
Sudah seminggu Syadev berpisah dengan istrinya, kini dia sudah pindah ke kota X. Di sana dia sudah mendapatkan rumah, bahkan juga sudah mendaftarkan kuliah untuk Anggun dan Darren.
Darren sendiri sudah lebih dulu menyusulnya ke Amerika, dan sahabatnya itu juga tinggal di rumah milik Syadev.
Hari ini dia ditemani Darren tengah menunggu istrinya itu di bandara, baginya setengah jam seperti sewindu.
"Aku sudah tidak sabar, apakah dalam waktu satu Minggu ini dia ada perubahan?" batin Syadev tersenyum sendiri.
Memang selama Anggun di Indonesia Syadev sama sekali tidak bisa menyempatkan untuk video call, sebab Syadev sangat sibuk mengurus banyak hal.
"Syadev, selama ini aku sangat penasaran pada malam kamu dan Anggun hilang bersama?" tanya Darren yang tidak pernah punya kesempatan untuk bertanya.
"Aku dan Anggun terjebak hujan, kita berdua terpaksa menginap di kios," jawab Syadev santai.
"Iyakah?" tanya Darren tak percaya.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Syadev sedikit tersinggung.
"Kalian ini kan pengantin baru, aku kira kalian menyempurnakan pernikahan di hotel," jawab Darren cengengesan.
"Buang-buang jauh pikiran kotormu itu!" ucap Syadev ketus.
"Kotor apanya? Bukankah wajar jika pasangan yang menikah melakukan itu?" ujar Darren tidak mau kalah.
"Kamu tidak waras ya? Aku dan Anggun saja baru mau masuk kuliah, jadi kami fokus belajar dulu. Memangnya kalau punya anak kamu mau jadi pengasuhnya?" jawab Syadev kesal.
Darren tertawa, pemuda itu membayangkan jika Syadev tiba-tiba punya anak dalam usia muda. Pasti akan menghebohkan seluruh keluarga yang berada di Indonesia.
"Syadev, apa kamu yakin bisa menyembunyikan semua ini dari Om Syauqi? Ayah kamu itu hebat loh, seperti punya mata dewa," tanya Darren lagi berubah cemas.
"Itulah yang sedang aku pikirkan. Aku tahu selama ini Ayah terlihat enjoy dan tidak banyak melarang, tapi diam-diam Ayah selalu mengirim pengawal untuk menjaga Aku dan Kaysa sejak kecil," jawab Syadev yang juga ikut cemas.
"Jangankan putranya yang sebesar ini, semut bersembunyi di lubang saja pasti bisa ditemukan," timpal Darren yang membuat Syadev semakin gelisah.
Namun mengingat Anggun, rasa takutnya mulai memudar. Dia yakin, seandainya Ayahnya tahu pasti hanya kesal untuk sementara saja. Apalagi dia membawa kabur seorang gadis setelah dinikahi.
Kemudian bunyi ponsel Darren berbunyi, itu adalah panggilan dari Zahra.
Darren mengisyaratkan ingin ke tempat yang agak sepi, Syadev hanya mengangguk tanda setuju.
Kemudian Syadev juga mendapatkan pesan dari saudara kembarnya.
Kaysa
Hoy, lagi apa?
Syadev
Menjemput istri di bandara
Kaysa
Tukang bohong! Mana ada yang mau menikah denganmuπ
Syadev
Dibilangin tidak percaya
Kaysa
Memang tidak percaya! Jangan mencoba mendekati gadis lain ya? Apalagi bule. Karena sudah ada seseorang yang tulus mencintaimu
__ADS_1
Syadev
Siapa?π€
Kaysa
Anggun. Dulu sebelum kecelakaan kamu berniat menyatakan cinta padanya loh
Syadev
Tidak ingat! Di sini banyak sekali gadis cantik berseliweran. Kalau pulang akan aku bawakan satu untukmu
Kaysa
Silahkan saja kalau berani, belum sempat gadismu itu menginjakkan kaki di bandara Indonesia sudah aku tembak duluan pesawatnyaπ
Syadev tertawa sendiri mengerjai saudara kembarnya. Dia penasaran juga, jika tahu dia sudah menikah dengan Anggun apa reaksinya nanti?
Syadev melirik Darren, pemuda itu masih asyik mengobrol dengan kekasihnya. Dari pada bosan Syadev membalas lagi pesan Kaysa.
