CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Flora And Daichi - BAB 8


__ADS_3

Pernikahan yang tidak pernah di harapkan Flora akhirnya terjadi juga, flora selalu memasang wajah bahagia agar semua orang termasuk Bundanya tidak cemas.


Awalnya Zhia mempertanyakan pernikahan yang mendadak ini, tapi kemudian Flora menjelaskan pada Bundanya jika semua ini adalah hal yang paling dia inginkan.


"Bunda, dulu Kak Syadev dan Kak Kaysa juga menikah di usia muda. Aku hanya merasa jika dengan menikah maka aku akan selamat, Bunda tahu sendiri kan pergaulan teman - teman Flora bagaimana?" bujuk Flora.


"Tapi apakah kamu benar - benar mencintai dia? Kenapa kamu mau saja menikah dengan orang yang tidak kamu kenal," tanya Zhia.


"Siapa bilang tidak kenal, Bunda. Dia dulu Kakak kelas Flora, begitu dia lulus langsung melamar Flora," sela Kaysa yang tahu jika adiknya itu tak pandai untuk berbohong.


"Bunda senang jika kamu menikah dengan pilihanmu sendiri, tapi Bunda juga sedih jika kamu nanti setelah menikah tinggal di luar negeri," ucap Zhia.


"Bunda, nanti aku akan sering - sering mengunjungi Bunda. Sekarang tinggal naik pesawat hanya beberapa jam saja," bujuk Flora.


Dan akhirnya Zhia tersenyum dalam tangisannya, sebab dia tahu kelak semua anak - anaknya akan memiliki keluarga masing - masing.


Zhia lalu melepaskan gelang permata hijau yang dulu di kasih dari ibu mertuanya.


"Flora, ini adalah gelang dari nenek moyang ibu mertua Bunda. Kamu pakai ya? Dimana pun kamu berada selalu ingat Bunda, ini adalah simbol keturunan darah biru, dan katanya di dunia ini hanya ada satu," kata Zhia lembut.


Syadev dan Kaysa ikut bahagia melihat semua itu, mereka berdua sama sekali tidak merasa iri. Sebab adik bungsu mereka memang pantas mendapatkannya.


"Iya, Bunda. Aku akan menjaga baik - baik gelang ini," jawab Flora.


Saat acara pesta berlangsung calon suami Flora memakai masker dengan alasan sedang flu dan takut menular, sehingga wajah pengantin pria tidak terlihat. Pemuda itu juga berbicara hanya menggunakan bahasa Jepang. Kini Flora semakin sadar kenapa dulu kakaknya begitu keras mendidik dia agar bisa berbagai bahasa.


Setelah pernikahan pun sang mempelai pria langsung mengajak Flora untuk pergi ke Jepang.


Syauqi menangis melihat putrinya dirampas dengan cara seperti itu.


Saat perpisahan, dengan senyuman yang ramah Syauwi memperingatkan Daichi dengan bahasa Jepang.


"Ingat, aku selalu mengawasi putriku! Jika aku tahu kamu menyakitinya saat itu juga aku akan membunuhmu dan pernikahan ini akan berakhir?"


Hanya Syadev yang tahu, sedangkan yang lainnya hanya mengira jika Syauqi meminta untuk menjaga flora baik - baik.


Kemudian Flora benar - benar pergi di bawa oleh suaminya. Tapi pernikahan Flora ini tidak memberikan suasana yang bahagia. Walaupun semuanya memperlihatkan wajah ceria di depan Bunda Zhia.


Dengan bahasa Jepang pula, Syadev berkata pada Ayahnya.


"Ayah tidak perlu khawatir, sebagai seorang kakak aku juga akan menjaga adikku."


"Ayah percaya padamu," balas Syauqi.


"Hahhh… Bikin gila, Ayah dan Syadev bicara apa sih?" pekik Kaysa kesal.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Dalam pesawat pribadi Daichi membius istrinya, karena dia tidak pernah punya niatan untuk pergi ke Jepang. Dia berbicara seperti itu untuk mengelabui kelurga Syauqi Malik.


Dewa merasa gerah juga setelah seharian memakai masker, dia memandangi wajah Flora yang semakin cantik dengan riasan pengantin yang masih menempel.


