CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Flora And Daichi - BAB 6


__ADS_3

Hari Minggu di keluarga Kaysa pada libur semua. Dan untuk Minggu ini tidak ada jadwal pertemuan keluarga di Villa kakek Arkananta. Biasanya mereka akan pergi liburan ke tempat pariwisata. Akan tetapi hari ini alarik dan Kaysa akan menghadiri acara di tempat rekan bisnis.


"Sayang, ayo mandi dan ganti baju. Hari ini kita mau pesta," ajak Kaysa bersemangat.


"Tidak mau, aku ingin ke Om Dewa saja bermain di sana," tolak Arkananta.


"Beneran tidak mau ikut?" tanya Kaysa sekali lagi.


"Aku malas pergi ke acara seperti itu, membosankan," jawab Arkananta.


"Om Dewa itu siapa?" tanya Alarik yang baru turun dari tangga dan sudah berpakaian rapi.


"Itu, Dewa yang dulu pernah menolong aku dan Flora," jawab Kaysa bersemangat.


"Oh, iya aku ingat," jawab Alarik santai.


"Dan sekarang dia juga jadi dosen Flora Loh," timpal Kaysa bersemangat.


"Wah, kenapa bisa kebetulan seperti ini," ujar Alarik.


"Sejak pertama bertemu dengan dia aku ada filling kalau Dewa adalah calon adik ipar ku," ucap Kaysa riang.


Tapi seketika Alarik melirik ke arahnya, saat itu juga Kaysa membungkam mulutnya sendiri. Dia merasa keceplosan, dia baru sadar jika nanti adiknya itu akan menikahi orang asing yang sudah mendonorkan sumsum tulang untuk Bunda Zhia.


Tapi Flora tidak bereaksi apapun, dia sudah tahu kakaknya itu seperti apa.


"Kalau begitu Papi dan Mami berangkat dulu ya? Kamu kalau mau ke Om Dewa minta ditemenin Tante Flora, Assalamu'alaikum," ujar Alarik segera mengajak istrinya pergi.


"Wa'alaikumsalam," jawab Arkananta dan Flora.


"Tante, ayo kita ke rumah Om Dewa," ajak Flora bersemangat.


"Ih Tante… Setiap hari belajar terus apa tidak bosan?" sergah Arkananta ngambek.


"Kamu ini jangan hanya taunya main saja, ayo belajar bareng Tante," balas Flora sambil mencubit mesra kedua pipi Arkananta yang tampan seperti Papinya itu.


"Tidak mau, ini hari Minggu yang khusus untuk bermain, selebihnya baru belajar di sekolah," jawab Arkananta menolak.


"Kalau begitu kamu mainnya biar dianterin pak sopir ya?" pinta Flora.


"Tadi Tante sudah dengar sendiri kan? Kalau aku mau ke rumah Om Dewa harus bersama Tante cantikku ini," rayu Arkananta sambil bergelayut manja di tangannya.


"Kamu ini, sudah kecil pandai merayu," sindir Flora kesal.


"Belajar dari Mami," jawab Arkananta tertawa.


"Ya sudah, kalau begitu Tante ambil buku dulu," balas Flora yang sudah tidak bisa lagi menolak permintaan keponakannya itu.


Sebelum menuju rumah Dewa, Flora terlebih dahulu menghubungi pemuda tersebut.


Dewa sedang tiduran di dalam kamarnya, hari Minggu ini dia malas keluar dan berniat tidur seharian di rumah.


Sampai tiba - tiba nomor ponselnya berbunyi, Dewa tidak tahu nomor siapa karena belum punya.


"Ini Kak Dewa ya?"


Suara lembut Flora itu terdengar jelas di kuping Dewa, seketika dadanya berdetak kencang tak karuan.


"Iya, apakah kamu Flora?" tanya Dewa balik.


"Iya, Kak Dewa. Jadi gini, Arkananta mau main ke rumah kakak, apakah Kak Dewa di rumah atau tidak?" tanya Flora.


"Aku di rumah kok, ke sini saja. Atau biar aku jemput?" ucap Dewa sumringah.


"Tidak usah, Kak. Biar kami di antar sopir saja. Kalau begitu sampai berjumpa lagi," balas Flora menutup sambungan teleponnya.

__ADS_1


Flora tidak enak juga jika ke rumah dosennya dengan tangan kosong. Kemudian dia ingat jika tadi pagi dia membuat kue. Flora melihat lagi ternyata masih tersisa banyak.


