CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 6


__ADS_3

MOS sudah berakhir, kini pelajaran baru segera di mulai. Meskipun Kaysa tergolong anak bandel, tapi soal pelajaran dia sangat serius.


Apalagi sekarang saingannya bukan hanya saudara kembarnya saja, tapi bertambah satu lagi, yaitu Anggun.


Kaysa sangat penasaran dengan gadis itu, Karena dia beda dari yang lain. Penampilannya sangat sederhana dan Anggun juga tidak pernah terlihat makan di kantin.


"Apa dia puasa? Atau memang tidak makan siang? Kenapa aku jadi penasaran gini," batin Kaysa.


Saat istirahat, kaysa menolak diajak ke kantin.


"Ada apa? Tumben kamu menolak makan?" tanya Darren cemas.


"Aku ada urusan sebentar," jawab Kaysa.


"Sudah biarkan saja! Ayo kita pergi duluan," cetus Syadev cuek.


"Aku ke kantin dulu ya, Kaysa," ucap Zahra tersenyum manis.


"Iya," jawab Kaysa riang.


Selepas kepergian ketiga temannya itu, Kaysa langsung menuju ke belakang sekolah. Karena dia tahu jika tadi Anggun ke sana.


Kaysa menoleh ke kanan dan ke kiri. Tapi tidak menemuinya.


Setelah berjalan lurus, dia melihat pemandangan yang membuat dia terkejut.


"Ya ampun, hari gini sekolah masih membawa bekal? Kaya anak TK saja," ejek Siska.


Anggun hanya diam sambil menikmati makanannya.


"Mungkin pendengarannya tidak normal karena dia kurang gizi, lihatlah! Masa makan cuma lauk tempe doang. Kucingku saja setiap hari makan daging," timpal seorang gadis yang bersama Siska.


Anggun berdiri dan hendak pergi, tapi dengan kasar teman Siska itu langsung menepis tempat makan Anggun, hingga nasi yang masih banyak itu langsung tumpah seketika.


Anggun hanya diam, dan menangis.


Kaysa tidak terima teman sekelasnya di usik. Dia merasa ikut terhina.


"Hey, hanya makan daging saja sudah berlagak!" teriak Kaysa.


"Apa urusanmu?" tanya Siska.


"Kamu mengusik teman sekelasku, tentu saja itu menjadi urusanku!" bentak Kaysa.


"Oh ya? Aku tidak takut," tantang teman Siska.


Kaysa tanpa basa-basi langsung menampar teman Siska sampai terjatuh.


"May, kamu tidak apa-apa?" ucap Siska sambil membantu Kaysa berdiri.


"Cewek arogan!" umpat Maya emosi.


"Kalo iya kenapa? Yang terpenting aku masih punya moral, tidak menindas orang lemah," balas Kaysa tanpa rasa takut.


"Kali ini kamu keterlaluan," teriak Siska.


Kaysa tertawa keras. Dia tidak menyangka jika ada orang yang keras kepala seperti dirinya.


"Jangan cuma hanya bicara di mulut, ayo sekarang kita bertarung! Aku tidak takut melawan kalian berdua sekaligus," tantang Kaysa.


"Jangan, Kaysa! Aku mohon jangan. Nanti kamu terluka," cegah Anggun dengan wajah cemas.


"Tenanglah! Kamu hanya perlu duduk manis dan melihat kedua orang itu aku hajar sampai babak belur," jawab Kaysa santai.


Siska dan Maya saling pandang dengan senyuman senang, karena mereka berdua punya kesempatan untuk balas dendam pada Kaysa.


Namun Kaysa dari kecil sudah berlatih ilmu bela diri, dengan mudah dia bisa menghajar kedua lawannya sampai terjatuh semua.


Kaysa masih belum puas, dia mengambil lipstik di sakunya, kemudian dia coret-coret kedua wajah lawannya.


"Kaysa! Kurang ajar," teriak Siska tidak terima.


"Kalian memang pantas mendapatkan ini!" kata Kaysa tertawa penuh kemenangan.


"He, ada apa ini?" tanya Gio dan Raffi terlihat cemas.


"Kak, kita di bully sama Kaysa" ucap Maya.


"Mau laporan? Ayo kita langsung ke kantor guru," tantang Kaysa tidak gentar.


"Apa salah adikku? Kenapa kamu melukainya?" tanya Raffi yang khawatir sambil membantu adiknya berdiri.


"Oh, jadi dia Adikmu? Baguslah, mumpung kamu di sini. Ajarilah dia agar bisa menghargai orang lain. Tadi adikmu membully teman sekelasku, aku hanya memberi dia pelajaran agar tidak berani mengusik temanku," jawab Kaysa tanpa rasa takut.


"Dia bohong," teriak Maya membela diri.


Kaysa tertawa.


"Dasar pecundang! Aku tanya, sekaya apa orang tuamu sampai kamu merendahkan orang lain?" ucap Kaysa dengan nada tajam.


