CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Hoki Twins - BAB 114


__ADS_3

Awal rencananya Dewa hanya berpura-pura ingin menolong dan bertindak seperti pahlawan. Namun siapa sangka hatinya tergerak ingin membantu gadis itu beneran.


"Kalian, beraninya menindas anak kecil!" bentak Dewa.


Ketiga murid SMP itu berlari karena memang sebelumnya sudah diatur.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dewa pada Flora.


"Aku tidak apa-apa, kak Dewa," jawab Flora terkejut jika bertemu lagi dengan pemuda itu.


"Kenapa kamu bisa diganggu mereka?" tanya Dewa berlagak tidak tahu apa-apa.


"Aku tidak tahu, mungkin karena aku anak baru di sini," jawab Flora tersenyum ramah.


"Gadis kecil ini bodoh ya? Baru saja dilukai orang lain tapi masih tersenyum seperti ini."


Tiba-tiba saja mobil jemputan Flora datang juga, kemudian turun Kaysa dengan ekspresi terkejut.


"Hey, Dewa. Kenapa kamu juga ada di sini?" tanya Kaysa riang.


"Kebetulan lewat saja, barusan aku lihat Flora di ganggu orang kakak kelas, jadi aku berhenti," jawab Dewa sopan.


"Apa? Berani-beraninya! Ayo akan aku beri perhitungan pada mereka," pekik Kaysa langsung naik darah.


"Sudah kakak, mereka hanya ingin mengenalku saja! Selama aku tidak merespon mereka tidak akan mengganggu aku lagi," bujuk Flora menenangkan kakaknya.


Dewa terkejut juga dengan ketabahan hati Flora, masih kecil tapi berpikiran begitu dewasa.


"Dewa, mari ikut kami makan bersama. Sebagia ucapan terima kasih karena sudah dua kali menolong kami," ajak Kaysa tulus.


"Tidak usah, Kak Kaysa. Aku juga hanya kebetulan saja lewat," tolak Dewa sopan.


Kaysa yang tidak ingin memiliki hutang Budi berusaha untuk membalas dengan sedikit niat baik. Kakak Flora tersebut langsung menarik lengan Dewa seperti adik sendiri.


"Ayolah... Jangan sungkan-sungkan begitu. Begaimanapun juga kamu sudah menolong adik tercintaku. Jadi aku harus berterima kasih padamu," paksa Kaysa.


"Baiklah, Kak Kaysa. Tapi aku pakai mobil sendiri saja," jawab Dewa.


"Wih, bukankah kemarin kamu pakai motor?" tanya Kaysa heran.


"Ini punya saudaraku kak, aku hanya meminjam sebentar membeli barang," jawab Dewa santai.


Akhirnya mereka masuk ke mobil masing-masing, sesampainya di kediaman Alarik yang sangat mewah membuat hati Dewa merasa marah.


"Anak-anak Syauqi Malik sangat bahagia dan bergelimang harta, sedangkan aku sejak lahir tidak pernah melihat wajah kedua orang tuaku."


Dewa menarik napas untuk menahan amarahnya yang mulai menguasai hatinya, dia tidak ingin lepas kendali dan menyebabkan kegagalan pada rencana yang sudah disiapkan matang-matang.

__ADS_1


"Kak Alarik mana?" tanya Dewa bersikap polos.


"Suamiku yang tampan masih bekerja di kantor," jawab Kaysa riang.


"Oalah, jadi kalian hanya tinggal bertiga saja?" tanya Dewa mulai mengorek informasi.


"Iya, Ayah dan Bunda sedang berlibur di Singapura. Sedangkan saudara kembarku dan istrinya masih berada di Amerika," jawab Kaysa tanpa menaruh curiga.


"Pasti sedih ya kak tinggal berjauhan seperti ini?" tanya Dewa mengakrabkan diri.


"Tentu saja, dulu kami selalu bersama dan kini hanya bisa mengibrol lewat ponsel saja. Ayo kita makan dulu, setelah itu kita saling mengobrol. Aku ingin lebih mengenalmu," kata Kaysa antusias.


Kemudian Flora yang baru turun dari tangga sudah berganti pakaian muslim berwarna pink. Sangat manis sekali, gadis sekecil itu sudah terlihat begitu anggun dengan tatapan yang sendu.


Saat makan Flora hanya diam saja, sedangkan Kaysa mengoceh kesana-kemari.


"Bagaimana makanannya? Aku sendiri yang memasak loh," tanya Kaysa percaya diri.


"Enak sekali! Kakak pandai memasak," puji Dewa.


"Manisnya... Kamu sekarang kelas berapa?" tanya Kaysa penasaran.