Syadev dan Kaysa tidak henti-hentinya berdebat. Hanya saja kali ini jempol dan otak mereka yang bertanding.
πππππππππππππππ
Di dalam pesawat Anggun juga merasakan hal yang sama, apalagi ini merupakan pertama kalinya perempuan itu naik pesawat. Ada perasaan takut juga rasa tidak sabar bertemu suaminya.
Anggun tidak menyangka jika kehidupannya bisa berubah total. Sebab setelah menikah dengan Syadev, dia memulai hidup baru yang lebih indah. Tidak perlu lagi memikirkan untuk kebutuhan, sebab Syadev sudah menanggung semuanya.
"Suamiku, kamu adalah malaikat dalam hidupku. Bersamamu aku sangat bahagia, semoga kebahagiaan ini tidak pernah berakhir," batin Anggun.
Anggun sudah bertekad, dalam hidupnya hanya akan digunakan untuk mengabdi pada suaminya. Apapun yang bisa membuat Syadev bahagia pasti akan dilakukan.
Di samping tempat duduknya, ada seorang lelaki yang berwajah Indonesia. Namun Anggun yang sudah berstatus istri sama sekali tidak berani menatap pemuda itu.
"Pertama kali naik pesawat?" tanya pemuda itu.
Anggun hanya mengangguk dan tersenyum ramah. Ternyata benar dugaannya, jika pemuda itu memang dari Indonesia.
"Tenanglah! Sebaiknya tidur, nanti kecemasan kamu akan hilang," kata pemuda itu lagi.
Anggun diam tidak menjawab, tapi kemudian dia memejamkan matanya dan mulai tertidur juga.
Dalam mimpinya Anggun sedang memakai baju pengantin, di sana ada kedua orang tuanya serta neneknya.
Anggun sangat bahagia, sampai dia meneteskan air matanya sambil tersenyum senang.
Pemuda yang duduk di samping Anggun merasa heran, sebab gadis di sampingnya itu tertidur dengan wajah yang tidak bisa di tebak. Menangis tapi tersenyum bahagia.
ππππππππππππππ
Bukan hanya Anggun saja yang sedang dalam perjalanan panjang, tapi Kaysa dan Alarik juga.
Mereka berdua pergi naik kapal pesiar keliling ke berbagai negara.
"Besok kita akan ke Amerika, kata Ayah sebaiknya kita berhenti di sana dan mampir ke tempatnya Syadev,"kata Kaysa riang.
"Iya, kita masih ada waktu libur seminggu. Aku rasa sudah cukup untuk menginap dua atau tiga hari di sana," jawab Alarik bahagia.
Kaysa dan Alarik menjadi pasangan yang paling bahagia.
Sebenarnya Alarik sangat sibuk sekali di kantornya. Namun untuk menebus kesalahannya pada istrinya, pemuda itu sengaja mengajak Kaysa bulan madu. Apalagi Tiket yang diberikan Syadev akan sayang jika tidak digunakan.
__ADS_1
Alarik juga bukan hanya sekedar menyenangkan istrinya saja, tapi pemuda tampan itu juga berniat mencari alasan agar Orlin tidak menggunakan kondisinya yang sedang sakit untuk terus memintanya menemani di rumah sakit.
"Maafkan aku, Orlin. Namun sekarang keadaanya sudah berbeda. Sekalipun dulu kita adalah sahabat, tapi aku sudah memiliki istri. Tentu saja bagiku Kaysa yang aku prioritaskan. Semoga dengan ini kamu juga bisa sadar dan move on dariku," batin Alarik.
Alarik sudah puas menikmati senja dari atas kapal, pemuda itu segera mengajak istrinya untuk kembali ke kamar karena udara sangat dingin.
Kaysa terharu juga dengan hadiah yang diberikan saudara kembarnya itu, benar-benar sesuai dengan yang dia inginkan.
Di dalam kapal yang super besar itu semuanya terlihat mewah, makanan juga lezat dan pelayanannya mengagumkan. Kalau saja waktu liburannya tidak singkat, dia ingin sekali bisa berlama-lama. Namun Kaysa tahu jika suaminya juga memiliki tanggung jawab di kantor. Dia sendiri juga masih kuliah.
