
Malam ini Kaysa di ajak teman-teman barunya untuk bertemu di sebuah lapangan pinggir jalan raya, di sana banyak sekali penjual dari roti bakar, siomay, bakso, mie ayam dan lain-lain lagi.
Siang hari di sana dijadikan sebagai tempat parkir, sebab depannya adalah sebuah gedung berlantai tiga, pasar tradisional yang baru saja direnovasi. Sedangkan malam harinya adalah surga dunia bagi anak remaja.
Setiap pukul sembilan malam tempat itu sudah ramai oleh pemuda-pemudi dari kelas menengah ke atas, biasanya selalu ada pertandingan balap liar sampai lomba ngedance. Para penonton juga tidak tanggung-tanggung mengeluarkan uang sebagai taruhan.
Tadi sebenarnya yang menjemput Kaysa adalah Mita, Liana, Abbas dan Zidan. Namun sayangnya pelayan Alarik hanya bisa melihat wajah Abbas saja, sebab ketiga teman yang lainnya berada di dalam mobil yang kacanya tidak tembus pandang. Sedangkan Abbas keluar dari mobil untuk membukakan pintu untuk Kaysa.
Kaysa yang baru pertama kali datang ke sini merasa sangat senang, kehidupan yang bebas dan jauh berbeda dengan kehidupannya selama ini. Di sini banyak sekali ditemui pada remaja seusianya yang berbeda-beda gayanya. Sedangkan Kaysa justru memakai jilbab sendiri.
“Untung aku tak memakai gamis, bisa malu-maluin nih,” batin Kaysa lega.
Kaysa memakai celana jeans dan baju kekinian. Meskipun memakai jilbab tapi gayanya keren. Kaysa tertawa sendiri, seandainya Bundanya melihat dia seperti ini pasti kupingnya sudah di jewer.
Kedatangan Kaysa dan teman-teman menjadi pusat perhatian, apalagi Kaysa yang memakai jilbab.
“Abbas, kamu bawa Bu nyai untuk menceramahi kami?” goda Taddy ketua dari seluruh anak-anak di sana.
“Jangan macam-macam, Bos. Kali ini kita sedang kedatangan tamu penting, dia adalah Kaysa Malik. Putrinya Syauqi Malik,” jawab Abbas.
“Wih, Tuan Puteri nih. Berarti harus mendapatkan pelayanan terbaik,” balas Taddy tersenyum hangat.
Taddy sangat mengenal Tuan Syauqi Malik, sebab salah satu perusahaan orang tuanya juga bekerja sama dengan Ayah Kaysa.
“Terima kasih atas sambutan baiknya,” jawab Kaysa percaya diri.
“Liana, Mita. Ayo pertandingan sudah mau mulai,” ucap seorang perempuan dengan pakaian yang super sexi.
“Oke,” jawab Mita.
“Kaysa, kamu mau ikut tanding ngedance tidak?” tanya Liana antusias.
“Aku mana bisa,” jawab Kaysa tidak tertarik.
“Kalau begitu tonton kami ya? Setelah ini nanti ada balapan mobil. Keren deh pokoknya,” bujuk Liana.
“Iya, di sana bertebaran pemuda tampan,” timpal Mita.
“oke,” jawab Kaysa santai.
Kaysa di temani Abbas dan Zidan hanya menonton saja pertandingan Mita dan Liana. Kaysa sangat terkejut, mereka berdua sudah berganti memakai teng top dan celana super pendek.
“Wah, apa kalian tidak ngiler melihat mereka? Di sini semua perempuan hampir pakaiannya terbuka,” tanya Kaysa pada kedua temannya.
“Tentu saja, ini namanya cuci mata. Makanya setiap malam aku suka sekali nongkrong di sini,” jawab Abbas.
“Kalau aku sudah enek melihat yang begituan, aku lebih tertarik gadis yang tertutup seperti dirimu. Jadi hanya aku yang bisa menikmati pemandangannya,” timpal Zidan.
“Wihhh... “ Kata Kaysa dan Abbas setengah mengejek.
Satu jam kemudian pertandingannya selesai, kini giliran acara balap liar.
Kemudian orang-orang heboh bergerombol, mengelilingi mobil mewah berwarna kuning. Mobilnya persis punya Alarik, namun hanya beda warna saja.
Setelah bagian atap mobil terbuka, muncul wajah tampan yang sangat memikat. Kaysa sendiri juga hampir terpesona.
“Tampan juga, tapi masih lebih menarik suamiku,” batin Kaysa.