"Aku bawa ke tempat Kak Dewa saja lah," batin Flora.


Sedangkan Dewa segera memesan berbagai makanan dan cemilan, sebab dia tahu jika Keponakan Flora hobi makan. Setelah itu Dewa bergegas mandi agar tubuhnya bisa segar.


"Kok aku semangat gini ya?" gumam Dewa sambil menatap wajahnya sendiri di depan cermin besar.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Flora tidak menyangka jika rumah Dosennya itu dekat dengan Universitas, bahkan saking dekatnya cukup jalan kaki selama lima menit sudah sampai.


Baru sekali Arkananta memencet tombol bel, pintu langsung terbuka dan muncul wajah tampan Dewa yang terlihat segar karena habis mandi.


"Wah, Kak Dewa wangi banget," ucap Arkananta.


"Harus dong, kan Tante Cantik mau kesini," balas Dewa.


Flora yang memang bukan tipe perempuan baperan hanya menganggap jika semua itu sekedar lelucon.


"Kak Dewa, ini aku bawakan kue. Buatanku sendiri loh," ujar Flora.


"Benarkah? Kalau begitu aku harus segera mencobanya," jawab Dewa senang sekali.


Tanpa di suruh masuk, Arkananta sudah masuk ke dalam duluan dan melihat - lihat ruangan yang tidak terlalu banyak barang.


"Kak Dewa tidak suka barang - barang ya?" tanya Flora.


"Aku lebih suka seperti ini, terlalu banyak barang malah membuat aku merasa sempit saja," jawab Dewa apa adanya.


"Om, di mana tempat buat latihan rindunya?" teriak Arkananta.


"Ayo kita masuk terus ke dalam," ajak Dewa.


"Wah… Ini serasa di surga. Aku ingin minta sama rumah yang seperti ini," teriak Arkananta.


"Maaf ya, dia memang seperti itu. Baru pertama kali kenal sudah seperti mengenal lama," sela Flora yang tidak enak.


"Santai saja, kalau begitu kamu mau bermain bersama kami atau makan - makan dulu?" tanya Dewa.


"Aku mau duduk di sini sambil belajar, kalian bisa bermain dulu," jawab Flora mengeluarkan buku - bukunya.


"Wah, kamu ini. Hari Minggu saja masih belajar," ucap Dewa geleng - geleng kepala.


"Aku bela - belain gini saja jarang masuk tiga besar, kadang aku iri sama Kak Kaysa dan Kak Syadev yang tanpa belajar bisa dapat juara satu," ucap Kejora setengah iri.


"Bakat setiap orang kan beda - beda, kalau begitu selamat belajar ya?" pamit Dewa berlari menyusul Arkananta.


Flora fokus belajar, dia sesekali tertawa melihat keponakan dan serta seseorang yang sudah di anggapnya seperti kakak itu bermain basket, tinju, berenang dan terakhir berujung ke main game dengan layar yang lebar.


Semuanya menjadi satu ruangan tanpa di beri dinding pemisah, jadi Flora bisa melihat secara langsung kegiatan mereka.


Dewa sendiri sesekali juga melirik ke arah Flora yang begitu fokus belajar.


"Arka, apa Tantemu itu setiap hari belajar terus ya?" tanya Dewa.


"Iya," jawab Arka.


"Sering jalan sama teman - teman keluar atau tidak?" tanya Dewa yang sebenarnya sudah tahu.


"Tidak, keluar kalau bersama mami, papi dan aku," jawab Arkananta fokus bermain game.


"Selain belajar Tantemu itu ngapain aja di dalam rumah?" tanya Dewa penasaran.


"Palingan bikin kue, terus menemani aku bermain. Om Dewa dari tadi bertanya tentang Tante Flora, jangan - jangan Kak Dewa suka ya sama Tante cantikku?" goda Arkananta berhenti main game dan beralih menatap Dewa.

__ADS_1


Seketika Dewa tertawa sebab anak sekecil ini soal perasaan justru lebih pintar di banding Tantenya.


"Tapi ini rahasia kita berdua ya!" jawab Dewa.


"Berarti benar, kalau Om Dewa menyukai Tanteku. Tapi sayang, Tante Flora sebentar lagi mau menikah," jawab Arkananta dengan raut wajah yang sedih.


