
Waktu terasa singkat jika hari-hari dipenuhi dengan kebahagiaan, tak terasa kini usia kandungan Zhia sudah memasuki 9 bulan.
Yang lebih mengejutkan lagi karena Zhia mengandung bayi kembar, Syauqi merasa menjadi orang yang paling beruntung di Dunia ini. Dia sudah tak sabar menantikan kehadiran putra-putrinya segera lahir.
Syauqi sendiri juga baru tahu, jika dulu papanya memiliki saudara kembar, hanya saja saudara papanya meninggal di saat usia 3 hari.
Syauqi siang-malam tak pernah berhenti berdo'a, berharap kedua anaknya bisa lahir normal dan selamat beserta ibunya.
Syauqi semakin memanjakan istrinya, dia bahkan cuti bekerja supaya bisa menjaga Zhia, karena kelahiran anak mereka tinggal menghitung hari.
Di sore yang indah, Syauqi mengajak istrinya untuk menikmati senja di tepi danau, mereka bisa melihat Orlin dan Neneknya yang menaiki perahu kecil.
Orlin kakinya sudah sembuh, dia bisa berlari-lari dan dia juga sudah mulai sekolah.
Wajahnya sangat ceria sekali, karena papanya yang sudah lama di London berencana pulang ke Indonesia seminggu lagi.
Tiba-tiba terdengar panggilan Video dari Dony, Syauqi segera mengangkatnya.
"Hay!" sapa Dony dan Nindya penuh semangat, mereka juga terlihat tersenyum lebar.
"Tumben, ada apa?" tanya Syauqi berwibawa. Sedangkan Zhia hanya tersenyum sambil bersandar di pundak suaminya.
"Ada kabar bagus, anakku seorang jagoan!" teriak Dony bersemangat.
"Selamat ya, Mas Dony dan Nindya! aku ikut senang mendengarnya," jawab Zhia sambil ikut merasakan kebahagiaan mereka.
"Usia kandungan istrimu 6 bulan ya? sepertinya nanti anak kita akan bersekolah bareng," tanya Syauqi tertawa senang.
"Iya, Bos. tak mengira kita sebentar lagi akan menjadi seorang ayah," jawab Dony terharu.
"Aku do'akan semoga anakmu kelak tidak menurun gen playboy darimu," sindir Syauqi yang membuat Zhia dan Nindya ikut tertawa.
"Aku juga berdo'a, semoga anak kembar kalian bisa menurun gen dari ibunya yang ramah, baik hati dan tidak emosian," balas Dony tidak mau kalah.
Zhia dan Nindya semakin tertawa, mereka hanya menjadi pendengar antara Syauqi dan Dony yang sedang saling berseteru.
"Sialan!" umpat Syauqi kesal.
Zhia mencubit wajah suaminya, dia tak suka kalau suaminya mengumpat pada orang lain. Terlebih lagi supaya terbiasa bisa menjaga sikap, supaya kelak bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anaknya.
__ADS_1
Syauqi menjadi tak berkutik, dia sangat takut pada istrinya jika sudah ngambek.
Dony melihat bosnya terdiam, dia tertawa puas penuh kemenangan, karena selama ini dia selalu ditindas.
"Ya sudah Bos, aku mau pulang dulu," pamit Dony. Karena dia dan Nindya masih di rumah sakit habis USG.
"Zhia, jaga dirimu baik-baik ya? kalau kamu sudah merasa mau lahiran jangan lupa hubungi aku," timpal Nindya.
"Kamu juga, dan ingat! kurangi marah-marahnya!" jawab Zhia senang.
Nindya hanya tertawa, karena dia sadar selama hamil dia sering emosian, semua yang dikerjakan suaminya terasa salah dimatanya.
Namun Dony orang yang sabar, dia sama sekali tidak mengeluh, karena diam-diam dia belajar dan meminta pendapat Syauqi untuk menangani sikap labil istrinya.
Setelah Panggilan Video ditutup, Syauqi mencium kening istrinya penuh perasaan.
"Mas, usia kandungan kak Elly sudah 7 bulan lebih ya? selain memiliki dua anak, kita sebentar lagi juga punya keponakan perempuan," kata Zhia lembut.
