CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 108


__ADS_3

Semua orang merasa penasaran karena Alifya tak kunjung juga membacakan tantangan apa yang tertulis di kertas. Karena gadis tersebut hanya diam saja MC tidak sabar melangkah maju dan meminta Kertas yang berada dalam genggaman Alifya.


"Karena sang gadis tidak tega menyulitkan pasangannya maka sayalah yang akan membacakan isi tantangan tersebut."


Semua orang justru semakin tegang karena saking penasarannya.


"Makan pare rebus. Satu buah tanda kagum, Dua buah tanda cinta dan tiga buah tanda serius ingin mengajak menikah," teriak MC dengan suara yang lantang.


Semua orang menjadi heboh karena ingin melihat bagaimana Bima menyelesaikan tantangan tersebut. Mungkin terdengar sepele, tapi bagi orang yang tidak suka sayuran bahkan yang rasanya pahit seperti itu menjadi sebuah siksaan hanya dengan melihatnya saja.


Rian tampak tersenyum karena yakin jika pemuda yang sembrono itu tidak akan sanggup menghabiskan rebusan pare setengah matang.


Kaysa sendiri tidak menyangka jika Bima mendapatkan tantangan itu, sebenarnya Kaysa tadinya sudah kehabisan ide karena kelelahan. Sehingga istri Alarik yang nakal itu iseng saja membuat tantangan secara acak.


Dony dan Syauqi yang menonton juga ikut ngakak.


"Sumpah... Parah...! Aku tidak tahu apa isi otak Kaysa, kenapa dia selalu memiliki sejuta ide untuk menyiksa orang lain," kata Dony.


"Entahlah, aku juga tidak tahu," jawab Syauqi tak bisa menghentikan tawanya.


"Mungkin karena menuruni sifat kekejamanmu 50% . Tapi karena 50% lagi dari kemanisan Zhia membuat Kaysa kejam tapi menggemaskan," kata Dony keceplosan.


Sungguh, apa yang diucapkan Dony barusan sama sekali tidak lucu bagi Syauqi. Bahkan Dony yang baru menyadari perkataannya sendiri barusan merasa sangat menyesal.


"Bos, aku dicari istriku. Sebentar ya?" pamit Dony secepat kilat untuk mencari perlindungan.


Dony segera mendekati istrinya yang duduk bersama Zhia.


"Di panggil Syauqi," bisik Dony.


Zhia segera berdiri dan menghampiri suaminya.


"Ada apa?" tanya Zhia.


"Aku merindukanmu," jawab Syauqi yang tahu ulah Dony.


Zhia duduk di samping suaminya dan menikmati lagi pertunjukan yang dinantikan.


Lima menit kemudian tiga pare yang direbus setengah matang sudah tersaji.


"Bima, apakah kamu menerima tantangan ini?" tanya MC.


Dengan anggukan kepala yang mantap Bima tersenyum tanpa rasa takut.


"Satu... Dua... Tiga..." teriak MC.


"Aku tidak boleh kalah, akan aku tunjukkan keseriusanku di depan orang tuamu."


Bima mulai menyentuh satu pare yang dibelah menjadi dua. Dengan memejamkan mata dia mulai memakan pare tersebut yang rasanya seperti menelan ribuan pil obat.


Semua orang bergidik membayangkan bagaimana pahitnya pare tersebut.


"Gila... gila... Aku tidak tahan melihatnya," pekik Darren karena pemuda itu pecinta daging.


"Biasa saja, aku hampir setiap hari makan seperti itu," jawab Syadev dengan ekspresi biasa karena dia menyukai masakan pare dan daun pepaya.


"Siapa orang yang tega membuat tantangan seperti itu? Ih, baunya saja sudah membuat aku mau mati," balas Darren.


Kaysa yang merasa sedang dibicarakan hanya nyengir sendiri.

__ADS_1


"Suamiku, jika aku menantangmu seperti itu apa kamu berani?" tanya Kaysa pada Alarik.


"Jangankan pare, daun sama akarnya aku siap memakannya," jawab Alarik dengan gaya cool.


"Baik, nanti sampai rumah akan aku persiapkan," balas Kaysa berniat menggoda.


Seketika wajah Alarik berubah cemas, sebab tadinya hanya berniat membuat lega istrinya yang tengah hamil.


Tiba-tiba suara tepukan bergemuruh memenuhi seluruh ruangan karena Bima berhasil menghabiskan satu pare.


Wajah Bima sudah pucat karena tidak tahan dengan rasa pahit itu.


"Apa masih berani lanjut?" tantang MC.


"lanjut," jawab Bima yang tidak mau menyerah.


Dia mulai mengambil lagi rebusan pare. Kali ini tidak sesemangat yang sebelumnya, sebab perutnya sudah mulai kenyang.


Namun demi seseorang yang dipujanya Bima tetap mencoba mengunyah pare tersebut.


"Bayangkan saja aku sedang memakan ayam goreng. Aku tidak mau terlihat menyedihkan dan payah."


Dua menit kemudian Bima sudah berhasil menghabiskan pare tersebut. Kini hanya tersisa satu buah saja. Tapi Bima sudah merasa sangat kekenyangan dan lidahnya mati rasa.


