CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 105


__ADS_3

Keluarga Syauqi Malik masih duduk bersantai di puncak bukit menikmati pemandangan yang asri.


Anggun yang baru pertama kali melihat merasa takjub dan ingin berlama-lama di sana. Padahal hari sudah siang.


"Aku mau ke pasar tradisional, nanti keburu tutup," rengek Kaysa.


"Tunggulah sini, aku akan ambil mobil dan menjemputmu," jawab Alarik lembut.


"Baguslah, Bundamu sepertinya juga sudah kelelahan," timpal Syauqi senang.


"Bilang saja Ayah yang malas berjalan kaki pulang," sindir Syadev.


"Tahu aja kamu ini," jawab Syauqi tertawa.


Alarik pun berpamitan pada Syauqi dan Zhia untuk pulang duluan. Sepuluh menit kemudian suami Kaysa tersebut datang dengan mobilnya.


"Silahkan duluan, sepertinya Anggun masih ingin di sini!" ucap Syadev yang tahu isi hati Anggun.


"Benarkah? Anggun, apa kamu tidak mau ikut ke pasar beli jajanan tradisional?" tanya Kaysa.


"Anggun tidak rakus sepertimu, Kaysa," sela Syadev.


"Ya sudah, ayo Flora," kata Kaysa kesal pada saudara kembarnya.


Setelah mobil kelaurga Syadev berlalu pergi Anggun langsung mencubit lengan suaminya.


"Jangan seperti itu deh, nanti Kaysa marah. Kasihan dia kan sedang hamil, jadi sensitif," tegur Anggun.


"Uhh.. Dari lahir dia memang sudah sensi seperti itu," balas Syadev sambil mengelus lengannya.


Anggun tidak begitu fokus mendengarkan ucapan suaminya, dia merasa begitu damai dan sejuk berada di sana.


Syadev diam-diam menatap istrinya yang sedang menikmati keindahan alam.


"Suamiku, terima kasih telah memberikan kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan selama ini. Aku bahagia sekali berada ditengah-tengah keluargamu yang hangat. Ayah dan Bundamu sungguh luar biasa bisa menerima aku yang gadis yatim piatu," ucap Anggun tulus.


"Aku tidak mau jika hanya mendapat ucapan terima kasih saja," jawab Syadev meraih kepala istrinya dan mencium bibir Anggun cukup lama.


"Sebentar lagi kita akan ke Amerika, setelah di sana pasti akan sepi. Apalagi Darren juga tidak kembali ke sana," ucap Anggun.


"Aku akan berusaha sebaik mungkin agar aku bisa cepat lulus dan kita segera pulang," jawab Syadev yang memahami perasaan istrinya.


Anggun memeluk dan bersandar pada dada bidang milik suaminya.


Keduanya saling terdiam dan merasakan hembusan angin dipadukan dengan sinar matahari yang mulai naik. Jadi cuaca pagi itu tidak begitu dingin.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜

__ADS_1


Reki dan Orlin sedang makan singa bersama


. Mereka berdua mencari pembicaraan terhangat di perusahaan. Apalagi kejadian tadi tentang kedatangan Arisa yang memalukan.


"Kenapa semua orang seperti melihat ke arah kita ya?" bisik Orlin.


"Biarkan saja. Mungkin karena kita seperti pengantin baru," jawab Reki santai.


Orlin merasa malu sendiri mendengar ucapan Reki barusan. Dia jadi ingat tentang pembicaraan semalam dengan papanya.


"Reki, apa kamu benar-benar mencintaiku?" tanya Orlin.


"Kamu masih tidak percaya?" Reki balik bertanya.


"Bukan begitu, tapi masalahnya papaku masih belum sepenuhnya merestui kita," kata Orlin gelisah.


"Belum sepenuhnya? Berarti sudah ada beberapa kepercayaan dong. Sekecil apapun itu aku akan terus berusaha agar papamu mengizinkan aku menikahimu," jawab Reki senang.


"Aku juga berharap begitu, yang terpenting saat ini aku tidak disuruh balik ke London," timpal Orlin lega.


"Jadi... Kemarin kamu sakit karena terlalu mencintaiku dan takut berpisah denganku ya?" tanya Reki percaya diri.