"Kamu memang istriku, hampir setahun tidak bertemu semakin cantik," ucap Daichi sambil mencium hidung Flora.


Aroma wangi yang menyebab membuat tubuh Daichi bereaksi dengan cepat.

__ADS_1


"Istriku, setelah penantian panjang ku aku akan memberikan kenangan yang indah malam ini," gumam Daichi sambil mencium bibir Flora dengan lembut.


Demi keselamatan Flora, Daichi sampai berdebat dengan hebat dengan Paman Eiji, dia tidak rela jika Flora tersakiti.


Akhirnya sesuai kesepakatan mereka berdua ingin menghilangkan jejak Flora tanpa menyakitinya, dengan begitu keluarga Syauqi Malik kebingungan karena tidak ada kabar dari Flora.


Dengan begitu batin seluruh keluarga Syauqi akan hancur karena Flora yang mereka cintai hidup menderita. Dalam keadaan yang runyam itu Daichi dan Eiji sudah mengirimkan penyusup di perusahan Syadev. Jadi nanti dengan mudah bisa mengalihkan semua harta atas nama Daichi.


Eiji melakukan segala cara agar pesawat yang ditumpangi keponakannya itu tidak meninggalkan jejak, dia juga sudah Menganti dengan tipuan jika Daichi dan Flora pergi ke Jepang. Padahal sebenarnya Daichi membawa ke Aceh karena di sisi lain Daichi tidak bisa meninggalkan orang tua angkatnya.


Di Aceh Daichi juga sudah menyiapkan rumah untuk Flora, tapi dia tidak berencana tinggal di sana. Lebih tepatnya rumah itu dijadikan istana untuk mengurung sang tuan putri.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Saat Flora terbangun dia sudah berada di dalam kamar yang baru kali ini di lihat, di sampingnya juga sudah ada seseorang yang memakai topeng.


Flora baru ingat jika dia itu sudah menikah dan ikut dengan suaminya. Flora mengira jika saat ini dirinya di negara Jepang.


"Kenapa Anda memakai topeng?" tanya Flora berbahasa Jepang.


"Karena aku buruk rupa, melihatku akan membuat kamu ketakutan," jawab Daichi dengan bahasa Jepang.


"Bagaimanapun juga kamu adalah suamiku, di antara kita tidak perlu ada rahasia lagi," jawab Flora yang sudah pasrah dengan takdir.


Tapi saat melihat dari bibir pemuda itu Flora merasa tidak asing.


"Mandilah, aku akan menunggu kamu makan di bawah!" perintah Daichi.


"Iya," jawab Flora patuh.


Dalam hati Dewa tersenyum sendiri, dia merasa senang bisa mengerjai istrinya sendiri.


"Seburuk apakah wajahnya itu? Kenapa dia sampai malu untuk memperlihatkan padaku?" batin Flora.


Flora bergegas mandi, ternyata di dalam lemari sudah disiapkan berbagai gaun yang bagus dan mewah. Ketika dia keluar dari kamar rumahnya juga mewah seperti dalam istana.


"Aku merasa seperti masuk dalam dongeng Beauty and the beast," batin Flora.


Daichi sudah menunggu Flora di bawah, matanya sangat takjub melihat istrinya mengenakan gaun panjang berwarna biru muda dengan jilbab dengan warna senada.


Saat makan Daichi hanya diam saja, Flora juga tidak berani untuk menyapa duluan.


Setelah makan yang sunyi itu berakhir, Daichi mengajak istrinya masuk ke dalam kamar lagi.


Daichi sudah mau gila sedari tadi menahan hasratnya, tapi dia juga tidak ingin menunjukkan wajahnya terlebih dahulu. Dia masih ingin bersenang - senang dengan istrinya sebagai orang asing.


"Ada apa mengajakku ke sini?" tanya Flora lembut.


Ah… Daichi semakin tidak tahan menghisab bibir yang manis itu. Suara Flora yang lembut semakin membuat dadanya berdetak kencang.


"Kita suami istri, tentunya melakukan hal yang seharusnya di lakukan," jawab Daichi dengan logat jepang.


