
Sudah berjam-jam lamanya Syadev berada di dalam pesawat, sebenarnya dia tidak tega melihat istrinya yang tengah hamil muda melakukan perjalanan jauh. Namun mau bagaimana lagi, jika tidak segera pulang Syadev takut masalah akan semakin runyam.
Syadev menatap istrinya penuh cinta, mata Anggun yang tertutup memperlihatkan bulu matanya yang lentik. Syadev segera mencium kening istrinya penuh kasih sayang.
Syadev merasa lega istrinya itu tertidur nyenyak, sebab jika terbangun Anggun selalu mual-mual ingin muntah.
"Aku sebenarnya sangat takut saat menghadapi Ayah dan Bunda nanti. Namun aku harus memberanikan diri demi Anggun. Alangkah hancurnya hatinya nanti jika dia tahu aku dijodohkan dengan Inge, temannya sendiri."
Syadev melirik ke arah Bima, temannya itu sudah sejak tadi tertidur.
"Kenapa belum tidur juga?" tanya Anggun lembut.
"Eh, istriku sudah bangun," ucap Syadev mencium hidung istrinya.
"Apa yang kamu pikirkan? Sejak kemarin kamu terlihat resah terus," tanya Anggun lembut.
"Tidak ada apa-apa," jawab Syadev tersenyum manis.
"Kita ini satu hati, satu jiwa dan satu napas. Apa yang kamu rasakan akupun juga merasakan hal yang sama," kata Anggun sayu.
Syadev segera memcium kening istrinya penuh kasing sayang.
"Aku sangat mencintaimu, apalagi sekarang kamu sedang mengandung anakku. Rasa cintaku padamu semakin besar," bisik Syadev.
Tutur bahasa Syadev yang lembut menusuk sampai ke sanubari Anggun, tak dapat di lukiskan betapa bahagianya memiliki sosok suami seperti Syadev.
"Aku juga mencintaimu, suamiku," jawab Anggun.
Mungkin jika tidak sedang berada di tempat keduanya pasti sudah memadu cinta, Syadev tak henti-hentinya menyentuh perut Anggun yang masih rata.
"Aku berharap kelak anak kita seperti Ibundanya saja, jangan sepertiku. Apalagi seperti tantenya," ucap Syadev.
Anggun tertawa, istri Syadev itu tahu jika yang dimaksud suaminya adalah Kaysa.
"Jangan hanya melihat sisi buruknya Kaysa saja, tapi dia itu sebetulnya punya banyak
kelebihan," ujar Anggun.
Syadev hanya tertawa saja, dia tidak bisa membayangkan jika anaknya nanti seperti saudara kembarnya.
Anggun yang terhibur dengan candaan suaminya itu jadi melupakan rasa mual dalam perutnya. Anggun menguatkan diri agar tidak menyusahkan suaminya nanti.
Sesampainya di bandara di sana sudah ada sopir yang menjemput.
Syadev merasa lega juga, sebab dia tadinya berpikir jika keluarganya yang menjemput dirinya di bandara seperti biasanya.
"Tumben, bukan Ayah yang menjemput ku, Pak?" tanya Syadev.
"Beliau sedang sibuk menyiapkan acara, Tuan Muda," jawab pak sopir polos.
"Acara apa?" tanya Syadev.
"Saya tidak tahu, tapi seluruh kerabat di undang semua," jawab pak sopir ramah.
Syadev tiba-tiba gemetar badannya, dia mengira jika Ayahnya sengaja menyambut dirinya dengan pesta pertunangannya dengan Inge.
"Bima, apa kamu mau langsung mampir ke tempatku!" tanya Syadev.
"Oke, di sana pasti ada kakak sepupumu juga," jawab Bima tersenyum ceria.
Mereka bertiga segera masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan oleh sang sopir. Sepanjang perjalanan Syadev hanya diam saja mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk nanti dibicarakan pada orang tuanya.
Bima sendiri sebenarnya masih merasa sedih karena belum bisa melupakan Anggun, tapi dia bertekad untuk segera move on sebab Anggun sudah memiliki suami. Bima hanya menerka-nerka apakah gadis yang bernama Alifya itu secantik dan selembut yang diceritakan Syadev? Bima berharap bisa menemukan tempat untuk hatinya berlabuh.
__ADS_1
Sedangkan Anggun menjadi orang yang tidak tahu apa-apa, entah apa yang sedang dipikirkan suaminya atau Bima Anggun tidak bisa menebak. Namun dalam hati Anggun sangat takut, istri Syadev itu takut jika nanti tidak diterima dalam keluarga Syauqi Malik yang sangat terpandang.
