
Langit mulai gelap, hujan deras mengguyur jalanan yang panjang.
Iyas mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh, dia sampai tak memperdulikan polisi patroli yang mengejarnya dengan Motor besar.
"Apa kamu takut?" tanya Iyas pada gadis yang duduk di sebelahnya.
"Hal seperti ini sudah menjadi makananku sehari-hari," jawab Nayla tertawa.
Nayla memang perempuan brutal, yang dulu pecinta balapan liar, suka minum alkohol dan pecandu narkoba.
Sampai gadis itu ketemu Iyas. Semua hal buruknya satu persatu mulai berkurang.
Nayla juga masuk rehabilitasi agar bisa berhenti mengonsumsi narkoba.
Apalagi setelah bertemu dengan Zhia, Nayla mulai termotivasi untuk hijrah seperti Zhia dan menganggap Zhia sebagai teman.
"Sudah lama aku tidak olah raga, tak sabar rasanya aku menghajar preman itu," ungkap Nayla bersemangat.
Iyas fokus menyetir, pada akhirnya mobilnya bisa menyelip dan menghadang di depan mobil yang membawa Zhia.
Tiga orang berbadan tinggi besar itu keluar, Iyas dan Nayla juga keluar.
Tanpa memperdulikan hujan yang lebat mereka langsung saling menyerang, Iyas melawan dua sedangkan Nayla melawan satu.
Nayla jago karate, tapi karena lawannya pandai berkelahi membuat Nayla menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengalahkannya.
Sepuluh menit berlalu, Nayla berhasil melumpuhkan lawannya.
Sedangkan Iyas masih berkelahi dengan satu orang yang belum tumbang.
Nayla datang membantu, dengan tendangan kakinya berhasil mengenai burung berharga milik preman itu.
"Rasain ... mampus kau," ejek Nayla, kedua tangannya sambil mengelap wajahnya yang basah.
"Wah, mau mukul milih yang enak," sindir Iyas pada Nayla.
Nayla hanya tertawa bangga.
Setelah ketiga preman itu tak berkutik Iyas dan Nayla berlari menghampiri mobil lawan.
Namun setelah dicari-cari Zhia tidak ada di situ.
"Kurang ajar! Mereka mengelabui kita," umpat Nayla langsung berlari dengan Iyas menuju mobilnya sendiri.
Tubuh mereka sudah basah kuyup, sampai kursi mobilnya yang diduduki juga ikut basah.
Iyas langsung tancap gas, dia sangat khawatir, ternyata penculik yang membawa Zhia sudah merencanakan sejak awal untuk memakai dua mobil yang warna juga platnya sama.
Namun sampai di jalan depan ada pertigaan. Iyas menghentikan mobilnya dan menepikan di pinggir jalan.
__ADS_1
"Kamu telepon Syauqi kalau kita kehilangan jejak, aku akan tanya pada orang di sekitar," kata Iyas langsung keluar dari mobil.
Nayla menelpon Syauqi dengan ponsel milik Iyas. Karena terlalu menghawatirkan temannya dia sampai tidak merasa sakit hati melihat wallpaper ponsel Iyas adalah foto cantik Zhia.
"Mas Syauqi, kita kehilangan jejak," kata Nayla panik.
"Aku sudah mendapatkan alamat tempat penculik itu, nanti aku kirim lewat pesan," balas Syauqi.
Beberapa detik kemudian Nayla mendapat pesan dari Syauqi.
"Iyas, aku sudah mendapat alamatnya," teriak Nayla memberi tahu.
Iyas pun berlari masuk kemobil lagi dan mengecek alamat tersebut.
"Kurang ajar! kita tadi melewati alamat ini," umpat Iyas penuh sesal.
Iyas menyadari kebodohannya sendiri, dia teringat tadi ada dua mobil putih yang satunya belok ke jalan kecil, karena Iyas saat itu sedang dikejar Polisi dia tidak sadar kalau kedua mobil itu memiliki plat nomor yang sama.
Iyas memutar balik lagi, lima menit kemudian dia sudah melihat jalanan kecil yang memasuki gang. Ketika ingin membelok dia harus menyeberangi karena jalan raya yang sangat besar itu memiliki dua jalur berbeda arah.
Ketika mau menyeberang dia tak menyadari ada mobil yang melesat dengan kecepatan tinggi dari lawan arah. Tak dapat dihindari lagi, suara dentuman keras menggema di jalan raya yang terguyur air hujan lebat.
Semua orang yang melihat langsung berkerumunan ditengah hujan mencoba membatu dua mobil yang bertabrakan.
************************************
"Don, apakah masih jauh?"
tanya Syauqi frustasi.
"Masih jauh, satu kilo meter lagi kita belok dan memasuki kejalanan kecil," jawab Dony memantau lewat Google Maps.
"Ayo kita lari, perasaanku sudah tak enak," ucap Syauqi keluar dan berlari di tengah hujan yang masih deras.
