupa mampir ke cerita Scorpio juga ya, ceritanya tidak kalah menarik loh🤗


__ADS_2