CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
BAB TERAKHIR


__ADS_3

Dewa menepati janjinya yang untuk mengajak flora mengelilingi dunia, dan dia juga ingin menebus kebahagiaan flora di masa muda yang hilang gara-gara dirinya.


Hari ini mereka berdua merasa puas karena sudah mengunjungi beberapa tempat wisata.


"Terima kasih karena sudah memberikan aku kebahagiaan ini," ucap flora yang paling senang.


"Kamu mau minta apapun akan aku beri selagi aku mampu," jawab Dewa sambil mengecup kening istrinya.


Flora hanya tersenyum bahagia karena dimanjakan oleh suaminya. Akhirnya dia menemukan juga kebahagiaan seperti kakak-kakaknya yang hidup dengan orang yang dicintai.


Tiba-tiba saja ponsel miliknya itu berbunyi, rupanya adalah video call dari ayahnya. begitu panggilan video itu diterima, wajah seluruh keluarga flora langsung muncul di layar ponselnya.


"Tante kapan pulang kami sudah rindu?" teriak Arkananta.


"Sebentar dong, Tante masih ingin mengunjungi beberapa negara lagi," jawab Flora ngikik.


"Memangnya mau kemana lagi? ini sudah pertemuan keluarga yang ke empat tapi kamu dan Dewa tidak muncul juga," tanya Syauqy yang juga sudah merindukan Putri bungsunya.


"Aku ingin ke Mesir, Ayah. Ayah mau minta oleh-oleh apa?" tanya flora.


"Aku mau oleh-oleh cucu perempuan saja," balas syauqi serius.


Semua kakak-kakak flora tertawa terbahak-bahak, termasuk suaminya sendiri.


"Ayah aku ini masih terlalu muda," ucap flora.


"Dulu bunda dan kakak perempuan mu juga sudah hamil di usia sepertimu," balas Syauqi yang tidak mau kalah.


"Flora, turuti saja permintaan Ayahmu ini. Bunda sebenarnya juga ingin memiliki cucu perempuan," timpal Zia yang bahagia.


"Kalau nanti yang lahir anak laki-laki bagaimana? " tanya flora polos.


"Ya buat lagi, gitu aja repot," balas Kaysa yang tidak tahan juga menggoda adiknya.


Mereka tertawa lagi, Dewa dalam hatinya merasa beruntung bisa masuk dalam keluarga Syauqi Malik yang selalu kompak, damai dan tentunya saling menyayangi. Dewa sangat menyesal kenapa dulu menjadi orang bodoh.


cukup lama juga flora mengobrol dengan keluarganya lewat video call, setelah sambungan terputus Dewa langsung merebut ponsel itu dan melempar ke sofa yang empuk agar tidak rusak.


"Hei, ada apa ini?" pakai flora kaget.


"Tentu saja membuatkan oleh-oleh untuk ayah dan bunda," jawab Dewa dengan senyuman menawannya.

__ADS_1


Flora tertawa karena suaminya itu mencari kesempatan dalam kesempitan, saat dia kabur dari belakang suaminya sudah menangkap tubuhnya dan memeluk dengan erat.


Akhirnya mereka berdua saling berciuman cukup lama, menyatukan cinta mereka yang sedang membara.


"Semoga cinta kita selalu hangat seperti ini ya?" pinta Flora.


"Tenang saja, cintaku padamu akan selalu hangat. aku juga akan selalu menghangatkan malam - malammu, " jawab Dewa sambil mencium lagi bibir istrinya yang sangat enak itu.


Flora juga tak mau kalah untuk mencium suaminya itu. Kemudian Flora tersenyum geli setelah mengingat sesuatu.


"Kenapa kamu senyum - senyum begitu?" tanya Dewa heran.


"Dulu pas kamu masih memakai topeng, aku selalu bertanya - tanya seberapa buruknya wajahmu sampai ditutupi seperti itu? Aku bahkan sampai menghayal jika aku masuk ke negeri dongeng dan menjadi Puteri yang menikahi si buruk rupa," jelas Flora tersenyum geli.


"Tapi sekarang pangeran si buruk rupa kamu sudah berubah menjadi pangeran tampan kan?" goda Dewa yang juga ikut tertawa.


Flora hanya tersenyum, dia mengakui jika suaminya itu sangat tampan sekali.


"Tapi jawab dengan jujur, pas malam pertama kita apakah kamu tidak merasa jijik karena berhubungan badan dengan lelaki yang buruk rupa?" tanya Dewa yang sangat penasaran dengan hal ini.