“Wah, ada tamu istimewa. Tumbenan main ke sini,” sapa Taddy.
Pemuda yang berada di dalam mobil warna kuning itu hanya tersenyum saja.
“Zidan, dia siapa?” tanya Kaysa penasaran.
“Dia Arreon. Ketua gang di wilayah lain. Kamu jangan dekat-dekat dengannya ya? Dia pemuda yang berbahaya,” bisik Zidan.
Tapi baru saja Zidan menutup mulutnya, Arreon sudah menangkap wajah Zhia yang kecantikannya lebih unggul dengan yang lainnya.
“Taddy, bagaimana kalau kita bertanding. Jika kamu menang, ambillah mobilku ini. Tapi jika aku kalah, maka berikan padaku gadis yang berjilbab itu,” kata Arreon sambil menatap Kaysa penuh minat.
“Wah... Wah, dia itu bukan anak sini. Bagaimana mungkin aku berani menjadikan tamu istimewaku sebagai bahan taruhan,” jawab Taddy ketakutan.
Kaysa kesal sekali melihat wajah sombong pemuda yang bernama Arron itu.
“Kamu kira mobil rongsok sepertimu bisa dibandingkan dengan diriku? Apa mata Anda sudah rusak?” balas Kaysa dengan tatapan tajam.
Taddy sebagai ketua di sana saja cukup segan pada Arreon, tapi Kaysa justru menantang pemuda tersebut. Membuat anak-anak yang di sana mencemaskan Kaysa.
“Maaf, Arreon. Kaysa anak baru di kota ini. Jadi dia tidak tahu siapa kamu,” ucap Abbas mewakili temannya.
“Oh, jadi namanya Kaysa. Menarik juga,” timpal Arreon dengan senyuman puas.
“Tapi sayangnya saya tidak tertarik dengan Anda,” jawab Kaysa santai.
“Zidan, ayo kita cari temanmu itu,” ucap Kaysa.
__ADS_1
“Dia malam ini tidak jadi datang, ada pekerjaan mendadak,” jawab Zidan.
“Kalau begitu aku pulang saja, di sini sudah tidak asyik lagi,” kata Kaysa berlalu pergi.
Namun saat Kaysa hendak melangkah, Arreon melompat dari mobilnya dan menghadang Kaysa dari depannya.
“Sepertinya Anda bukan gadis biasa, bolehkah saya berkenalan?” tanya Arreon.
Semua orang merasa heran, karena baru kali ini pemuda itu berminat mengejar perempuan. Biasanya dirinya yang di kejar-kejar tapi Arreon selalu cuek.
“Maaf, aku sudah menikah. Dan suami aku lebih tampan darimu,” jawab Kaysa tegas.
Arreon semakin penasaran dengan penolakan tersebut, membuat pemuda itu merasa gemas juga, dengan cepat Arreon ingin mencium Kaysa. Namun Kaysa yang sejak awal sudah waspada bisa menghindar dan mendorong tubuh tinggi Arreon sampai mundur beberapa langkah.
“Arreon, tolong lepaskan temanku,” pinta Abbas.
“Tidak, aku semakin ingin mengejarnya,” jawab Arreon menyeringai.
Liana dan Mita yang sudah lama gabung dengan gang Taddy sama sekali tidak bisa berkutik.
“Ayo, Kaysa. Aku antar pulang,” kata Zidan berani.
“Mari,” jawab Kaysa.
Tapi lagi dan lagi Arreon menghadang langkah mereka.
“Sudah jauh-jauh datang ke sini, sepertinya tidak sopan kalau pamit begitu saja. Sebaiknya ayo gabung bersama kami,” goda Arreon.
“Arreon, ayo kita tanding saja. Tidak usah ribut-ribut karena seorang gadis,” bujuk Taddy yang sebenarnya takut. Pemuda itu tahu siapa Kaysa dan siapa Taddy.
“Memangnya dia siapa? Kenapa kamu sampai membuat dirimu turun tangan?” tanya Arreon.
“Dia Kaysa Malik, istrinya Alarik Mandala,” jawab Alarik yang tiba-tiba sudah muncul di belakang Kaysa.
Jantung Kaysa rasanya mau copot mengetahui suaminya menyusul.
“Kamu sudah menikah?” tanya Arreon terkejut.
“Iya, kenapa? Kecewa?” goda Kaysa.
Arreon dim tak berheming, sedangkan Alarik semakin merasa dongkol dengan istrinya yang dalam bahaya sempat-sempatnya menggoda pemuda lain.