"Iya, aku selalu membayangkan bagaimana mereka ketika sudah besar dan mulai bersekolah," jawab Syauqi sambil mengelus kepala Zhia yang masih bersandar pada pundaknya.
"Semoga semuanya bisa diberi kelancaran dan keselamatan," ucap Zhia bersungguh-sungguh.
"Perasaan takut pasti ada, karena ini adalah pengalaman pertama dan aku juga mengandung bayi kembar. Namun jika aku berpikir lebih dalam lagi, melahirkan adalah kodrat semua perempuan di dunia ini, jadi aku harus bisa seperti perempuan-perempuan tangguh lainnya," jawab Zhia mantap.
"Syukurlah! jika kamu sudah meyakinkan dirimu sendiri, aku justru yang selalu takut dan khawatir, siang-malam aku merasa cemas," kata Syauqi apa adanya, karena dia malah lebih ketakutan di banding istrinya yang akan melahirkan.
"Tenang saja Mas! cukup berdo'a semoga nanti diberi kelancaran dan keselamatan untuk semuanya," pinta Zhia menenangkan suaminya.
"Tentu saja, do'aku selalu menyertaimu beserta anak-anak kita," jawab Syauqi.
Hari sudah semakin gelap, Orlin juga sudah puas naik perahu dayungnya, Syauqi segera mengajak mereka semua untuk kembali ke Vila.
Sesampainya di depan vila, Syauqi dan Zhia melihat mobil Elly berada diparkiran, mereka berdua segera masuk.
"Assalamu'alaikum,"ucap Syauqi dan Zhia sebelum masuk.
"Wa'alaikum salam," jawab Elly dan Fauzi bersama. Mereka berdua sedang duduk di sofa.
"Sudah lama, Kak?" tanya Zhia berjabat tangan dengan kakak iparnya.
__ADS_1
"Baru saja sampai," jawab Elly tersenyum riang.
Kemudian Mereka berempat pindah ke ruang keluarga, kedua pembantu Syauqi segera menyiapkan minuman dan berbagai cemilan.
"Syauqi, aku nitip istriku disini ya? karena aku ada jadwal ke universitas Kairo sekitar 20 hari," kata Fauzi ramah.
"Iya, Mas Fauzi. Tenang saja! aku malah senang karena kak Elly bisa menemani Zhia, lagi pula ini juga rumah kak Elly," jawab Syauqi tersenyum bahagia.
Syauqi dan Fauzi saling mengobrol diruang keluarga.
Sedangkan Zhia mengajak kakak iparnya ke dapur membuat rujak buah kesukaan mereka.
Semua yang dibutuhkan sudah tersedia.
Syauqi sebagai suami sangat perhatian, dia selalu menyiapkan apapun, jadi sewaktu-waktu istrinya menginginkan semua sudah ada.
Kehadiran kakak iparnya membuat dia semakin merasa senang, karena dia bisa sharing pada Elly yang sudah pernah melahirkan.
"Perkiraan hari lahirnya kapan?" tanya Elly sambil menikmati rujaknya yang tidak terlalu pedas.
"Sekitar 10 hari lagi, tapi kata dokter bisa maju atau mundur," jawab Zhia tenang.
"Apakah semua sudah disiapkan?" tanya Elly penasaran.
"Sudah, Kak Elly. Mas Syauqi yang memilih semuanya, dia sama sekali tak membiarkan aku untuk menyiapkan keperluan," jawab Zhia tertawa.
Elly juga ikut tertawa,
"Aku tak menyangka, jika Syauqi bisa begitu tanggung jawab sebagai seorang kepala rumah tangga. Dulu aku sempat khawatir, karena dia tak bisa memperlakukan orang lain dengan baik. Tapi berkat kamu dia sudah berubah menjadi baik."
"Mas Syauqi sangat perhatian dan lembut, aku bersyukur memiliki suami seperti Mas Syauqi," jawab Zhia.
"Aku juga ikut bahagia, semoga kita semua selalu mendapat perlindungan Alloh," balas Elly.
Zhia hanya mengamini saja, karena dia sedang menikmati rujak.
* Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa like, vote dan beri rating bintang 5. Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Authoor.
Mojugahon kritik dan sarannya , semoga kedepannya novel ini bisa lebih baik🙏*
__ADS_1