"Sudah, jangan berkelahi lagi. Nanti kalau ada yang tahu kalian bisa terkena hukuman," bujuk Gio.

__ADS_1


"Ketua OSIS, apa ada larangan seorang murid yang membawa bekal ke sekolah? Apa salah jika seseorang hanya makan lauk seadanya? Kalau kamu mau lapor ke guru ya lapor saja! aku malah mau mengucapkan terima kasih," kata Kaysa sambil menatap Gio.


Ketua OSIS itu sangat kesal sekali, karena diperlakukan seenaknya dengan murid baru. Tapi di sisi lain pemuda tampan itu juga terpesona, karena Kaysa terlihat sangat cantik dan menarik.


"Anggun sini, kamu jangan takut! Kalau mereka berdua mengganggu kamu lagi, aku akan membuat mereka menyesalinya," kata Kaysa tegas.


Aggun mendekat dan menunduk karena takut.


"Kalian berdua segera minta maaflah pada Anggun! Masih untung aku tidak menyuruh kalian menjilat nasi yang sudah kalian tumpahkan," ancam Kaysa.


Maya dan Siska tidak Sudi meminta maaf, tapi Raffa yang menyadari kesalahan adiknya langsung memaksa mereka berdua.


"Kalian yang salah, minta maaflah pada Anggun," kata Raffi.


Siska dan Maya masih diam.


"Tidak mau minta maaf ya sudah! Oh iya, aku lupa, tadi kamu menghina Anggun kurang gizi? Dia dapat urutan ke dua loh. Terus kamu si anak orang kaya yang kebanyakan gizi dapat urutan berapa?" sindir Kaysa berlalu pergi sambil menggandeng tangan Anggun.


Gio tidak habis pikir, kenapa dirinya tertarik dengan perempuan yang terlihat kasar dan keras kepala itu.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Di kelas


"Kaysa, terima kasih. Karena kamu sudah menolong aku," ucapnAnggun merasa bersyukur.


"Iya, tidak masalah. Aku memang tidak suka melihat temanku di tindas," jawab Kaysa bangga pada diri sendiri.


Kemudian Kaysa merasa kelaparan setelah berteriak dan berkelahi tadi. Saat dia ingin ke kantin, Darren sudah datang bersama kedua saudaranya.


"Kamu belum makan, ini aku bawakan untukmu," kata Darren perhatian.


Kaysa segera membuka plastik hitam yang diterimanya. Ada bungkusan nasi, minuman dan cemilan.


"Terima kasih, Darren. Kebetulan aku sedang kelaparan," ucap Kaysa.


"Kalau begitu segera habiskan! Sebelum bel berbunyi," jawab Darren lega.


"Kaysa, aku kembali ke dalam kelasku ya?" ucap Zahra.


"Oke," balas Kaysa riang.


"Anggun, ayo kita makan bersama," ajak Kaysa.


"Tidak, terima kasih," jawab Anggun malu


malu.


"Aku tahu kamu kelaparan, ayo! Biasa saja kalau denganku," paksa Kaysa.


Dalam hati Syadev tersenyum, karena di balik keangkuhan saudaranya itu ada sisi lembutnya juga. Dia menyesal kenapa tadi hanya mengambil satu bungkus saja untuk Kakak perempuannya.


Syadev sendiri menyadari, jika dia selalu khawatir pada Kaysa, tapi dia juga tidak ingin jika Kaysa mengetahuinya. Makanya tadi dia sengaja menyuruh Darren untuk memberikan bungkusan itu.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Di rumah Kaysa terus terbayang tentang nasib Anggun. Kehidupan temannya itu sangat jauh jika dibandingkan dengan Kaysa yang serba kecukupan.


"Cerita sama Kak Al saja ah, siapa tahu bisa memberi ide untuk menolong temanku," batin Kaysa.


Kaysa menyentuh layar ponselnya, panggilan ketiga baru di angkat.


"Kenapa lama?" tanya Kaysa kesal.


"Di situ sore, di sini sudah larut malam, Tuan Puteri," jawab Alarik sabar.


"He, Maaf. Habisnya aku sedang bingung," ucap Kaysa.


"Bingung kenapa?" tanya Alarik penasaran.


kaysa hanya diam tidak menjawab, dia sendiri tidak tahu mulai ceritanya dari mana


"Kaysa, Kenapa dari tadi kamu bengong terus?" tanya Alarik lewat ponsel.


"Aku punya teman, Kak Al. Dia tinggal di panti asuhan, tapi anaknya cerdas. Tadi di sekolah dia di bully, akhirnya aku hajar mereka yang jahat," curhat Kaysa.


"Kenapa bisa di bully?" tanya Alarik.


"Sebab dia orang tidak punya, bisa sekolah karena dapat beasiswa. Makan siang saja bawa bekal dari rumah, cuma laut tempe goreng," ucap Kaysa sedih.


"Suruh saja dia jadi guru les Flora, dengan begitu kamu juga bisa fokus belajar sendiri. Supaya kamu bisa mengalahkan Syadev," saran Alarik.


