
Cinta mampu mengubah segalanya, kehidupan yang semula terasa hampa akan berubah menjadi lebih bermakna.
Bahkan yang dulunya tidak tahu bagaimana cara menghargai waktu, kini dalam setiap detiknya akan digunakan untuk melakukan sesuatu yang berarti seperti mengejar impian dan asa.
Karena seseorang yang memiliki cinta akan termotivasi supaya bisa sukses dan membahagiakan seseorang yang dicintainya.
Jika ditanya sebenarnya Syauqi merasa lelah, karena seharian ini dia bergelut dengan pekerjaan yang banyak.
Akan tetapi karena rasa cintanya kepada sang istri yang tengah mengandung dia rela melakukan apapun juga, sekalipun harus menerjang badai.
Syauqi mencoba mengingat tempat penjual singkong keju yang dimaksud Zhia, setelah menemukannya ternyata sudah habis dan baru saja akan ditutup.
"Apa disekitar sini ada penjual yang lain?" tanya Syauqi cemas.
"Maaf, Tuan. Hanya di sini saja yang jual singkong keju," jawab wanita separuh baya itu.
Malam semakin larut, mendung yang menggantung di langit menutupi gemerlapnya bintang. Syauqi tak ingin mengecewakan istri tercintanya.
"Kalau membuat lagi apa butuh waktu yang lama, Bu?" tanya Syauqi lagi.
"Lumayan lama, Tuan. Karena prosesnya dikukus dulu baru digoreng. Mungkin sekitar tiga puluh menit," jawab pemilik warung kopi itu.
"Istri saya yang hamil sedang ngidam singkong keju, bisakah saya minta tolong buatkan sekarang juga? Nanti akan saya bayar lebih," ucap Syauqi memohon dengan wajah memelas.
Ibu itu merasa kasihan sekali melihat wajah memelas pemuda tampan di depannya, sepertinya dia sangat mencintai istrinya.
"Sebenarnya bisa saja, akan tetapi persediaan singkongnya sudah habis. Adanya yang masih di kebun belakang. Itupun yang bisa memanennya suami saya, tapi sekarang suami saya sedang jatah ronda di pos kampling sampai subuh nanti," jawab Ibu itu yang juga merasa tak enak.
"Tidak masalah, Bu. Biar saya yang mengambilnya, tolong tunjukkan tempatnya," jawab Syauqi semangat.
"Sepertinya sudah mau turun hujan, Tuan. Apa tidak sebaiknya besok pagi saja? Saya kasian dengan Anda," jawab Ibuk itu khawatir.
"Jangan hiraukan saya, Bu. Yang terpenting keinginan istri saya malam ini terpenuhi," balas Syauqi mantap.
Jika Tidak melihat secara langsung, mungkin orang lain yang mengenal Tuan Syauqi Malik seorang Bos besar kaya raya tidak akan percaya melihatnya melakukan pekerjaan kotor seperti ini.
Dengan Penuh semangat dia membawa cangkul untuk mengambil singkong yang masih melekat di pohonnya.
Syauqi mulai mencangkul dan menggaruk tanah yang mulai basah karena hujan, dia sendiri tak memakai payung atau mantel hujan. kedua tangan dan kakinya sudah kotor dan tubuhnya basah kuyup.
Si pemilik warung hanya melihatnya dari belakang rumah dan memegang senter supaya ada cahaya yang menerangi. Karena di belakang rumah tidak dipasang lampu jadi kebun terlihat gelap.
__ADS_1
Dalam seumur hidup inilah pertama kali Syauqi memegang cangkul. Namun dia bangga karena dia merasa menjadi seorang Suami dan calon Ayah yang bertanggung jawab.
Butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk mengambil singkongnya. Satu pohon saja dirasa sudah banyak, bahkan Istrinya takkan mampu menghabiskannya sendiri.
Pemilik warung menyuruh Syauqi untuk mencuci kaki dan tangannya yang kotor oleh tanah basah.
Syauqi membantu mengupas dan mencucinya, setelah bersih dia serahkan kepada ibu itu untuk diolah.
Syauqi menemani Ibu tua yang sedang mengukus singkong, karena diluar masih hujan.
Syauqi bisa melihat dua anak yang tertidur di depan televisi kecil hanya beralas kasur tipis.
"Bu, apakah mereka anak Anda?" tanya Syauqi sopan.
"Iya, Tuan. Yang besar namanya Dimas dan yang kecil Novi," jawab Ibu itu ramah.
"Mereka kelas berapa, Bu?" tanya Syauqi penasaran.
"Dimas baru kelas lima SD. Sedangkan Novi tahun ini seharusnya sudah mulai sekolah.Tapi karena belum ada biaya mungkin ditunda tahun depan," jawab Ibu itu sambil mengaduk singkong yang dikukus.
Syauqi bisa melihat kesedihan di wajah pemilik warung itu.
"Bukankah kasihan kalau menunggu satu tahun lagi?" tanya Syauqi semakin penasaran.
Mereka mengobrol sampai singkong kejunya sudah jadi.
