
Di rumah Zhia baru saja mengadakan syukuran menyambut kepulangan ibunya dari Makkah.
Menjelang malam acara selesai dan tak lupa keluarga Zhia membagi bingkisan berisi makanan dan souvenir.
Setelah para tamu berpamitan tak lama kemudian datang dua mobil masuk kepekarangan mereka.
Jumlahnya ada delapan orang dan Zhia sudah menduga jika itu adalah keluarga Syauqi.
Dari dalam rumah Zhia bisa mengenali Kak Elly, Mas Fauzi dan Paman Syauqi yang dari luar kota.
Tubuh Zhia gemeteran, dia sungguh tak menyangka jika Syauqi benar-benar datang dan melamarnya.
Ibunya Zhia yang belum tau apa-apa merasa heran tamu dari mana gerangan yang baru saja datang?
Rian sebagai walinya Zhia langsung mempersilahkan tamu istimewanya masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum," salam keluarga Syauqi sebelum memasuki rumah.
"Wa'alaikum salam, mari silahkan masuk," kata Rian dan ibunya ramah tamah.
Zhia dibantu Tia menyuguhkan minuman dan berbagai macam kue buatan sendiri.
Zhia tak berani melihat siapapun, dia hanya terus menunduk.
Sedangkan Syauqi tersenyum puas karena pada akhirnya setelah banyak hal yang dia lalui bisa mendapatkan Zhia.
Jantung Syauqi berdegub kencang setiap kali bertemu dengan wanita pujaannya. Pemuda itu menyadari semenjak Zhia hamil kecantikannya bertambah dan tubuhnya lebih berisi.
"Pertama - tama saya sebagai Paman Nak Syauqi mengucapkan banyak terimakasih karena disambut dengan ramah dan sangat baik. Karena Ayahnya Nak Syauqi sudah almarhum jadi saya di sini bertindak sebagai walinya.
Kedatangan kami sekeluarga, selain silaturahmi juga berniat melamar Nak Zhia untuk dijadikan istrinya. Semoga keluarga Nak Zhia berkenan menerima lamaran ini,"
kata paman Syauqi dengan sopan.
"Saya sebagai Kakaknya Dek Zhia sekaligus walinya juga mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran keluarga Mas Syauqi. Namun masalah lamaran yang Anda sebutkan saya tidak berani menjawab apapun. Karena ini berkaitan dengan masa depan Adik saya dan kelak dia sendiri yang akan menjalaninya. Jadi saya serahkan semua jawaban pada Adik saya,"
jawab Rian juga sopan dan lugas.
Semua menatap Zhia yang sedari tadi menunduk.
"Bagaimana, Nak Zhia?" tegur Paman Syauqi membuyarkan lamunan Zhia.
Namun Zhia masih diam dalam kebimbangan membuat semua orang penasaran, terlebih lagi Syauqi.
Syauqi menjadi cemas dan ketakutan jika Zhia menolak.
__ADS_1
"Anakku sayang... jawablah sesuai dengan hati nuranimu. Kami semua di sini tidak memaksamu karena segala keputusan ada di tanganmu sendiri," tutur lbunya Zhia menasihati.
Ibunya Zhia sendiri merasa sedikit bimbang menerima lamaran Syauqi karena dia tahu jika Zhia dan Iyas saling mencintai satu sama lain.
Sedangkan Zhia masih terus kepikiran dengan Iyas.
Hatinya terasa nyeri dan sakit.
kemudian Zhia sadar jika dia sedang mengandung anak Syauqi. Kini Zhia semakin dilema.
"Maafkanlah aku mas lyas... terpaksa aku mengingkari janjiku padamu, aku tak bisa menolak lamaran ini."
"Zhia... kumohon jawablah," kata Syauqi memohon.
"Iyaa... saya terima," kata Zhia menahan kepahitan lalu menundukkan wajahnya lagi.
"Alhamdulillah," semua mengucapkan puji syukur secara bersamaan.
Syauqi langsung membuka kotak warna merah berbentuk mawar lalu membukanya. kemudian Zhia dan Syauqi akan bertukar cincin.
Namun Zhia lupa belum melepas cincinnya Iyas. Membuat Syauqi terkejut.
Merasa ditatap semua orang Zhia terburu- buru melepas cincin dari Iyas kemudian memakai cincin dari Syauqi yang permatanya lebih besar dan berkilau.
Semua orang secara bersamaan mengucapkan "Alhamdulillah."
"Sungguh tak salah Nak Syauqi memilih calon istri. Pantas saja setiap kali Pamannya ingin mengenalkan dia dengan gadis lain selalu menolak," cnda Pamannya Syauqi yang langsung disambut gelak tawa semua orang, kecuali Zhia.
Zhia tersenyum meringis, mencoba tabah dan ikhlas dengan suratan takdir yang harus dijalaninya.
Di sana hanya Kakak iparnya yang tau dengan apa yang dirasakan Zhia.
Tia menggenggam tangan kanan Zhia, memberi kekuatan dan semangat hidup.