“Aku tidak peduli dia sudah menikah atau belum, yang jelas istrimu tadi sudah menyinggung aku,” kata Arreon yang diam-diam juga kecewa.
Tanpa mendengar jawaban dari Arreon, Alarik langsung saja menyeret istrinya dengan kesal.
“Kaysa,” teriak Mita dan Liana yang terlihat masih penasaran.
“Sampai jumpa besok ya?” jawab Kaysa riang tanpa rasa bersalah atau takut.
Alarik benar-benar kesal, tapi ditahannya karena tidak ingin ribut. Suami Kaysa itu berniat akan menasihati istrinya di rumah.
Namun Kaysa yang hatinya bebal sama sekali tidak menghiraukan Alarik, begitu sampai di rumah Kaysa langsung mandi dan bersiap-siap tidur.
“Kaysa, aku ingin bicara sebentar,” ucap Alarik.
“Apa? Mau ke rumah sakit lagi? Silahkan saja, bukannya setiap hari juga seperti itu,” jawab Kaysa tanpa menoleh pada suaminya.
“Kaysa, besok kamu jangan pergi ke tempat yang tadi. Itu bahaya, jauh berbeda dari kehidupanmu selama ini!” Kata Alarik yang mulai habis kesabarannya.
“Wah, suamiku masih ingat aku juga. Ku kira hanya mencemaskan keadaan Kak Orlin saja,” jawab Kaysa setengah mengejek.
“Aku sudah menelepon Om Rendra dan Tante Nayla, mereka akan sampai di sini besok,” ucap Alarik menurunkan nadanya.
“Kenapa tidak sejak awal saja menelepon? Ini sudah hampir seminggu loh, kenapa justru Kak Al yang harus menjaganya setiap hari? Bahkan aku sendiri mau menengok juga di larang” bantah Kaysa.
“Ini tidak seperti yang kamu pikir, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan melakukan hal-hal yang membuat kamu kecewa lagi,” bujuk Kaysa.
Tiba-tiba ponsel Alarik berdering, dari layar sudah jelas tertera nama Orlin.
“Silahkan pergi! Lakukanlah sesuka hatimu, aku tidak akan melarangmu. Namun juga sebaliknya, aku akan melakukan sesuka hatiku dan kamu jangan ikut campur,” kata Kaysa tegas.
Alarik sangat kaget dengan ucapan barusan, hatinya terpukul. Bayangan Kaysa yang tadi berdekatan dengan banyak pemuda tampan membuat hati Alarik panas.
“Apa yang kamu katakan?” tanya Alarik cemas.
“Kukira Kak Alarik orang cerdas, jadi aku tidak perlu mengulangi ucapanku tadi,” jawab Kaysa tegas.
“Aku suamimu, dan kamu istriku. Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu!” Kata Alarik mulai meninggi.
Tiba-tiba ponsel Alarik berbunyi lagi, membuat Alarik dan Kaysa semakin memanas.
“Silahkan pergi! Bukankan sudah kubilang aku tidak akan mencampuri urusanmu lagi?” bentak Kaysa.
Alarik bukannya pergi tapi malah membanting ponselnya ke tembok. Pemuda itu tidak marah pada Kaysa, tapi membenci dirinya sendiri yang telah melukai istrinya.
__ADS_1
“Aku mencintaimu, Kaysa. Jangan ucapkan kata-kata seperti barusan, itu sangat melukaiku,” pinta Alarik memohon.
“Pergilah dari kamar ini, kalau tidak aku yang akan pergi,” bentak Kaysa sambil turun dari ranjang.
Alarik berlari memeluk Kaysa dari belakang. pemuda itu tidak tahan jika istrinya bersikap seperti itu.
"Aku rindu tingkah manjamu, maaf aku ya? Aku mohon jangan bersikap seperti ini. Kita ini baru saja menikah," bujuk Alarik.
Namun Kaysa yang pemarah semakin kesal, sebab sudah hampir seminggu ini merasa diabaikan.
Tiba-tiba ponsel Kaysa ikut berbunyi, diapun segera mengangkatnya.
"Ada apa, Zidan?"
"Iya, yang tadi itu memang suamiku."
"Kalau kami mau bisa jadi suami keduaku."
Kaysa sengaja memanasi Alarik, dia tidak ingin diremehkan begitu saja.
Alarik bukan hanya memanas, tapi juga terbakar cemburu melihat istrinya seperti itu pada lelaki lain.
Alarik yang masih memeluk Kaysa itu langsung merebut ponsel Kaysa dan melemparnya.
