CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Extra Part 2 Persaingan Antara Saudara


__ADS_3

Kaysa dan Syadev sedang berdiskusi mengenai kejutan pesta ulang tahun untuk Ayah mereka lewat telepon. Yang namanya si kembar pasti akan selalu ada perdebatan, Syadev yang suka ketus sedangkan Kaysa yang mudah ngegas karena emosi.


"Besok kita berangkat sore dan ke hotel terdekat dulu menyiapkan semaunya. Nah, malamnya kita baru ke Vila Ayah," ucap Kaysa bersemangat.


"Iya," jawab Syadev singkat.


"Kalau Ayah menghubungimu katakan jika kamu sibuk, carilah alasan yang masuk akal agar Ayah tidak curiga," timpal Kaysa mewanti - wanti.


"Iya, iya," jawab Syadev yang sudah bosan, apalagi sedari tadi Kaysa mengulang - ulang terus ucapannya.


"Dari tadi kamu hanya iya iya saja," pekik Kaysa yang darahnya mulai naik.


"Lalu harus bagaimana? Andaikan aku memberi saran pada akhirnya tetap tidak terpakai," sindir Syadev.


"Itu karena ide kamu yang kurang menarik," jawab Kaysa.


"Bukan kurang menarik, tapi kamunya yang mau menang sendiri," balas Syadev.


"Tentu saja aku harus menang, aku anak pertama dan kamu sebagai adikku harus patuh," sergah Kaysa.


"Kalau begitu buat apa kamu menyuruh aku mencari ide segala?" tanya Syadev kesal.


Kaysa dan Syadev masih saja saling bertengkar lewat telepon kayaknya mereka itu masih anak - anak.


Alarik dan Arkananta yang sedang menonton televisi di ruang santai bergegas berlari menuju kamar, mereka berdua sudah hapal setelah ini pasti Syadev akan mematikan ponsel sedangakan Kaysa akan marah. Dan ujung - ujungnya yang mendapat imbasnya adalah Alarik.


"Nak, malam ini papi tidur bersamamu ya?" bujuk Alarik.


"I Love you, Ayah. Assalamu'alaikum," jawab Arkananta sambil menutup kamarnya dan meninggalkan sang papi di luar seorang diri.


"Anakku ini, kenapa dalam hal seperti ini tidak mau bekerja sama," gumam Alarik kesal.


Tak lama kemudian Kaysa datang dengan wajah cemberut.


"Pi, kenapa Syadev itu menyebalkan," rengek Kaysa sambil mencubit lengan Alarik.


"Ehh, jangan ngambek lagi. Nanti katanya tidak bagus buat kulit kalau marah - marah," bujuk Alarik sambil merangkul istrinya.


"Pokoknya aku ingin memberikan Ayah hadiah yang paling istimewa, yang lebih bagus dari Syadev," jawab Kaysa.


"Iya, ayo kita pikirkan hadiah itu sambil tiduran, sudah malam ini," ucap Alarik menahan tawa.


Sifat Kaysa yang manja dan suka merengek terkadang muncul saat dia itu kesal. Tapi Alarik justru merasa gemas dengan sikap istrinya.


"Menurut aku, hadiah yang paling diinginkan Ayah itu adalah cucu perempuan," goda Alarik.


"Terus?" tanya Kaysa.


"Ya mari kita buat sekarang," jawab Alarik bersemangat.

__ADS_1


"Memangnya kalau kita buat sekarang besok malam sudah jadi? Ulang tahun Ayah kan besok," balas Kaysa kesal.


"Ya kamu maunya memberi hadiah apa?" tanya Alarik.


"Bagaimana kalau sebuah lukisan, lukisan Ayah dan Bunda sewaktu muda. Biar mereka bahagia mengingat masa muda mereka yang indah," ujar Kaysa.


"Itu ide bagus, tapi bisakah kita mendapat pelukis yang bisa melukis dalam waktu singkat?" tanya Alarik.


"Harus bisa, aku akan menghubungi temanku dulu. Sepertinya aku ada teman yang pandai melukis," jawab Kaysa sembari mengambil ponsel.


"Hallo, Syanes. Bisakah kamu melukis untukku? Tapi besok malam harus sudah jadi?" tanya Kaysa lewat telepon.


"Wah, kenapa kamu mendadak begini?" tanya temannya itu bingung.


"Tolonglah, ini hadiah untuk Ayahku," bujuk Kaysa dengan suara memelas.


"Baik, malam ini aku akan begadang, biar besok malam bisa selesai. Kirim foto yang mau di lukis ya?" jawab Syanes.


"Iya, terima kasih banyak, nanti aku bayar setimpal deh," balas Kaysa riang.


Setelah itu Kaysa menutup teleponnya dengan rasa bahagia. Alarik lega jika istrinya sudah membaik.


"Bagaimana?" tanya Alarik pura - pura tidak tahu.


"Alhamdulillah, temanku mau membantuku," jawab Kaysa memeluk Alarik erat.


"Apakah dia pelukis handal?" tanya Alarik.


"Oalah, kira - kira Syadev memebrikan jadi apa ya?" terka Alarik ikut penasaran.


