CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 110


__ADS_3

Sudah hampir lima belas menit Zhia masih belum sadar, membuat keluarganya berharap cemas di ruang tunggu.


Pemuda yang tadi dibawa ke rumah sakit kini sudah selesai diperban.


"Terima kasih karena sudah membawa saya ke sini," ucap pemuda tersebut.


"Iya, sama-sama. Rumah kamu mana?" tanya Alarik.


"Saya dari aceh tapi sekolah di sini. Tadi sebenarnya saya mau pulang, sepertinya sekarang sudah terlambat," jawab pemuda tersebut santai.


"Nama kamu siapa adik tampan?" sela Kaysa tersenyum ramah.


"Dewa," jawab pemuda bernama Dewa tersenyum ramah.


"Maaf ya, Kak. Gara-gara tadi aku menabrakmu sekarang kakak jadi ketinggalan pesawat," ucap Flora menyesal.


"Tidak apa-apa, adik manis. Tadi Kakak juga sudah mepet waktunya karena terburu-buru jadi tidak sadar kamu di depanku," ucap Dewa tersenyum manis.


"Nak, bagaimana kalau kamu ikut pulang bersama kami. Nanti akan aku usahakan tiket sehingga kamu bisa pulang besok," tawar Syauqi.


"Tidak, Om. Terima kasih, saya bisa pulang ke rumah saudara dulu di daerah sini. Kalau begitu saya izin pamit," ucap Dewa.


"Mari aku antar," sela Alarik sopan.


"Tidak usah repot-repot, Kak. Saya bisa naik taxi," tolak Dewa ramah.


""Baiklah kalau begitu hati-hati ya?" jawab Alarik.


"Iya, terima kasih," jawab Dewa.


Ketika Dewa ingin pergi, pemuda remaja tersebut beralih menoleh ke arah Flora.


"Apa kamu juga terluka?" tanya Dewa lembut.


"Aku tidak apa-apa, Kak," jawab Flora.


Flora bersikap biasa-biasa saja, akan tetapi sebenarnya kakinya keseleo tapi tetap dipaksakan seolah tidak terjadi apa-apa.


Setelah kepergian Dewa, Dokter yang tadi memeriksa Zhia keluar dari ruangan. Seketika mereka bergerombol mendekati dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Syauqi panik.


"Masih butuh pemeriksaan lebih lanjut lagi, karena tadi ditemukan tanda-tanda penyakit yang berbahaya," jawab Dokter tersebut.


"Penyakit apa?" pekik Kaysa yang paling histeris.


"Hasil lab masih belum datang, tapi dari tanda-tanda pasien sepertinya mengidap penyakit leukimia tahan awal," jawab Dokter ikutan gelisah.


Kaysa dan Flora langsung menangis sejadi-jadinya.


Syauqi juga ingin berteriak sekeras mungkin, tapi dia masih menahan diri karena kondisi kedua putrinya sedang terpuruk.


"Aku harus kuat, sebagai kepala rumah tangga aku harus bisa sebagai sandaran anak-anak."

__ADS_1


Alarik sendiri seolah tidak percaya dengan apa yang barusan di dengar, pemuda itu tidak kuasa menahan air matanya.


"Bagaimanapun caranya tolong sembuhkan istri saya, berapapun biayanya," pinta Syauqi dengan nada sangat memohon.


"Saya akan berusaha, tapi saya sarankan untuk bawa istri Anda ke Singapura," jawab Dokter.


"Iya, Dokter. Aku tidak peduli berapapun biayanya asalkan istri saya bisa sembuh," kata Syauqi.


"Sebaiknya diperiksa di sana secepatnya karena masih dalam tahap awal penyakitnya," saran Dokter.


Syauqi mengerti, saat ini yang dia pikirkan adalah kesembuhan istri tercintanya.


"Silahkan kalau mau menjenguk istri Anda, saya pamit dulu," ucap Dokter dengan sopan.


"Iya, terima kasih banyak Dokter.


Syauqi dan anak-anaknya segera masuk ke dalam ruangan, di sana Zhia sudah bangun dengan senyuman yang manis seolah seperti orang sehat.


"Kenapa kalian menangis?" tanya Zhia tersenyum.


Syauqi langsung memeluk istrinya penuh cinta.


"Tidak apa-apa, kami semua terlalu mencintaimu sehingga kami sangat cemas," jawab Syauqi.


Zhia tertawa geli melihat Kaysa, Alarik dan Flora yang matanya sudah memerah. Betapa bahagianya mendapatkan cinta yang besar dari keluarganya seperti ini.


"Zhia, besok kita berlibur ke Singapura ya? Katanya kamu sakit karena kurang diajak piknik sama suami," bujuk Syauqi.


Syauqi yang masih sempat-sempatnya menggoda membuat semuanya tertawa.


"Mulutmu ini! Jangan bicara sembarangan di depan anak-anak, apalagi flora masih kecil," sela Zhia setengah kesal tapi menahan geli.


"Ayah, Bunda. Sebenarnya aku sangat ingin bisa sekolah di kota Kak Alarik," pinta Flora yang tahu kekhawatiran Bundanya.


"Kamu yakin?" tanya Zhia.