"Dengan siapa? Dari mana kamu tahu?" tanya Dewa terkejut.


"Dengan orang asing, aku pernah mendengarnya dari sepupu aku. Tapi kami pura - pura tidak tahu, karena katanya ini rahasia," ucap Arkananta.


"Yah… Om Dewa jadi sedih deh," jawab Dewa pura - pura kecewa.


"Tapi tenang, Om. Aku akan membantu Om Dewa untuk dekat dengan Tante. Nanti kita gagalkan pernikahan mereka, karena aku sering melihat Tante Flora melamun jika sendirian. Aku rasa Tante Flora sebenarnya masih ingin kuliah," kata Arkananta antusias.


"Wah, gaya bicaramu ini sudah seperti orang dewasa saja," balas Dewa gemas.


Tak lama kemudian Arkananta tiduran, tapi lama - kelamaan anak itu malah tidur beneran.


Dewa menyelimuti Arkananta dan segera menghampiri tantenya yang masih belajar.


"Apa tidak bosan belajar terus?" tanya Dewa.


"Baru saja selesai. Di mana Arkananta?" tanya Flora sambil membuka kue yang tadi dibawa dan menyodorkan ke arah Dewa.


"Dia ketiduran, tapi biarkan saja. Mungkin kecapean," jawab Dewa sambil mencomot kue tersebut.


Dalam gigitan pertama, bukan hanya coklatnya yang meleleh. Tapi hati Dewa juga ikutan meleleh.


"Tumben tuh anak punya lelah," jawab Flora tertawa.


"Biasanya dia aktif seperti itu?" tanya Dewa mengambil kuenya lagi.


"Banget… Banget... Banget… Terkadang aku sampai heran kenapa dia tidak bisa diam. Apalagi kalau sudah jadi satu sama Yudistira dan Sagara. Haduhhhhh kepala ini mau pecah," ujar Flora tertawa bahagia.


"Tapi Arkananta anak yang sangat berbakat, sekecil itu sudah pandai dalam berbagai hal," puji Dewa tulus.


"Iya, Keponakan - keponakan aku pada berbakat semua. Yudistira pandai bermain musik, dan Sagara ya ampun… Otaknya itu jenius seperti Kak Syadev," jawab Flora antusias.


Dewa menjadi berandai - andai, kalau kelak memiliki anak yang pintar dan cerdas pasti akan menyenangkan.


Dewa dan Flora terus mengobrol, dia sangat senang mendengarkan kisah keponakan - keponakan Flora yang berbakat itu.


"Sepertinya senang ya kalau punya anak banyak?" tanya Dewa serius.


"Mungkin saja," jawab Flora.


"Kenapa mungkin saja?"


Kali ini entah kenapa Flora tiba - tiba berlinang air mata. Dia bersedih saat sebentar lagi akan menikah dengan orang yang tidak dikenalnya.


"Kenapa bersedih?" tanya Dewa.


"Bunda dan Ayah selalu berharap aku bisa bahagia seperti kakak - kakakku, tapi Kak Syadev dan Kak Kaysa menikah dengan orang yang dicintai dan juga mencintai mereka. Sedangkan setahun lagi aku akan menikah dengan orang yang tidak aku kenal. Makanya sejak awal aku sudah menutup hatiku agar tidak jatuh cinta, aku takut kecewa. Karena tidak mungkin punya kesempatan untuk itu, apalagi kelak suamiku itu orang seperti apa aku tidak tahu," rengek Flora berlinang air matanya.


"Apa kamu belum siap menikah?" tanya Dewa serius.


"Aku masih ingin belajar, dan aku juga masih ingin menikmati kebebasan untuk menggapai cita - cita," jawab Flora.


"Jangan khawatir, banyak orang yang sudah menikah tapi masih bisa mengejar cita - cita," tutur Dewa menenangkan hati Flora.


"Flora, aku yakin kelak suamimu akan mencintaimu dengan tulus. Dan dia pasti akan memberikanmu kebebasan untuk menggapai cita - cita," tutur Dewa lembut.


Dewa seperti berjanji pada diri sendiri, jika kelak akan memperlakukan istrinya dengan baik. Hanya saja dia masih bingung langkah apa yang harus di ambil.


Terima kasih banyak sudah membaca karya saya, jangan lupa Like, Vote dan Komen ya. Karena saran dari kalian semua sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


__ADS_2