CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 49


__ADS_3

Malam ini Syadev merasa lelah sekali, sebab tadi dia mendapat banyak undangan dari berbagai Universitas. Setelah di pikir panjang, akhirnya dia lebih memilih yang sekiranya Darren bisa masuk.


Syadev merasa kesepian di negeri asing, karena dia berbeda dengan Kaysa yang mudah akrab dengan orang lain. Jadi dia juga sangat mengharapkan kedatangan Darren.


Syadev melirik ke jam tangan sebentar, kemudian dia beranjak menuju tempat tidur.


"Di sana masih siang, kira-kira bagaimana hasilnya Anggun ya? Kaysa juga tidak menghubungi aku. Biasanya dia akan langsung pamer kalau dapat juara satu," batin Syadev.


Syadev tahu jika saudara kembarnya itu mendapat juara satu, karena fotonya di pajang di Instagram. Namun dia juga heran, karena Kaysa sama sekali tidak pamer padanya.


Kalau Anggun adalah gadis polos yang tidak pernah main sosmed. Sedangkan Syadev sendiri hanya punya akunnya tanpa pernah update status.


Seperti mempunyai ikatan batin, Kaysa yang sedang dipikirkan tiba-tiba menghubunginya.


Syadev langsung duduk dan menyandarkan punggungya pada bantal.


"Hay... Hay..." sapa Kaysa dengan wajah ceria.


"Tumben baru menghubungi, aku sedang menunggu kamu pamer padaku," jawab Syadev.


"Jangan ingat itu lagi ah, bikin kesal saja," balas Kaysa mulai cemberut.


"Kenapa? Kamu kan dapat juara satu," tanya Syadev tidak mengerti.


"Tapi masih unggulan kamu," jawab Kaysa.


"Ha... Ha... Karena aku memang yang terbaik," ucap Syadev tersenyum ceria.


"Bagaimana kabar kamu, Nak? Di sini sedang di adakan acara syukuran kelulusan kalian berdua loh," sela Zhia mengakhiri perdebatan kedua anak kembar itu. Karena takutnya nanti akan mengubah mood Kaysa yang masih labil.


"Alhamdulillah, Bunda. Nenek di mana? Aku harus mengucapkan terima kasih," pinta Syadev terharu.


Neneknya Syadev langsung menangis begitu melihat wajah cucunya.


"Nenek ingin sekali melihatmu, tapi tubuh nenek sudah renta. Tidak kuat perjalanan jauh," ucap nenek Kaysa memelas.


Syadev hanya diam dan matanya mulai memerah, sebagai seorang lelaki dia berusaha untuk tidak menangis. Melihat wajah neneknya yang sudah berkeriput, hati Syadev terenyuh juga. Betapa waktu cepat berlalu.


"Nenek jangan sedih yah! Cucumu yang cantik ini kan sebentar lagi mau menikah, Syadev pasti akan pulang," hibur Kaysa sambil memeluk erat tubuh neneknya.


Shadev mulai tersenyum, dia tahu jika Kaysa memang memiliki banyak cara untuk membuat orang lain tertawa.


"Iya, nek. Aku akan pulang saat pernikahan Kaysa," kata Syadev serius.


"Iya, nenek selalu mendoakan semoga semua anak-anak dan cucu nenek bisa hidup bahagia," tutur nenek Syadev menangis haru.

__ADS_1


"Amin..." ucap semuanya yang mendengar.


"Acaranya sudah selesai? Dimana kak Alifya?" tanya Syadev.


"Masih di dapur, Syadev apakah kamu tidak merindukan Tante?" sela Elly pura-pura marah.


"Tentu saja rindu, bagaimana kabar Tante?" ucap Syadev tertawa.


"Alhamdulillah baik, tangan kamu sudah baikan?" tanya Elly lagi.


"Alhamdulillah sudah, Tante. Tapi kalau buat gerak masih agak kaku. Jadi belum berani bermain basket," jawab Syadev.


"Syadev, kamu jangan melakukan olah raga yang berat dulu! Bunda khawatir kalau nanti terjadi apa-apa," sergah Zhia panik.


"Iya, Bunda sayang," jawab Syadev manis.


Orang-orang lain mulai silih berganti menyapa Shadev, Om Dony, Tante Nindya, Om Fauzy dan Darren juga yah bertanya tentang Universitas di sana.


Sedangkan Ayahnya Syadev sedang menemani Flora melihat kandang ayam yang semakin besar.


Hanya Anggun saja yang belum menyapa, gadis itu tengah sibuk di dapur entah melakukan pekerjaan apa.


Dengan iseng Kaysa membawa ponselnya ke dapur juga, kemudian tanpa bilang terlebih dahulu di arahkan ponselnya agar Anggun dan Alarik bisa saling melihat satu sama lain.


Anggun terkejut, sebab rambut Syadev sudah dipotong pendek. Membuat Pemuda itu terlihat lebih dewasa dan semakin tampan.


