CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Malam terindah


__ADS_3

Malam dan siang tidak ada bedanya bagi seseorang yang baru menjadi ayah, karena kedua anak kembar Syauqi terbangun secara bergantian meminta susu, sehingga dia terus berjaga.


Syauqi sengaja tidak membangunkan istrinya, karena dia tahu jika kondisi tubuh istrinya masih belum pulih. Namun tadi sore Zhia sudah menyiapkan ASI-nya yang disimpan dalam beberapa botol susu, supaya lebih mudah memberikannya kepada kedua buah hatinya.


Zhia memiliki ASI yang berlimpah, sehingga sangat mencukupi kebutuhan kedua anaknya. Bagi Zhia dan Syauqi Semahal-mahalnya susu formula tetap lebih baik asi dari seorang ibu. Jadi Zhia selalu menjaga makannya supaya kualitas ASI-nya baik.


"Jangan nangis ya sayang! nanti Bunda terbangun, kasihan dia masih belum sehat," kata Syauqi pelan, dia sambil menimang Kaysa.


Kedua anak kembarnya dari bayi sudah terlihat berbeda, Syadev anak lelakinya jarang menangis, sedangkan Kaysa yang pertama lahir malah sering rewel.


Syauqi sama sekali tidak merasa mengeluh, meskipun lelah dan mengantuk namun dia terus berjaga, dia sangat menikmati perannya menjadi seorang ayah.


Di tengah malam Zhia terbangun, dia terkejut melihat suaminya masih menimang bayinya, Zhia segera duduk secara perlahan, karena belas jahitannya masih terasa sakit jika menggerakkan kedua pahanya,


"Mas, sini gantian aku yang menggendong Kaysa," pinta Zhia lembut.


"Tidak apa-apa, sebaiknya kamu tidur lagi, aku masih asyik bermain dengan putriku yang pintar ini," jawab Syauqi lembut.


Beberapa menit kemudian putrinya sudah tertidur, Syauqi meletakkan bayi mungilnya di Box khusus.


Di vila sebenarnya masih ada beberapa kamar kosong, namun Syauqi sengaja menaruh dua tempat tidur anak-anaknya di dalam kamarnya, supaya lebih mudah menjaga mereka. Dan dia selalu ingin melihat anaknya yang sangat menggemaskan.


Setelah meletakkan putrinya, Syauqi segera mendekati istrinya,


"Kenapa tidak tidur lagi,Bunda?" tanya Syauqi sambil mencium kening istrinya.


Zhia tertawa mendengar suaminya memanggil dengan sebutan bunda.


"Kenapa? kita harus mulai membiasakan diri untuk mengajari anak-anak kita, mulai sekarang panggil aku Ayah ya!" protes Syauqi dengan senyuman menawan.


"Iya, Ayah." balas Zhia tersenyum geli.


"Terimakasih, istriku. Karena kamu telah hadir dalam hidupku, dan memberi aku dua malaikat penyejuk hati," bisik Syauqi mesra.


"Bukankah dulu kamu yang memaksaku?" sindir Zhia menggoda.


"Apa sekarang kamu menyesalinya?" tanya Syauqi yang menganggap serius ucapan istrinya.


Zhia hanya tertawa, tidak di sangka jika suaminya mudah sekali terpancing emosinya,


"I love you,Ayah." bisik Zhia.


Syauqi yang semula menatap curiga kini berubah tersenyum lega, karena selama ini dia sampai melupakan siapa dirinya sendiri hanya untuk membuat istrinya bisa menerima dan mencintainya. Dia kadang di saat sendirian sering menertawakan dirinya sendiri, seorang Syauqi Malik yang kejam namun tunduk pada istrinya, bahkan melakukan hal-hal konyol yang tidak bisa dipercaya orang lain.


"Sekarang tidurlah, Mas Syauqi! mumpung kedua anak kita sedang terlelap," pinta Zhia.

__ADS_1


"Ayah! sudah kubilang mulai sekarang panggil aku Ayah!" protes Syauqi.


Zhia menertawakan tingkah kekanakan suaminya,


"Iya... iya, mari tidurlah," jawab Zhia dengan lembut.


Syauqi segera membantu istrinya untuk berbaring lagi, kemudian di sendiri juga tidur sambil memeluk istrinya,


"Bunda, kelak anak kita akan seperti siapa ya karakternya? aku sangat menantikan hari itu tiba," bisik Syauqi pelan sambil memejamkan matanya.


Zhia tidak menjawab, dia sendiri juga tidak tahu akan seperti siapa, namun dia hanya berharap semoga kedua anak kembarnya bisa menurun sifat yang baik saja dari kedua orang tuanya.


Malam semakin larut, di bukit yang tinggi itu udara juga terasa semakin dingin.


Lampu di kediaman Rendra masih menyala terang, karena semua penghuninya masih asyik mengobrol di ruang tamu. Mereka saling bercerita dan saling bersenda gurau.


"Orlin, sekarang sudah larut malam. Sebaiknya segera tidur ya! supaya besok tidak telat sekolah," bujuk Rendra pada putrinya.


"Sebentar, Pa. Orlin pengen ngobrol sama Mama," jawab Orlin manja, dia sedari tadi berada di pangkuan Nayla.


"Sayang, ayo Mama temenin tidur. Anak kecil tidak baik begadang sampai larut malam," ucap Nayla lembut, dia seperti seorang ibu sungguhan bagi anaknya.


