
Sebelum Flora berangkat ke sekolah dia menyempatkan diri terlebih dahulu ke rumah sakit untuk mengunjungi kakak serta keponakan tampannya.
"Di hutan itu hidupnya susah kalau kamu tidak betah maka segera hubungi ayah ya, nanti biar ayah cepat menjemputmu," ucap Syauqi Cemas.
"Iya Ayah, aku yakin pasti bisa bertahan karena semua teman - teman juga mengalami," jawab Flora santun.
"Kalau nanti ada temanmu yang berani macam - macam maka pukul saja mereka dengan balok kayu ya?" saran Kaysa.
"Ah, kakak ini. Masa iya menyuruh adiknya sendiri melakukan tindakan kriminal," jawab Flora meringis.
"Flora, yang terpenting kamu jangan sampai sendirian ya? Kalau mau kemana - mana harus mengajak teman!" tutur Zhia berusaha menyembunyikan kecemasannya.
"Iya, Bunda," jawab Flora sambil memeluk bundanya.
Sebenarnya Syauqi juga berat melepaskan putrinya, selama ini Flora hidup dengan segala kemudahan. Takutnya nanti tidak bisa beradaptasi di hutan.
"Tampanku, Tante Flora pergi dulu ya?" ucap Flora sambil mencium Arkananta yang masih tidur pulas.
"Flora, jangan lupa bawa selalu ponselmu ya? Kalau ada apa - apa langsung hubungi kakak," sela Alarik.
"Iya, terima kasih semuanya. Kalau begitu aku pamit dulu. Assalamu'alaikum," ucap Flora tersenyum riang.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Dewa sudah menyusun rencananya dengan sempurna. Agar tidak ketahuan dia berakting seolah sedang berburu. Sedangkan ke enam anak buahnya dia berikan tugas masing - masing.
Jarak tenda antara satu dengan yang lain lumayan jauh sekitar lima meter. Sedangkan setiap tenda hanya berisi empat orang saja.
Di dalam tenda Flora masih ada tiga anak yang belum tidur termasuk dirinya, sedangkan yang satunya sudah pulas sedari tadi.
Saat tengah malam kedua anak buah Dewa membuat trik agar Flora menjauh dari gerombolannya. Akan tetapi sayangnya gadis tersebut tidak seorang diri. Melainkan bersama dua teman gadis lainnya.
"Flora, kamu yakin mendengar suara minta tolong?" tanya Murni.
"Aku yakin, apa jangan - jangan orang tersesat ya?" jawab Flora tak yakin.
"Bisa jadi malah hantu," timpal Ninis merinding.
__ADS_1
"Mana ada hantu, aku yakin itu suara orang kok," sela Flora.
Sudah hampir tiga puluh meter ketiga gadis remaja tersebut meninggalkan tenda. Kini di depan mereka sudah berdiri pohon yang menjulang tinggi dan rimbun.
"Kita balik saja yuk? Di depan kita ini adalah hutan lebat. Nanti kita bisa tersesat," kata Ninis sambil menyorotkan lampu senter ke arah depan.
"Iya, ayo kita balik saja," jawab Flora.
Saat ketiga gadis tersebut berbalik arah ingin kembali ke tenda. Suara seseorang yang minta tolong terdengar lagi.
"Tolong.... Tolong... Aku tidak bisa jalan,"
"Nah, kalian dengar kan?" ucap Flora.
"Iya, sepertinya suaranya dekat. Bagaimana kalau kita lihat sebentar. Takutnya jika salah satu teman kita yang mungkin tertimpa kayu kering dari atas pohon," jawab Murni.
Mereka bertiga nekat masuk ke dalam hutan sambil membawa senter masing - masing.
Dewa yang kesal karena tidak bisa membawa Flora seorang diri akhirnya mengubah rencana lain. Yaitu membius kedua teman Flora.
Flora yang berjalan di depan malah tidak sadar jika kedua temannya sudah pergi entah kemana.
