CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Mimpi ajaib.


__ADS_3

 


Hari ini terakhirnya Zhia di rumah sakit. Sedari tadi dia terus berdo'a semoga hasil operasi donor matanya berhasil. Karena selama berhari-hari tanpa bisa melihat membuat dia sangat kesusahan dan merepotkan orang lain. Apalagi sebentar lagi dia juga akan menjadi seorang ibu, Zhia ingin bisa merawat anaknya sendiri tanpa pengasuh.


Dokter melepas perban Zhia secara perlahan. Saat Zhia membuka matanya, tiba-tiba cahaya yang terang membuat matanya silau.


Dokter menyuruh untuk membuka sedikit demi sedikit, karena beberapa hari dalam kegelapan terus tiba-tiba terang akan membuat matanya sedikit nyilu.


Zhia patuh, akhirnya dia bisa melihat lagi secara normal. Seseorang yang pertama kali di lihat adalah Ibunya, kemudian ada Tia, Rian, Alifya, Nindy ,Elly dan yang terakhir adalah kedua orang tuanya Iyas.


Zahia menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi wajah Calon suaminya tidak ada.


 


"Aku bisa melihat lagi, ibu," kata Zhia bahagia.


"Alhamdulillah," ucap semua orang.


Rian sampai sujud syukur akhirnya do'anya terkabul.


"Syukur, Nak. Akhirnya Abah masih bisa melihat mata indah Iyas dalam dirimu," ucap Abahnya Iyas sampai menangis.


Lelaki tua itu baru saja mulai sehat. Namun begitu mendengar perban Zhia mau dibuka dia langsung bersi keras menengok Zhia.


"Abah... umi, setelah ini kita ke makam Mas Iyas bersama ya," pinta Zhia lembut.


"Iya, Mak," timpal Uminya Iyas sambil memeluk Zhia.


"Ayo bibi pulang, kita bisa mainan lagi," kata Alifya riang.


"Iya, Alifya sayang. Bibi sudah bisa main lagi sama Alifya," jawab Zhia lembut.


"Holeeee"msorak keponakan kecil Zhia yang masih belum bisa mengucapkan huruf R, membuat semua orang tertawa.


Dibantu Kakak Iparnya Zhia mulai meninggalkan ruangan yang selama ini dia tempati. Zhia merasa ada sesuatu yang hilang, entah perasaan seperti apa tapi dia tak menyadarinya.


Sampai di parkiran Nindy dan Elly pamit karena masih banyak pekerjaan. Sedangkan Orang tua Iyas naik mobil mereka sendiri.


Zhia terkejut karena yang menjemputnya adalah Mobil baru yang besar dan mewah lengkap dengan sopirnya.


"Mobil siapa, Mas Rian?" tanya Zhia yang duduk di samping Kakaknya.


"Syauqi yang membelikan. Mas Rian sebenarnya sudah menolak karena merasa tak enak. Tetapi calon suamimu terus memaksa katanya untuk mengantar keluarga kita kemana-mana kalau ada acara bersama. Yah lumayan... bisa buat mengantar pesanan yang banyak untuk pelanggan juga," jawab Rian tertawa.


Kemudian dari balik jendela Zhia menikmati pemandangan. Semua berkat pengorbanan Iyas sehingga Zhia bisa melihat lagi. Teringat cinta pertamanya Zhia ingin menangis,namun dia tahan sekuat mungkin.


Tiga puluh menit kemudian Zhia sampai di pemakaman yang mirip terlihat seperti taman karena banyak pepohonan dan bunga. Di dekat batu nisan tertulis nama Iyas Maulana.


Zhia merasa sangat kehilangan sosok Iyas yang selalu melindunginya dari kecil sampai sekarang. Bahkan di akhir hidupnya Iyas masih berkorban untuk kebahagiaannya.


Abah Iyas memimpin do'a bersama. Semua menangis kecuali Alifya yang belum tahu apa - apa dan Zhia, karena dirinya sudah berjanji tidak ingin menangis karena kesedihan.

__ADS_1


"Terimakasih, Nak Iyas. Atas semua pengorbanan pada anakku selama ini. Semoga Alloh yang membalas segala kebaikanmu dan menempatkanmu disisinya," tutur ibunya Zhia.


Wanita separuh baya itu sudah menganggap Iyas seperti anaknya sendiri.


"Mas Iyas, maafkanlah aku yang telah banyak menyusahkanmu dan tak tahu balas budi ini. Aku akan berjanji menjaga mata ini dengan baik dan tidak akan aku gunakan untuk menangis. Mas Iyas, kamu tetap menjadi seseorang yang paling berarti dan paling kusayangi, terimakasih atas segala pengorbananmu selama ini," Kata Zhia lirih.


