CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 71


__ADS_3

Sudah berhari-hari Syadev menahan diri karena istrinya sedang datang bulan. Namun kali ini dia sepulang kerja melihat istrinya tengah melakukan sholat Isyak.


Hati Syadev girang, dia tidak sabar ingin menyempurnakan pernikahannya yang sudah lama tertunda. Karena Anggun berada di dalam kamarnya sendiri, Syadev juga masuk ke dalam kamarnya sendiri dan segera mandi. Setelah selesai sholat rupanya istrinya yang cantik itu sudah berada di belakangnya.


“Sudah pulang kerja rupanya, ayo kita makan malam. Darren juga sudah menunggu,” ucap Anggun lembut.


Syadev langsung patuh dan menuju meja makan, di sana Darren tengah menatap makanan itu dengan pandangan kosong.


“Kenapa kamu tidak semangat begitu?” tanya Syadev.


“Aku baru saja mendapatkan dari Kaysa, katanya kemarin Zahra di bully dua senior karena dia akrab dengan Mahen,” jawab Darren.


Syadev dan Anggun yang juga sama-sama mengenal Mahen ikut terkejut.


“Lalu bagaimana keadaan Zahra?” tanya Anggun cemas.


“kedua lutut dan tangannya lecet-lecet. Tapi barusan Kaysa bilang sudah menghajar mereka. Bahkan sampai mengancam pada Dosen jika ada yang mengganggu keluarga Syauqi Malik lagi maka donasi akan di hapus,” jawab Darren lemas.


“Kalau begitu kamu tenanglah, aku yakin setelah ini tidak akan ada yang mengganggu Zahra lagi. Apalagi Kaysa juga tidak akan tinggal diam jika sepupunya disakiti orang lain,” hibur Syadev.


“Tapi mendengar Zahra yang dekat dengan Mahen membuat aku tidak tenang,” sela Darren mengungkapkan isi hatinya.


“Aku percaya dengan Zahra, seharusnya kamu sebagai kekasihnya juga harus lebih percaya. Ingatlah, dalam sebuah hubungan kepercayaan adalah poin utama,” bujuk Anggun.


“Sudahlah, ayo kita makan dulu. Setelah ini aku ingin menelepon Zahra,” ajak Darren.


“Iya, mari,” jawab Anggun sembari mengambilkan nasi dan lauk ke piring suaminya.


Syadev sendiri hanya menatap istrinya dengan pandangan yang penuh arti. Namun karena Darren sedang gagal fokus, pemuda itu tidak sadar jika sedang ada kode tersembunyi antara kedua temannya.


Setelah selesai makan dengan tersenyum ramah Syadev mengambil piring Darren.


“Biarlah malam ini aku berbaik hati mencuci piringmu, cepat sebaiknya kamu segera menelepon Zahra,” ucap Syadev.


“Kamu memang yang terbaik, aku ke kamar dulu ya?” jawab Darren bergegas masuk ke dalam kamar.


Biasanya Syadev akan marah jika piring bekas makan Darren yang mencuci adalah Anggun. Syadev tidak ingin istrinya dijadikan pembantu, jadi Darren harus mencuci baju, membersihkan kamar dan mencuci piring bekas makannya sendiri.


“Tumben berbaik hati pada Darren,” tanya Anggun.


“Biar dia cepat pergi,” jawab Syadev mencium pipi Anggun.


Saat itu kedua tangan Anggun juga sedang membawa piring kotor, untung saja tidak sampai pecah karena barusan gadis itu kaget mendapatkan ciuman dadakan.


Syadev dengan cekatan mengambil alih, hanya dalam waktu beberapa menit saja semua sudah selesai.


“Dingin, ayo kita ke kamar saja,” pinta Syadev.

__ADS_1


“Iya, apa mau aku pijitin? Pasti sudah lelah karena selesai kuliah langsung bekerja,” saran Anggun.


“Dengan senang hati,” jawab Syadev puas.


Sekarang memang sedang musim dingin, untung saja saldo di rekening Syadev terisi banyak dari Alarik. Sehingga dia bisa membeli dua mesin penghangat ruangan untuk diletakkan di kamarnya dan kamar Darren. Untuk kamar Anggun memang dengan tidak di pasang, karena Anggun tidurnya di kamar Syadev. Jadi kamar tersebut hanya digunakan untuk mandi dan meletakkan barang-barang saja.


Sebelum Syadev berbaring di tempat tidur, dia mematikan mesin penghangat ruangan terlebih dahulu, baru kemudian dia tengkurap untuk menanti pijatan dari istrinya.


“Kenapa dimatikan? Katanya tadi kedinginan,” tanya Anggun tak mengerti dengan suaminya.


“Aku ingin penghangat yang alami, ayo pijat aku sekarang. Setelah itu gantian kamu yang akan aku pijat,” jawab Syadev.


“Benarkah?” tanya Anggun tak percaya.


“Iya, pijatan spesial,” jawab Syadev ngakak.


Anggun mulai memijat suaminya dengan sepenuh hati, Anggun sangat menyukai aroma tubuh Syadev. Karena baunya wangi yang unik.


Syadev merasa badannya lebih enakkan, sebab istrinya memijat dengan telaten.


“Kenapa aku jadi keberatan jika kamu menjadi dokter ya?” ucap Syadev.


“Kok tiba-tiba bilang begitu?” Anggun balik bertanya, karena sebelum ini suaminya selalu mendukung tentang cita-citanya.


“Bukankah jadi Dokter harus profesional? Entah itu pasien perempuan atau lelaki kamu harus merawatnya? Aku merasa tidak sanggup membayangkan jika kamu sampai bersentuhan pada lelaki lain. Apa aku terdengar egois?” kata Syadev serius.


