CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 26


__ADS_3

Kaysa layaknya seorang istri yang baru ditinggal suaminya merantau, sedih dan merasa kehilangan.


“Kaysa, kenapa kamu di sini sendirian? Di mana Gio?” tanya Orlin heran.


“Kak Gio sudah pulang duluan tadi,” jawab Kaysa tidak bersemangat.


“Kalung itu dari Alarik, kan? Sekarang orangnya di mana?” tanya Orlin penasaran.


“Juga sudah pergi, ke sini Cuma memberi ini terus orangnya langsung menghilang,” jawab Kaysa.


“Mungkin memang Kakakmu itu sedang sibuk, ayo kita segera masuk! Tadi sudah di cari Om Syauqi dan Tante Zhia,” ajak Orlin ramah.


Kaysa diam dan mengiyakan ajakan sahabat Alarik tersebut.


Semua orang sudah berkumpul menjadi satu karena ingin berpamitan pulang, Kaysa mencoba tetap tersenyum di depan para tamu.


Yuki mendekati Kaysa dengan wajah yang bingung.


“Loh, ke mana Gio. Kenapa dari tadi tidak terlihat?” tanya Yuki.


“Tadi sudah pulang duluan,” jawab Kaysa tidak enak.


“Dasar tuh anak, berangkat bareng tapi pulangnya malah ninggal duluan,” ucap Yuki kesal.


“Sebaiknya kalian semua menginap di sini saja!” pinta Syauqi pada Orlin, Yuki, Anggun, Zahra dan Darren.


“Iya, lagi pula besok hari Minggu. Jadi kalian tidak perlu khawatir lagi,” timpal Zhia dengan wajah sumringah.


Mereka pun menyetujuinya, karena memang sudah larut malam.


Kaysa segera mengajak tamu-tamunya untuk masuk ke dalam rumah.


Syauqi dan Zhia sudah sangat kelelahan, mereka berniat segera istirahat.


“Aku mau bobok sama Ayah dan Bunda,” pinta Flora yang sudah ngantuk berat.


“Iya, sayang,” jawab Zhia lembut.


“Kalian bisa tidur di kamar Flora! Kamar tamu juga ada tiga. Tinggal pilih sesuka hati kalian,” pamit Syauqi sambil menggendong putri kecilnya yang sudah mengantuk berat.


“Kalau masih lapar tinggal ke dapur saja ya! Jangan sungkan-sungkan. Anggap saja ini rumah kalian sendiri,” timpal Zhia sembari mengikuti Syauqi masuk ke dalam kamar.


Namun para anak muda masih belum mengantuk, mereka sedang mengobrol di ruang keluarga yang terletak di lantai dua.


“Kaysa, kalung kamu sangat indah sekali. Apa itu juga hadiah?” tanya Yuki antusias.


“Iya, dari Kak Alarik,” jawab Kaysa riang.


“Belinya di mana ya? Aku juga ingin,” ucap Yuki antusias.


“Itu cuma ada satu saja, karena impor langsung dari Paris. Berlian asli loh,” timpal Orlin ramah.


“Wah, pasti mahal,” seru Yuki.


“Tentu, seratus juta lebih,” jawab Orlin santai.


“Apa?” pekik semua orang, termasuk Kaysa sendiri.


“Iya, karena waktu pemesanan aku juga ikut,” jawab Orlin meyakinkan.


“Dari mana Kak Al dapat uang sebanyak itu?” tanya Kaysa heran.


“Sekarang Kakakmu sudah menjadi pimpinan di Perusahaan Mandala, tentu saja uangnya banyak,” jawab Orlin setengah tertawa.


“Pantas saja waktu aku minta skincare yang harganya puluhan juta langsung dibelikan,” ucap Kaysa lirih.


“Jadi kamu belum tahu mengenai ini?” Tanya Orlin.


Kaysa hanya menggeleng lemah.


“Kak Orlin kok bisa tahu semua tentang Kak Al?” tanya Yuki penasaran.


