CINTA YANG TERPAKSA

CINTA YANG TERPAKSA
Kebaikan dibalik Keangkuhan


__ADS_3

Selesai makan malam bersama, terdengar bunyi bel dari gerbang pintu.


Tak lama kemudian datang Rendra bersama seorang wanita setengah baya yang tak lain adalah Nenek Orlin.


"Selamat malam, Tuan Syauqi. Nyonya Zhia. Sebelumnya saya meminta maaf sebesar -besarnya atas kejadian tadi siang sampai Nyonya Zhia terluka. Dan terimakasih banyak karena Tuan Syauqi berkenan melindungi putri saya," kata Rendra sepenuh hati.


Papanya Orlin sangat cemas dan gelisah ketika dalam perjalanan mendapat pesan dari Bik Imah. Rendra tak menyangka dengan kenekatan Jesika.


"Tidak apa-apa, silahkan duduk dulu!" jawab Syauqi mempersilahkan kedua tamunya duduk di sofa.


Rendra duduk di samping Orlin, duda tampan itu merasa tenang melihat putrinya baik-baik saja.


"Maafkan Papa ya, Nak. Kamu yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa harus melewati hal yang buruk," ucap Rendra menyesalinya.


"Pa, tadi Om Syauqi hebat sekali! Hanya menggertak saja semua orang sudah takut," ucap Orlin penuh kekaguman.


Zhia melirik kearah suaminya yang sedang tersenyum bangga.


"Duh suamiku, doyan sekali dengan pujian walaupun dari anak kecil," batin Zhia.


Syauqi mendapat tatapan aneh dari istrinya langsung berbisik di telinga istrinya.


"Dengarkan sayang ? Anak kecil saja mengakui kehebatan aku."


Zhia hanya mencubit pinggang suaminya karena tak enak jika sampai terdengar orang lain.


"Oh iya maaf saya sampai lupa memperkenalkan, ini adalah Mama saya," kata Rendra Sopan.


"Orlin, ini adalah nenek kamu," timpal Rendra pada putrinya.


"Nenek? Jadi Orlin punya nenek ya?" tanya Orlin polos.


Laela menangis dan merasa menyesal karena baru bisa melihat cucu pertamanya setelah berumur tujuh tahun.


Laela memeluk Orlin dan menangis sesenggukan.


Bik Imah juga ikut terharu, akhirnya Orlin bisa melihat neneknya.

__ADS_1


"Rendra, Bik Imah sudah menceritakan tentang urusan kamu dan Jesika. Aku yakin dalam beberapa hari ini tentang kehancuran Perusahaan Amora akan segera menyebar. Dan aku juga yakin akan ada dampak buruk bagi Perusahaan Andara," ucap Syauqi tegas tanpa rasa takut.


"Saya sudah tidak ada hubungan dengan Perusahaan Andara lagi. Setelah ini saya akan ke London mengurus perusahaan yang baru beberapa bulan ini saya dirikan," jawab Rendra sama sekali tak menunjukkan sikap marah, duda itu sudah pasrah dengan semua ini.


"Pa, jdi kita pindah lagi ya?" sela Orlin setengah bersedih, karena gadis cilik itu menyukai tempat ini dan merasa sulit berpisah dengan Tante Zhia.


"Tidak, Nanti Orlin, Nenek dan Bik Imah akan tetap tinggal di sini. Karena di sana Papa berjuang dari nol Lagi. Kalau Papa sudah berhasil baru Papa akan menjemput kalian," bujuk Rendra pada anaknya.


"Nak, kenapa tidak mengajak kami ke sana sekalian? Mama masih punya sedikit tabungan" tanya Mamanya Rendra penasaran.


"Ma, untuk sementara ini keadaan masih genting. Aku takut jika nanti Jesika dan Suami Mama berniat balas dendam. Aku hanya bisa tenang jika kalian di sini. Karena ada Tuan Syauqi Malik mereka takkan berani mengganggu kalian," kata Rendra meminta pengertian Mamanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu keluar dari Perusahaan?" tanya Syauqi penasaran.


"Saya bukan anak kandung dari keluarga Andara. Saya ingin Mama segera bercerai karena pernikahan mereka hanya sebatas di atas kertas. Tuan Syauqi, saya minta maaf jika banyak menyusahkan Anda. Tapi saya mohon lindungi mereka disaat saya di London nanti, karena hanya Anda yang saat ini bisa membantu keluarga saya," pinta Rendra memohon pada Syauqi.


Zhia merasa kasihan dengan keluarga Orlin yang sangat rumit. Hatinya yang terlalu lembut ikut merasa pilu mengingat Orlin yang masih kecil mendapat banyak tekanan.


"Tuan Rendra tenang saja, saya dan suami saya pasti akan menjaga mereka.nLagipula kehadiran Orlin membuat saya jadi tidak jenuh tinggal dinsini," jawab Zhia lembut.