Dan benar saja, sesampainya di halaman rumah sudah penuh Dnegan mobil yang terparkir. Syadev bisa mengenali mobil milik Paman Rian, Om Dony, Tante Elly dan beberapa mobil yang tidak dikenali siapa pemiliknya.
Saat melangkahkan kaki memasuki pintu dada Syadev bergetar, begitu juga dengan Anggun yang sudah gemetaran.
Semua orang yang melihat Kehadiran Syadev langsung menyambut dengan suka cita. Rupanya Ayahnya tidak memberi tahu mengenai kepulangan Syadev pada seluruh anggota keluarganya.
"Kakak..." teriak Flora sambil memeluk Syadev erat.
Begitu juga dengan Bunda Zhia yang malah menangis saking terkejutnya.
"Anak nakal! Kenapa pulang tidak bilang terlebih dahulu? Dengan begitu Bunda bisa menjemput kamu," ucap Zhia menangis haru.
"Maaf, Bunda," ucap Syadev menunduk lirih.
Syauqi hanya duduk diam tanpa reaksi melihat kepulangan putranya. Ayah Syadev itududuk tenang dengan ekspresi dingin.
Syadev akhirnya menyadari, jika Ayahnya itu pasti sudah tahu mengenai pernikahan rahasianya.
Di hadapan semua orang, Syadev meraih tangan istrinya dengan lembut. Kemudian mengajak Anggun untuk duduk bersimpuh di hadapan Ayahnya.
"Ayah, maafkan aku karena sudah menjadi anak durhaka. Tapi satu-satunya perempuan yang aku cintai hanyalah Anggun. Dan dia kini sedang hamil," ucap Syadev dengan nada memohon ampun.
Prang...
Tante Elly yang sedang menggenggam gelas sampai hilang kendali saking kagetnya.
Seangakn Zhia yang mendengar jika putranya menghamili seorang gadis membuat Zhia hampir rubuh, untung saja dipinggirnya ada Kaysa yang menopang tubuhnya.
"Bagaimana mungkin... Bagaimana mungkin kamu berani melakukan ini..." rintih Zhia lemas.
"Bunda, mereka sudah sah menikah," hibur Kaysa agar Bundanya bisa tenang.
"Maafkan aku, Bunda. Sehari sebelum aku pergi ke Amerika aku menikahi Anggun secara diam-diam. Tapi itu karena aku sangat mencintainya dan tidak ingin dia dimiliki orang lain. Saat itu aku takut jika aku minta izin pada kalian tidak akan diperbolehkan, sedangkan aku tidak mungkin membawa Anggun pergi tanpa sebuah ikatan yang halal. Biarpun aku sering nakal tapi aku juga selalu mengingat nasihat Bunda untuk tidak pacaran," jelas Syadev merintih.
Zhia terkesima putranya yang masih memiliki prinsip dalam jalan yang benar.
Sedangkan Syauqi masih diam, Ayah Syadev itu awalnya sangat marah serasa ingin menampar putranya dengan keras karena sudah membohonginya. Namun ketika tadi mendengar jika istei Syadev sudah hamil, seketika Syauqi merasa hatinya runtuh dan jiwa seorang kakak muncul dalam dirinya.
Mungkin seandainya Syadev dan Anggun menikah dengan izinnya terlebih dahulu, pasti saat ini Syauqi akan berlonjak bahagia.
Syadev tidak berani lagi menatap wajah Ayahnya, dia sangat takut karena Ayahnya jika sudah diam begini justru lebih menyeramkan.
Anggun yang sedari tadi menahan air matanya kini pecah juga tangisnya, istri Syadev itu sangat ketakutan sampai tidak anggun untuk berkata-kata.
Zhia yang memiliki watak lembut tidak tega melihat menantunya itu sampai terisak menahan tangis.
Zhia langsung menghampiri Anggun dan membantunya untuk berdiri.
"Kamu sedang hamil kan? Pasti lelah setelah perjalanan panjang. Ayo kita istirahat di kamar dulu," ucap Zhia bijaksana.
Setelah Zhia mengantar Anggun istirahat di kamarnya Syadev, Ibunda yang masih cantik itu segera bergabung ke luar lagi menemani suaminya untuk meminta penjelasan yang lebih terperinci pada putra mereka.
Zhia menyadari jika Anggun pasti hanya melakukan sesuai keinginan Syadev, karena Zhia mengenal watak Syadev yang tidak bisa dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak dikehendakinya.
"Bangunlah!" perintah Zhia berubah tegas.
Syadev berdiri dengan tubuh yang lemas dan pandanan menunduk. Dia merasa seolah menjadi tersangka yang sedang dihakimi dalam persidangan.
