
Pagi harinya Zhia dan Syauqi menitikkan air mata mereka mengantar anak serta cucu mereka yang akan pulang ke rumah masing - masing.
Semalam dipenuhi keramaian dan sekarang menjadi sepi lagi hanya tinggal mereka berdua.
"Ayah dan Bunda jaga diri baik - baik ya?" ucap Kaysa mencium mereka.
"Iya, sayang. Kamu jaga baik - baik cucuku. Dan jangan sampai kamu mengajarkan sesuatu yang nakal, didiklah dengan benar," jawab Syauqi agak was - was. Sebab Kaysa menyukai kehebohan, berbeda dengan Syadev.
"Iya, Ayah. Tentunya nanti putraku akan menjadi anak yang sholih dan hebat," jawab Kaysa mencoba tersenyum riang.
"Ayah, Bunda. Kami juga pamit," ucap Syadev.
"Iya, pokonya do'a kami selalu menyertai kalian," jawab Syauqi.
Sedangkan Zhia hanya menangis tak mampu berkata apa - apa. Sudah sejak semalaman Zhia termenung untuk melepaskan semua anak - anaknya hidup mandiri.
Syauqi merangkul istrinya agar bisa tegar dan tabah.
"Sayang, mereka seminggu sekali akan ke sini. Jangan sedih lagi," bujuk Syauqi.
Zhia kemudian tersenyum sambil meneteskan air matanya.
"Bunda sayang kalian," ucap Zhia.
Hanya sebaris kalimat itulah yang mampu Zhia ucapkan.
Sembilan bulan mengandung, setelah anaknya lahir setiap bangun tidur sampai mau tidur lagi wajah anak - anaknya dulu adalah pertama kali yang terlihat. Kini membuat Zhia begitu pedih kehilangan mereka.
"Inikah yang dirasakan ibuku dulu saat pertama kali melepasku untuk menikah?" batin Zhia.
__ADS_1
Setelah anak - anak sudah mulai masuk mobil dan meninggalkan villa itu, keadaan menjadi sunyi kembali.
Syauqi walaupun juga sedih tapi masih memiliki keteguhan hati, dia langsung menghapus air mata di wajah istrinya dengan mesra.
"Ayo aku temani bersedih, bagaimana kalau sambil naik perahu?" bujuk Syauqi.
"Memangnya aku anak kecil?" jawab Zhia kesal kerena dipermainkan suaminya.
Kemudian mereka berdua berjalan beriringan bersama menuju danau, mereka naik ke perahu dan menikmati indahnya langit yang baru terang.
"Zhia… Aku bahagia akhirnya kamu bisa sehat lagi. Tak tahukan kamu bagaimana waktu itu aku mau gila?" ujar Syauqi sambil memandang air di danau.
"Aku tahu, kata Nindya kamu hampir memukul kepala dokter di sana kan?" jawab Zhia tertawa.
"Bukan hanya kepalanya saja, waktu itu aku juga berniat untuk meruntuhkan rumah sakit yang dibilang terbaik itu. Tapi aku bersyukur Alloh masih sayang mendengarkan doaku. Aku takkan sanggup bila hidup tanpamu," balas Syauqi juga ikut tertawa.
Zhia memandang lekat - lekat suaminya itu dengan pandangan penuh arti.
Sudah lama sekali sejak Zhia sakit Syauqi tak pernah menggoda istrinya seperti ini. Dan… Rasanya masih sama, penuh gairah dan membuat dirinya kecanduan.
"Mas Syauqi..." Pekik Zhia kesal karena tadi dipotong ucapannya.
"Jangan bilang seperti itu lagi, aku tidak sanggup walau hanya membayangkan saja!" jawab Syauqi tak sabar mengulangi tindakan barusan tadi.
Zhia lalu mendorong dadanya suaminya itu agar tidak mendekati dirinya lagi.
"Oh iya, orang baik manakah yang mau mendonorkan sumsum tulangnya padaku? Aku sangat berhutang budi padanya," tanya Zhia sangat penasaran.
"Entahlah orang mana, aku juga tidak tahu. Waktu itu aku membuat pengumuman bagi siapa yang cocok akan mendapatkan imbalan yang besar. Dan, saat itu terlalu banyak yang minat," jawab Syauqi.
__ADS_1
Zhia percaya saja, sebab suaminya itu memang memiliki uang yang melimpah. Apalagi di dunia ini banyak orang yang tidak seberuntung suaminya. Terkadang demi uang bahkan rela menjual organ tubuh atau bahkan kehormatannya sendiri.
Cukup lama mereka berdua berada di atas perahu itu, Syauqi diam - diam mencari kesempatan untuk mencium istrinya lagi.
Zhia yang sangat hapal dengan sikap suaminya langsung mendahului agar seolah tidak menjadi korban.
Syauqi tersentak Kaget saat bibirnya di ***** habis oleh istrinya. Mereka berpelukan erat dan saling memberi kenikmatan.
Cinta mereka, yang awalnya dibentuk dari pemaksaan kini bisa berbuah manis. Syauqi sadar dunia ini fana, jadi dia akan memanfaatkan sebaik mungkin agar kelak tetap dipertemukan di surga.
"Zhia… Aku mencintaimu," bisik Syauqi.
"Aku juga, Mas Syauqi," jawab Zhia.
Kemudian perahu membawa mereka berdua kembali ke tepi danau. Cinta mereka yang terukir abadi akan selalu menjadi cerita indah sampai anak dan cucu mereka.
❤️❤️❤️selesai❤️❤️❤️
Terima kasih sudah membaca karya saya. Jangan lupa Like Vote dan Komen ya🤗
Akhirnya kisah tentang Syauqi Malik dan Zhia selesai sudah.
Sebenarnya sudah mau ditamatin cukup di sini, tapi karena banyak yang minta buat kisah flora dan Flora di gabungin jadi lanjut di sini dengan tema Flora and Daichi. Tapi tenang, nanti juga masih ada selipan Kehebohan Kaysa dan Syadev yang mengasuh anak - anak mereka.
Oh iya, buat Scorpio mau di mulai dua hari lagi nih, buruan baca ya? Kisahnya gak kalah romantis bikin greget.
__ADS_1
Biar banyak yang tertarik, Author beri cuplikan lagi ya? Semoga kalian suka🤗 Siap - siap baperr... Yang jomblo siapin tisu yaa😍