"Semua ini berapa, Bu" tanya Syauqi bahagia membayangkan senyum manis istrinya yang sedang menanti dirumah.
"Tiga puluh ribu, Tuan," jawab pemilik warung yang juga ikut tersenyum lega.
Syauqi terkejut sekali, dia bisa membayangkan saat tadi mengambil singkongnya yang susah juga pengolahannya yang lumayan rumit tapi hanya mendapat upah segitu.
Sedangkan Syauqi sendiri yang hanya perlu tanda tangan sudah bisa mendapat ratusan juta bahkan sampai milyaran.
Syauqi segera mengeluarkan dompetnya, ada uang tunai sekitar empat juta. Dia serahkan semuanya kepada pemilik warung, baginya uang segitu sangatlah kecil. Dia hanya punya uang itu karena biasanya dia membayar belanja pakai kartu debit.
Ibu tua itu sampai kaget melihat setumpuk uang ratusan ribu.
"Tuan, satu lembar saja masih ada kembalian," tanya pemilik warung heran.
"Anggap saja sebagai hadiah untuk kedua anak Anda. Semoga bisa digunakan untuk daftar sekolah. Dan saya mohon maaf telah mengganggu istirahat Anda. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih karena telah menolong saya. Saya pamit pulang dulu, Bu. Istri saya pasti sudah khawatir menunggu saya. Assalamu'alaikum," kata Syauqi tulus dan berlalu pergi.
__ADS_1
Ibu pemilik warung masih terbengong melihat kepergian Syauqi, wanita itu sampai lupa mengucapkan terimakasih. Dia tersadar setelah mobil Syauqi menghilang ditelan derasnya hujan. Ibu pemilik warung menangis dan sujud syukur atas rejeki yang datang tak terduga. Dengan uang ini dia bisa mendaftarkan sekolah anaknya bahkan bisa membeli keperluan yang lain. Dalam hatinya dia berdo'a semoga orang yang barusan menolongnya dan anak istrinya diberi kesehatan serta kebahagiaan.
Zhia yang masih menunggu di depan rumah semakin cemas. Empat puluh menit keluar suaminya belum pulang juga. Meskipun dingin dia masih belum mau beranjak.
Zhia menangis, meskipun dia mengingat janjinya untuk tidak menangis lagi tapi air matanya mengalir sederas hujan yang turun.
Zhia merasa menyesal karena tadi membohongi suaminya, Dia takut jika terjadi sesuatu dengan suaminya karena dari tadi ditelpon tidak diangkat juga.
Didalam mobil Syauqi melihat layar hpnya yang terus berdering,dia tidak tahu jika istrinya menelpon karena tadi hpnya sengaja ditinggal di dalam mobil.
"Tiga puluh panggilan, Apakah istriku marah?"
Syauqi semakin menambah kecepatan mobilnya, saat dia sampai di Vilanya, Syauqi melihat istrinya yang sedang berdiri di depan rumah dengan wajah gelisah dan matanya sembab merah. Syauqi segera turun dari mobil karena cemas istrinya kedinginan.
Zhia melihat suaminya sudah pulang. Dia langsung menghambur ke dalam pelukan Syauqi.
"Mas Syauqi mau membunuhku ya? Kenapa dari tadi ditelpon tidak diangkat? Dan kenapa pulangnya lama sekali? Dari tadi aku menghawatirkanmu," teriak Zhia menangis dengan suara keras.
Syauqi tertawa kecil melihat tingkah istrinya yang merengek seperti anak kecil, sebenarnya dia ingin melepaskan pelukan istrinya.
Tetapi dia tak tega juga karena Istrinya mendekap dengan erat. Syauqi membelai lembut kepala istrinya.
"Sudah, sekarang kita masuk dulu supaya tidak kedinginan. Nanti aku jelasin kenapa lama sekali," bujuk Syauqi lembut.
Sepasang suami istri itu segera masuk ke dalam rumah, setelah Syauqi mandi istrinya juga sudah berganti baju tidur.
Melihat suaminya yang rambutnya masih basah dan tubuhnya menggigil kedinginan Zhia segera memeluk suaminya lagi.
"Maafkan aku ya, Mas?" bisik Zhia.
"Hey, kamu ini istriku. Apapun akan aku lakukan untukmu dan anakku," jawab Syauqi mesra. Dia mengecup kening Zhia.
Awalnya Zhia hanya pura-pura ngidam singkong keju. Namun karena cuaca dingin dan singkong gorengnya masih hangat membuat Zhia menjadi lapar dan memakan banyak. Setelah habis Zhia menagih penjelasan kenapa bisa lama saat tadi membelinya.
Syauqi mulai bercerita tentang persediaan singkong yang habis sampai tentang keluarga pemilik warung.
Syauqi tak mengira jika istrinya sudah tertidur di pangkuannya. Dia segera membenarkan posisi tidur istrinya supaya nyaman. Syauqi ikut berbaring dan memeluk istrinya supaya tak kedinginan.
"Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah," bisik Syauqi lembut.
Kemudian dia sendiri juga segera terlelap karena kecapean.
__ADS_1
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