Dony pun mengikutinya dari belakang karena Syauqi larinya sangat cepat seperti atlit lari tingkat dunia.
Dengan napas tersengal mereka berdua berhenti di jalan belokan.
Di sana banyak berkerumunan polisi yang sudah membatasi area kecelakaan, Syauqi tidak tahu siapa korbannya karena sudah dibawa ambulans ke rumah sakit.
"Pak, saya pinjam mobilnya. Saya mau mengejar istri saya yang diculik," kata Syauqi memohon.
"Baiklah, tapi saya belum bisa membantu karena harus mengurus kemacetan yang parah dijalan ini," jawab Pak polisi sambil memberi kunci.
"Terimakasih, Pak. Saya juga sudah menghubungi Polisi tapi mereka masih tertinggal di belakang," jawab Syauqi langsung memasuki mobil bersama Dony,
Jalanan sepi karena tak ada perumahan, hanya bentangan tanah yang luas dengan tanaman pohon pisang.
sepuluh menit kemudian jalanan kecil itu memasuki sebuah tempat yang besar. Meskipun gerbangnya dikunci dari dalam tetapi Syauqi bisa mengenali mobil putih dengan nomor plat yang diberitahukan Nayla.
__ADS_1
Syauqi dan Dony memanjat gerbang kemudian masuk secara mengendap, dia bisa melihat Zhia yang kedua tangannya dipegang preman. Sedangkan Ishika sedang memaksa Zhia meminum sesuatu.
"Hentikan, angan berani menyentuh dia!" teriak Syauqi lantang.
Ishika kaget, tak mengira jika dengan secepat ini Syauqi bisa menemukannya.
"Jangan khawatir, aku tak akan menyakiti Zhia, justru aku sedang ingin membantunya,"
jawab Ishika santai.
"Apa maksudmu?" bentak Syauqi emosi.
Ishika mengisyaratkan anak buahnya untuk memberikan amplop coklat kepada Syauqi, setelah menerimanya Syauqi langsung membuka amplop tersebut, dia sangat kaget dan jantungnya serasa mau meledak.
Berpuluh-puluh foto Zhia sedang berpelukan dengan Iyas jatuh dari tangannya dan bertebaran di lantai.
"Itu kejadian tadi sore, beberapa detik sebelum Zhia diculik. Apakah kamu tega memisahkan mereka? Aku saja yang tidak mengenal mereka merasa kasihan dan ingin menyatukan cinta mereka seperti dulu," ucap Ishika seolah menjadi pahlawan.
"Aku tak peduli dengan apa yang kamu katakan, aku mencintai Zhia dan dan dia hanyalah milikku. Sekarang lepaskan dia!" perintah Syauqi tegas.
Ishika marah mendengar jawaban Syauqi, wanita cantik itu kemudian mengangkat dagu Zhia ke atas.
"Apa yang kau lihat dari gadis ini? Kecantikan, pendidikan bahkan status, semuanya aku lebih unggul darinya. Dia sama sekali tidak mencintaimu sedangkan aku siap memberikan jiwa ragaku," teriak Ishika.
"Yang kamu katakan semuanya memang benar, aku sendiri juga tidak tahu jawabannya. Hanya saja ketika bersamanya aku memiliki keinginan untuk bisa berubah dan memiliki harapan hidup yang lebih baik," jawab Syauqi sesuai apa yang dirasakannya.
"Zhia, kamu mencintai Iyas kan? Kamu ingin hidup bersama Iyas selamanya kan? minumlah ini... maka semuanya akan terwujud dan Syauqi tak bisa lagi memaksamu untuk menikah dengannya!" bujuk Ishika pada Zhia.
"Aku tidak mau... jangan bunuh janinku," Zhia meraung ketakutan.
Calon istri Syauqi itu menangis dan tak bisa melepaskan diri karena kedua tangannya dicengkeram erat oleh anak buah Ishika.
"Ishika, jika kamu berani menyakiti Zhia dan anakku, aku akan membakarmu hidup-hidup karena aku tak pernah main-main dengan perkataanku," ancam Syauqi dengan nada yang menusuk tajam.
Syauqi merasa sangat hancur melihat Zhia gadis lembut yang sedang menangis ketakutan.
Ishika merasa putus asa, wanita itu sudah tidak mungkin lagi memiliki celah untuk mendapatkan Syauqi.
"Baiklah, aku akan melepaskan Zhia dan anak yang dikandungnya, asalkan kamu mau menyerahkan dirimu dihajar semua anak buahku," kata Ishika dengan senyuman penuh kedendaman.
Dia sangat marah, karena selama ini banyak lelaki kaya raya juga tampan yang mengejarnya. Tapi baru pertama kali ada lelaki yang berani melolak Ishika mentah-mentah disaat dia benar-benar mencintai Syauqi.
Dony merasa terkejut dan khawatir.
"Waduh, bisa mati kalau Syauqi dihajar banyak orang yang bertubuh besar ini."
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA ini bisa berkembang lebih baik lagi.
__ADS_1