
Sarah begitu bahagia sebab sudah menemukan cincinnya, terlebih lagi yang membantunya adalah Sagara.
Sarah terus menatap cincin dijemarinya itu tiada henti, sampai membuat Fayyola tersenyum geli.
‘’Kak, dari tadi dilihat terus cincinnya,’’ gumam Fayyola.
‘’Iya, aku senang sekali karena cincinnya tidak hilang,’’ jawab Sarah.
‘’Kak, aku sebenarnya sudah lama curiga kalau Kak Sarah menyukai Kak Sagara,’’ ujar Fayyola iseng.
Seketika Sarah salah tingkah, bagaimanapun juga Fayyola merupakan adiknya Sagara tentu saja hal itu sangat memalukan.
‘’Ah, kita ini masih terlalu kecil untuk membahas percintaan. Lebih baik kita fokus saja belajar,’’ sergah Sarah salah tingkah.
‘’Tapi sikap Kak Sarah ini menunjukkan jika dugaanku tadi merupakan sebuah kebenaran,’’ balas Fayyola.
‘’Hey… Hey… Jangan menuduh seperti itu,’’ pinta Sarah.
‘’Baiklah, kalau begitu andaikan Kak Sarah di suruh memilih antara Kak Sagara dan Kak Arka, mau pilih mana?’’ tanya Fayyola.
‘’Tidak memilih, karena jodoh Alloh yang mengatur,’’ jawab Sarah menyeringai.
‘’Ih, kalau soal jodoh tentu saja Alloh yang menentukan. Tapi setiap manusia pasti punya pilihan sendiri entah itu jadi jodohnya atau enggak,’’ sergah Fayyola.
‘’Aku tidak berani memilih, sebab mereka pemuda yang hebat pastinya sudah punya pilihan sendiri. Aku tidak mau mempermalukan diri sendiri,’’ jawab Sarah.
‘’Tapi Kak Sarah menolak perjodohan dengan Kak Arka, kalau dijodohkan dengan Kak Sagara apa Kak Sarah akan menolak juga?’’ tanya fayyola menyelidik.
‘’Kamu ini seperti wartawan saja bertanya ini itu,’’ ujar Sarah mengalihkan pembicaraan.
‘’Nah kan, setiap kali pertanyaan mengenai Kak Sagara pasti jadi salah tingkah begini,’’ goda Fayyola.
‘’Fayyola, dengarkan baik – baik. Kak Sagara itu menyukai Deby. Jadi jangan menggoodaku lagi ya, apalagi jika sampai Deby tau aku tidak enak,’’ pinta Sarah.
__ADS_1
‘’Memang sih, Kak Sagara orang yang cuek. Tapi jika dengan Kak Deby tampak akrab sekali,’’ gumam Fayyola.
Sarah sebenarnya merasa sakit mendengar itu, tapi dia mencoba untuk tetap ceria akan tidak dicurigai lagi.
****************************
Jamila dan Deby baru saja sholat maghrib berjama’ah di musholla bersama murid lainnya, setelah itu mereka belajar membaca Al – qur’an beserta tajwidnya.
Deby Dan Jamila sama – sama belajar dari nol, makanya keduanya selalu akrab dan ikut berbagai kegiatan bersama. Berbeda dengan Fayyola dan juga Sarah, meskipun mereka masih SMP tapi jika di Asrama sudah kelas tinggi sebab tingkatan menghafalkan Al qur’an.
Jadi saat pengajuan di samping musholla ruangan dipisahkan sesuai kelasnya..
‘’Hebat ya, Fayyola dan Sarah lebih muda dari kita tapi sudah kelas tinggi di sini,’’ bisik Deby.
‘’Itu karena mereka sejak kecil sudah di didik ilmu agama, berbeda dengan kita. Kamu malah baru masuk islam, sedangkan aku sejak kecil hanya disibukkan dengan membantu orang tuaku mencari uang. Terlebih lagi kedua orang tuaku juga bukan orang pintar," jawab Jamila.
‘’Kamu benar, lebih baik terlambat dari pada kita tidak belajar sama sekali,’’ balas Deby tidak berkecil hati.
Setelah mengaji mereka langsung sholat Isya, kemudian mengikuti pengajian tentang kitab kuning. Deby dan Jamila begitu senang saat pengajian diselingi kisah sahabat rosululloh, mereka sangat kagum dan begitu ingin meneladaninya. Semakin lama mereka semakin ingin menjadi sosok seperti Fatimah Az-Zahra, putri rosululloh.
‘’Hari – hari kita seperti ini terus, setiap hari mengulang kegiatan yang sama. Semoga saja kita tidak merasa bosan,’’ ujar Deby.
‘’Jika kita memiliki niat, pasti tidak akan pernah merasa bosan,’’ timpal Jamila.
‘’Eh, tadi Sagara tidak ikut kelas loh. Katanya dihukum,’’ bisik Deby.
