CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Alhamdulillah... SAH


__ADS_3

Seperti yang sudah disarankan Kakak Iparnya, Syauqi membayangkan seberapa besar cintanya dan perjuangannya untuk bisa memiliki Zhia.


Kecantikan Zhia yang sangat memukau dengan baju pengantin Muslim berwarna serba putih membuat Syauqi bersemangat tanpa khawatir seperti tadi.


Dengan suara yang lantang dan mantap akhirnya bisa mengucapkan Ijab kabul dengan lancar.


"Alhamdulillah... "


ucap semua yang menyaksikan pernikahan Zhia dan Syauqi.


Hampir semua menangis terharu.


"Kamu semangat sekali, Bos. Sudah tak sabar ya?" celetuk Dony yang membuat seisi ruangan tertawa.


Zhia menunduk malu, dengan segenap perasaan Syauqi mencium kening istrinya.


"Aku sudah tak sabar, rasanya ingin segera mengusir semua tamu undangan," bisik Syauqi di telinga Zhia.


Sontak saja Zhia kesal kemudian mencubit pinggang Syauqi.


"Masih banyak orang, Sayang. Kalau mau cubit-cubitan nanti saja di dalam kamar," balas Syauqi menggoda, dia sangat girang dengan respon istrinya yang marah tapi menggemaskan.


Setelah Zhia dan Syauqi meminta restu pada keluarganya. Mama Syauqi mendatangi mereka dengan tersenyum haru.


"Sepertinya saya tidak mengundang Anda?" sindir Syauqi tajam dengan ekspresi dingin.


Mamanya Syauqi sangat Kaget dan menyentuh dadanya yang terasa sakit.


Zhia menarik lengan Syauqi dan berbisik mesra di telinganya.


"Mas Syauqi, aku takkan pernah sudi punya seorang suami yang durhaka pada ibu kandungnya," ancam Zhia semanis empedu.


Seperti kejatuhan bom nuklir, jiwa robot Syauqi hancur lebur bagai debu yang berterbangan.


Syauqi langsung memeluk Mamanya.


"Terimakasih ya, Ma. Karena sudah jauh-jauh datang kesini,"kata Syauqi memaksakan senyumnya.


Hanya Elly dan Mamanya yang tadi mendengar bisikan Zhia. Mereka tersenyum geli karena pada akhirnya Syauqi yang berwatak keras kepala ini tunduk dengan kelembutan gadis yang usianya lebih muda delapan tahun itu.


Di di tengah acara, Syauqi dan Zhia berdiri menyambut para tamu yang memberi selamat.


Antrian sangat panjang karena tamu undangan mencapai ribuan.


Dari teman sekolah sampai kuliah serta semua sanak saudara dan rekan kerja.


Zhia dan Syauqi bagaikan Raja dan Permaisuri.


Kecantikan dan Ketampanan mereka sangat serasi dan sempurna.


Semua orang berdecak kagum, dan merasa iri.


***********************************


Malam harinya acara baru berakhir. Syauqi langsung membawa istrinya menuju Vila.


Syauqi memutuskan mulai sekarang akan tinggal di sana karena pemandangannya indah dengan halaman luas dan ada danau buatannya juga.


Syauqi juga yakin jika Zhia lebih menyukai tempat itu karena terletak di dataran tinggi masih terlihat asri.


Apalagi Zhia sekarang hamil lebih baik menghindari dari kota yang banyak polusi.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kan mulai sekarang kita tinggal di sini? Kalau kamu tidak suka kita bisa beli lagi rumah baru sesuai keinginanmu," kata Syauqi lembut.


"Tidak perlu, di sini pemandangannya indah dan udaranya sejuk. Hanya saja nanti jarak dari sini ke kantor akan semakin jauh," jawab Zhia lemas menahan ngantuk.


"Bukan masalah bagiku, hanya satu jam lebih sedikit."


Syauqi tersenyum, dia tahu jika istrinya kelelahan setelah seharian berdiri menyalami ribuan tamu undangan dan memakai riasan yang berat.


Sesampainya di Vila sudah larut malam. Kedua pembantunya yang sedari tadi masih menunggu, karena mereka tahu jika majikannya akan pindah ke sana. Tapi mereka berdua sama sekali tidak tahu tentang pernikahan Tuannya. Syauqi sengaja menyembunyikannya untuk menjaga nama baik istrinya.


"Segeralah mandi! Aku akan mengantarkan makan malamnya ke kamar atas," pinta Syauqi perhatian.


Zhia merasa takut karena malam ini adalah malam pertama mereka. Perempuan cantik itu masih merasa trauma saat mengingat perlakuan Syauqi yang merenggut kesuciannya secara paksa.


Zhia merasa merinding, karena Syauqi yang tenaganya kuat mendorong ke tubuhnya seperti menjebol tembok yang rapat.


Kamar tidur yang sudah disiapkan Syauqi sangat besar.


Dulunya kamar itu milik kedua orang tuanya, dia sengaja pindah ke situ karena ruangannya sangat komplit. Kamarnya dibagi menjadi empat ruangan yaitu ruang khusus pakaian, kamar mandi, ada ruang kerja dan yang paling luas adalah ruangan untuk tidur.


Di samping ranjang ada sofa panjang yang di lengkapi Kulkas serta televisi besar.


Setelah Mandi, Zhia memilih berbaring di sofa sambil menonton televisi.


Syauqi yang sudah membawa makanan menaruhnya di atas meja dekat dengan istrinya.


Aroma ikan panggang menggelitik hidung Zhia membuat perutnya berbunyi keroncongan.


