
Gerimis di ujung senja mulai berjatuhan,
membuat semua pengunjung Taman umum membubarkan diri.
Ada yang mampir ke warung akan tetapi banyak juga yang memilih pulang.
Kini hanya ada seorang pemuda tampan dan gadis cantik berduaan.
mereka berdiri berhadapan akan tetapi saling membisu.
Kemudian dari kejauhan terdengar musik yang dibunyikan oleh pak tua pemilik warung makan.
Sekian lama sudah kita telah berpisah
kurasa kini kau tak sendiri lagi
Akupun kini juga seperti dirimu satu hati telah mengisi hidupku
Tak perlu engkau tahu rasa rindu ini dan lagi mungkin kini kau telah bahagia
Namun andai kau dengar syair lagu ini jujur saja aku sangat merindukanmu
Memang tak pantas menghayal tentang dirimu
Sebab kau tak lagi seperti dahulu
Kendati berat rasa rinduku padamu
Biarkan ku hadang rindu yang terlarang
Syair lagu Tembang kenangan milik Broery Marantika itu seolah mewakili perasaan mereka yang tak cukup diucapkan hanya dengan kata - kata.
Hati gadis lembut itu terasa dicabik - cabik, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Zhia wanita biasanya tegar dan tabah kini menangis keras sampai nafasnya tersengal - sengal.
Mata Iyas yang dari tadi sudah memerah pun tak bisa menahan gejolak rindu yang begitu dalam, pemuda itu langsung memeluk dan membenamkan kepala Zhia di dadanya.
Nyawanya terasa berhamburan mendengar suara tangis Zhia.
Zhia terus menangis dalam pelukan Iyas.
Rupanya sang pohon yang sangat rindang itu ikut bahagia, dia tak membiarkan satu air pun yang menetes ditubuh mereka.
Adzan Maghrib berkumandang, menyadarkan Zhia jika keimanannya telah kalah oleh hawa nafsu.
Zhia segera melepaskan diri dari pelukan Iyas.
"Maafkan aku, bukan maksudku tidak menghormatimu. Aku hanya tak sanggup melihatmu menangis dan aku juga sangat merindukanmu," kata Iyas yang matanya masih memerah menahan tangis.
"Biarlah ini menjadi yang pertama dan terakhir bagi kita, Mas Iyas. Kita sudah saling ada yang memiliki, janganlah lagi kita melakukan sesuatu yang bisa menyakiti mereka," ucap Zhia mulai bisa menenangkan dirinya sendiri.
Iyas diam, tapi sudah memahami maksudnya.
Sekarang Zhia jadi calon istrinya Syauqi dan dirinya juga dijodohkan dengan Silvia.
"Kembalilah kepada calon istrimu, dan aku juga akan kembali pada calon suamiku. Biarkanlah rasa sayang di antara kita tetap abadi sebagai sahabat," ucap Zhia.
__ADS_1
Dan untuk yang kesekian kalinya Iyas hanya bisa melihat punggung Zhia yang meninggalkannya.
Zhia berjalan pelan sambil menghapus air matanya.
Ketika dia mau menyeberang, dari arah belakang ada Mobil Pajero berwarna putih berhenti tepat di samping Zhia, kemudian turun dua lelaki dengan tubuh kekar memaksa Zhia masuk kemobil.
*********************************
Iyas yang tengah menunduk mendengar suara Zhia yang berteriak.
"Mas Iyas..."
Iyas langsung berlari, dia menghadang mobil Nayla yang juga mau mengejarnya.
"Ayo cepat!" perintah Nayla.
Iyas segera masuk dan menggantikan Nayla menyetir mobil.
Sedangkan Silvia hanya terbengong sendirian di depan toko tak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Kita harus bagaimana ini?" tanya Nayla cemas, karena gadis itu tau jika Zhia wanita terlalu lembut dan tak bisa berkelahi seperti dirinya.
"Kita ikuti saja, sekarang cepat ambil ponselku kemudian telepon Mbak Tia, kalau sudah tersambung mintalah nomor Syauqi. Namun jangan bilang pada Mbak Tia kalau Zhia diculik nanti Ibunya bisa Syok!"
Iyas terus memandu sambil fokus menyetir mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi, sedangkan Nayla hanya mengikuti sesuai perintah Iyas.
*********************************
Syauqi yang masih di kantor merasa hatinya tertusuk seribu jarum, dia tak tahu apa yang terjadi akan tetap dirinya selalu kepikiran Zhia. Dia berniat mau menelpon Zhia tapi keduluan ada panggilan masuk dari nomer yang tak di kenal, dia penasaran lalu diangkatnya.
"Mas Syauqi, Zhia diculik. Sekarang aku dan Iyas sedang mengejarnya," kata Nayla keras dan panik.