‘’Arkananta juga iya, dan aku sempat mendengar kabar itu karena Arkanta dan Yudistira yang berniat nongkrong di luar. Terus Sagara juga terseret sebab mereka bertiga menyembunyikan mobil di belakang asrama. Dan kabarnya lagi di sana mereka memiliki ruangan rahasia yang menyimpan banyak sekali alat canggih ciptaan Sagara. Tapi yang aku herankan bukankah mereka semalam ke tempat kita?" tanya Jamila.
‘’Kalau soal itu mah aku sudah tahu, dulu aku juga sering ikut mereka menyelesaikan misi dari papaku. Tapi aku yakin semenjak papaku meninggal mereka tidak punya alasan untuk keluar, palingan itu mereka ketahuan penjaga keamanan saat kembali setelah menemui kita. Mereka tidak tega membuat kita berdua terlibat makanya salah satu dari mereka membuat alasan pergi ke tempat tongkrongan,’’ ujar Deby yakin.
‘’Benar juga, mereka ketahuan ke asrama putri pasti kita berempat akan di jemur di depan kantor dan yang lebih memalukan lagi rambut kita semua akan di potong sampai botak,’’ timpal Jamila ngeri.
‘’Bukan hanya itu, bisa - bisa beasiswa kamu di cabut. Jamila, apa kamu tidak sadar jika Yudistira menyukaimu?’’ tanya Deby penasaran.
__ADS_1
‘’Mana mungkin, dia kan memang orang yang baik terhadap siapapun,’’ sergah Jamila.
‘’Biarpun aku sudah mengenal Yudistira lama, tapi dia tidak sama seperti saat bersamamu. Aku dekat dengan Arka karena dia memang menyukaiku, aku dekat dengan Sagara sebab kita memiliki hobi yang sama. Dan kamu ingat soal penculikan Yudis? Itu karena dia kabur sebab tidak mau menemaniku ke tempat pelelangan. Dan aku juga tahu jika Yudistira paling malas belajar, tapi dia dengan telaten mengajak kamu belajar bersama,’’ kata Deby serius.
‘’Mungkin karena dia merasa berterima kasih pada keluargaku sebab sudah menolongnya, jadi dia merasa kasihan padaku yang seorang diri di sini,’’ jawab Jamila tidak mau berpikiran jauh.
‘’Bagaimana besok mengenai bulu tangkisnya?’’ tanya Deby mengganti topik.
‘’Tinggal final saja, jika aku bisa menang maka bulan depan aku akan ikut turnamen,’’ jawab Jamila.
‘’Wah, selamat. Kamu harus bisa ya, aku akan datang mendukungmu. Jam berapa di mulai?’’ tanya Deby penasaran.
‘’Di mulai jam dua siang, ada empat orang yang menuju final. Nanti setelah babak terakhir akan di ambil juara satu dan dua. Dan nanti juara satu dan dua itu juga akan berkolaborasi menjadi pasangan di pertandingan ganda,’’ jelas Jamila.
‘’Aku yakin kamu bisa masuk, harus percaya diri ya?’’ ujar Deby memberi semangat.
‘’Lalu kamu sendiri bagaimana?’’ tanya Jamila.
‘’Aku satu tim dengan Sagara, jadi tidak perlu pusing banget biar nanti dia yang menyelesaikan jika ada kesulitan,’’ balas Jamila tertawa.
‘’Iya, kamu enak bisa begitu,’’ balas Jamila.
‘’Kalau begitu mari kita tidur, agar besok bisa segar bugar,’’ ajak Deby.
‘’Ayo,’’ jawab Jamila.
Seperti yang sudah dijadwalkan, siang ini Jamila akan menjalani pertandingan antar murid Andromeda. Jika dia berhasil maka bisa mewakili sekolah tersebut untuk mengikuti turnamen melawan sekolah lain.
Meskipun Jamila adalah murid baru, tapi karena direkomendasikan langsung oleh keluarga Syauqi maka dia mendapat kesempatan untuk mengikutinya. Akan tetapi tetap saja Jamila harus berusaha mengalahkan yang terbaik dari Andromeda untuk bisa ke tingkat lanjut.
Penonton sangat ramai, sebab pada jam itu memang sedang kosong dan tidak ada kegiatan. Sedangkan para murid di bebaskan menonton, hanya saja tempat duduk mereka di pisah. Murid putra di kanan, sedangkan murid putri di sebelah kiri. Pintu masuk juga berbeda jadi antara murid putra dan putri hanya bisa melihat dari jauh.
Yudistira dan Arkananta juga sudah duduk di kursi depan, karena ini adalah cara bertemu yang tanpa melanggar aturan.
__ADS_1
Dari kejauhan Yudistira reflek meneriakkan semangat kepada Jamila, membuat para penonton perempuan merasa cemburu.
Sedangkan Jamila menjadi semakin semangat, bagaimanapun juga dia ingat perjuangan Yudistira untuk membuat Jamila bisa masuk ke Andromeda.