Orlin mengangguk dengan tersenyum senang, anak kecil itu segera menarik tangan mama barunya menuju kamar tidur.


Rendra tidak tahu harus bahagia atau kesal. Karena anak dan istrinya sekali bertemu langsung akrab, namun disisi lain dia juga seperti di rampas istrinya, karena malam ini adalah malam istimewa baginya,


"Rendra, Mama juga tidur dulu ya," pamit Laela diikuti pengasuh Orlin.


Kini Rendra hanya seorang diri di ruang tamu, ingin tidur namun jiwa dudanya yang lama tidak tersalurkan hasratnya meronta,


"Sebaiknya aku mengecek pekerjaan dulu, sambil menunggu Nayla keluar dari kamar Orlin. Aku yakin jika dia masih ingat dengan janjinya sendiri," gumam Rendra pada dirinya sendiri.


Nayla awalnya sengaja mengerjai suaminya, karena dia ingin memberi kejutan di malam pertama yang berbulan-bulan belum terwujud. Nayla ingin kenangan malam ini tidak akan pernah terlupakan seumur hidup oleh suaminya.


Setelah Orlin tertidur pulas, Nayla segera keluar kamar. Rendra masih sibuk dengan laptopnya, sehingga Rendra tidak menyadari jika istrinya diam-diam sudah masuk ke kamar mereka.


Nayla memutuskan mandi air hangat dulu supaya tubuhnya segar. Setelah itu dia memakai lingerie transparan warna hitam, sehingga tubuh mulusnya bisa terlihat. Tak lupa juga dia menyemprotkan parfum yang wanginya memikat ke badannya.


Nayla merasa puas saat melihat dirinya sendiri di depan cermin besar. Sambil menyisir rambutnya yang terurai, Nayla mengirim pesan kepada suaminya.


Rendra yang sedari tadi masih sibuk dengan pekerjaannya segera mengambil Ponselnya karena ada nada dering pesan yang masuk,


From: My wife


Tolong ambilkan jaket di kamar ya!

__ADS_1


Rendra meringis kesal, karena seharusnya malam ini dia tidak perlu kedinginan karena tidur sendirian, tetapi dia juga ingin memberikan kebahagian kepada putrinya. Rendra masih teringat senyum Orlin yang ceria setelah memiliki seorang mama.


Rendra segera berdiri menuju kamarnya, saat pintunya dibuka ternyata gelap. Rendra heran kenapa lampunya bisa mati, tangannya mulai meraba-raba mencari saklar yang terletak di samping ranjang.


Setelah dia menghidupkan kembali lampunya, matanya sampai terbelalak melihat pemandangan yang membuat jantungnya mau meledak.


Nayla duduk di atas ranjang dengan pose menggoda.


Karena melihat suaminya yang masih mematung, Nayla segera menarik suaminya dan menjatuhkannya di ranjang.


Dengan penuh percaya diri Nayla naik dan duduk tepat di atas paha suaminya.


kemudian kedua tangan Nayla menarik kerah baju Rendra, dengan senyuman nakal Nayla menindih tubuh suaminya,


"Aku tidak pakai celana dalam loh," bisik Nayla sambil menggigit kuping suaminya.


Rendra tersentak, dia tidak menyangka jika istrinya yang usianya jauh lebih muda itu terlihat sangat menggairahkan, membuat dia langsung menegang,


"Istriku nakal sekali,"jawab Rendra dengan senyuman menggoda.


Dia segera bangun dan membalikkan badannya, sehingga keadaan berubah posisi.


Rendra segera mencium bibir Nayla dengan agresif. Tetapi Nayla juga tak mau kalah, dia menyerah balik sehingga suaminya roboh dan dia di atas lagi, mereka berdua berciuman sambil berguling-guling.


Nayla dengan sekali gerakan bisa membuka paksa kemeja Rendra sampai kancingnya terlepas semua.


"Luar biasa," sindir Rendra.Dia tersenyum puas dan sangat menikmati keganasan istrinya di ranjang.


Rendra langsung membuang kemejanya dan mendekap erat tubuh Nayla, dia mencium seluruh tubuh istrinya dan meninggalkan bekas merah di leher, dada, perut dan punggung.


Awalnya Nayla merintih menahan sakit, karena dia memang masih perawan.


Tetapi Rendra sudah sangat berpengalaman, jadi dia memperlakukan istrinya dengan lembut, membuat Nayla semakin lama mengerang keenakan.


Malam terasa panjang, mereka yang sudah menahan selama beberapa bulan ini akhirnya melampiaskan nafsunya dengan penuh gairah,


"Berani sampai pagi?" tantang Nayla dengan tatapan menggoda.


"Dengan senang hati," balas Rendra sambil terus memainkan ****** istrinya.


Nayla meskipun masih perawan tetapi sejak remaja dia sering menonton bokep. Sehingga dia terlihat sangat lihai, membuat Rendra sangat puas dan ketagihan.


Rendra sendiri yang sudah berpengalaman jadi bisa membuat Nayla tidak terlalu kesakitan.


Nayla merasa sangat bangga, meskipun selama ini dia ikut pergaulan bebas namun dia menyerahkan keperawanannya kepada suaminya sendiri.

__ADS_1


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya, jangan lupa Like dan Vote ya! karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author.


Mohon juga kritik dan sarannya semoga cerita CINTA YANG TERPAKSA ini bisa berkembang menjadi lebih baik lagi.


__ADS_2