Syadev tertegun, tiada mengira jika seseorang yang dicintainya juga berada di sana.


"Iya, aku Syadev. Seseorang yang selalu merindukanmu. Adakah sedikit rasa rindu di hatimu untukku?"


Namun sayang, kata-hata barusan hanya ada di dalam hati Syadev sendiri.


"Siapa kamu?" tanya Syadev merasa bodoh.


Yah, dia mengakui jika dirinya begitu bodoh. Karena masih bertahan dari kepura-puraan.


Pemuda itu merasa reflek melakukan kebohongan semua ini.


Anggun mulia berlinang air matanya, gadis itu merasakan rasa sakit yang luar biasa. Bagiamana tidak? Orang yang selalu dicintai dan dirindukan justru lupa ingatan tentang dirinya.


"Aku... Teman kamu, Syadev," jawab Anggun terbata.


"Iyakah? Maaf, aku tidak ingat," jawab Syadev terpaksa berbohong.


Lagi-lagi Syadev merasa bodoh, dia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak mungkin baginya tiba-tiba mengingat dan bilang aku merindukanmu, Anggun.

__ADS_1


"Iya nggak papa, kata Kaysa kamu tidak ingat tentang aku. Tapi aku selalu mengingat kamu, Syadev. Semoga kamu selalu bahagia dan baik-baik saja di sana," ucap Anggun memberanikan diri.


Gadis itu tidak peduli apa yang terjadi dengan Syadev, baginya selagi ada kesempatan Anggun ingin mengucapkan isi hatinya. Tidak ingin hal sama yang sama terulang kembali, seperti dulu yang tau-tau Syadev tergolek lemah di rumah sakit.


Syadev sedikit terkejut, sebab Anggun tidak seperti dulu yang pemalu dan takut mengutarakan isi hatinya, tiba-tiba Syadev berubah sedikit cerah.


"Kamu berkata seolah-olah kamu ini kekasihku. Apakah itu benar?" goda Syadev percaya diri.


batu saja Anggun ingin mengatakan, "Kita tidak pacaran, tapi dulu kamu selalu baik padaku, dan aku mengagumi kamu,"


Tapi belum sempat Anggun mengatakan ucapan itu, tiba-tiba sambungan terputus. Karena ponsel Syadev baterainya habis.


"Sial, kenapa tadi aku lupa tida mengisi baterai!" umpat Syadev menyalahkan diri sendiri.


Syadev langsung menelpon Darren menggunakan telepon hotelnya,


"Darren apakah teman-teman kita semua lulus?" tanya Syadev.


"Iya," jawab Darren senang.


"Selanjutnya mereka semua mau Kuliah di mana?" tanya Syadev basa-basi.


"Aku ikut kamu, Kaysa di kota Kak Al. Zahra di Universitas Kak Alifya sedangkan Anggun aku tidak tahu, sebab dia tidak bisa lulus masuk beasiswa di Universitas yang sama dengan Kaysa," jawab Darren panjang lebar.


Syadev ikut sakit, karena dia tahu jika impian Anggun adalah sekolah di sana dan menjadi dokter yang hebat.


"Aku harus melakukan sesuatu, bagiku kebahagiaan Anggun adalah impian aku."


Syadev akhirnya membongkar rahasia tentang dirinya yang lupa ingatan sebagian itu.


"Darren, maukah kamu membantu aku? Rahasiakan semua ini!"pinta Syadev.


"Siap, aku akan mengurus pendaftaran Anggun. Sedangkan kamu di sana mengurus tentang pendaftaran aku," jawab Darren bersemangat.


"Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa, termasuk Kaysa ataupun Zahra!" pinta Syadev mengingatkan lagi.


"Iya, aku tahu," jawab Darren mengerti.


Syadev memiliki tabungan yang banyak, sebeb selam di Amerika dia mendapatkan banyak tunjangan beasiswa. Sedangkan Ayahnya memberikan uang yang sangat banyak setiap bulan. Belum lagi Alarik juga tak lupa memberikan jatah bulanan.


Syadev yakin, dia pasti bisa memasukkan Anggun untuk bisa terus melanjutkan pendidikannya.


"Anggun, tetaplah bahagia. Saat ini aku hanya bisa melakukan ini untukmu."


Jangan lupa Like dan Vote Ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sgat berarti bagi Author.

__ADS_1


Bab selanjutnya adalah Hari pernikahan Kaysa dan Alarik. nanti juga ada Visual dari Anggun, Zahra dan Syadev yang sudah berganti gaya rambut. Nantikan kisah cinta mereka selanjutnya ya? Kira-kira pasangan siapa ya yang nantinya akan paling romantis?🤗🤗🤗


Oh iya, biasanya kalau ngirim naskah yang ada gambarnya bisa lebih lama lolosnya, jadi Author minta pengertiannya yaa🤗 terima kasih, semoga kita semua selalu sehat dan dilindungi dari hal-hal buruk🙏


__ADS_2