
Zhia berteriak senang karena kedua pembantunya mendapat ikan lebih banyak.
"Maaf, Nak Orlin. Bibik kalah," kata Bik Imah pura-pura sedih.
Sebenarnya pengasuh itu bahagia melihat wajah Orlin yang dari tadi ceria.
"Tidak apa-apa, Bik Imah. Orlin tetap bangga ternyata Bibik bisa mancing, walau cuma dapat dua," jawab Orlin yang membuat semua orang tertawa.
"Kita dapat banyak karena sudah terbiasa mancing di sini. Sedangkan Bik Imah baru kali ini," ucap Bik Tri memberi semangat.
"Tenang saja, nanti kita bakar sama-sama," timpal Bik Mus.
ketiga pembantu itu sedang asyik membakar.
Namun tiba-tiba datang segerombolan lelaki bertubuh besar dengan wanita cantik yang terlihat sombong.
Mereka mendekati kearah Danau. Orlin ketakutan dan memeluk Zhia.
"Orlin sayang, tadi Papamu menyuruh Tante Jesika untuk menjemputmu," bujuk wanita itu terlihat dibuat-buat.
"Tidak mungkin, Papa tadi pagi bilang tidak mau menikahi nenek sihir," teriak Orlin dengan polosnya.
Seketika wajah Jesika memerah karena amarah.
"Dasar Anak kecil, tak hanya wajahmu tetapi sifatmu juga seperti Mamamu yang hina. Pergi sana menyusul Mamamu," teriak Jesika.
"Nyonya Jesika, Nak Orlin hanya anak kecil, Anda tak perlu membentaknya seperti ini" bela Bik imah memeluk Orlin yang menangis.
"Kamu cuma seorang pembantu rendahan. Kamu tak punya hak untuk berbicara," maki Jesika pada Bik Imah.
Zhia merasa ngeri jika wanita di depannya ini akan menjadi Mama tirinya Orlin.
"Nyonya, saya harap tenangkan dirimu! Kita bisa bicara baik-baik," bujuk Zhia lembut.
"Kamu Siapa? Oh, jangan-jangan kamu wanita simpanannya Rendra ya? Pantesan Orlin disembunyikan di sini," kataJesika pedas, menusuk hati Zhia.
"Jaga bicaramu, Nyonya Jesika. Saya tidak seperti yang anda pikirkan. Saya sudah punya suami," jawab Zhia.
"Jadi kamu sudah menikah dengan Rendra?Pantas saja dia membatalkan pertunangan kami tadi pagi."
Jesika sangat marah dan tidak terima. Wanita itu langsung menampar wajah Zhia keras, sampai meninggalkan bekas merah di pipi Zhia.
Semua menjerit, kedua pembantu Zhia langsung melindunginya.
"Nyonya Zhia adalah Istrinya Tuan Syauqi Malik. Bukan Tuan Rendra," pekik Bik Mus tak terima.
Jesika terkejut, terlebih lagi mendengar nama Syauqi Malik.
"Syauqi Malik? ah, dindunia ini banyak orang yang memiliki nama yang sama, tidak mungkin wanita ini istrinya Tuan Syauqi."
***********************************
Syauqi yang sedang di kantor cabang merasa gelisah dan cemas. Hatinya terus merasa jika istrinya sedang dalam bahaya.
__ADS_1
Syauqi langsung meninggalkan pekerjaannya dan kembali pulang.
Sampai di pekarangan Vila, dia kaget karena ada dua mobil asing.
Melihat Istrinya sedang berhadapan dengan segerombolan Pria gagah, Syauqi langsung berlari.
Syauqi berpikir jika itu adalah suruhan dari keluarga Ishika untuk balas dendam, karena mantan pacarnya itu sekarang sedang mendekam di penjara.
"Jangan terjadi sesuatu yang buruk pada istri dan anakku ya Alloh"
Kedatangan Syauqi seperti petir yang menyambar.
Jesika matanya terbelalak karena ternyata yang datang adalah Syauqi Malik pemilik Perusahaan Raksasa.
Semua anak buah Jesika juga sudah gemetaran tubuhnya.
Mereka sudah tahu rumor tentang Syauqi yang mengerikan dan tak terkalahkan.
Melihat Zhia yang memegang wajahnya, Syauqi langsung membuka tangan Zhia. Ada bekas merah seperti telapak tangan.
Emosi Syauqi langsung memuncak seperti kesetanan.
"Siapa yang berani menyakiti Istriku?" Bentak Syauqi, suaranya saja sudah membuat segerombolan anak buah Jesika ketakutan dan mundur kebelakang beberapa langkah.
"Maaf, Tuan Syauqi Malik. Tadi terjadi kesalah pahaman," kata Jesika menunduk gemetar.
Zhia dan pembantunya yang tidak tahu dunia bisnis merasa heran, kenapa Jesika yang tadi emosinya meledak-ledak kini suaranya parau.
"Oh, Ternyata Nyonya Jesika pewaris tunggal perusahaan Amora. Tanganmu yang tadi menampar istriku harus kupotong untuk menebus dosamu," sindir Syauqi dingin tapi sangat menakutkan.
Syauqi langsung meraih ponsel di saku celananya.
