CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Flora And Daichi - BAB 9


__ADS_3

Flora menangis dan menyembunyikan dirinya sendiri di dalam selimut, dia merasa marah dan kecewa karena sudah dipermainkan selama ini.


Daichi langsung ikut masuk ke dalam selimut juga dan memeluk istrinya dengan erat.


"Maafkan aku, maafkan aku karena sudah membohongimu selama ini. Tapi aku bisa menjelaskan semuanya," bujuk Daichi kini sudah dengan bahasa Indonesia.


Tapi Flora diam dan terus menangis. Hati Daichi menjadi sangat sakit.


"Pukulah aku, ayo pukul aku sampai kamu puas. Lupakan segala amarahmu padaku!" bujuk Daichi.


Namun siapa sangka jika Flora beneran bangun dan memukul Daichi dengan keras. Daichi hanya memejamkan matanya dan pasrah saja saat wajahnya di tampar habis - habisan oleh istrinya.


Karena wajah Daichi sudah panas terkena tamparan dia bangun dan memberikan dadanya untuk di pukul, tapi dia tak mengira jika istrinya itu beneran tega memukulnya sesuka hati.


"Pembohong, pendusta, gara - gara kamu hidupku tertekan!" jerit Flora yang masa mudanya ditakuti oleh banyangan tentang pernikahan.


Melihat Flora yang berteriak histeris membuat Daichi lebih merasa sakit di banding pukulan istrinya.


Daichi lalu memeluk Flora dengan erat, kulit mereka yang masih belum berbusana saling menempel dan memberikan kehangatan.


"Maafkan aku, tapi nanti setelah sudah siap aku akan menjelaskan semuanya. Tapi aku sangat mencintaimu… Aku mohon, jangan membuat diriku frustrasi seperti ini," bujuk Daichi.


"Yang seharusnya frustrasi itu aku. Di deoan aku kamu berlagak menjadi penolong sedangkan di belakang aku kamu menusukku," balas Flora.


Malam itu, Flora terus - terusan menangis dalam pelukan suaminya. Sampai dia kelelahan dan tertidur. Sedangkan Daichi tidak berhenti mencium kening serta mencium dahi istrinya dengan lembut.


"Aku mencintaimu Flora… Aku mencintaimu..." bisik Daichi.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Saat Flora terbangun, ternyata suaminya sudah tidak ada di sampingnya. Flora segera mandi dan sholat subuh.


Begitu keluar, enam pelayan sudah menyambutnya dan menyapa menggunakan bahasa jepang. Daichi sampai membawa pelayan dari rumahnya yang di Jepang agar istrinya percaya jika lokasi mereka saat ini di negara Jepang.


"Kemana Daichi?" tanya Flora.


"Sudah pergi sejak tadi, Nyonya Flora mau makan apa biar kami siapkan?" tanya kepala pelayan.


"Roti tawar dan segelas susu," jawab Flora yang belum bernafsu makan.

__ADS_1


Flora penasaran ingin keluar rumah, tapi di depan pintu sudah ada dua penjaga lelaki dengan tubuh yang kekar dan juga dengan tampang dari negara Jepang.


"Maaf, Nyonya. Tapi Tuan Daichi melarang Anda untuk keluar dari rumah," kata mereka tegas tapi sopan.


Flora seketika emosi, dia tidak terima kenapa dia diperlakukan seperti ini. Dia jadi penasaran sebenarnya suaminya itu siapa dan memiliki niat apa?


Walaupun begitu Flora tetap makan, dia ingin memenuhi tenaganya agar nanti bisa memukul suaminya lebih keras.


Flora kembali ke kamar ingin mencari ponselnya, tapi dia tidak menemukan sama sekali. Mau memakai telepon rumah juga tidak ada karena sengaja disembunyikan oelh pelayan . Flora akhirnya menangis di dalam kamar karena seperti sedang di sekap. Hanya saja suaminya itu mengurung dia dalam sangkar emas yang dipenuhi kemewahan.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Daichi pulang menuju ke rumah orang tua angkatnya dengan tubuh yang segar bugar, baru kali ini pemuda itu merasakan betapa nikmatnya hubungan suami istri. Daichi malam ini berniat untuk ke rumah istrinya dan memadu kasih lagi.


Sebenarnya sudah dari semalam orang tuanya terus menghubunginya, tapi Daichi tidak bisa meninggalkan istrinya yang cantik begitu saja.


Karena sudah terlanjur ketahuan, Daichi sekarang jadi ingin tidur di ruang istrinya, apalagi setelah merasakan kenikmatan itu. Membuat dia sangat ketagihan ingin lagi dan lagi.