"Wah, Ide yang bagus itu. Terima kasih Kak Al.. emmuahh.." ucap Kaysa langsung mematikan ponselnya.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Alarik merasa kesal, karena video call nya langsung dimatikan begitu saja. Tapi dia tersenyum sendiri, karena pasti Kaysa langsung mencari Ayah dan Bundanya untuk menuruti keinginannya. Jika tidak dikabulkan pasti gadis itu langsung ngambek dan cemberut.


Kaysa memang memiliki sejuta ekspresi yang menggemaskan, marah, ngambek, cemberut, senang, ceria, anggun... semua komplit ada dalam dirinya.


Alarik mulai mengemasi barang-barangnya, karena besok pagi dia sudah berangkat pulang ke Indonesia.

__ADS_1


Dia juga sudah menyiapkan hadiah untuk adik-adiknya.


Tiba-tiba ponsel Alarik bergetar tanda pesan masuk.


Orlin


Kamu besok jadi ke Indonesia?


Alarik


Iya, kok kamu tahu?


Orlin


Tentu saja, aku besok juga ke Indonesia


Alarik


Ok. sampai bertemu lagi


Alarik dan Orlin adalah teman akrab. Karena Orlin kuliah di Jerman juga. Namun setelah kelulusan sahabatnya itu kembali ke London membantu usaha Papanya.


Alarik tidak menyangka jika Orlin bisa mengetahui kepulangannya, tapi dia berharap agar sahabatnya itu tidak membocorkan pada keluarga angkatnya.


Sebenarnya Alarik tahu jika Orlin menyukainya, tapi entah mengapa perasaannya padanya hanya bisa sebatas teman. Padahal Orlin adalah gadis yang baik, cantik dan lembut.


Sejak kecil Dia selalu berharap jika kelak ingin menikah dengan perempuan yang lembut dan penyabar seperti Bunda Zhia, tapi kini hatinya justru terpatri pada sosok Kaysa yang sikapya jauh dari kriterianya.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Di ruang keluarga


Kaysa sedang mencari kesempatan untuk membicarakan tentang temannya itu.


"Ayah, bisakah ayah menolong temanku?" tanya Kaysa.


"Tolong apa?" tanya Syauqi.


"Aku punya teman dari panti asuhan, dia sangat cerdas. Tapi dia kekurangan uang, setiap aku kasih buat jajan di kantin dia selalu menolak," ucap Kaysa.


"Terus?" tanya Syauqi penasaran.


"Bisakah kita suruh dia menjadi guru les Flora? Dengan begitu kita bisa membantunya," bujuk Kaysa.


"Apa dia teman sekelasmu?" tanya Syauqi penasaran.


"iya, Ayah. Dia itu yang mendapat urutan kedua saat tes pendaftaran," jawab Kaysa ceria.


"Baiklah, besok suruh saja teman kamu ke sini," ucap Syauqi.


"Terima kasih, Ayah," ucap Kaysa riang.


"Kalau kalian sekelas, berarti Syadev juga mengenalnya dong," sela Zhia.`


"Hanya sebatas kenal saja," jawab Syadev cuek.


"Mau lebih juga tidak apa-apa," goda Kaysa.


"Sayangnya aku tidak berminat," jawab Syadev.


"Kalian masih terlalu muda, fokuslah belajar. Jangan memikirkan hal-hal yang belum waktunya," tutur Zhia.


"Tuh dengar," sindir Syadev pada Kaysa.


"Memangnya aku pernah memikirkan soal begituan?" tanya Kaysa kesal.


"Kamu dan Darren kan pacaran," goda Syadev.


"Syadev, jangan suka mengfitnah!" bentak Kaysa.


" Oh aku lupa, sekarang sudah berpindah pada Ketua OSIS. Duh, kasihan Darren, ck ck ck," goda Syadev semakin senang karena wajah Kaysa memerah menahan malu.


"Kak Kaysa sudah punya pacar ya?" tanya Flora yang baru gabung.


"Ini juga, masih kecil sudah bilang tentang pacar," ucap Kaysa kesal.


"Bunda... aku dimarahi Kak Kaysa," rengek Flora.


"Sini sayang... peluk Bunda sini," ucap Zhia memanjakan putri kecilnya.


"Biar Kak Syadev beri perhitungan ya," timpal Syadev sambil menjitak kening Kaysa.


jetakk...


"Auh..." jerit Kaysa kesakitan.


'"Rasain loh.." maki Syadev langsung berlari.


"Syadev... Takkan ku ampuni kamu," teriak Kaysa sambil mengejar Syadev.


"Mereka masih seperti balita, hari-hari bertengkar terus," keluh Zhia.

__ADS_1


"Kalau sudah dewasa pasti nanti sadar sendiri," jawab Syadev menenangkan istrinya.


Jangan lupa Like dan Vote ya🙏 karena dukungan dari kalian membuat Author semangat Up terus


__ADS_2