Dia menggenggam jemari suaminya berharap suaminya bisa berbaik hati Menolong mereka.


"Terima kasih atas segala kemurahan hati Anda, Tuan Syauwi," ucap Rendra sangat bersyukur karena dipertemukan dengan Syauqi dan Zhia. Dia menjadi heran kenapa Syauqi yang sebaik ini mendapatkan rumor yang kejam, mengerikan dan predator.


"Tapi ada satu syarat," kata Syauqi serius.


"Apa, Tuan Syauqi?" tanya Rendra penasaran.


"Setelah urusanmu selesai bawalah pulang seorang Istri,"njawab Syauqi mantap.


"Iya, Tuan Syauwi. Saya pasti akan menemukan seorang Mama yang baik untuk Orlin," balas Rendra.


Semua orang yang mendengar tertawa.mNamun Hanya Syauqi dan Rendra yang tahu apa maksud dibalik gurauan itu.


"Cepatlah Mencari pendamping dan lupakan istriku."


***********************************

__ADS_1


Tiga hari kemudian Rendra berangkat ke London sendirian.


Dan apa yang sudah dijanjikan oleh Syauqi ditepati.


Di sana dia menjalankan perusahaan barunya dibawah perusahaan Milik Syauqi.


***********************************


Dengan bantuan Syauqi juga Laela bisa bercerai dengan suaminya, tapi pihak lawan meminta Syarat supaya Syauqi membantu Perusahaan Andara yang hampir tumbang.


Setiap sore Zhia menikmati senja di Danau bersama suaminya, Orlin dan Neneknya Orlin.


"Bu, apakah perceraian itu menyakitkan?" tanya Zhia penasaran.


"Bagi saya tidak, Nyoya Zhia. Karena pernikahan saya dengan Tuan Andara bukan karena cinta. Meskipun saya menyandang status Istri sah tapi di dalam rumah saya tak lebih seorang budak. Bahkan ketika anak saya menikah dan saat kelahiran Orlin saya sama sekali tidak bisa keluar rumah," jawab Laela pilu.


"Tapi sepertinya Tuan Andara menyayangi Tuan Rendra meskipun mereka tidak sedarah," tanya Zhia lagi.


"Itu karena Tuan Andara tidak bisa punya keturunan, jadi memanfaatkan Rendra supaya bisa merebut Posisi di Perusahaan. Sejak kecil Rendra sekolah diluar negeri. Jadi dia tak pernah tahu tentang kondisi sesungguhnya di rumah. Tetapi melihat anakku bisa sekolah tinggi dan menjadi orang suksen itu sudah cukup" tutur Laela tersenyum di tengah tangisannya.


Zhia menyadari, dibalik seseorang yang terlihat hebat dan hidup mewah ada kesulitan yang dirasakan. Seperti suaminya sendiri yang dulu merasa kesepian ditinggal Mamanya.


"Mas, aku jadi rindu sama Ibu dan Kakakku," kata Zhia lembut pada suaminya.


"Bagaimana kalau malam ini kita menginap di rumah Ibu kamu," saran Syauqi sambil mengelus kepala Zhia.


"Tapi aku masih khawatir kalau nanti ada yang mengincar Orlin dan Ibu lagi. Sepertinya Jesika masih belum bisa melepas Rendra," jawab Zhia ragu.


"Itu gampang, anak buahku banyak tersebar di mana - mana. Aku bisa menyuruh beberapa orang menjaga disini," kata Syauqi meyakinkan.


"Benarkah? Tapi kenapa selama ini Mas Syauqi selalu sendirian saat menyelamatkanku?" tanya Zhia tak mengerti.


"Kenapa harus membawa pengawal? Kedua tanganku masih sanggup menjagamu dari seribu musuh sekalipun. Lagipula aku tahu jika kemana-mana aku membawa pengawal kamu pasti malah takut," jawab Syauqi santai.


"Ya sudah, sekarang kita pulang dulu. Setelah sholat Maghrib kita berangkat kerumah Ibu," ucap Zhia senang.


Syauqi mendorong kursi roda yang diduduki Orlin. Melihat kepatuhan Orlin, Syauqi jadi berharap semoga anaknya perempuan. Karena kebanyakan anak lelaki bandel, seperti dirinya sendiri sewaktu kecil selalu nakal dan bikin onar.

__ADS_1


Terimakasih sudah berkenan membaca karya saya. Jangan lupa Like, Vote dan beri rating Bintang 5 ya🙏 Karena dukungan dari kalian semua sangat berarti bagi Author.


Mohon kritik dan sarannya semoga Novel CINTA YANG TERPAKSA bisa berkembang lebih baik lagi🤗


__ADS_2