Setelah sholat Maghrib, mereka berdua mengobrol di dalam kamar sambil memakan cemilan buah.
"Terima kasih sudah menyempatkan waktu untukku, aku tahu jika Kak Al sebenarnya sangat sibuk," ucap Kaysa manja sambil kedua tangannya menyentuh dada Alarik.
"Kak Al lagi, Kak Al lagi. Panggil aku suami!" pinta Alarik dengan pandangan yang syahdu.
"Suamiku," panggil Kaysa lembut.
Alarik tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari wajah cantik istrinya, pelan-pelan Alarik mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Kaysa lembut.
Aroma tubuh Kaysa sangat harum, terlebih lagi istrinya itu memang sering melakukan perawatan. Alarik melepaskan Jilbab Kaysa, disentuhnya kulit leher kaysa yang lembut seperti kulit bayi.
"Kamu cantik sekali!" puji Alarik tulus.
"Tidak! Tadi pagi Kak Al sudah membuat aku tidak bisa bangun sampai siang," pekik Kaysa sambil berdiri. Dia sudah bisa menangkap adanya sinyal bahaya.
Namun api cinta Alarik yang sudah bergelora itu tidak bisa dengan mudah dipadamkan.
"Aku hanya ingin menghukum saja, sebab barusan kamu masih memanggil dengan sebutan Kak Al," jawab Alarik sambil mendorong tubuh Kaysa sampai Ambruk di ranjang.
Kaysa hanya tertawa geli karena mendapat serangan tiba-tiba yang mengenai seluruh tubuhnya.
"Maafkan aku, Kaysa. Bukan maksudku untuk mengingkari janji. Namun berdekatan denganmu tidak sanggup aku menahan hasrat ini," batin Alarik yang sudah melepaskan baju atasannya.
Alarik sebelumnya memang pernah berjanji, jika dia tidak akan menyentuh Kaysa sampai gadis itu lulus kuliah. Namun tubuh Kaysa yang menggoda juga sikap Kaysa yang manja menggemaskan membuat dia sebagai lelaki normal takkan sanggup menahannya.
Kaysa sendiri yang pada awalnya pura-pura menolak tapi kemudian perempuan itu menikmati dan berubah menjadi sangat liar. Membuat Alarik semakin tergila-gila ingin terus dan terus.
Namun sebelumnya Alarik selalu menggunakan pengaman agar istrinya itu tidak kebobolan, dia masih tidak tega membiarkan Kaysa hamil.
"Kaysa, aku mencintaimu," bisik Alarik yang sudah mengeluarkan cairan cintanya.
Sedangkan Kaysa hanya tersenyum puas, badannya merasa lelah setelah berjam-jam bermain dengan suaminya.
Di bawah selimut Alarik memeluk tubuh Kaysa yang tanpa sehelai benangpun. Tubuh Kaysa yang kenyal dan lembut membuat Alarik ingin lebih lama menempel dan memeluk dengan erat.
Dalam sekejap Kaysa sudah tertidur pulas, tapi Alarik masih ingin terus mencium rambut Kaysa.
"Kita belum sholat Isyak. Nanti malam sajalah, sepertinya istriku sedang kelelahan," batin Alarik ikut tidur.
Dalam setengah kesadarannya Alarik berniat nanti malam akan mandi bersama sambil melakukan itu lagi. Baru kemudian sholat isyak berjamaah.
Alarik tidur sambil tersenyum-senyum sendiri, tidak menyangka Kaysa yang dulu kecil mungil sekarang sudah tumbuh besar dengan segala keindahan.
Jangan lupa Like dan Vote sebanyak-banyaknyaπ Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.
Baca juga Novel SCORPIO, menceritakan tiga gadis yaitu Saralee, Aileen dan Adella. Mereka bertiga kabur dari rumah dengan alasan masing-masing, kemudian mereka bertemu di suatu kota dan mereka tinggal bersama.
Saralee putri konglomerat yang playgirl bertemu Raiyen, pemuda jenius misterius.
Adella dari keluarga biasa yang cerdas dan cuek bertemu Keenan, pengusaha kaya yang sombong.
__ADS_1
Sedangkan Aileen putri bangsawan yang memiliki sikap penakut bertemu dengan Deon, ketua mafia yang tampan dan mempesona.
Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya? Jangan lupa di baca yaπ€