"Si pemalas itu, palingan ya cuma benda mahal yang Ayah bisa beli dengan uang," jawab Kaysa masih kesal pada saudara kembarnya.


***********************


Syadev senyum - senyum sendiri setelah mematikan ponselnya, dia begitu puas jika membuat Kaysa marah.


Di sisi lain Anggun memperhatikan suaminya dengan penuh keheranan, kenapa suaminya itu terlihat bahagia sekali.


"Pa, Kenapa kamu senyum - senyum sendiri?" tanya Anggun penasaran.


"Tidak apa - apa," jawab Syadev mlewati istrinya begitu saja.


Syadev langsung menuju ruang kerja, dia sedang mencari lewat internet hadiah yang spesial.


"Ayah memiliki uang banyak, aku yakin kalau hanya benda - benda mahal tidak akan menarik. Hem… Apa aku memberikan lukisan saja ya? Ayah selalu mengangumi ketampannanya sendiri, jadi aku akan menyuruh temanku melukis Ayah yang paling tampan. Kaysa, kamu harus menerima kenyataan," batin Syadev puas.


Sedangkan Anggun merasa curiga, sebab suaminya malam ini aneh sekali.


"Suamiku baru saja pulang dari luar kota. Dulu aku saat pertama kali jatuh cinta juga sering senyum - senyum sendiri. Dan biasanya kalau baru bepergian dia akan perhatian padaku, tapi kenapa sekarang cuek begini?" batin Anggun penasaran.

__ADS_1


"Apa suamiku mengenal wanita lain?" batin Anggun penuh tanda tanya.


Karena penasaran Anggun segera menghampiri suaminya, akan tetapi begitu dia datang Syadev malah langsung menutup laptopnya dengan tergesa - gesa.


"Aku tahu, pasti nanti Kaysa akan bertanya pada istriku mengenai hadiah yang sedang aku persiapkan. Jangan sampai kadoku ini bocor duluan, karena si licik itu pasti berusaha meniru ideku," batin Syadev.


Tapi kelakuan Syadev barusan malah disalah artikan oleh Anggun.


"Kamu kenapa aneh? Apa kamu diam - diam mengenal wanita lain?" tanya Angfun dengan wajah sedih.


Anggara dan Yudistira yang melewati pintu mendengar ucapan mama mereka.


"Pa… Kami tidak mau memiliki Ibu tiri!" teriak Yudistira.


Sedangkan Sagara hanya menatap tajam seperti Syadev saat tidak suka dengan sesuatu.


"Eh ... Kalian ini. Mana mungkin papa menikah lagi!" jawab Syadev gugup.


Mendapat tatapan yang kurang enak dari istri dan anak - anaknya Syadev jadi nyengir sendiri.


"Ma, tu kan, anak - anak jadi salah paham padaku," ucap Syadev mesra.


"Tadi kenapa saat telepon senyum - senyum sendiri? Terus saat aku masuk kamu langsung menutup laptop mu?" tanya Anggun.


"Astaga… Hanya karena ini menuduh aku selingkuh? Kita sudah hidup lama tapi kenapa tidak tahu bagaimana setianya aku?" jawab Syadev ngakak.


"Pa, tapi banyak dari teman - teman aku yang orang tuanya bercerai karena papa mereka punya wanita simpanan," ujar Yudistira serius.


"Ya ampun, kamu ini masih kecil tahu dari mana tentang wanita simpanan?" tanya Syadev kaget.


Yudistira dan Sagara mengalihkan pandangan dan mencuekin papanya. Dengan penuh kasih sayang Syadev jongkok dan merangkul ke dua putranya.


"Hidup papa sudah sempurna, memiliki mama kalian yang cantik dan lembut. Memiliki dua putra yang membanggakan. Di dunia ini tidak ada lagi yang papal inginkan," bujuk Syadev sambil menatap istrinya penuh cinta.


"Lalu tadu itu telepon dari siapa?" tanya Anggun penasaran.


"Itu si Kaysa," jawab Syadev.


Kemudian Syadev menceritakan perihal rencana mereka yang akan memberikan kejutan pada Ayah Syauqi saat ulang tahun.


"Ingat, kalaian tidak boleh bilang sama Arkananta atau Tante Kaysa ya?" pinta Syadev.


"Oh…" jawab Anggun dan si kembar sama sekali tidak tertarik.


Mereka bertiga sudah bosan melihat persaingan persaingan antara Syadev dan Anggun yang seperin anak kecil. Anggun sndiri merasa heran, padahal dulu suaminya tidak pernah mau merespon Kaysa. Tapi sekarang malah semakin sering memanas - Manasi Kaysa.


"Apa Flora dan Dewa juga akan datang?" tanya Anggun.


"Tentu saja, tapi mereka masih di dalam perjalanan. Mungkin besok siang sampai bandara," jawab Syadev.

__ADS_1


"Flora akan memberikan hadiah apa ya? Pasti barang antik dari luar negeri," terka Anggun.


"Entahlah, adik bungsuku itu tidak mau menjawab saya aku bertanya. Mungkin sekarang sudah mau ikut bersaing denganku dan Kaysa," jawab Syadev menahan tawa.


__ADS_2