Orlin tertawa lepas, tidak mengira jika seorang Reki bisa seperti itu.


"Semua karena ide Kaysa. Dia menyuruhku berendam air dingin di bak dari subuh sampai matahari terbit. Setelah itu aku demam dan menahan lapar agar papa menuruti keinginanku," kata Orlin jujur.


"Konyol... Kenapa kamu menurut pada gadis konyol itu?" ucap Reki masih belum bisa berhenti tertawa.


"Coba kemarin aku tidak sakit pasti kita juga dilarang bertemu," ucap Orlin merasa geli.


"Aku harus memberikan hadiah pada adik ipar ku yang cerdik itu, tapi kapan dia akan kembali ke sini?" tanya Reki tak sabar.


"Palingan setelah pernikahan Darren," jawab Orlin.


"Apapun itu, aku sangat berterima kasih karena kamu sampai segitunya untuk berjuang demi aku. Tapi lain kali jangan melakukan hal konyol lagi yang membahayakan nyawamu ya!" pinta Reki menatap lembut ke mata Orlin.


"Iya," jawab Orlin senang.


"Nanti kamu ikut pulang bersamaku menemui orang tuaku ya? Setelah itu aku akan mengantarkan kamu pulang dan menemui orang tuamu," pinta Reki lembut.


"Aku masih malu untuk membicarakan hubungan kita pada keluarga," jawab Orlin.


"Biasa saja, justru orang tua kita cepat tahu itu semakin baik. Jujur saja aku ingin segera menikahimu," pinta Reki.


"Ya kamu buktikan dulu pada Papa jika kamu sudah berubah dan bisa bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga," balas Orlin.


"Iya, tanpa kamu minta aku akan melakukannya," jawab Reki.

__ADS_1


"Oh iya, mengenai gadis yang tadi pagi itu ke apa lipstiknya bisa berantakan saat keluar dari ruangan kantormu?" tanya Orlin memastikan.


"Mana aku tahu, aku tidak melakukan apapun padanya. Ayo sekarang kita lihat di CCTV dulu," ajak Reki ingin membuktikan kebenaran.


Setelah di cek Orlin meringis sendiri melihat Arisa yang di usir. Dalam hatinya merasa senang karena Reki seorang pemuda yang bisa dipercaya.


"Percaya kan?" tanya Reki.


"Tapi kamu enak di peluk dia pasti senang," jawab Orlin pura-pura kesal.


"Jadi kamu mau aku peluk?" goda Reki.


"Jangan! Kita tidak boleh bersentuhan," pekik Orlin.


"Aku tahu. Makanya aku ingin segera menikahimu agar aku bebas menyentuhmu semauku," jawab Reki.


Orlin dengan rasa kesal reflek memukul bahu Reki lumayan keras.


"Nah, siapa yang menyentuhku duluan hayo?" ejek Reki.


"Kamu pantas dipukul," jawab Orlin.


"Baiklah, kalau begitu pukul lagi ayo," pinta Reki.


Orlin berpaling dan meninggalkan Reki seorang diri di ruangannya. Akan tetapi secara sembunyi-sembunyi Orlin tersenyum bahagia.


Mereka berdua yang sedang kasmaran saling senyum-senyum sendiri. Bahkan saat bekerja menjadi tidak konsen karena merindukan satu sama lain. Padahal mereka hanya dipisahkan oleh tembok saja.


Reki dengan iseng mengirimkan pesan.


Reki


Aku rindu kamu😘


Saat membaca pesan tersebut Orlin sampai merinding.


Orlin


Kerja... Kerja...


Reki ngakak sendiri mendapat balasan seperti itu. Duku jika pacarnya yang dikirim pesan gombal seperti itu akan langsung meluncur dan mendatanginya. Akan tetapi berbeda dengan Orlin yang masih memiliki harga diri tinggi.


"Aku masih ada tiga lagi pacar yang belum aku putus. Sebaiknya aku hubungi mereka agar nanti tidak menjadi kesalahan."


Reki yang tidak bisa fokus bekerja akhirnya menghubungi ketiga gadis tersebut dan memberikan status putus yang jelas. Reki tidak ingin jika kedepannya akan terjadi masalah lagi seperti kejadian Arisa tadi pagi.


Jangan lupa Like dan Vote ya😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2