“Tentu saja, karena aku bekerja sebagai sekretarisnya,” jawab Orlin.


Yuki dalam hati merasa iri, bagaimanapun juga harapan dia untuk mendapatkan Alarik sangat sulit. Apalagi Orlin dewasa dan cantik itu juga terlihat menyukai Alarik.


“Kalian belum mengantuk?” tanya Syadev tiba-tiba.


Semua menjawab dengan gelengan kepala. Syadev sendiri juga tidak bisa tidur karena ada Anggun di rumahnya.


“Bagaimana kalau kita menonton film saja?” saran Yuki.


“Film apa? Asal jangan horor,” jawab Darren yang penakut.

__ADS_1


“Aku tahu, drama Korea saja,” sela Kaysa antusias.


“Tidak, aku tidak suka itu,” sergah Syadev tiba-tiba.


“Drama kerajaan China juga bagus loh, judulnya Ashes of Love. Aku sampai nonton berulang-ulang,” saran Orlin.


“Baiklah kita coba itu saja,” kata Kaysa langsung mengambil laptopnya.


Syadev tidak berani menolak, karena gadis yang disukainya tampak tertarik.


Semua terdiam dan fokus menonton saat film itu di mulai. Apalagi setelah drama itu tengah ada adegan romantis, Syadev dan Anggun teringat ciuman pertama mereka yang tidak disengaja.


Syadev dan Anggun saling berpandangan dan wajah mereka memerah.


“Astaga, aku merasa sangat malu. Apakah dia juga mengingat kejadian itu ya?” batin Syadev.


“Aku jadi malu sendiri, tapi aku tidak boleh terbawa perasaan. Karena aku dan Syadev perbedaannya terlalu jauh. Mana mungkin Syadev memiliki perasaan yang sama terhadapku,” bisik Anggun pada dirinya sendiri.q


Semua yang menonton terhanyut dalam setiap adegan drama itu, mereka tenggelam dalam khayalan masing-masing seolah mereka menjadi pemeran utamanya. Bahkan Kaysa dan Zahra sampai sampai menangis ketika pemeran cowoknya meninggal sebab di bunuh kekasihnya sendiri.


Syadev yang awalnya tidak suka lama-lama juga ikut tertarik.


“Tragis sekali, semoga dewa api bisa hidup lagi,” ucap Darren.


“Darren, Diamlah!," protes semuanya.


Darren hanya menahan tawa karena kena marah semua orang.


Mereka terus menonton sampai Azan subuh berkumandang. Syauqi dan Zhia yang baru bangun tidur terkejut melihat anak-anak bergadang sampai pagi.


“He, ayo sholat subuh dulu!” tegur Syauqi.


Semua kaget, tidak menyangka kalau sudah pagi. Mereka segera bubar meskipun dalam hati masih terngiang dan penasaran dengan ending drama tersebut.


Kaysa tidak ikut Sholat sendiri karena sedang datang bulan, dia lebih memilih kembali ke kamar dan melanjutkan menonton drama tadi.


Namun niatannya terhenti karena ada panggilan Video dari Alarik.


Setelah di buka, Kaysa sangat terpesona dengan ketampanan kekasihnya yang terlihat dari layar ponselnya.


“Assalamualaikum,” sapa Alarik manis.


“Waalaikumsalam,” jawab Kaysa sedikit gugup.


“He.. he, semalaman tidak tidur,” jawab Kaysa terkekeh.


“Loh kenapa?” tanya Alarik cemas.


“Ada Kak Orlin, Kak Yuki, Zahra, Anggun dan Darren di sini. Kita menonton drama romantis banget... Apalagi saat pemeran utama berciuman,” jawab Kaysa ngakak.


“Gadis mesum! Jangan terlalu banyak nonton drama seperti itu, tidak baik. Nanti kalau kamu jadi kepengen bagaimana” tanya Alarik tersenyum geli.


“Emang aku cewek apaan? Kak Al pikir aku gadis yang dengan mudah menyosor lelaki duluan?” ucap Kaysa kesal.


