CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Kasih dan sayang


__ADS_3

Kebahagiaan memang tak bisa diukur oleh apapun.


Disaat hampir semua orang menganggap bisa hidup bahagia setelah mepunyai harta banyak, justru Syauqi yang sudah memiliki segalanya masih merasa kehidupannya tidak berarti lagi.


Setelah perceraian kedua orang tuanya Syauqi tak pernah memiliki niat untuk berkeluarga atau memiliki anak, bahkan sekedar mencintai wanita saja dia merasa enggan.


Baginya wanita hanyalah mahluk yang merepotkan dan mengganggu kebebasannya.


Berbeda setelah dia bertemu Zhia, karena kepolosannya mampu meruntuhkan tembok baja yang menyelubungi hati Syauqi.


Syauqi memiliki harapan, motivasi baru dalam mengartikan kehidupan ini.


Syauqi belum pernah merasakan cinta yang begitu dalam seperti ini, dia tak sanggup jika melihat Zhia menangis dan ketakutan karena dipaksa minum penggugur janin itu.


Demi keselamatan orang yang dicintai, Syauqi maju kedepan dan duduk bersimpuh.


"Ishika... yang bersalah adalah aku, jadi jangan libatkan Zhia dan anak yang dikandungnya. Lepaskan dia dan lakukan apapun yang kamu mau. Aku tak akan melawan," kata Syauqi tanpa rasa takut.


Ishika kecewa, karena Syauqi sampai rela mengorbankan nyawanya sendiri hanya demi Zhia.


"Baiklah, ayo semuanya hajar Syauqi," perintah Ishika.


Delapan Orang maju ke depan Kemudian Dony berdiri di depan Syauqi.


"Jangan bodoh Syauqi! kau bisa mati,"


teriak Dony kesal.


"Minggirlah! yang terpenting Zhia dan anakku selamat," bentak Syauqi mengusir Dony.


Kemudian ke delapan orang itu menghajar Syauqi secara bersamaan.


Baru satu menit Ishika sudah merasa tersakiti sendiri melihat orang yang dicintai berlumuran darah di bibir dan pelipisnya.


"Berhenti!" perintah Ishika.


Semua anak buah pun berhenti, menunggu instruksi selanjutnya dari bos mereka.


Melihat Syauqi yang lemah tak berdaya membuat Zhia teriak histeris.


Zhia memanggil nama Syauqi, membuat Ishika semakin geram.


Zhia ingin berlari ke arah Syauqi tapi tangannya dipegang erat Ishika.


"Syauqi, yang kamu rasakan hanyalah luka tubuh. Cukup diobati bisa segera pulih. Namun luka yang kamu berikan padaku tak mungkin dengan mudahnya bisa hilang. Sekarang aku ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan," bentak Ishika pada Syauqi.


Ishika mengambil botol kecil dan memaksa Zhia meminumnya, sekuat tenaga Zhia mempertahankan diri.


Dony yang sedari tadi hanya bisa menonton langsung berlari, sahabat Syauqi itu ingin menyelamatkan Zhia namun anak buah Ishika langsung menyerangnya.


Syauqi melihat keadaan yang semakin genting membuat dirinya bangkit lagi. Apalagi setelah tahu jika Zhia sedang dipaksa minum, membuat tubuh terlukanya langsung terisi energi yang full.


Syauqi menghajar habis empat orang sampai pingsan.

__ADS_1


Namun telat, hanya beberapa detik sebelum Syauqi datang menolong Zhia sudah terjatuh dan botolnya terlempar.


Zhia menjerit kesakitan karena kedua matanya seperti terbakar terkena cipratan cairan yang tumpah.


Syauqi langsung menggendong Zhia, sedangkan Dony masih melawan dua orang yang belum kalah.


"Cepatlah bawa Zhia! biar aku yang mengurus mereka," teriak Dony.


Setelah Syauqi membawa Zhia keluar, Polisi baru saja datang. Mereka segera menangkap semua pelaku kejahatan.


*********************************


Entah sudah berapa lama Zhia tertidur, lalu dia terbangun karena merasa tenggorokannya kering.


Zhia masih teringat kejadian buruk yang dialami semalam. Namun matanya yang tadi terasa terbakar kini terasa sejuk, hanya saja dia tak bisa melihat karena masih tertutupi perban.


"Kamu sudah bangun sayang?" kata Syauqi yang suaranya juga terdengar seperti bangun tidur.


"Aku haus," lirih Zhia lemah.


Dibantu Syauqi Zhia duduk bersandar pada bantal.


"Pasti lapar juga kan?" tanya Syauqi.


Zhia hanya mengangguk.