Angin berhembus secara perlahan. Suasananya hening... Zhia yang tengah menengadahkan kedua tangannya karena sedang berdo'a tibi-tiba dijatuhi setangkai bunga kamboja putih. Lalu Zhia meletakkan bunga tadi diatas makan Iyas.


"Mas Iyas, kau pergi secepat ini meninggalkanku.


Apakah kamu masih mencintaiku dan menungguku di sana?


Mas Iyas, meskipun dunia kita telah berbeda tapi aku selalu merasa kamu ada di sini, di hatiku yang paling terdalam.


Mas Iyas, maafkan semua kesalahanku.


Akulah yang telah melukaimu, aku yang telah mengecewakanmu dan aku juga yang telah menghianatimu. Sampai gara-gara aku juga kamu celaka


Mas Iyas, tiada kusangka jika pelukan itu benar-benar menjadi yang pertama dan yang terakhir bagi kita.


Maafkan aku Mas Iyas...


Semoga Alloh mengampuni segala dosamu dan menerima segala amalanmu." kata Zhia dalam hati.


Zhia termenung dalam pikirannya sendiri. Sampai semua orang sudah berdiri, Zhia masih merenung.


"Ikhlaskan dia, Nak Zhia. Supaya jiwanya bisa tenang," tutur Umi Iyas.


 


*****************************


 


Zhia berada disebuah taman yang sangat indah. Banyak bunga cantik yang belum pernah Zhia lihat, semerbak harum wangi yang selama ini belum pernah Zhia hirup. Juga ada banyak buah-buahan yang belum pernah Zhia makan sebelumnya.


"aku dimana?"


Tak berapa lama datang pemuda yang sangat tampan memakai baju serba putih, wajahnya bersinar terang bagai matahari sampai membuat Zhia silau.


Semakin lama pemuda itu mendekati Zhia dan ketika pemuda itu berdiri tepat di depannya.


"Mas iyas? Kamu benar Mas Iyas kan? Aku sangat merindukanmu."


Iyas tersenyum dan memberikan setangkai bunga Kamboja putih.


Zhia... dunia kita telah berbeda. Jangan lagi kamu terpuruk pada tipuan dunia yang fana.


Sebentar lagi kamu akan menikah, sayangilah dia melebihi rasa sayangmu padaku. Karena kelak surgamu berada di ridho suami.


Jangan kamu bersedih lagi karenaku.

__ADS_1


Di sini aku sudah bahagia dan terlepas dari segala penderitaan.


Jika kamu merindukanku cukup kirimkan do'a saja padaku.


Aku persembahkan kedua mata itu sebagai hadiah pernikahan, tapi bukan untuk menangis karena kesedihan.


Ingatlah Zhia... aku di sini bahagia dan jika kamu ingin kebahagiaan yang abadi maka patuhlah pada suamimu."


Kemudian banyak sekali perempuan yang sangat cantik dan tubuhnya bersinar.Mereka semua mengajak Iyas pergi dari hadapan Zhia.


Mas... Mas... Mas Iyas.


"Zhia... Zhia... bangunlah, Nak!"


Zhia merasa ada yang menepuk-nepuk kedua pipinya dan ada yang memanggilnya.


Zhia langsung terperanjat.


"Zhia, kamu mimpi buruk?" tanya Ibunya Zhia yang tidurnya terusik karena Zhia mengigau menyebut nama Mas Iyas.


"Tidak Buk, hanya bermimpi Mas Iyas saja," jawab Zhia.


Dia melirik ke jam dinding munjukkn pukul 02.30 malam.


"Mimpiku ajaib, terasa sangat nyata."


"Ibu ambilkan minum dulu ya?" kata ibu Zhia lembut.


"Tidak usah, Bu. Zhia ambil sendiri saja. Sekalian mau wudhu dan sholat tahajjud," jawab Zhia.


Ibunya hanya tersenyum dan tidur lagi, karena besuk adalah hari istimewa dalam hidupnya.


Zhia mengambil ponsel, ada satu pesan yang masuk beberapa jam lalu. Zhia langsung membukanya.


From: Mr.Jutek


Istriku sayang, aku baru saja pulang. Berhari - hari tak melihatmu membuatku sangat rindu, rindu akan kehangatan pelukanmu.


Maafkan aku yang tak sempat mengabarimu, banyak pekerjaan yang harus ku urus di sana. Supaya nanti tak ada urusan yang mengganggu bulan madu kita.


Istriku sayang, besok hari pernikahan kita.


Kamu sudah halal menjadi istriku dan kamu tak boleh lagi menolak semua keinginanku.


Zhia menahan tawa dengan isi pesan dari Syauqi,dia sangat tahu jika calon suaminya itu sengaja mengerjainya dengan kata - kata nakal.


"Dasar mesum, apa hanya itu saja yang ada dipikiramu**?" umpat Zhia dalam hati.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.


Kritik sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang dengan baik🤗

__ADS_1


__ADS_2