Semua keluarga dan kerabat tidak ada satupun yang berani mengucapkan sepatah kata. Bahkan Kaysa yang biasanya bawel juga terbungkam mulutnya. Sebab jika seorang Syauqi Malik sedang marah aura mencekam terpancar lewat tatapan mata yang tajam seperti elang.
Dony selalu kagum pada sahabatnya itu, karena semenjak muda hanya dengan diam sudah membuat semua orang merasa menciut nyalinya.
__ADS_1
"Syadev, apa kamu sadar dengan apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Syauqi santai tapi terdengar ngeri.
"Sadar, Ayah. Dan putramu ini siap menerima hukuman. Tapi aku memohon tolong jangan salahkan Anggun, dia tidak bersalah dan kini juga sedang hamil anakku," jawab Syadev memberanikan diri demi istrinya.
Syadev langsung runtuh lagi amarahnya mendengar kata menantunya hamil.
"Pernikahan itu bukan sebuah permainan, bukan hanya tentang dua orang yang saling mencintai saja. Namun juga penyatuan dua keluarga. Ayah tahu Anggun anak yatim piatu, tapi kamu masih memiliki keluarga besar. Kecuali jika kamu memang sudah tidak menganggap aku ini sebagai Ayahmu!" kata Syauqi tajam.
"Maafkan aku, Ayah. Maafkan aku," pinta Syadev menunduk.
"Sekarang lihatlah seluruh wajah keluarga dan kerabatnya! Lalu minta maaf pada mereka karena sudah mengecewakan kami!" kata Syauqi tegas.
Syadev menegakkan tubuhnya dan mulai memasang wajah seluruh saudaranya satu-persatu. Hanya Kaysa, Zahra, Alarik dan Bima saja yang memberi tatapan penyemangat. Sedangkan yang lainnya terlihat kecewa.
Lalu Syadev membungkukkan tubuhnya dua kali.
"Maafkan aku, karena sudah mengecewakan dan membuat aib keluarga," ucap Syadev yang sudah siap menerima amarah.
Zhia sakit saat melihat putranya seperti itu, jika dibanding dengan apa yang sudah perbuatan suaminya dulu justru Zhia mendukung apa yang dilakukan putranya.
"Syadev, sekarang kamu temani Anggun untuk istirahat terlebih dahulu ya! Pasti kamu sangat lelah iyakan?" bujuk Zhia mendorong tubuh putranya untuk segera naik ke lantai dua menuju kamarnya.
"Syadev, nanti malam tunggu hukuman dari Ayah," timpal Syauqi tegas.
"Iya, Ayah," jawab Syadev patuh dan berlalu pergi.
Syadev merasa lega jika Ayahnya menghukum, sebab dengan begitu pintu maaf akan terbuka baginya.
"Syauqi, apa rencananya kali ini?" tanya Elly.
"Mau bagaimana lagi, dua hari lagi akan diadakan resepsi pernikahan yang megah. Bagaimanapun Syadev adalah putra Syauqi Malik," jawab Syauqi mulai mencair mimik wajahnya.
"Besok? Dalam waktu sehari bagaimana mungkin bisa menyiapkan semuanya?" Sergah Rian.
"Tenang, Kaysa dan Alarik sudah mengatur semuanya!" jawab Syauqi tenang.
"Jadi itu untuk pernikahan Syadev? Kemarin katanya pernikahan anak temannya Ayah," ucap Kaysa kecewa.
Syauqi hanya tersenyum saja sudah mengerjai putrinya itu.
"Jadi selama ini Mas Syauqi sudah tahu mengenai pernikahan Syadev?" sela Zhia menyelidik.
"Iya, tapi aku ingin membuat Syadev mengakuinya sendiri," jawab Syauqi nyengir.
"Aku ini juga Bundanya, jadi aku memiliki hak untuk mengetahui semua tentang anak-anak kita," kata Zhia menahan amarah.
"Iya... Iya.. Maaf," bujuk Syauqi menggenggam kedua tangan istrinya.
Zhia menahan diri untuk bersikap biasa karena masih ada banyak kerabatnya. Namun kekesalan pada suaminya itu tidak mudah hilang.
**Jangan lupa Like dan Vote sebanyak-banyaknya ya🤗🤗
Hay readers tersayang, terimakasih atas dukungan kalian selama ini ya.
Oh iya, kira-kira nanti malam hukuman Syadev apa ya?
A. Syadev di usir dari keluarga Syauqi Malik.
B. Syadev diminta kembali ke Amerika tanpa istrinya, dan jika ingin menemui istri dan anaknya nanti harus cepat lulus kuliah.
C. Hubungan Syadev dan Anggun ditentang
Di komen yaaa**....
__ADS_1