Syauqi seperti kesetanan langsung melesat dan pergi meninggalkan kantor.
Dony yang tengah berada di depan ruangan kantor Syauqi sampai heran melihat temanya. Dony ikut berlari dan mengejar sampai parkiran.
"Kenapa, Bro?" tanya Dony panik.
"Zhia Diculik," jawab Syauqi memasuki mobil.
"Aku ikut," kata Dony yang juga masuk ke dalam mobil.
Nayla dan Syauqi masih tersambung lewat ponsel. Nayla memberi arahan ke mana mobil penculik itu membawa Zhia.
Syauqi sangat emosi dan khawatir, dia yang selama ini tidak mempercayai do'a mulai berdo'a.
"Ya Alloh aku sadar, aku adalah manusia biadab yang tidak pantas memohon padamu.
Namun berbeda dengan Zhia, dia gadis baik dan berhati mulia, selamatkan dia dan anak yang sedang dikandungnya."
"Bro, kamu tahu nomer plat mereka?" tanya Dony.
"Iya, kenapa?" tanya Syauqi.
"Biar aku hubungi kakak iparku, dia adalah kepala kepolisian supaya bisa melacak Zhia," kata Dony.
"Baik, cepatlah!" perintah Syauqi.
__ADS_1
**********************************
Di dalam mobil Zhia merasa ketakutan dihimpit dua orang pria bertubuh besar.
"Gila... cantik sekali gadis ini," kata orang di sampingnya.
"Jangan macam-macam, kita cuma disuruh bos menyerahkan gadis ini tanpa lecet sedikitpun," sentak temannya yang menyetir mobil.
Zhia sama sekali tidak mengenali tempat ini, karena mobil yang membawanya sudak mulai melewati jalan sepi.Dia sangat ketakutan.
"Ya Alloh, tolonglah hambamu juga anak yang sedang hamba kandung ini."
Zhia terus menyebut nama Alloh dan mengharap perlindungannya.
Zhia di bawa kesebuah gedung besar, seperti kantor yang baru dibangun tapi belum dioperasikan.
Empat orang mengawalnya masuk ke dalam.
Di sana duduk seorang gadis cantik dan di belakangnya ada empat pria lagi.
Semakin langkahnya dekat akhirnya Zhia langsung mengenalinya.
"Ishika," pekit Zhia.
"Selamat malam, Zhia. Maaf aku telah mengundangmu dengan cara yang kurang sopan," kata Ishika santai.
Meskipun dia besar di jepang namun bahasa Indonesianya sangat fasih.
"Apa maumu? kenapa kamu membawaku ke sini?" teriak Zhia marah.
"Aku hanya ingin membantumu saja, supaya kita berdua sama-sama untung," jawab ishika.
Zhia diam, dia tak mengerti apa yang dimaksud perempuan yang beberapa tahun lebih tua darinya.
"Ketika di Jepang aku sudah mulai mencari informasi tentang kamu. karena aku sangat penasaran dengan seseorang yang sangat dicintai Syauqi sampai membuat dia tergila - gila. Dan aku juga tahu alasan kamu menerima Syauqi, itu karena kamu sedang hamil anaknya kan?
Aku juga tahu kamu tak bersalah apapun dan masih sangat mencintai Iyas," kata Ishika didramalisir.
"Terus apa maksudmu membawaku ke sini? kamu sudah tahu sendiri jika aku tidak bersalah," balas Zhia.
"Kamu memang tidak salah, tapi anak haram di perutmu yang harus dimusnahkan. Dengan begitu Kamu bisa kembali kepelukan Iyas dan aku juga bersama Syauqi," bentak Ishika.
Zhia merasa takut ketika mendengar ucapan Ishika, walalupun pada awalnya dia tidak menginginkan kehamilannya tapi bagaimanapun juga Zhia adalah ibunya yang harus selalu melindungi dan menjaga anaknya.
"Tidak! Jangan sakiti aku dan anakku. Jika kamu menginginkan Mas Syauqi silahkan, aku akan pergi darinya," pinta Zhia memohon.
"Apa kamu pikir semudah itu Syauqi akan melepasmu jika kamu masih mengandung anaknya?" bentak Ishika.
Kemudian Ishika mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sebotol kecil obat cair yang Zhia tidak pernah melihatnya.
"Cepat pegang kedua tangan gadis ini," perintah Ishika pada anak buahnya.
Zhia sangat takut tapi dia juga tak bisa berlari,karena di sekitarnya ada delapan orang yang mengelilinginya.
"Jangan takut! Kamu tak akan mati. Minumlah ... setelah ini kamu bisa kembali pada kekasih hatimu yang sangat kamu cintai," kata Ishika tertawa keras.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa Like dan Vote ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
__ADS_1
Mohon kritik sarannya juga, semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