"Sekarang?" Pekik Flora yang lidahnya sudah fasih dengan bahasa asing itu.


"Tentu saja," jawab Dewa menyeringai.

__ADS_1


Flora merinding, dia memang sudah tulus menerima suaminya. Tapi jika untuk melakukan hal itu dirinya belum siap.


Flora mundur secara perlahan saat Daichi mulai mendekatinya, sampai tak segara punggungnya menubruk tembok dan menekan saklar lampu yang secara otomatis membuat ruangan kamar yang besar itu gelap gulita.


Dengan reflek Flora menjerit dan memeluk tubuh Daichi.


"Tidak… Aku mohon, nyalakan lampunya," teriak Flora meremas punggung Daichi sampai kesakitan.


Daichi sampai kewalahan mendapat pelukan yang ganas seperti itu, siapa sangka Flora dengan tubuh rampingnya juga memiliki kekuatan yang besar untuk meremukkan tubuhnya.


Daichi segera menghidupkan lampunya lagi sebelum dirinya benar - benar remuk.


"Kamu kuat sekali," ucap Daichi yang kemejanya juga sudah berantakan.


"Maafkan aku, aku hanya takut kegelapan," jawab Flora merasa malu.


Seketika Daichi menarik tubuh Flora dalam pelukannya dan dengan paksa melepas jilbab itu.


Sungguh cantik dan menggoda, Daichi tidak tahan langsung mencium leher Flora dengan penuh perasaan.


Flora tahu jika ini memang kewajibannya, sebagai perempuan yang dari kecil di didik agama dia tidak mungkin berani melawan suaminya sendiri.


Daichi memperlakukan Flora dengan sangat lembut, saat dia menanggalkan pakaian Flora langsung nampak kulit yang putih mulus dan lembut seperti bayi.


Flora sendiri hanya memejamkan matanya karena ketakutan, tapi saat dada suaminya yang kekar itu menindihnya Flora langsung mencium aroma tubuh yang tidak asing.


"Ciumanmu, pelukanmu serta aroma tubuhmu serasa aku pernah mengenalnya," batin Flora.


Semakin lama Flora semakin dikuasai oleh rasa nikmat yang tak terkira, Daichi sendiri juga begitu menikmati aroma tubuh istrinya yang wangi.


Sampai mereka tak sanggup lagi menahan hasrat, Daichi mulai menembus kesucian istrinya secara perlahan. Untuk mengurangi rasa sakit Daichi terus mencium dan tangannya memainkan bukit kembar yang kenyal itu.


Flora meneteskan air matanya karena kesakitan, serasa panas membakar. Namun tak lama kemudian semua itu tergantikan dengan rasa nikmat dan nyaman yang luar biasa.


Setelah lama mereka berada di surga dunia, akhirnya keduanya mencapai klimaks secara bersamaan. Kejora sampai mencengkeram punggung suaminya karena tubuhnya seakan tersengat listrik yang menjalar ke seluruh organ.


Kemudian ****** ***** Daichi bagaikan ombak yang menerjang dinding rahim milik istrinya. Perasan itu membuat keduanya rilex.


"Aku mencintaimu, Flora," ucap Daichi reflek dengan bahasa Indonesia.


Seketika mata Flora terbuka.


Suara itu… mirip Dewa. Tapi bukankah Dewa tudak bisa bahasa Jepang? Dan suaminya dari Jepang juga katanya tidak bisa bahasa Indonesia yang di pesta tadi.


Flora dengan penuh keberanian membual topeng yang menutupi hidung serta mata suaminya. Dalam sekejap memang wajah Dewa yang kini di sampingnya.


"Flora…" pekik Dewa Kaget.


"Kak Dewa… Kamu… Kamu…"


Flora menangis sekeras mungkin, sebab selama bertahun - tahun sudah di bohongi.


**Terima kasih sudah membaca karya saya, jangan lupa Like , Vote dan komen ya.


haduhhhhh.....

__ADS_1


Saat menulis BAB ini Author sangat deg degan sekali, seakan - akan aku yang menjadi flora😂😂😂


coba kian yang menjadi flora bagaimana? akan bersyukur atau marah**?


__ADS_2