Zhia memang belum sempat makan, wanita hamil itu juga takut bangun karena nanti Syauqi meminta jatah sebagai pengantin baru.


Syauqi sebenarnya tahu jika istrinya hanya pura-pura tidur.


Syauqi menahan senyuman dan dia bergegas mandi.


Syauqi mendekati istrinya dan berbisik di telinganya.


"Istriku sayang, jangan pura-pura tidur lagi. Bangunlah dan makan malam dulu, kasihan anak kita pasti kelaparan," bisik Syauqi tepat di telinga Zhia sambil mengecup pipi istrinya.


Karena sudah ketahuan Zhia bangun dengan wajah memerah karena menahan malu.


Syauqi langsung melayani Zhia seperti Tuan Puteri. Dia dengan telaten memisahkan ikan panggang dari durinya dan meletakkan di atas piring.


"Sekarang kita adalah suami istri. Jangan lagi kamu sungkan padak! Katakanlah apa yang kamu mau ataupun apa yang tidak kamu sukai dariku. Dan aku juga tau kamu belum siap melakuakan hubungan badan, maafkan aku yang sebelumnya membuat kamu trauma," bujuk Syauqi lembut, dia tau apa ketakutan yang sedang dirasakan istrinya.Dia tak ingin memaksanya karena takut menyakiti Zhia lagi.


Zhia mendengar suara lembut Syauqi menjadi merasa nyaman dan tenang.


Zhia bersyukur setidaknya suaminya pengertian.


"Ayo makan dulu, tapi jangan kebanyakan sambalnya ya!"


Syauqi mulai mengambil ikan untuk dirinya sendiri.


Mereka berdua pun segera makan.


Setelah selesai Syauqi menelpon pembantunya untuk mengambil bekas piring di kamarnya.


"Mas Syauqi,"sapa Zhia lembut.


Syauqi merinding hanya mendengar suara lembut Zhia, jiwa lelaki nakalnya mulai bangkit.


"Apa sayang?" tanya Syauqi mulai berdebar hatinya.

__ADS_1


Mencoba menahan hasratnya karena tadi sudah berjanji tak akan memaksanya.


"Ayo kita sholat berjama'ah" ajak Zhia tersenyum manis yang memabukkan.


"Bukan aku tak mau, hanya saja terakhir sholat saat aku masih SD. Sekarang aku sudah lupa bacaannya," jawab Syauqi cengengesan.


"Mas Syauqi kan cerdas, kalau belajar lagi pasti cepat ingat," jawab Zhi sengaja memujinya, supaya suaminya tersanjung dan semangat.


Zhia mengambil kardus kecil berisi buku panduan sholat dan ilmu agama yang dulu dibeli bersama Nayla.


"Bukalah dan pelajari lagi! Nanti kalau sudah paham baru dipraktekkan," bujuk Zhia membuat Syauqi tak bisa menolaknya.


Syauqi mulai membuka kardusnya dan sibuk membaca buku-buku di dalamnya.


"Mas Syauqi membaca tentang Sholat Isya' dulu ya! Aku mau ambil mukena yang tertinggal di mobil. Nanti kita sholat berjama'ah," ucap Zhia langsung keluar dari kamar.


Sebenarnya beberapa hari sebelum pernikahan Syauqi sudah belajar tata cara sholat dari Kakak Iparnya, dia tau kalau menjadi suami dari Istri sholichah harus siap mengimbangi.


Hanya saja Syauqi seringkali merasa malas untuk melaksanakannya.


Syauqi membuka buku-buku lainnya, ada terjemahan dari kita Tambihul ghofilin,dan masih banyak lagi.


Namun ada satu buku yang sangat menarik bagi Syauqi,yaitu terjemahan dari kitab Fathul izar yang menerangkan tentang hubungan suami istri.


"Kamu sendiri sayang yang menyuruh aku untuk mempelajari dan mempraktekannya."


Syauqi tersenyum penuh kemenangan.


Zhia masuk ke kamar lagi membawa tas yang berisi perlengkapan sholat, perempuan yang lemah lembut itu juga memberikan Syauqi beberapa sarung dan baju muslim lengkap dengan pecisnya.


"Ternyata kamu sangat perhatian padaku ya?Sampai menyiapkan ini semua untukku," kata Syauqi terharu.


"Sekarang Mas Syauqi adalah suamiku, kelak juga akan menjadi seorang ayah yang harus bisa memberi contoh yang baik untuk anak kita," jawab Zhia.


Syauqi dengan senang hati menerima pemberian istrinya.


Hatinya memang sudah mantap berhijrah.


Dia ingin hidup bahagia bersama istrinya menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah.


Setelah mereka wudhu mereka bersiap-siap Sholat berjama'ah.


Zhia terpana... dia baru menyadari jika suaminya sangatlah tampan.


Setelah Sholat Syauqi menangis.


Zhia terkejut dan mendekati suaminya.


"Ada apa, Mas Syauqi?"tanya Zhia khawatir.


Syauqi langsung memeluk istrinya yang masih memakai mukena.


"Aku hanya bersyukur mendapat istri sempurna sepertimu. Terimakasih karena sudah menunjukkan jalan yang benar kepadaku. Seumur hidup baru kali ini aku merasakan kedamaian dalam hati," ucap Syauqi.


Zhia juga bersyukur, meskipun awalnya Syauqi terlihat kejam dan sadis tapi pada akhirnya suaminya mau berubah secara perlahan.


Setelah Zhia melepas mukenanya, Syauqi langsung memeluk erat dari belakang.Dia mencium aroma wangi rambut istrinya.


Dia membalikkan badan Zhia lalu mencium keningnya... kemudian turun kebibir ranumnya.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗


__ADS_2