"Don, hancurkan perusahaan Amora sekarang juga!" perintah Syauqi tegas.
Jesika langsung sujud di depan Zhia, wanita itu sangat takut kehilangan perusahaan dan kehidupan mewahnya.
"Maafkan saya, Nyonya Syauqi. Saya salah paham terhadap Anda," ucap Jesika dengan wajah memelas.
Zhia kaget, dia mengenal baik suaminya yang tak pernah main-main dengan setiap ucapannya. Dia langsung menggenggam lengan suaminya berharap bisa tenang.
Melihat istrinya yang terlalu baik hati ini membuat Syauqi merasa semakin sakit dan marah.
"Kenapa istriku yang selembut ini selalu teraniaya, aku tidak terima. Aku ingin seluruh dunia tahu siapapun yang berani menyakiti istriku akan ku balas seribu kali lipat," gumam Syauqi pada diri sendiri.
"Nyonya Jesika Amora, ini hanyalah peringatan kecil dariku. Sebaiknya Anda segera pergi sebelum aku berubah pikiran lagi," ucap Syauqi seperti seribu jarum yang menghujam.
Segera Jesika dan segerombolan anak buahnya meninggalkan bukit itu.
"Bik Imah, sebaiknya Orlin dibawa ke rumahku saja sampai Rendra pulang! Biar lebih aman," pinta Syauqi.
"Terimakasih, Tuan Syauqi," jawab Bik Imah.
Pengasuh itu bersyukur kali ini Orlin selamat. Tadi dia sempat tegang takut kalau Jesika membawa Orlin sebagai sandera supaya Rendra mau menikah dengan nenek sihir itu.
__ADS_1
"Bik Mus, Bik Tri, kalian temani Orlin juga. Sediakan apapun kebutuhannya!" perintah Syauqi yang langsung dipatuhi kedua pembantunya.
"Ayo sayang, biar lukamu kuobati," kaata Syauqi lembut, dia menarik pelan tangan Zhia menuju ke kamar mereka.
Zhia hanya diam menurut, walaupun dalam benaknya tersimpan sejuta pertanyaan yang sulit diucapkan.
"Siapa sebenarnya suamiku ini?
Kenapa mereka yang dari luar negeri sangat takut dengan Suamiku.
Apakah suamiku seorang pembunuh?
Kenapa dengan mudah suamiku bisa menghancurkan perusahaan orang lain?
Apakah suamiku ini Mafia?"
Zhia sangat Resah, Syauqi bisa menyadarinya.
Syauqi menyuruh istrinya duduk di ranjang, dia sendiri duduk di bawah dan bersandar dalam pangkuan Zhia.
"Untuk sampai di puncak banyak hal yang sudah aku lalui. Apapun atau Siapapun yang berani menghadang ku akan aku singkirkan. Tetapi setelah menikahimu aku sudah tak berambisi lagi seperti dulu. Aku hanya ingin hidup damai bersamamu dan menunggu kelahiran anak kita," kata Syauqi lembut.
Walaupun Zhia masih belum mengerti, tapi apapun masa lalu suaminya Zhia akan menerimanya. Karena dia tahu suaminya kini berubah berhati lembut dan penyanyang pada orang lain.
"Hanya saja jika sesuatu milik suamiku yang berharga diganggu orang sifat murkanya yang sangat mengerikan belum hilang," batin Zhia.
Syauqi berdiri dan mengambil obat. Dia melihat lebam di wajah Zhia membuatnya emosi lagi.
"Baru kutinggal beberapa jam kamu sudah terluka " kata Syauqi datar, menahan amarahnya.
"Aku tidak papa kok, Mas Syauqi. cuma luka kecil," jawab Zhia tersenyum manis, membuat hati kesal Syauqi meleleh.
Syauqi mengecup lembut pipi yang tadi bekas ditampar Jesika.
Zhia menjerit kesakitan.
"Sakit, Mas Syauqi," ucap Zhia setengah berteriak.
"Cuma ngetes istriku ini bohong atau tidak, ternyata tidak baik-baik saja. Diamlah, biar kuolesi wajahmu dengan saleb," kata Syauqi tertawa kecil.
Zhia merasa sebal dengan kelakuan licik suaminya.
"Apa-apaan, kenapa aku sekarang merasa senang saat dijahili suamiku."
Selesai mengobati istrinya Syauqi mengajaknya tidur siang, dalam pelukan hangat suaminya Zhia terlelap dalam mimpi indah.
"Terimakasih, Mas Syauqi. Kamu selalu ada disaat aku membutuhkan," batin Zhia.
Syauqi melihat istrinya yang sebentar sudah pulas,dia mengecup kening istrinya beberapa kali saking gemasnya.
"Zhia, kamu ini terlalu baik hati atau memang lemah? Kenapa tadi kamu tak marah saat dilukai orang lain. Apa kamu hanya berani memarahiku saja seperti dulu yang menamparku saat kucium paksa," pikir Syauqi.
Rasa cinta Syauqi pada istrinya semakin hari bertambah semakin besar. Saat Zhia tadi dalam bahaya Syauqi selalu merasa jika jiwanya dipanggil istri tercintanya.
__ADS_1
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