“Bagaimana kalau kamu tetap belajar untuk menambah ilmu, tapi nanti kamu tidak perlu bekerja. Lagi pula kamu adalah istrinya Syadeva Malik, mana mungkin Ayah dan Bunda mengizinkan kamu bekerja,” saran Syadev.


“Iya, aku nurut suamiku saja. Seluruh hidupku adalah milikmu,” jawab Anggun patuh.


Syadev senang sekali memiliki istri yang penurut, seleranya memang tidak salah. Syadev tidak bisa membayangkan jika memiliki istri yang wataknya seperti Kaysa, pasti setiap hari hanya membuat pusing.


“Ayo, sekarang gantian,” kata Syadev segera bangun dan menyuruh istrinya tiduran.


Awalnya Syadev beneran memijat punggung istrinya, tapi dalam menit kedua dia tidak tahan untuk mencium tengkuk anggun yang menggoda. Memang setiap di dalam kamar Syadev Selalu menyuruh istrinya untuk membuka jilbabnya, sebab saat Anggun rambutnya terurai tampak sexi.


“Katanya mau gantian memijat? Ini baru satu menit loh,” protes Anggun.


“Berbaliklah, akan aku berikan pijatan yang lebih ampuh,” ujar Syadev.


Namun karena Anggun tidak mau juga, akhirnya Syadev membalikkan tubuh istrinya dengan paksa. Anggun sampai tertawa karena suaminya itu membuat dirinya merasa geli.


Syadev langsung menindih tubuh istrinya, diciumnya dari kepala turun ke jidad, kemudian turun ke hidung sampai ke bibir. Berhenti di sana Syadev mencium bibir istrinya habis-habisan. Seperti permen karet yang disedot sari manisnya. Setelah puas Syadev turun lagi ke leher, di sana Syadev membuat banyak sekali tanda merah. Syadev terus bermain di sana sambil tangannya membuka kancing baju istrinya satu persatu.


Sadar-sadar baju Anggun sudah terbuka lebar, kini di depan mata Syadev ada dua gunung kembar yang masih tertutup BH. Syadev dengan nakal menarik Bh tersebut dan memainkan kedua gunung kembar itu dengan lidah dan tangannya.


Anggun mengerang, apalagi saat tangan Syadev yang satunya masuk ke celana Anggun. Dengan sentuhan yang lembut Syadev memainkah jarinya ke daerah tubuh istrinya yang paling sensitif.

__ADS_1


Ini untuk pertama kalinya Syadev berani berbuat seperti itu, biasanya Syadev hanya mentok dengan ciuman saja.


Tubuh Anggun menggeliat seperti cacing kepanasan, sebab rasa yang baru pertama kali dialaminya membuat dirinya melayang entah ke dunia mana. Anggun terus mengerah saat sesuatu seperti cairan bening keluar dari daerah sensitifnya.


Syadev segera membuka baju, tapi Anggun yang sudah dirasuki hawa nafsu menerjang suaminya begitu saja.


“Sudah tidak sabar ya? Pelan-pelan saja, sebab nanti kamu akan merasa sakit saat untuk pertama kalinya,” goda Syadev.


Bayangan ketakutan tentang malam pertama sudah hilang dengan seketika, sebab terkalahkan oleh rasa nikmat yang diberikan suaminya.


“Aku tidak takut,” jawab Anggun tersenyum manis.


Syadev mengajak istrinya masuk ke dalam selimut, kemudian dia mulai beraksi.


Saat Anggun merasakan ada sesuatu yang menjebol ke dalam tubuhnya, rasa panas dan perih menjalar ke seluruh tubuh. Namun lama-kelamaan rasa itu berubah menjadi rasa yang membuat dirinya mabuk kepayang.


Salju yang pertama kali muncul menjadi kenangan terindah untuk Syadev dan Anggun, sebab malam itu mereka berdua menyempurnakan pernikahan dengan hubungan suami istri.


Setelah cukup lama mereka saling penyatuan, akhirnya keduanya merasa ada sesuatu yang berdenyut. Dan keluarlah cairan yang membuat keduanya merasakan puncak kenikmatan. Tubuh Syadev dan Anggun seperti tersengat listrik dalam tegangan yang tinggi. Hanya saja bukan rasa sakit, melainkan kenikmatan tiada tara.


Setelah itu keduanya saling memeluk satu sama lain.


“Kalau aku hamil bagaimana?” bisik Anggun.


“Kenapa takut? Kamu punya suami yang selalu bertanggung jawab,” balas Syadev manis.


Anggun mencoba menenangkan dirinya, apapun yang terjadi dia yakin pasti suaminya bisa mengatasinya.


“Aku sangat mencintaimu,” ucap Anggun mesra.


“Aku tahu,” jawab Syadev singkat.


Anggun kesal karena tidak mendapatkan balasan yang setimpal, dia membalikkan badannya dan membelakangi Syadev.


Syadev tertawa, dia memeluk lagi istrinya dari belakang.


“Aku juga sangat mencintaimu, tanpa aku katakan kamu oasti sudah tahu kan?” bujuk Syadev.


“Meskipun sudah tahu, tapi kata sayang yang terucap dari mulut suaminya memberikan kebahagiaan tersendiri untuk sang istri,” rengek Anggun.


“Baiklah, kalau begitu setiap hari akan menyatakan cinta kepadamu, istriku sayang,” jawab Syadev memeluk erat lagi agar tubuhnya semakin hangat.


Diam-diam Anggun tersipu malu dan sangat bahagia.


Jangan lupa Like dan Vote sebanyak-banyaknya ya🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


Baca juga Scorpio, kisah cinta Saralee, Aileen dan Adella tidak kalah menarik🤗

__ADS_1


`


__ADS_2