“Yang semalam itu bagaimana?” goda Alarik girang.


“Yang mana ya? Aku lupa,” jawab Kaysa ketus menahan malu.


“Di bawah pohon dekat ayunan, kamu memeluk aku terus mencium aku penuh gairah” ejek Alarik tersenyum puas.


“Itu salah Kak Al sendiri! Baru datang sudah mau pulang saja” jawab Kaysa balik menyalahkan.


Alarik tertawa, pemuda itu tahu jika Kaysa pandai bersilat lidah. Meskipun gadis itulah yang salah tapi dengan mudah membuat orang lain yang menjadi tersangka.


“Yang membuat Kak Al marah semalam itu siapa hayo?” goda Alarik pura-pura serius.


“Eh, Kak Al. Terima kasih hadiahnya ya? Aku suka sekali. Baru sadar kalau ada ukiran nama kita. Alkay. Keren sekali, Kak Al memang jenius,” kata Kaysa tersenyum tanpa dosa.


“He, berani-beraninya mengalihkan pembicaraan ya?” sergah Alarik.


“Yang terpenting aku hanya menyayangi Kak Al! Lagi pula Kak Gio menyentuh kulitku saja juga tidak. Aku nakalnya juga hanya dengan Kak Al saja,” bujuk Kaysa dengan nada manja.


“Ya harus! Jangan pernah punya pikiran bahkan niatan untuk dekat-dekat dengan lelaki lain,” ancam Alarik tegas. Sesungguhnya hatinya sangat berbunga-bunga mendengar pengakuan Kaysa itu.


“Sebaiknya sekarang kamu segera tidur! Kesehatannya harus dijaga,” timpal Alarik lagi cemas.


“Belum mengantuk, aku masih ingin melanjutkan nonton drama lagi,” rengek Kaysa.


“Tidurlah, nontonnya bisa lain kali saja!” sergah Syadev.


“Iya, Kak Al,” ucap Kaysa berubah lembut.


“Sekarang tidurlah! Jangan berani-beraninya membohongi Kak Al ya! Dan jaga baik-baik kalung itu!,” perintah dengan senyuman puas.

__ADS_1


“Iya, Kak Al. Tapi apa tidak merasa sayang kehilangan uang banyak? Kata Kak Orlin harganya seratus juta lebih,” tanya Kaysa heran.


“Kak Al sudah pernah bilang, asal demi kebahagiaanmu aku rela melakukan apapun,” jawab Alarik mesra.


“Terima kasih, kalau begitu aku tidur dulu. Assalamualaikum... Mwaachh...” ucap Kaysa langsung mematikan ponselnya.


Tapi bukan Kaysa namanya kalau jadi anak penurut, meskipun sudah pamit mau tidur tapi gadis itu langsung membuka laptop dan kembali melanjutkan nonton drama.


“Kaysa, apa kamu tidak mengantuk?” tanya Orlin yang baru saja masuk.


“Tidak, aku masih sangat penasaran. Ayo kita nonton lagi Kak?” ajak Kaysa bersemangat.


“Aku sudah nonton berkali-kali, jadi sekarang aku mau tidur dulu,” tolak Orlin sopan.


“Yang lainnya di mana?” tanya Kaysa penasaran.


“Lari pagi dengan Om Syauqi dan Tante Zhia,” jawab Orlin.


“Ya sudah, silahkan tidur, Kak. Kalau aku sudah selesai menonton aku akan menyusul,” kata Kaysa asyik menatap layar laptop.


Satu pesan masuk, tapi Kaysa sama sekali tidak menghiraukannya.


Ponsel Kaysa yang terletak di samping kepala Orlin membuat gadis itu terbangun lagi. Orlin berniat ingin memberikan ponsel itu pada pemiliknya tapi matanya sudah langsung kaget melihat pesan yang muncul di layar.


Alarik


Kalau ketahuan tidak tidur dan malah asyik nonton drama awas ya! Love you, semoga mimpi indah😘


Melihat pesan tersebut Orlin justru tersenyum geli.


