
"Yakin jika tidak mau dicium?" goda Kaysa.
"Tidak untuk saat ini, tapi setelah menikah aku ingin minta lebih dari sekedar ciuman," jawab Alarik sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Minta apa?" pekik Kaysa.
"Ya apa yang seharusnya dikasih istri pada suami," jawab Alarik gantian menggoda.
Seketika Kaysa memalingkan wajahnya karena merasa malu.
Alarik menahan tawa, sebab di balik sikap Kaysa yang percaya diri tapi ada sisi wanitanya yang malu kalau membahas tentang hubungan intim.
"Masih punya rasa malu juga ya," batin Alarik senang.
Di tengah jalan Kaysa berpapasan dengan mobil Darren.
"Barusan itu mobil Darren kan? Terus orang yang menundukkan kepalanya itu pasti Zahra," pekik Kaysa.
"Memang Iya, kenapa?" tanya Alarik.
Kaysa seketika cemberut. Karena Alarik tidak peka dengan kemauannya.
Alarik sebenarnya sudah tahu, jika Kaysa merasa iri sebab Darren mengajak jalan-jalan Zahra. Namun Alarik sengaja membuat Kaysa kesal dulu.
Lima menit kemudian Kaysa masih cemberut, akhirnya Alarik yang mengalah.
"Mau jalan kemana?" tanya Alarik mesra.
"Tidak mau," jawab Kaysa kesal.
Alarik sangat paham, jika kekasih kecilnya itu hanya ingin dibujuk dan dirayu dengan kata-kata manis. Apa yang diucapkan Kaysa barusan sangat bertentangan dengan isi hatinya.
Alarik membelokkan mobilnya ke pantai, entah kenapa hari ini pemuda itu sangat ingin ke sana.
Kaysa senang, tapi tidak ingin menunjukkan kegembiraannya.
Sesampainya di pantai Kaysa jebol juga pertahanannya, dengan riang dia menarik tangan Alarik untuk segera menuju pantai.
"Sunset nya indah sekali! Ayo kita foto bareng," ajak Kaysa bersemangat.
"Iya," jawab Alarik sabar.
"Pakai ponsel Kak Al saja yah? Punyaku sudah mau habis baterainya," ucap Kaysa.
"Iya," jawab Alarik.
Alarik segera memberikan ponselnya, dan mereka berdua foto bersama layaknya seorang kekasih pada umumnya yang tersenyum lebar penuh cinta.
"Kak Al, tadi aku lihat jagung bakar di ujung sana. Kayaknya enak dingin-dingin gini makan jagung bakar," rengek Kaysa manja.
"Iya," jawab Alarik langsung berjalan meninggalkan Kaysa seorang diri.
Kaysa berniat selfy lagi, dia merasa sayang menyia-nyiakan pemandangan seindah ini. Namun tiba-tiba ada satu pesan yang masuk.
Kaysa yang sembrono itu langsung saja membuka pesan tersebut.
Tante Nayla
Alarik, kamu tahu kan selama ini Orlin sangat mencintaimu? Usia kalian jua sudah cukup untuk menikah. Lagipula sekarang kamu sudah berhasil mengambil alih perusahaanmu, lalu apalagi yang kamu tunggu?
__ADS_1
Seperti dihantam palu yang besar, hati Kaysa merasa ngilu dan remuk. Antara marah, kecewa dan sakit.
"Jadi selama ini Kak Al masih merahasiakan hubungan kami?"
Kaysa langsung jatuh terduduk di pantai, dia tidak perduli dengan bajunya yang mulai basah terkena sapuan ombak. Bahkan ponsel Alarik juga basah, tapi tetap masih bisa nyala.
Kaysa menangis sejadi-jadinya, dia marah pada Alarik. Dia juga marah pada dirinya sendiri karena telah melukai banyak orang. Namun untuk melepaskan seseorang yang dicintainya bukanlah pekara yang mudah baginya.
Alarik yang baru kembali dengan membawa dua jagung bakar langsung panik melihat Kaysa menangis dan bajunya sudah setengah basah.
Alarik langsung berlari dan melempar jagung bakarnya karena terlalu khawatir.
"Kamu kenapa?" tanya Alarik sambil mengangkat tubuh Kaysa yang terendam air pantai.
Namun Kaysa langsung menyerahkan ponsel Alarik dan menunjukkan isi pesan dari Nayla.
"Apa ini? Kak Al membuat aku seolah-olah orang yang kejam," teriak Kaysa kesal.
Alarik sendiri terkejut, pemuda itu juga Bingung bagaimana menjelaskan pada orang tua orlin.
Alarik mengira jika Orlin akan bicara pada orang tuanya, siapa sangka jika keadaanya akan begini.
"Maafkan aku Kaysa, setelah ini aku akan menjelaskannya," jawab Alarik.
"Apa jangan-jangan Kak Al memang punya hubungan dengan Kak Orlin? Pantas saja Kak Al tidak keberatan jauh dariku, karena di sana juga punya seseorang," bentak Kaysa cemburu.
Alarik tidak bisa santai menghadapi amarah Kaysa saat ini, pemuda itu bisa membedakan amarah Kaysa yang hanya merajuk atau amarah yang sungguhan.
Alarik langsung memeluk tubuh Kaysa, tapi dengan tenaga yang kuat didorongnya tubuh Alarik sampai pemuda itu terjengkang ke belakang.
Alarik ikut basah kuyup, tapi Kaysa mengabaikan dan langsung berlari pergi.
Entah sudah berada di mana, tapi Kaysa merasa keberadaannya saat ini jauh dari Alarik.