"Setelah kejadian ini aku tidak akan pernah lagi menyentuh pare." batin Bima trauma.


Alifya melihat Bima dengan tatapan iba. Seolah mendapat suntikan dari kecemasan Alifya Bima meraih lagi pare yang ketiga.


"Akan aku buktikan jika aku memang berniat menikahi Alifya, bukan hanya sekedar cinta anak monyet."


Bima sudah mulai merasa mual, dengan cepat dipaksakan memakan buah tersebut agar cepat habis.


Semua orang bertepuk tangan dan terharu dengan keberanian Bima. Setelah acara berakhir Bima langsung berlari ke luar dari gedung menuju toilet. Dia muntah-muntah karena kebanyakan makan pare.


Setelah itu dia keluar dari toilet dengan tubuh sempoyongan lemas seperti orang keracunan.


Siapa sangka Alifya datang dan mendekatinya. Wajah gadis tersebut tampak cemas.


"Cepat makan coklat ini agar rasa pahitnya hilang," kata Alifya sambil menyuapi Bima dengan coklat.


"Dari mana kamu dapat ini?" tanya Bima karena gedung pesta pernikahan jauh dari toko pembelanjaan.


"Aku minta pada Flora, gadis itu kemanapun pergi selalu membawa coklat," jawab Alifya.


"Apa kamu ke sini karena aku?" tanya Bima terharu.


"Dasar bodoh, kenapa kamu melakukan semua itu?" tanya Alifya marah.


"Karena aku mencintaimu. Kamu tahu? Aku tidak suka makan sayuran. Demi kamu aku rela makan makanan jahanam itu," kata Bima mencari simpati.


Benar saja, apa yang barusan diucapkan Bima membuat Alifya merasa bersalah.


"Apa sekarang kamu baik-baik saja?" tanya Alifya.


"Aku masih agak sedikit mual, apa kamu masih ada coklat lagi?" tanya Bima.


"Tidak, tapi di dalam gedung ada suguhan manisan buah. Apa kamu mau?" tanya Bima.


"Ambilkan apa saja yang rasanya manis," jawab Bima senang.

__ADS_1


Alifya segera masuk ke gedung, tak berapa lama kemudian gadis tersebut sudah kembali sambil membawa manisan buah dan ice cream.


"Terima kasih banyak," jawab Bima bahagia diperhatikan seperti itu.


Setelah memakan manisan dan ice cream tersebut Bima merasa baikan, sebab rasa pahit dalam lidah dan tenggorokannya sudah hilang tergantikan oleh rasa manis.


"Terima kasih banyak ya? Berkat kamu aku sudah baikan," ucap Bima.


"Sama-sama," jawab Alifya.


Mereka berdua duduk dan termenung dalam pikiran masing-masing.


Bima merasa senang sudah berhasil melewati tantangan sedangkan Alifya merasa penasaran kenapa Bima sampai melakukan semua itu. Padahal mereka sebelumnya juga tidak saling mengenal.


"Alifya, kenapa kamu melamun?" tanya Bima pelan.


"Aku hanya bingung, kita baru saja kenal dan kita bahkan tidak dekat kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya Alifya.


"Haruskah aku menjelaskan lagi jika aku mencintaimu?" tanya Bima.


"Maksudku kenapa kamu bisa mencintaiku?" tanya Alifya lagi mencari kepastian.


"Aku tidak tahu, pertama kali melihatmu aku langsung yakin kamulah yang terbaik menjadi istriku," jawab Bima serius.


"Di luar masih banyak yang lebih muda dan lebih cantik," ujar Alifya.


"Tapi hatiku hanya ingin denganmu," balas Bima.


Tiba-tiba Rian datang dengan wajah yang tegas.


"Ayo masuk, tidak baik kalian berduaan di sini!"


Alifya ditegur seperti itu sudah ketakutan dan segera masuk. Kini Bima tahu, jika ingin mendapatkan Alifya yang pertama di ambil hatinya adalah Bapaknya terlebih dahulu.


Setelah Alifya masuk hanya ada Bima dan Rian saja.


"Aku tidak akan mengizinkan putriku pergi ke Paris bersamamu!" kata Rian dengan tegas.


"Iya, Paman. Saya mengerti," jawab Bima kecewa.


"Dan satu lagi, jika kamu memang bersungguh-sungguh ingin meminang Alifya maka kamu harus hafal jus 30 terlebih dahulu!" kata Rian kemudian berlalu pergi.


"Satu jus? Mengaji saja aku tidak pernah," batin Bima lemas.


Kemudian Bima ingat jika Syadev sangat pandai sekali mengaji, dia berniat ingin meminta temannya tersebut untuk mengajarinya. Akan tetapi dia juga ingat jika setelah ini Syadev pasti sibuk belajar.


"Siapa yang bisa mengajariku ya? Sedangkan Darren penganti baru, mana enak aku mengganggunya."


Bima kebingungan, tapi dia masih ingin berjuang.


**Kira-Kira nanti siapa ya yang akan mengajari Bima mengaji?


A. Syauqi


B. Rian


c. Dony**


Jangan lupa like dan Vote ya🙏 karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Jangan lupa baca juga Scorpio ya? Kisahnya semakin menarik loh🤗


__ADS_2