Pagi ini dia tidak sempat berpamitan karena rumah menuju orang tuanya butuh waktu dua jam, sampai di sana nanti sudah siang dan Ayahnya keburu berangkat ke kantor.


Namun siapa di sangka jika sesampainya di rumah juga sedang ada tamu.


Daichi hanya mengangguk sopan dan duduk di samping orang tuanya.


"Dewa, dari tadi kami sudah menunggu kepulangan kamu. Mereka adalah teman Ayah, dan kami memiliki niat untuk menjodohkan kamu dengan Putri mereka," ucap Ayahnya Daichi.


"Apa?" pekik Daichi kaget kaget.


"Kenapa? Apa kamu sudah memiliki kekasih?" tanya Ibu angkatnya.


"Aku malah sudah memiliki istri," jawab Daichi yang tidak mungkin lagi menyembunyikan pernikahannya.


Kini justru orang tua angkatnya yang dibuat kaget olehnya.


"Maaf, karena sudah mengecewakanmu," ucap Ayah angkatnya Dewa pada sahabatnya.


"Tidak apa - opa, kalau putramu sudah memiliki istri aku akan pamit dulu. Ku harap pertemanan kita tetap abadi walau tidak jadi besan," jawab lelaki separuh baya itu ramah.


Ayah angkat Dewa menjadi sedikit lega, karena sahabatnya tidak marah.

__ADS_1


Setelah tamu itu berpamitan pulang, Dewa sudah siap - siap untuk di sidang.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Kedua orang tua angkat Dewa tidak menyangka jika putra mereka menikah tanpa meminta restu terlebih dahulu.


"Serius sudah menikah?" tanya sang Ayah kecewa.


"Iya, Ayah," jawab Dewa menundukkan kepalanya.


"Apa karena kami bukan orang tua kandungmu jadi saat menikah kamu tidak memberi tahu kami?" tanya Ibunya Dewa mulai menangis.


"Bukan begitu," sela Dewa.


Akhirnya dewa menghembuskan napas panjang. Jika dia tidak menceritakan segalanya pasti akan menjadi salah paham.


Akhirnya Dewa mulai menceritakan dari awal pertemuan sampai dia menikah dengan Flora.


"Dewa, hal sebesar itu kenapa kamu pendam sendiri? Kamu tidak tahu seberapa bahayanya itu? Dan kamu pikir yang kamu lawan itu siapa? Dia Syauqi Malik! Jangankan kamu, dulu papamu yang memiliki kekuasaan besar saja masih kalah telak," bentak Ayah Dewa penuh amarah.


Dewa meneteskan air matanya karena semakin bingung.


"Dewa, sini nak. Ibu akan menceritakan semuanya. Kenapa Mama kamu bisa di penjara itu karena kesalahan mamamu sendiri," ujar Ibunya Dewa lembut.


"Kesalahan apa?" tanya Dewa, sebab inilah yang selalu ini mengganggu pikirannya.


"Mama kamu menculik Bundanya Flora dan dan berniat buruk, sampai akhirnya Bundanya Flora menjadi buta. Bahkan karena kejadian penculikan itu membuat dua teman Ibunya Flora meninggal dan terluka parah. Maaf kami terpaksa menyembunyikan semua ini agar kamu tidak merasa terbebani," kata Ibunya Dewa lembut.


Dewa langsung menangis, dia tidak menyangka jika dirinya sudah diperdaya oleh pamannya sendiri.


"Lalu, kenapa paman Eiji seperti itu?" tanya Dewa terbata.


"Pamanmu marah, karena perusahaan papamu pernah dihancurkan sebab sudah melarikan mamamu dari penjara. Setelah meninggal pamanmu itu berjuang mati - matian untuk membangkitkan lagi organisasi gelapnya. Makanya Ayah dan Ibumu ini membawa kamu ke Aceh agar kelak kamu tidak berurusan lagi dengan keluarga papamu, kami hanya ingin kamu hidup bahagia dan menjalani hari - hari yang normal," jawab Ayahnya dewa mulai lembut.


Dewa menangis, dia rasanya ingin segera pulang dan bersujud meminta maaf pada istrinya.


**Terima kasih sudah membaca karya saya, akhirnya...... Si Dewa tahu juga kebenarannya. tetap nantikan selanjutnya yaa.


jangan lupa Like , Vote dan Komen. agar Author bisa semangat crazy up.

__ADS_1


__ADS_2