"Dua SMA, Kak," jawab Dewa.


"Sekolah di mana?" tanya Kaysa.


"Aku sekolah di SMA anak bangsa 2," jawab Dewa sekenanya.


"Wah... yang dekat bandara pertama kita bertemu itu ya?" tanya Kaysa bersemangat.


"Iya, Kak," jawab Dewa berbohong.


Dewa merasa lega juga, sebab saat mau ke Bandara kemarin ia sempat melihat papan di sekolah SMA sekitarnya sana.


"Jadi kamu juga punya saudara di sini?" tanya Kaysa.


"Iya kakak, tapi saudara jauh. Tadinya aku datang ke kota ini karena di ajak touring motor gede. Tapi kemudian aku disuruh mampir ke rumah saudara aku," jawab Dewa lancar.


"Nanti setelah lulus mau kuliah di mana?" tanya Kaysa.


"Belum tahu kak, aku sih nurut Ibu dan Ayah saja," jawab Dewa senatural mungkin.


Mereka mengobrol cukup lama, sedangkan Flora hanya diam sambil membaca novel.


"Kak, aku sudah lama di sini. Takutnya nanti di cari saudara aku. Aku pamit dulu ya?" ucap Dewa.


"Iya, kamu hati-hati di jalan," jawab Kaysa.

__ADS_1


"Iya, Kak Kaysa," balas Dewa melirik sebentar ke Flora yang sibuk membaca novel.


"Flora, lain kali hati-hati," tegur Dewa.


"Iya, Kak Dewa," jawab Flora lembut.


Setelah itu Dewa langsung pulang meninggalkan dua saudara yang memiliki paras cantik seperti Dewi.


"*Flora berbeda sekali dengan kedua kakak kembarnya. Dia tidak pantas menjadi putri Syauqi Malik yang kejam dan bengis itu."


**🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼***


Syadev baru saja menerima telepon dari Kakak iparnya jika Ayah dan Bunda mereka tengah berlibur. Namun Syadev yang memiliki kepekaan tinggi serta pikiran yang luas tidak semudah itu bisa dibohongi.


"Suamiku, kenapa dari tadi kamu gelisah?" tanya Anggun ikut cemas.


"Hatiku berkata jika Ayah dan Bunda tidak baik-baik saja. Semua ini terlihat jelas sedang terjadi sesuatu," kata Syadev.


"Lalu kita akan bagaimana?" tanya Anggun.


"Aku tahu maksud Ayah agar aku bisa fokus menyelesaikan belajarku. Jadi aku tidak ingin mengecewakan," jawab Syadev.


Anggun memeluk suaminya dari belakang dengan erat.


"Sayang, semoga kamu bisa cepat lulus ya? Aku juga ingin segera kembali ke Indonesia dan bersama keluarga kita," ucap Anggun lembut membuat Syadev sedikit tenang.


Syadev membalikkan badan dan bergantian memeluk istrinya yang tengah hamil.


"Iya, aku pasti bisa. Percayalah padaku," jawab Syadev mencium kening istrinya tersebut.


Syadev langsung mengambil laptop dan memulai belajar lagi. Jika orang lain butuh banyak waktu untuk menghafal pelajaran sedangkan otak Syadev yang cerdas hanya butuh beberapa kali saja sudah di luar kepala.


Pikiran Syadev kacau tapi karena dirinya menanggung beban berat sehingga mau tidak mau dia tetap harus belajar agar bisa segera kembali.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Ayah, Bunda. Semoga kalian selalu sehat. Aku akan secepatnya lulus dan mengantikan beban Ayah,"


**Jangan Lupa like dan Vote ya? Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


Author mau memberi info ya, ada karya baru yang di publish tapi di aplikasi IN*NO*VEL atau DRE*AM.


Judulnya " Rantai Pernikahan Berkarat**"


Terkadang setelah menikah sekalipun seseorang masih bisa merasa kesepian. Seperti kejora yang terpaksa menerima perjodohan dengan Haidar, pemuda yang pertama kali ditemuinya saat ijab kabul berlangsung.


Seperti hidup dengan sebuah patung, yang memiliki mata dan telinga tapi tidak ada fungsinya. Kejora bagaikan berjalan di atas kerikil tajam tanpa alas kaki, sebab suaminya tersebut hanya menganggap dirinya layaknya alat pemuas nafsu belaka.


Dalam titik terendah Kejora bertemu dengan Blue Sea, atasan suaminya di kantor yang membuat Kejora merasa keberadaannya dihargai. Akankah Kejora mempertahankan pernikahan berduri atau memperjuangkan cinta terlarangnya?

__ADS_1


Semoga kalian suka🤗


__ADS_2