"Dimana mereka? Apa sudah kembali ke tenda duluan? Tapi masa iya mereka tega meninggalkan aku seorang diri," batin Flora cemas dan mulai takut.
"Atau jangan - jangan mereka tersesat? Tapi kalau memang tersesat pasti mereka akan saling berteriak. Mungkin benar kalau di sini ada hantu," gumam Flora.
Saat gadis itu berlari menuju ke arah tenta ternyata di depannya tiba - tiba ada seseorang berambut panjang dan memakai baju putih. Bahkan orang tersebut bisa terbang.
Flora menjerit sekeras mungkin dan berlari masuk ke dalam hutan karena saking takutnya pada hantu.
Seumur - umur baru kali ini dirinya melihat hantu sungguhan yang menyeramkan seperti itu.
"Ya Alloh, tolonglah hamba," teriak Flora.
Flora tak henti - hentinya berdoa sambil menangis.
Setelah cukup lama berlari dia kelelahan dan tersungkur. Dagunya sampai berdarah karena tergores sesuatu. Kini di sekelilingnya hanya pepohonan tinggi yang gelap. Sedangkan Di tangannya hanya ada senter saja.
__ADS_1
"Ayah... Bunda..." Isak Flora tidak berdaya.
Dari kejauhan Dewa duduk bersandar di balik pohon. Misi dia berhasil, sudah bisa membuat Flora terpisah dari kelompoknya dan kini tinggal seorang diri.
Dewa hanya perlu melanjutkan aksi selanjutnya.
"Aku hanya perlu membuat gadis itu semakin merasa berhutang Budi padaku, jadi kedepannya dia akan mudah untuk dikendalikan," batin Dewa puas.
Dia segera mendekati Flora secara perlahan, dan gadis tersebut malah sudah tergeletak. Dewa mulai curiga, sebab baru saja Flora menangis mana mungkin bisa langsung tidur begitu saja. Apalagi di tempat seperti ini.
Dewa berlari dan mendekati Flora, ternyata gadis kecil itu pingsan tak sadarkan diri.
"Astaga," pekik Dewa tiba - tiba cemas.
Kemudian Dewa mengangkat tubuh Flora, seketika seluruh anak buah Dewa ikut mendekat.
"Bos, ada apa?" tanya mereka.
"Pingsan, aku akan membawa dia ke tenda. Biar Flora tidak curiga sebaiknya kalian kembali ke penginapan desa sebelah. Jangan lakukan apapun sebelum aku beri perintah," kata Dewa.
"Iya, bos," jawab mereka serempak patuh.
Taka lama kemudian Dewa sudah sampai ke tenda yang sebenarnya mau di buat menginap malam ini bersama anak buah. Tapi karena Flora pingsan rencana berganti lagi.
"Sepertinya dengan kamu pingsan justru akan membuat rencana semakin berjalan mukus," gumam Dewa.
Ada tiga tenda, dan Dewa meletakkan Flora di tenda pribadinya.
Flora masih belum bangun juga, membuat Dewa menjadi sedikit gelisah.
"Flora imut sekali, dan menggemaskan. Entahlah besarnya nanti akan seperti apa?" batin Dewa tak berhenti memandang lekat ke wajah Flora.
Dewa masih ingat dengan jelas, kalau kakak perempuannya wajahnya persis dengan Tante Zhia. Sedangkan jika Flora dibilang mirip Bunda atau Ayahnya juga tidak. Tapi setelah di teliti ada bagian yang mirip dari mereka. Wajah tirus mirip Syauqi, bibir dan mata yang indah mirip Zhia.
"Gila, sejak kapan aku mulai tertarik pada perempuan. Apalagi gadis kecil putri musuhku sendiri," batin Dewa segera keluar dari tenda.
Sebab jika terus - terusan berada di dalam tenda hati Dewa bergetar tidak karuan.
__ADS_1
**Jangan Lupa Like dan Vote ya 🤗🤗🤗
**Terima kasih atas dukungan kalian semua selama ini. Dukung juga karya saya yang berjudul Scorpio ya, terima kasih banyak🥰