
Ketika Nindya sedang curhat dengan Zhia lewat ponsel. Dia melihat Dony yang tengah merentangkan kedua tangannya di depan pintu berharap Nindy berlari memeluknya.
Nindy kaget dengan kehadiran Dony yang tanpa mengabari, dia segera mematikan ponselnya tanpa pamit pada Zhia.
Nindy merasa rindu juga kesal.
"Ngapain kamu ke sini?" ucap Nindy merajuk.
"Ayolah, sambut aku dengan pelukan atau senyuman. Kamu kira aku tak merindukanmu ya?" goda Dony, tapi wajahnya terlihat lelah.
"Duduklah! Aku buatkan kopi dulu," kata Nindy langsung masuk ke dapur.
Dony cengar-cengir bahagia.
"Saran Syauqi memang ampuh, dulu mana mau kalau Nindy disuruh membuatkan kopi."
Dony segera mengabari Syauqi lewat pesan.
"Kenapa sepi? Di mana Kak Elly?" tanya Dony setelah Nindy menaruh kopinya di atas meja.
"Kak Elly sudah pulang kenrumah. Kenapa wajah kamu lesu seperti itu? Lihatlah ada mata pandanya juga," tanya Nindy khawatir.
Dony merasa senang karena Nindy terlihat cemas, mantan cowok playboy itu mulai akting meminta perhatian.
"Semua gara-gara Bos Syauqi Malik. Semenjak menikah dia tidak pernah ke kantor. Semua tugasnya diserahkan padaku. Aku sampai lembur setiap hari," ungkap Dony memelas.
Nindy merasa iba. Tapi dia juga merasa sebal karena satu bulan ini lelaki di depannya menghilang tanpa kabar.
"Nin, kamu juga kelihatan kurusan," tutur Dony.
Nindy langsung memukul pundak Dony dengan kedua tangannya. Padahal tidak keras tapi Dony mengaduh supaya mendapat simpati.
"Dasar lelaki bodoh, gara-gara kamu ngatain aku berat sejak itu aku tak punya nafsu makan. Kenapa kamu menghilang begitu saja tanpa kabar? Dan beberapa hari yang lalu saat kita bertemu kenapa kamu mengacuhkan aku," teriak Nindy matanya mulai memerah. Namun wanita itu juga lega karena bisa mengungkapkan isi hatinya.
Dony sempat bengong, kemudian dia tersenyum dan memeluk Nindy.
"Maafkan aku ya, sebenarnya satu menit tanpa kabar darimu aku juga sudah rindu berat. Tapi saat itu kamu selalu menolakku. Jadi Syauqi menyarankan aku untuk menguji hatimu," jawab Dony lembut, kini pemuda itu menunjukkan sisi dewasanya.
"Kamu jahat," ucap Nindy masih dalam pelukan Dony.
"Tapi berhasil membuat kamu sadar kan kalau kamu sebenarnya tidak bisa hidup tanpaku?" goda Dony.
Nindy hanya diam, pelukan hangat Dony mengobati kerinduannya selama ini.
Seperti kata Zhia, jika sayang maka jangan gengsi dari pada menyesal pada akhirnya.
"Sekarang bagaimana? Mau menolakku lagi?Tapi jika kali ini ditolak aku mau cari wanita lain, karena aku sudah ingin segera punya istri," kata Dony serius.
Nindy langsung melepaskan pelukannya dan memukul dada Dony lagi.
"Haduh, aku bisa jadi hantu gentayangan kalau mati masih perjaka," teriak Dony sambil tertawa.
__ADS_1
"Niat melamar nggak sih? Masa sudah bilang mau cari wanita lain. Dan mana cincinnya?" teriak Nindy dengan nada manja.
"Aku kan tadi bilangnya cari wanita lain kalau kamu menolak," sergah Dony.
Mendengar Dony bilang Mencari wanita lain membuat hati Nindy sesak karena cemburu. Dia langsung merangkul dan mencium bibir Dony sampai Dony kelabakan karena kaget, Dony sangat menikmati keagresifan Nindy.
Setelah lama berciuman Nindy melepaskan rangkulannya.
"Mana cincinya?"tanya Nindy.
"Maaf tadi aku terburu-buru tak sempat membeli cincinnya," jawab Dony sedih.
Nindy kecewa, dia berpikir jika Dony belum membeli cincin berarti dia memang tak punya niat untuk melamar.
"Yansudah sana pulang! sudah malam aku mau istirahat," kata Nindy judes dan berbalik meninggalkan Dony.
Dengan gerakan yang tangkas Dony menangkap tubuh Nindy dan memeluknya dari belakang.
Kemudian dia membalikkan tubuh Nindy yang wajahnya menunduk kecewa.
Dony segera mengeluarkan cincin berliannya dan memakaikan pada jari Nindy.