"walaupun seburuk kamu tapi waktu itu aku sudah pasrah, karena bagaimanapun juga kamu adalah suamiku," jawab Flora.


"Yah... Bilang saja walau rupaku buruk tapi tubuhku sangat menggairahkan dan bisa memuaskanmu kan?" goda Dewa sambil menekan payudara istrinya dengan dadanya sendiri.


"Tapi aku benci sekali jika mengingat kamu yang menciumku secara paksa waktu itu!" ujar Flora berubah kesal.


"Ciuman yang mana?" tanya Dewa.


"Yang mana lagi memangnya? Tentu saja saat aku dan Arkananta bermain di rumahmu," jawab Flora.


"Oh... Yang itu," jawab Dewa paham.


"Memangnya selain yang itu ada ciuman yang lain?" tanya Flora penasaran.


"Ada, dan itu merupakan ciuman pertama kita," jawab Dewa.


"Kapan?" tanya Flora penasaran, karena dia sama sekali tidak ingat.


"Saat perkemahan, kita kan tidur satu tenda. Di sana kamu memelukku duluan dan menyentuhkan dahimu ke bibirku. Akhirnya karena Si Flora kecil terus menggodaku ya aku tadi khilaf. Aku mencium keningku hidungmu, bahkan bibirmu mungilmu yang terasa lembut dan enak," jawab Dewa tertawa puas.


Flora sangat terkejut, dia tidak menyangka jika saat dia masih muda dilecehkan seperti itu.

__ADS_1


"Dasar mesum, anak kecil saja kamu perlakukan seperti itu. Padahal waktu itu aku sedang sakit," pekik Flora kesal.


"Lo.. Lo... Padahal waktu itu kamu sendiri yang menggodaku duluan," balas Dewa.


" Tidak mungkin," balas Flora sambil mendorong tubuh suaminya.


Mereka saling menggelitik pinggang mereka dan saling mendorong untuk berada di atas. Namun pada akhirnya tetap menang Dewa yang memiliki tubuh jauh lebih kuat.


"Ampun... Aku tidak tahan lagi," teriak Flora yang sudah kegelian.


"Bilang apa? Mau lagi?" goda Dewa sambil menggelitik leher dan pinggang istrinya.


"Ampun... aku nanti bisa mengompol kalau digelitik terus," ucap Flora memohon.


"Kalau begitu akan aku buat kamu semakin basah lagi, tapi bukan karena mengompol," balas Dewa mencium istrinya dengan sangat bergairah. Bahkan tangannya itu mulai nakal menyusup ke bagian tubuh istrinya yang paling sensitif.


Malam ini akan menjadi Malam yang sangat panjang untuk mereka berdua, karena mereka sedang memadu kasih berharap bisa segera diberi keturunan.


Dalam hati flora tidak berhenti bersyukur karena suaminya adalah orang yang diam-diam dia mengagumi selama ini.


"Aku mencintaimu, Flora,"


fisik Dewa setiap kali pemuda itu mencapai Klimaks yang dahsyat.


"Aku juga mencintaimu, suamiku," balas flora yang tidak malu-malu seperti dulu lagi.


Kemudian mereka berdua terlelap dalam mimpi indah, berharap hari berikutnya mereka segera mendapatkan kabar baik mengenai kehamilan flora.


Oh iya, masih ada satu rahasia lagi yang di simpan oleh Dewa. Dia sama sekali tidak akan pernah memberitahukan mengenai hantu bohongan diperkenalkan waktu itu. Sebab jika istrinya itu tahu bisa - bisa dia akan di pukul sampai mati.


Jadi kalian para pembaca juga simpan rapat - rapat rahasia Dewa itu ya? Jangan sampai Si Flora tahuπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Β 


❀️❀️❀️ **selesai ❀️❀️❀️**


Β 


Puji syukur, akhirnya karya pertama saya yang berjudul Cinta Yang Terpaksa sudah selesai. saya ucapkan terima kasih banyak juga untuk para pembaca yang sudah memberikan dukungan dengan like dan vote selama ini. walaupun terkadang komen dan kalian tidak sempat saya balas, tapi saya selalu membaca komenan dari kalian sebagai penyemangat dan juga kritikan kalian sebagai pembelajaran bagi saya untuk memperbaiki agar lebih baik baik.


Sekali lagi saya merasa sangat berterima kasih dengan dukungan kalian selama ini, semoga di manapun kalian berasa selalu di beri kesehatan dan Riski yang lancar.

__ADS_1


Dan yang lebih penting lagi jangan lupa bagia ya. Sampai bertemu lagi di karya selanjutnya.😘😘😘😘**


__ADS_2