Syauqi sudah menyiapkan semuanya, calon suami Zhia itu tahu jika nanti wanita yang dicintainya terbangun pasti kelaparan.


"Sekarang jam dua malam. Kita sedang di Rumah sakit dan Aku sendirian," jawab Syauqi sambil menyuapi Zhia makan.


"Bagaimana dengan kondisi anak kita?" tanya Zhia panik.


Syauqi seperti terbang mengarungi angkasa mendengar kata anak kita dari bibir Zhia.


"Alhamdulillah baik-baik saja. Terima kasih, Zhia. Karena kamu melindungi anakku," ungkap Syauqi terharu dan bahagia.


Syauqi masih teringat jelas, ketika gadis lemah lembut di depannya ini mencoba melindungi diri supaya tak meminum cairan penggugur janin yang dipaksakan Ishika.


"Maafkan aku," kata Zhia lemah


"Untuk apa?" tanya Syauqi heran.


"Tentang foto tadi, juga gara-gara aku kamu harus dihajar banyak orang," tutur Zhia.


"Kamu menghawatirkanku?" goda Syauqi yang sama sekali tidak ingin membahas tentang Iyas.


Zhia hanya tersenyum malu, wajahnya mulai memerah. Zhia sendiri tidak tahu kenapa saat melihat Syauqi dipukuli tanpa melawan membuat Zhia sangat tak rela dan sangat bersedih.


Syauqi sendiri juga tersenyum senang menikmati pemandangan didepannya.


"Dalam keadaan acak - acakan begini dia masih saja sangat cantik memikat." batin Syauqi terpesona.


Syauqi mulai menyuapi calon istrinya dengan penuh kasih sayang, Zhia sangat penurut.

__ADS_1


"Mau apel atau anggur?" tanya Syauqi tersenyum puas melihat Zhia makan lahab dan habis lumayan banyak.


"Anggur saja," jawab Zhia.


Entah kenapa sekarang Zhia seperti sudah terbiasa dengan perlakuan Syauqi, padahal sebelumnya Zhia merasa risih dan juga sebal mendengar kata sayang yang diucapkan Syauqi.


Syauqi sangat telaten menyuapi Zhia, dia sendiri sama sekali belum makan.


Syauqi sangat khawatir sampai mau minum saja susah menelan.


"Mas Syauqi, sudah makan?" tanya Zhia.


"Belum, yang terpenting kamu makan dahulu supaya anak kita juga ikut kenyang," jawab Syauqi jujur.


"Makanlah dahulu!" bujuk Zhia lembut.


Syauqi mulai makan sambil senyum-senyum sendiri. Pemuda tampan merasa jika semakin lama Zhia mulai bisa menerimanya.


"Mas Syauqi, apa keluargaku tahu jika aku di Rumah sakit?"t anya Zhia panik karena dia baru menyadarinya.


"Zhia kamu tenanglah ya! Jangan panik kasihan dengan kesehatan anak kita. Keluarga kamu sudah tahu, tadi Ibuk sempat pingsan jadi disuruh istirahat di rumah. Aku tadi juga menyuruh Mbak Tia dan Mas Rian pulang supaya bisa menjaga Ibuk."


tutur Syauqi pelan,mencoba menenangkan Zhia.


"Sekarang tidurlah! Semoga besok bisa diizinkan pulang," bujuk Syauqi dan membantu Zhia berbaring lagi.


Zhia menurut dan sudah tidak merasa takut jika Syauqi macam-macam, karena dalam keadaan yang seperti ini mana mungkin Syauqi berani.


*************************************


Syauqi masih duduk di kursi, dia tiduran hanya menyandarkan kepalanya di samping pundak Zhia.


Dia gelisah, tak tahu apa yang akan terjadi besok jika Zhia sadar kedua matanya sudah tak bisa melihat lagi.


Dia merasa kasihan orang yang sangat dicintai harus mengalami kejadian yang buruk.


Syauqi menyalahkan diri sendiri dan menyesali kenapa dulu memberi harapan palsu pada Ishika.


" Apapun *yang terjadi denganmu Zhia.


Rasa cintaku takkan pernah berubah.


Mulai sekarang aku akan merawatmu.


Dan aku juga akan lebih menjagamu, agar tak ada lagi orang lain yang bisa menyakitimu.


Terima kasih Zhia, karena telah mengorbankan dirimu sendiri untuk anak kita.


Terimakasih juga karena kamu sudah mulai menerimaku, dan menganggap aku sebagai Ayah dari anak yang sedang kamu kandung*." bisik Syauqi dalam hati.


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating 5 ya 🙏 Karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


Mohon kritik dan sarannya juga, semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik🤗

__ADS_1


__ADS_2