Tiba-tiba dia bertemu dengan dua orang pemuda yang tengah menikmati sunset juga.
"Gila! Cakep sekali ini cewek."
"Kita kenalan yuk?"
Kaysa sama sekali tidak takut, justru ingin rasanya saat ini dia memukul orang untuk melampiaskan rasa sakit di hatinya.
"Jangan berani mendekat, atau aku hajar kalian berdua," jawab Kaysa sadis.
Kedua pemuda itu tertawa, siapa sangka perempuan cantik yang memakai jilbab bisa segalak itu.
"Cewek seperti yang ini nih aku idolakan, pakai hijab tapi ganas," cetus salah satu pemuda sambil merayu ke depan.
Kaysa tak ingin memberi kesempatan pada pemuda itu untuk merendahkan dia walaupun hanya dengan ucapan, dengan kecepatan penuh Kaysa langsung menendang dan meninju pemuda barusan dengan kekuatan penuh.
Pemuda yang satunya justru tertawa melihat temannya tersungkur di pasir.
"Kamu mau juga?" tanya Kaysa.
"Boleh di coba," jawab pemuda yang masih berdiri di depan Kaysa. Pemuda itu tampak sangat penasaran dengan Kaysa yang terlihat beda dari yang lain.
Mereka saling menyerang, pemuda itu tidak mengira jika wanita yang barusan diremehkan memiliki gerakan yang cepat dan tenaga yang kuat.
Si pemuda yang memiliki postur tubuh tinggi itu hanya menghindar tanpa mau membalas serangan, sedangkan Kaysa membabi buta mengerahkan seluruh tenaganya karena dikuasai amarah.
__ADS_1
ππππππππππππ
Alarik masih mencari Kaysa yang berlari entah kemana, hari langit yang mulai gelap membuat pandangan menjadi remang-remang.
Alarik sekilas tadi melihat Kaysa berlari ke arah kanan, berlawanan arah dengan mobil mereka yang terparkir. Kini Alarik hanya bisa mengandalkan nalurinya untuk mencari keberadaan kekasihnya.
Alarik marah pada diri sendiri karena membuat Kaysa terluka, pemuda itu takut jika sampai Kaysa berada dalam bahaya.
Rasa cinta Alarik yang begitu besar menuntun langkahnya sampai di tempat Kaysa berada. Jiwa lelakinya langsung mendidih melihat kekasihnya sedang bertarung melawan seorang lelaki.
Alarik langsung melayangkan tendangan pada pemuda tersebut, Kaysa sendiri terkejut karena tiba-tiba Alarik sudah berdiri di sisinya.
"Banci! Beraninya melawan peremouan," umpat Alarik.
Namun siapa sangka jika pemuda itu langsung menarik lengan temannya yang masih terluka dan kabur.
Alarik merasa enggan untuk mengejar, dia lebih mementingkan keadaan Kaysa dari pada menghajar kedua pemuda tadi.
"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Alarik cemas.
Kata dia dan berpaling hendak pergi. Alarik sangat ketakutan jika kehilangan seseorang yang paling dicintainya. Pemuda itu tidak ingin membuat Kaysa berlama-lama salah paham, karena bisa membuat keduanya saling terluka.
"Aku mencintaimu, Kaysa. Hanya kamu satu-satunya di hatiku," teriak Alarik.
Kaysa merasa senang juga mendengar pernyataan itu, tapi gadis itu gengsi jika memaafkan dengan mudah.
Alarik memeluk tubuh Kaysa yang masih setengah basah, kemudian tangan kekarnya memegang wajah Kaysa. Dengan penuh kasih sayang Alarik mengecup kening Kaysa.
"Jangan tinggalkan aku lagi seperti tadi, kamu membuat aku lebih memilih mati dari pada harus kehilangan kamu," bisik Alarik mesra.
"Gombal," jawab Kaysa ketus.
"Setelah aku kembali ke kotaku, aku akan langsung pergi ke London menemui Tante Nayla dan Om Rendra secara langsung," bujuk Alarik.
"Mau melamar kak Orlin?" sergah Kaysa.
"Tidak, aku mau meminta maaf secara langsung kemudian menjelaskan tentang pernikahan kita," ucap Alarik lembut.
"Apa aku harus percaya?" sela Kaysa dengan nada ketus.
Alarik sudah kehilangan kesabaran, dia langsung mencium bibi Kaysa yang terasa manis tanpa ampun.
Kaysa langsung terbungkam, harga dirinya menolak ditaklukkan oleh ciuman Alarik. Gadis itu mendorong Alarik penuh amarah.
Alarik tidak seperti biasanya yang mengalah, dia justru semakin mempererat pelukannya dan mencium bibir Kaysa dengan ganas.
Kaysa sendiri heran, karena ciuman Alarik. sangat menggebu dan penuh hasrat, bahkan Kaysa sendiri sampai tidak bisa bernapas karena Alarik terus-terusan menguras habis tenaga Kaysa.
Jangan lupa Like dan Vote yahπ
**Maaf episode ini sebenarnya mau di up semalam, tapi tiba-tiba Author ketiduranπππ dan naskahnya hilang lagi karena belum sempat kesimpanπ
Menurut Kakak-kakak semua apa yang terjadi dengan Kaysa dan Alarik setelah ini?
A. Alarik merenggut keperawanan Kaysa.
B. Kaysa menendang Alarik.
C. Alarik sadar dan minta maaf sambil nangis-nangis.
__ADS_1
Mohon di komen yahhππ€**