"Apa-apaan" tanya Kaysa marah.
"Besok beli yang baru," jawab Alarik langsung mencium bibir istrinya.
Kaysa menolak,tapi Alarik semaki gencar menyerang istrinya. Saking kesalnya Alarik menjatuhkan dirinya yang masih memeluk erat Kaysa sampai mereka terjerembab ke ranjang.
"Sepertinya aku harus membuat kamu sadar, jika kamu adalah istriku," kata Alarik sambil menindih tubuh Kaysa.
"Lepas, aku nggak mau," jawab Kayaa masih marah.
Alarik malam ini buas, rasa amarah dan cemburu telah merasukinya. Tangan Alarik menyobek piyama istrinya, sampai Kaysa kini hanya memakai Daleman saja. Bahkan Alarik juga berani menarik Daleman tersebut sampai istrinya telanjang bulat.
"Kak Al sudah tidak waras ya?" teriak Kaysa.
Namun Alarik langsung mengunci tangan dan kaki Kaysa dengan tubuhnya, mulut Kaysa yang dari tadi mengumpat juga di bungkam dengan ciuman yang ganas.
Kaysa sampai lemas karena meronta yang tidak ada hasilnya, akhirnya dia hanya diam pasrah.
Kaysa sebenarnya mulai merasa tubuhnya hangat karena sensasi yang diberikan suaminya, sebab Alarik mencium bibir, leher, dada dan turun ke perut... semakin turun sampai di daerah paling sensitifnya.
Kini Alarik memperlakukannya dengan lembut, Kaysa merasa tubuhnya melayang sampai ke langit ketujuh. Baru pertama kali ini Kaysa merasakan sesuatu yang sampai membuat seluruh badannya menegang. Rasa nikmat yang menjalar sampai menembus ke hatinya.
Di saat Kaysa berada dalam kenikmatan, Alarik menghentikan aktifitasnya dan beralih mencium leher istrinya dengan mesra.
"Maafkan aku ya, Istriku. Kita jangan berantem lagi," bujuk Alarik lembut.
"Siapa yang memulai?" jawab Kaysa.
"Aku yang salah, jadi aku pantas di hukum," bujuk Alarik memohon.
Kaysa dalam hati merasa senang, akhirnya suaminya menyadari kesalahannya. Namun Kaysa tidak ingin semudah itu membuat Alarik merasa lega.
"Kak Al tahu, meskipun aku sudah menikah tapi teman lelakiku banyak yang tertarik padaku. Jika Kak Al berani mengabaikan aku, bisa saja aku kabur dengan pemuda lain yang lebih tampan dan kaya," ancam Kaysa menahan tawa.
Alarik merasa terkejut, pemuda itu langsung menyerang Kaysa lagi dengan ciuman yang dahsyat.
"Kaysa, di Dunia ini hanya kamu satu-satunya perempuan yang aku cintai, jadi jangan pernah lagi kamu berpikir untuk bersama lelaki lain," bisik Alarik mesra.
Kali ini Kaysa membalas ciuman suaminya tidak kalah membara, mereka berdua terus saling bergumul sampai tidak terasa keduanya sudah tanpa busana. Hanya selembar selimut saja yang menutupi tubuh keduanya
"Apa kamu yakin?" tanya Alarik memastikan.
Kaysa hanya tersenyum malu, sebab tubuhnya ingin lebih dan lebih.
"Aku akan memperlakukanmu dengan lembut," timpal Alarik senang.
Malam ini adalah malam yang indah untuk Kaysa dan Alarik, sebab pernikahan mereka sudah sempurna setelah keduanya menyatukan cinta.
Awalnya Kaysa meringis karena kesakitan, tapi lama-kelamaan Kaysa merasakan sesuatu yang baru kali ini dia rasakan, sampai-sampai dia sendiri tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
"Kaysa, terima kasih," bisik Alarik sangat puas.
Kaysa hanya tersenyum malu dan bersembunyi di dada suaminya. Dalam semalam, dia merasakan puncak kenikmatan sampai tiga kali sampai tubuhnya merasa lelah.
"Apa aku akan hamil?" tanya Kaysa kemudian.
"Tidak, tadi aku keluarkan di luar. Aku masih belum tega membiarkan kamu hamil, biarkah kamu puas dulu menikmati masa muda," jawab Alarik sabar.
Jangan lupa Like dan Vote ya🤗 biar Author tambah bersemangat😍
Jangan lupa baca juga SCORPIO ya🙏 semoag kalian suka👍
__ADS_1