Sesungguhnya Tia juga merasa tak tega karena tahu seberapa besar cinta antara Iyas dan Zhia. Tetapi Tia juga tak ingin kelak akan menjadi masalah yang lebih besar andaikan anak yang dikandung Zhia sudah lahir tapi direbut Syauqi sedangkan Zhia menikah dengan Iyas.Tia juga tak tega jika anak yang tak bersalah menjadi korbannya.
Syauqi tak pernah berhenti melirik Zhia, dalam benaknya masih mengingat tentang pertukaran cincin tadi.
"Kini aku sudah berhasil memiliki ragamu, secara perlahan aku juga pasti bisa mendapatkan hatimu, kau takkan pernah bisa lepas dariku."
"Terimakasih atas jamuan yang sangat lezat ini, mungkin nanti setelah mereka menikah saya akan sering-sering mampir untuk menikmati masakan Nak Zhia," kata paman Syauqi memulai percakapan.
Rian hanya tersenyum dan merasa bangga dengan adiknya. Karena selain cantik juga sholichah dan pandai memasak.
"Karena Nak Zhia sudah menyetujui lamaran Nak Syauqi, sekarang kita bisa membahas tanggal pernikahannya. Dari Segenap keluarga kami meminta supaya pernikahannya sesegera mungkin dilaksanakan. Nak Syauqi mengusulkan bagaimana kalau seminggu lagi?" kata paman Syauqi serius.
Zhia sudah pasrah, karena dia memang sedang hamil. Lebih cepat lebih baik karena perutnya nanti akan membesar seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya, Pak. Apakah tidak terlalu cepat? Sedangkan Keluarga kami juga masih butuh waktu untuk persiapan, apalagi saudara kami tersebar berjauhan," ungkap Rian meminta waktu.
"Mas Rian, tak perlu khawatir. Semua persiapan sudah saya siapkan. Mas Rian hanya perlu datang saja bersama seluruh keluarga dan sanak saudara. Acaranya nanti di gedung biar muat banyak tamu undangan dari keluarga juga teman teman sekolah saya dan Zhia," sela Syauqi.
Pemuda keras kepala itu memang sangat pandai berbicara. Dalam dunia bisnis pun aura tegas dan berwibawanya membuat rekan kerjanya merasa tak bisa berkutik dan langsung menyetujui semua keputusannya.
"Terimakasih atas segala kebaikan dari keluarga Nak Syauqi, akan tetapi satu Minggu lagi tepat memperingati meninggalnya Ayahnya Zhia yang ke seribu hari. Adat dari keluarga kami biasanya akan diadakan acara tahlilan. Jadi bagaimana kalau ibuk menyarankan dua Minggu lagi?" sergah ibunya Zhia.
kini ibunya Zhia yang sedari tadi hanya menyimak mulai angkat bicara, jika Zhia sendiri sudah menerima lamaran ibunya pun tak bisa berkata apa-apa selain do'a restu.
"Bagaimana, Nak Syauqi?"tanya Paman pada keponakan tersayangnya.
"Baiklah, saya mengerti, Bu," jawab Syauqi merasa bahagia.
Baginya tak masalah walaupun harus menunggu dua minggu lagi.
Keluarga Syauqi memberikan hadiah yang banyak dan sangat mahal untuk keluarga Zhia.
Kemudian setelah semuanya disepakati keluarga Syauqi pamit pulang.
Zhia sama sekali tak menyentuh hadiahnya,dia membantu kakak iparnya membersihkan kembali ruang tamunya.
Zhia langsung pamit tidur saat semua sudah beres, tiba-tiba ibunya muncul dan memeluk putrinya.
"Ibu tak menyangka jika putri kecil ibu sekarang sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah. Andaikan almarhum ayahmu masih ada pasti juga akan bangga dan bahagia sama seperti yang dirasakan lbu."
Zhia hanya memeluk ibunya erat tanpa menjawab apapun.
Bagi Zhia pelukan ibunya sebagai pelipur lara.
Kemudian ibunya melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu anaknya.
"Zhia, Ibu hanya mau bertanya. Apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Iyas? kenapa sekarang kamu justru menerima pinangan Syauqi?" tanya ibunya penasaran.
Karena sewaktu Ibunya mau berangkat haji hubungan Zhia dan Iyas baik-baik saja.
"Ibu, waktu bisa mengubah keadaan dan perasaan. Zhia dan Mas Iyas menyadari jika kami saling menyayangi namun hanya sebatas saudara kakak adik. Sebaiknya kita sekarang tidur dulu, Zhia juga merasa capek ingin segera istirahat. Ibu tidur sini ya menemani Zhia," jawab Zhia tersenyum tegar agar Ibunya tak curiga dan merasa khawatir.
Zhiapun terlelap dalam pelukan kasih lbunya.
Namun Ibunya masih merasa heran, karena dia yakin jika Iyas dan Zhia saling mencintai bukan seperti yang dikatakan Zhia barusan. Namun ibunya Zhia hanya bisa berdo'a semoga Zhia bahagia jika memang Syauqi adalah pilihannya.
Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like dan Vote ya🙏
Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.
Mohon kritik sarannya juga. Semoga novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗
__ADS_1