"I love you," bisik Dony lirih di telinga Nindy.
Wajah Nindy yang tadi cemberut langsung sumringah, perempuan itu langsung memeluk Dony dengan erat.
"l love you too, mulai sekarang kamu milikku dan tak kuizinkan kamu menggoda gadis lain," kata Nindy manja.
Kali ini Nindy tak malu-malu lagi, dia meluapkan segala kerinduannya.
Dony menggendong Nindy kekamarnya, kemudian melempar tubuh Nindy ke ranjang.
Dony langsung menindih tubuh Nindy tanpa ampun. Dia menyusuri dan menghisap seluruh leher dan dada Nindy.
Nindy sudah mengeluh dikuasai nafsu birahinya, tapi ketika dia melihat foto dirinya dan Kak Elly yang sedang mengapit Zhia diacara pernikahan seketika membuat Nindy sadar.
Dia terbangun dan memasukkan kancing kemejanya.
"Kamu kenapa?" tanya Dony heran.
"Tidak seharusnya kita begini, kita belum menikah," kata Nindy.
Dony sebenarnya sudah menggebu-nggebu hasratnya, tapi ditahan karena ingin menghormati Nindy.
"Aku yang seharusnya meminta maaf karena tak bisa mengendalikan diriku sendiri. Baiklah aku sekarang pulang dulu. Kamu segera tidur. satu Minggu lagi kita harus menikah! karena berada di dekatmu aku tak bisa menahan nafsuku," kata Dony mengecup kening Nindy dan berlalu pergi.
Nindy tersenyum bahagia. Entah kenapa barusan Dony terlihat keren.
Begitu juga dengan Dony, dia merasa bahagia karena lamarannya diterima.
Mereka berdua berharap pernikahan mereka bisa berjalan lancar.
__ADS_1
*************************************
Sedangkan Zhia yang semalaman di hajar Syauqi merasa kelelahan dan tubuhnya pegal.
Hampir diseluruh tubuhnya ada bekas merah karena ulah suaminya.
Namun disisi lain Zhia juga merasa puas, karena Syauqi memiliki stamina yang kuat juga hebat memanjakan istrinya.
"Sayang, sudah adzan subuh.Yuk bangun?" bisik Syauqi di telinga Zhia.
Syauqi masih ingin menciumi wajah istrinya.
"Apa belum puas Mas Syauqi membuatku semalam tidak tidur?" protes Zhia masih memejamkan mata, dia terlihat masih mengantuk.
"Ini adalah ciuman pemberi semangat, supaya istriku bisa bangun," balas Syauqi tersenyum bahagia.
Zhia diam dan tertidur lagi. Syauqi langsung mengangkat tubuh istrinya kekamar mandi.
Zhia tersentak kaget karena tiba-tiba tubuhnya melayang.
"Mas Syauqi, jangan usil lagi deh! Aku masih lelah," ucap Zhia manja.
"Istriku ini selalu berpiliran mesum. Aku cuma mau memandikanmu dan setelah kita sholat subuh kita bisa melanjutkan tidur," jawab Syauqi tertawa lebar.
Zhia tak terima dikatakan berpikiran mesum, tetapi Zhia merasa terlalu lelah untuk melawan.
"Bagaimana mungkin bisa tidur. Pagi ini jadwal cek kedokter kandungan. Aku harus berangkat pagi supaya dapat antrian awal," balas Zhia sedikit merengut, karena dia memang masih mengantuk.
"Tenanglah! Aku sudah menyuruh Dokter kandungan ke sini jam sembilan nanti. Kamu bisa tidur sepuasnya," kata Syauqi lembut.
Zhia hampir lupa jika suaminya adalah Tuan Syauqi Malik yang bisa melakukan apapun, dia merasa bangga juga punya suami yang pengertian.
Mungkin Orang luar akan menganggap suaminya sosok yang keras, cuek, dingin dan kejam.
Tetapi jika sudah mengenalnya hati Syauqi sangat lembut dan penuh kasih.
Zhia mencium lembut pipi Syauqi.
"Hayo, siapa yang menggoda duluan?" kata Syauqi senang.
"Terimakasih ya, Mas Syauqi. Ayo mandikan aku. Setelah itu kita sholat dan tidur lagi,"kata Zhia semangat.
Syauqi benar-benar memandikan istrinya, sesekali tangannya nakal menggoda istrinya.
Setelah sholat berjama'ah Syauqi juga mengeringkan rambut istrinya. Kemudian mereka tidur lagi.
Zhia tidur bersandar di lengan suaminya, baginya lengan kekar suaminya lebih nyaman dibanding bantal. Dia tak tahu jika sebenarnya Syauqi merasa pegal kalau tangannya ditindih terus.Akan tetapi Syauqi tetap tak bergerak karena melihat istrinya tidur nyaman membuat Syauqi puas bahagia.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗
__ADS_1