“Kaysa ini cerdik sekali, nama Gio diubah menjadi Alarik agar tidak ketahuan orang lain apalagi orang tuanya kalau Kaysa sudah memiliki pacar,” batin Orlin, kemudian gadis itu memejamkan matanya. Berharap bisa mimpi indah bertemu dengan seseorang yang dicintainya.


💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜


Acara jalan-jalan paginya berubah menjadi acara pendekatan.


Yuki mencoba mengakrabkan dirinya pada keluarga Alarik. Zahra dan Darren juga semakin dekat.


Hanya pasangan Syadev dan Anggun yang terlihat canggung.


Syauqi sebagai orang yang banyak pengalaman hanya tertawa menyadari putranya yang sedang jatuh cinta.


“Anak ini, payah sekali dalam mengejar wanita,” batin Syauqi.


Syadev memang malu-malu dan tidak bisa seperti Kaysa yang langsung berterus terang dengan kepercayaan diri yang tinggi.


Kebisuannya itu justru membuat Anggun jadi yakin kalau Syadev tidak punya perasaan padanya.


“Perhatian Syadev selama ini mungkin hanya karena dia mengasihani aku sebagai teman. Bukan perasaan cinta seorang lelaki terhadap perempuan. Hampir saja aku salah mengira, membuat aku sempat memiliki harapan untuk bisa bersamanya,” batin Anggun.


Karena terlalu banyak melamun, Anggun tidak sadar jika ada mobil yang berjalan cepat di sampingnya.


Mobil itu berpapasan dengan mobil lain yang sedang berjalan lumayan cepat dari arah lawan.


Jalanan yang tidak luas membuat sopir itu terpaksa membanting stir ke arah kiri, hampir saja Anggun terserempet. Namun dengan gesit Syadev langsung menarik lengan gadis itu sampai akhirnya Anggun terjatuh dalam pelukan Syadev.


Anggun bisa mendengar detak jantung Syadev yang kencang. Sedangkan Syadev sendiri masih enggan melepaskan pelukan itu.


“Syukurlah, aku tidak terlambat! Anggun, membayangkan kamu terluka aku menjadi sangat takut,” batin Syadev.


“Kamu tidak apa-apa?” tanya Zahra.


Syauqi, Zhia, Yuki dan Flora yang berjalan di depan pun mundur lagi untuk melihat kondisi Syadev dan Anggun.


“Syadev, rupanya kamu sudah ingin cepat-cepat menikah ya? Ayo kita sekarang ke KUA,” sindir Syauqi.


Syadev langsung melepaskan pelukannya, sedangkan Anggun menunduk ketakutan.


“Kalian tidak apa-apa kan?” tanya Zhia cemas.


“Tidak, Tante,” jawab Anggun sopan.


“Syukurlah, mobil tadi jalannya terlalu ngebut sih. Kalau sampai membahayakan orang lain bagaimana?” ucap Zhia gelisah.


“Sudahlah, yang terpenting anak-anak tidak apa-apa, ayo kita pulang dan sarapan. Setelah itu kalian tidurlah! Karena sudah semalaman begadang,” ucap Syauqi bijaksana.


Anggun dan Yuki yang baru mengenal keluarga Kaysa semakin merasa iri, selain kaya tapi orang tua si kembar itu sangat perhatian dan harmonis.


Syadev belum merasa tenang tentang kejadian tadi, seandainya dia bertemu orang yang di dalam mobil itu lagi ingin rasanya Syadev menghajarnya.


**Terima kasih sudah like dan vote. jangan lupa terus dukung Author ya biar semangat up terus.


Maaf baru bisa ngirim satu episode, semoga nanti malam juga bisa menyusul😘

__ADS_1


Yang mau ngasih saran juga silahkan tulis di komen saja, semoga bisa menambah inspirasi Author... Love You readers, semoga selalu sehat dan di beri Riski lancar yaa🤗 Aminn**


__ADS_2