"Iya, jadi Ayah dan Bunda bisa jalan-jalan deh," jawab Flora mencoba tersenyum riang.


"Kenapa kalian aneh sekali?" tanya Zhia curiga.


"Bunda memang cerdas, sebenarnya semua ini hanya akal-akalan Ayah saja yang sudah malas bekerja," bisik Kaysa membantu Ayahnya bersandiwara.


Zhia menatap ke wajah suaminya yang tampak bersinar.


"Apa kamu sudah yakin mau meninggalkan perusahaan?" tanya Zhia.


"Yakin, besok Darren akan menggantikan posisi Papanya. Jadi dari pada Dony enak-enakan nganggur aku akan memberikan tugas yang lebih berat baginya," jawab Syauqi.


Zhia tertawa, dia bisa membayangkan wajah kesal Dony yang dari dulu selalu direpotkan oleh suaminya untuk ditinggal bersenang-senang.


"Berapa lama kita jalan-jalan?" tanya Zhia.


"Aku berniat ingin keliling dunia bersamamu. Selama ini aku sudah bekerja keras, jadi uangnya sayang kalau hanya disimpan saja," jawab Syauqi mencoba tertawa.

__ADS_1


"Aku tidak ingin keliling dunia, tapi aku hanya ingin ke Mekkah saja," pinta Zhia.


"Baiklah, tapi sebelum itu kita ke Singapura dulu ya? Di sana kita berdua akan melakukan perawatan agar kita tetap muda," jawab Syauqi tertawa riang.


Zhia tiba-tiba memeluk suaminya tersebut, di hatinya ada perasaan nyeri.


"Ya Alloh, aku tahu mereka berbohong. Sebenarnya aku ini sakit apa?"


Zhia berlagak tidak tahu apa-apa dan juga tidak ingin tahu penyakit yang dideritanya. Yang dia pikirkan hanya ingin membuat keluarganya merasa lega.


"Sebentar sayang, aku mau ke toilet dulu," pinta Syauqi seolah kebelet buat air kecil.


Padahal sesampainya di toilet Syauqi menangis. Air matanya yang sedari tadi di bendung kini merembes dan sulit dihentikan.


"Ya Alloh, hamba tahu selama ini kehidupan hamba penuh nikmat. Namun jika ingin memberikan ujian kenapa istriku yang harus menderita?"


Syauqi segera menelpon Dony untuk menyiapkan segala keperluannya. Dia sudah tidak peduli lagi mengenai perusahaan. Yang dia pikirkan hanya segera membawa istri tercintanya untuk pergi berobat.


"Walau sampai ke ujung dunia akan aku tempuh demi kesembuhanmu."


Jangan Lupa Like dan Vote ya🤗


Hay readers, baca juga Karya Author yang kedua. Yaitu SCORPIO. Kisahnya tidak kalah seru ya.


**Saralee


Percaya diri tinggi, pemalas, play girl, dan jago karate.


Saralee terlahir dari keluarga konglomerat. Namun dia tidak pernah bahagia karena kedua orang tuanya sering bertengkar.


Dia juga tipe perempuan yang mudah bosan dengan apapun, termasuk pasangannya. Bagi dia hatinya terlalu berharga untuk diserahkan pada seorang lelaki.


Dia merasa tertantang ketika bertemu lelaki yang sulit didekati perempuan lain, akan tetapi setelah berhasil menaklukkan, dengan bangga Saralee akan meninggalkannya.


Suatu hari dia kabur dari rumah karena sudah tidak tahan dengan keributan kedua orang tuanya. Dia memutuskan kabur ke paviliun peninggalan kakeknya yang sudah lama tidak ditempati.


Adella


Cuek, matre, cerdas dan jago memasak.


Adella terlahir dari keluarga yang cukup mampu. Namun suatu hari bisnis keluarganya dihancurkan oleh orang tua kekasihnya, karena cinta mereka berdua tidak mendapat restu.


Kekasihnya juga dijodohkan dengan wanita dari keturunan bangsawan, meskipun kekasihnya masih memperjuangkan Adella tapi dia sudah terlanjur kecewa.


Dengan hati yang terluka, Adella meneruskan kuliah di tempat yang jauh. Dia berniat menyembuhkan luka hatinya dan mencari pekerjaan sampingan supaya bisa membantu perekonomian keluarganya. Karena dia juga memiliki dua adik yang masih sekolah dasar.


Aileen


Pemalu, penakut, lembut dan pandai melukis.


Aileen terlahir dari keluarga bangsawan yang dimanjakan. Namun ternyata dia hanyalah anak dari istri kedua dan sejak kecil dia dirawat ibu tirinya yang tidak bisa memiliki keturunan.


Suatu hari Aileen mengetahui identitas dia yang sebenarnya. Kemudian dia melarikan diri dari rumah untuk mencari Ibu kandungnya yang masih hidup tapi entah dimana.

__ADS_1


Satu-satunya petunjuk tentang Ibunya hanyalah selembar foto yang bertuliskan tempat kelahiran Ibunya.


Penasaran dengan kisah cinta mereka bertiga selanjutnya? Ayo baca Scorpio**


__ADS_2